AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
11 pembalut


__ADS_3

alviandra memasuki mobil nya.


namun, saat dia ingin memutar


musik mobil nya, pandangan nya


terkunci di kantong kresek yang


ada di sebelah nya.


"pembalut?" gumam alviandra,


seraya memegangi kantong itu.


dia pun teringat akan sosok cewek


yang kemarin dia temui di restoran.


"ini kan punya cewek aneh yang


kemarin!" batin alviandra.


dia kembali meletakan pembalut


itu di samping kursi jok nya.


alviandra mengambil sebuah


poto di dalam dompet nya,


lalu memandangi poto itu.


" ma, mama di mana?"


batin alviandra seraya menatap


poto pengantin papa dan mama


nya waktu menikah.


ya, karna memang hanya itu Poto


yang alviandra punya.


pak gian (papa alvin dan alviandra)


memang sangat menyayangi


alviandra. namun semenjak pak gian memutus kan untuk menikah lagi,


(saat alviandra masih berusia 8 tahun).


alviandra merasa kalau papa nya


sudah banyak berubah. pak gian


sudah tidak punya waktu lagi untuk


nya. karna setiap waktu senggang


nya dia habiskan bersama istri baru


nya. meskipun semua kebutuhan


alviandra tercukupi, dan dia memiliki


barang barang yang mewah,


termasuk mobil sport yang harga


nya miliar'an. tapi semua itu gak


menjamin kebahagian. karna pada


kenyatataan nya, alviandra selalu


di liputi rasa sepi, dan haus akan


kasih sayang orang tua. hingga


saat usia nya sudah remaja, dia


memberanikan diri untuk mencari


keberadaan ibu kandung nya.


alviandra tidak tau kalau dirinya


memiliki sodara kembar. karna


yang dia tau dia hanya memiliki


kakak yang tinggal bersama ibu


kandung nya. dan begitu pun


dengan alvin, alvin juga tidak


mengetahui kalau dirinya memiliki


sodara kembar.


alviandra mengelilingi kota itu


dengan mobil sport nya. dia


berusaha mencari petunjuk


tentang ke beradaan ibu kandung


nya.


teng teng teng


bel istirahat telah berbunyi.


seperti biasa semua siswa/siswi


berhamburan keluar.


erlita dan karin berjalan menuju


kantin. namun saat dia melihat


keberadaan alvin, erlita malah


memutar balik badan nya.


"rin, aku ke toilet bentar ya."


erlita berbohong.


"ya udah." kata karin.


" mang uje, bakso nya satu ya."


teriak karin pada penjaga kantin.


" siap neng." kata mang uje.


alvin menghampiri karin.


"rin, lita mana?" tanya alvin yang


celingukan mencari keberadaan nya.


" tadi bilang sikh mau ke toilet."


kata karin sambil menyantap baso


yang udah mang uje hidangkan.

__ADS_1


tanpa bertanya lagi alvin pergi


untuk mencari erlita.


dua puluh menit berlalu, namun


erlita tak kunjung keluar dari toilet


itu. tiba tiba cewek teman sekelas


alviandra keluar dari toilet.


"ekh sil, di dalam ada erlita gak?"


tanya alvin pada silvia


"erlita? di dalam gak ada siapa siapa."


kata silvia.


alvin pun kembali menghampiri


karin.


"lita gak ada di toilet." kata alvin,


seraya duduk di samping karin.


" kemana ya tuh anak?"


kata karin seraya mengunyah


baso yang ada di mulut nya.


"sebener nya erlita kenapa?"


tanya alvin pada karin.


"nah itu dia yang pengen aku


tanyain sama kamu vin, kamu


berantem gak sama erlita?


soal nya dari tadi pagi sikapnya


itu agak aneh." kata karin.


"terakhir kali aku ketemu sama


erlita baik baik aja! kita memang


sempat berantem, tapi kita


langsung baikan." sahut alvin.


"kemarin kamu gak ngasih dia


jajan kali pas jalan, maka nya


tuh dia ngambek." celetuk karin.


"kemarin aku gak jalan sama


erlita, soal nya aku dan nyokap


pergi ke rumah nenek ku yang


di Bogor." jelas alvin.


