
menjelang pernikahan nya yang hanya
tinggal beberapa hari lagi, alviandra
nekat untuk menyusul alvin ke LA.
sebelum berangkat dia pun menemui
orang tua erlita untuk memberi tahu
mereka terlebih dahulu.
setelah berbicara dengan pak kevin
dan bu dita, erlita mengajak alviandra
ke taman di samping rumahnya.
"vin, apa kamu yakin? pernikahan
kita hanya tinggal dua hari lagi."
ucap erlita yang tampak kurang
setuju.
"aku tahu! setelah aku berhasil
menemui alviandra secepatnya aku
akan kembali." ucap alviandra.
"apa pernikahan ini tidak begitu
penting bagimu?" ucap erlita
dengan mata yang berkaca kaca.
"bukan begitu, kau tau kan kalau
nomer alviandra sudah lama tidak
bisa dihubungi, aku sangat
mencemaskan nya, lagi pula
sebentar lagi kita akan menikah,
dan alviandra harus tahu itu."
ucap alviandra berusaha memberi
pengertian terhadap erlita.
"kenapa harus kamu? kamu bisa
kan menyuruh orang untuk
melakukan nya?" ucap erlita yang
meneteskan air matanya.
"tidak bisa! aku janji kalau aku
akan segera kembali secepat mungkin."
ucap alviandra, dia pun mengusap
air mata erlita lalu memeluk nya.
erlita menangis tersedu sedu
dipelukan alviandra.
tak lama kemudian erlita melepas
pelukannya, dia menatap kearah
alviandra dengan raut wajah yang
sayu. alviandra mendekatkan
wajahnya kearah erlita lalu kemudian
mencium bibir nya dengan lembut.
************************************
malam hari alvin tidak bisa tidur
karna memikirkan keadaan papanya.
dia takut kalau sewaktu waktu bu
sonya akan mencelakakan nya.
"aku tidak bisa tinggal diam,
aku harus melakukan sesuatu."
batin alvin. saat dia ingin keluar kamar
tiba tiba bu sonya berdiri tepat
di depan pintu kamarnya.
"mau apa kau?" tanya alvin dengan
sinisnya.
namun bu sonya hanya tersenyum
padanya dengan tatapan yang sangat
menggoda.
"bukankah seharusnya kau menemani
papa di rumah sakit?" sambung alvin.
"aku disini untuk menemani mu,
aku tidak ingin kau merasa kesepian."
ucap lembut bu sonya yang lagi lagi
mencoba untuk merayu alvin.
"hentikan semua kegilaan mu ini!"
bentak alvin.
"ya, sepertinya aku memang sudah
gila! dan itu karna mu, kau yang
sudah membuat ku tergila gila
kepada mu." ucap bu sonya.
"omong kosong!" decah alvin.
namun saat dia ingin pergi, bu
sonya menarik kerah bajunya
hingga kancing kemeja putih
__ADS_1
polos yang dia kenakan pun
sedikit terbuka.
"wow kau begitu sangat menggoda."
ucap bu sonya yang menatap dada
bidang alvin dengan ketertarikan nya.
karna merasa tidak tahan dengan
kelakuan bu sonya, akhirnya alvin
memutuskan untuk tinggal di
apartemen sementara waktu, sampai
papanya kembali dari rumah sakit.
keesokan harinya, alvin menemui
papanya untuk melihat keadaan nya.
dia menyuapi papanya dengan
penuh perhatian.
"alvin, terima kasih karna kamu sudah
mau merawat papa." ucap pak gian.
"bukankah sudah seharusnya seorang
anak merawat orang tuanya dikala
dia sedang sakit." ucap alvin.
mendengar ucapan anak nya
membuat pak gian termenung
mengingat kembali akan perbuatan
nya yang selama ini sudah
menelantarkan alvin. bahkan sekali
pun dia tidak pernah menemui
alvin sejak bercerai dengan bu indri.
"bagaimana keadaan mama mu?"
tanya pak gian.
"aku tidak tahu! terakhir kali aku
berkomunikasi dengan mama
dia baik baik saja, tapi untuk saat
ini mama sedang kesulitan uang,
mama di tipu oleh rekan bisnisnya."
ucap alvin yang terlihat sedih.
"kenapa kau tidak memberi tahu
papa sejak awal? papa bisa saja
membantu mama mu." ucap pak gian.