"pantesan erlita marah, gak di


apelin sikh." celoteh karin.


istirahat telah usai, mereka kembali


ke kelas nya masing masing.


alvin nyariin kamu." kata karin.


" habis dari perpus." sahut erlita.


"kamu serius? tumben rajin bener."


celetuk karin ke heranan.


"anak anak, buka buku bab 115."


kata pak didit.


mereka pun kembali belajar.


di tengah tengah pelajaran


jono mengganggu erlita.


"lita, erlita..." panggil nya.


namun erlita tak kunjung menoleh.


jono pun mencolek pinggang erlita.


erlita pun menoleh ke belakang.


karna jono duduk tepat di belakang


kursi belajar erlita.


"apaan si?" erlita sedikit sinis.


"ya ilaahh, galak bener!" kata jono.


"mau apa?" tanya erlita.


"pinjam faber castell dong."


kata jono.


erlita pun memberikan nya.


"erlita, kalau belajar itu lihat ke


depan, jangan menoleh ke belakang!"


pak didit menegor erlita.


"maaf pak." kata erlita.


teng teng teng...


lonceng sekolah telah berbunyi.


mereka pun mengemas buku


masing masing untuk pulang.


"erlita." gumam alvin, dia pun


berlari lalu menghampiri nya.


"aku anterin kamu pulang ya?"


kata alvin.


"sorry vin, aku bawa mobil sendiri."


erlita pun memasuki mobil nya


tanpa memperdulikan alvin, yang


tengah berdiri memandangi nya.

__ADS_1


alvin tampak kecewa melihat sikap


erlita terhadap nya.


setelah sesampai nya di rumah.


alvin berusaha mengingat kembali


kesalahan apa yang udah dia buat?


sehingga erlita begitu marah pada


nya. hingga erlita sama sekali tidak memperdulikan nya. alvin selalu


berusaha menghubungi erlita


namun lagi lagi erlita tidak


menjawab telpon nya.


di kamar nya erlita terlihat mondar


mandir seperti setrikaan.


erlita bingung, di satu sisi dia sayang


banget sama alvin, tapi di sisi lain


erlita juga kecewa, karna menurut nya


alvin ternyata cowok yang kasar.


erlita mencari kesibukan dengan


cara membantu mama nya


menanam bunga di halaman


belakang. mama dita memang


begitu menyukai bunga.


"lita, mama bisa minta tolong


ambilin pot lagi gak?"


kata mama dita.


" iya ma." erlita mengambil pot


yang udah di beli bi imah tadi.


lalu memberi kan nya kepada


mama dita.


"ma, aku masuk ke dalam dulu ya."


erlita bergegas masuk rumah,


lalu menaiki anak tangga menuju


kamar nya.


dia mengecek hape nya.


"banyak banget daftar panggilan


dari alvin." batin erlita.


waktu sudah menunjukan pukul


18:55. karna merasa jenuh erlita


meminta ijin pada mama nya untuk


makan malam di luar. dia melajukan


mobil nya ke tempat restoran


paforit nya, yang tidak jauh dari


rumah nya.


namun saat diparkiran,


dia menabrak seseorang.


brruuuuakkkk...


erlita terjatuh. laki laki itu pun


mengulurkan tangan nya untuk


membantu erlita berdiri.


"alvin." kata erlita.


"kalau jalan hati hati!" kata alviandra.


erlita masih menatap dalam orang itu.


karna yang erlita tau, orang itu adalah


alvin kekasih nya.


"maaf aku buru buru." erlita hendak


pergi meninggalkan alviandra,


namun alviandra menahan nya.


"tunggu!" kata alviandra.


erlita menghentikan langkah


kaki nya.


alviandra mengambil kantong


kresek yang ada di mobil nya.


"ini punya kamu kan?"


tanya alviandra.


"apa ini?" tanya erlita


setelah menerima nya.


"pembalut!" bisik alviandra


di telinga erlita seraya tersenyum


tipis.


seketika wajah erlita menjadi


merah, dia menahan malu.


makasih buat para readers๐Ÿ™


dan para author yang udah


berkenan hadir membaca karya ku๐Ÿ™.


jangan lupa, like dan coment nya.


biar author makin semangat untuk


melanjutkan cerita nya.

__ADS_1


jangan lupa vote juga ya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2