"kupikir papa sudah tidak perduli
***
sementara dikediaman giantara
bu sonya tampak bersolek diri
didepan sebuah cermin.
dia terus memoles wajah nya
dengan beberapa riasan.
dia juga mengenakan pakaian
yang begitu ketat dan sedikit terbuka.
"sudah cantik begini, masa sedikit
pun alvin tidak akan tertarik? aku
yakin rencana ku kali ini pasti berhasil."
gumam bu sonya yang berbicara
di depan cermin seperti seorang
penyihir.
sesampainya di LA, alviandra
langsung datang kerumah papanya
untuk menemui alvin, namun dia
tidak dapat menemukan nya.
dia pun memasuki kamar utama
dan bermaksud untuk menemui
papanya namun yang dia temukan
hanya bu sonya yang sedang
sibuk mempercantik diri.
bu sonya tampak terkejut karna
alviandra yang dia kira adalah alvin
tiba tiba masuk ke kamarnya.
"akhirnya tampa aku harus
mencarimu, kau yang mulai duluan
ingin menemui ku." ucap bu sonya
penuh percaya diri.
"mana papa?" tanya alviandra.
"apa maksudmu?" bu sonya
tercengang mendengar pertanyaan
alviandra yang dia kira adalah alvin.
"aku ingin menemui papa dan sodara
kembar ku, dimana mereka?" tanya
__ADS_1
alviandra.
"sodara kembar? rupanya dia alviandra
yang asli! alvin tidak boleh bertemu
dengan nya." batin bu sonya.
"mau apa kau kesini? pergilah!
karna sodara mu tidak ada disini."
ucap bu sonya dengan ketus.
"baik kalau kau tidak ingin memberi
tahu ku, aku bisa mencari nya sendiri."
ucap alviandra lalu pergi meninggalkan
bu sonya.
"berandal itu, kenapa dia harus
kembali kesini." desus bu sonya.
bu sonya pun menelpon pihak
kampus dan sekretaris di kantor
suaminya, agar mereka tidak
memberi tahu kan keberadaan
alvin maupun pak gian.
***
diruang rawat inap pak gian terlihat
gelisah dan celingukan. pasal nya
dari pagi hingga sore istrinya belum
menampakkan diri di hadapannnya.
"papa kenapa?" tanya alvin.
"dari pagi mami mu belum kesini,
apa kau bisa menelpon nya untuk
papa?" ucap pak gian.
"paling dia sedang sibuk dengan
beberapa selingkuhan nya."
batin alvin.
"baik pa." alvin menuruti permintaan
pak gian. dia pun menghubungi nya.
📞halo?" tanya bu sonya.
📞kau kemana saja? kenapa tidak
ke rumah sakit?" tanya alvin.
📞 kenapa? apa kau merindukanku?"
tanya bu sonya.
karna tidak mau mendengar ocehan
bu sonya, alvin memberikan ponsel
itu kepada papanya.
📞halo mi, mami dimana? kenapa belum
kesini?" tanya pak gian.
📞maaf pi, seperti nya hari ini mami
tidak bisa kerumah sakit." ucap bu sonya.
📞kenapa? apa mami sakit?" tanya pak
gian.
📞emm.. iya pi, mami sedikit tidak
enak badan, mami ingin istirahat
penuh dirumah, agar kesehatan mami
bisa cepat pulih." ucap bu sonya yang
tengah berbohong.
📞baik kalau memang seperti itu."
pak gian pun menutup sambungan
telponnya.
***
karna tak kunjung menemukan
keberadaan alvin dan papanya,
alviandra pun kembali kerumah giantara.
"kenapa kesini lagi?" tanya bu sonya.
"memangnya kenapa? ini rumah
papaku." sahut alviandra.
"sudah ku katakan, sodara mu
itu tidak ada disini." ucap bu sonya.
"aku tidak percaya." ucap alviandra
seraya pergi ke kamarnya yang kini
sudah ditempati alvin.
karna lelah alviandra pun
membaringkan tubuhnya disofa.
"apa yang sebenarnya telah terjadi
disini? kenapa aku tidak bisa
menemukan papa dan alvin?
biasanya setiap hari papa giat
bekerja hingga lupa waktu! bahkan
tadi aku tidak bisa menemukan
__ADS_1
papa dikantornya." batin alviandra.