
alviandra memasuki mobil nya.
namun, saat dia ingin memutar
musik mobil nya, pandangan nya
terkunci di kantong kresek yang
ada di sebelah nya.
"pembalut?" gumam alviandra,
seraya memegangi kantong itu.
dia pun teringat akan sosok cewek
yang kemarin dia temui di restoran.
"ini kan punya cewek aneh yang
kemarin!" batin alviandra.
dia kembali meletakan pembalut
itu di samping kursi jok nya.
alviandra mengambil sebuah
poto di dalam dompet nya,
lalu memandangi poto itu.
" ma, mama di mana?"
batin alviandra seraya menatap
poto pengantin papa dan mama
nya waktu menikah.
ya, karna memang hanya itu Poto
yang alviandra punya.
pak gian (papa alvin dan alviandra)
memang sangat menyayangi
alviandra. namun semenjak pak gian memutus kan untuk menikah lagi,
(saat alviandra masih berusia 8 tahun).
alviandra merasa kalau papa nya
sudah banyak berubah. pak gian
sudah tidak punya waktu lagi untuk
nya. karna setiap waktu senggang
nya dia habiskan bersama istri baru
nya. meskipun semua kebutuhan
alviandra tercukupi, dan dia memiliki
barang barang yang mewah,
termasuk mobil sport yang harga
nya miliar'an. tapi semua itu gak
menjamin kebahagian. karna pada
kenyatataan nya, alviandra selalu
di liputi rasa sepi, dan haus akan
kasih sayang orang tua. hingga
saat usia nya sudah remaja, dia
memberanikan diri untuk mencari
keberadaan ibu kandung nya.
alviandra tidak tau kalau dirinya
memiliki sodara kembar. karna
yang dia tau dia hanya memiliki
kakak yang tinggal bersama ibu
kandung nya. dan begitu pun
dengan alvin, alvin juga tidak
mengetahui kalau dirinya memiliki
sodara kembar.
alviandra mengelilingi kota itu
dengan mobil sport nya. dia
berusaha mencari petunjuk
tentang ke beradaan ibu kandung
nya.
teng teng teng
bel istirahat telah berbunyi.
seperti biasa semua siswa/siswi
berhamburan keluar.
erlita dan karin berjalan menuju
kantin. namun saat dia melihat
keberadaan alvin, erlita malah
memutar balik badan nya.
"rin, aku ke toilet bentar ya."
erlita berbohong.
"ya udah." kata karin.
" mang uje, bakso nya satu ya."
teriak karin pada penjaga kantin.
" siap neng." kata mang uje.
alvin menghampiri karin.
"rin, lita mana?" tanya alvin yang
celingukan mencari keberadaan nya.
" tadi bilang sikh mau ke toilet."
kata karin sambil menyantap baso
yang udah mang uje hidangkan.
__ADS_1
tanpa bertanya lagi alvin pergi
untuk mencari erlita.
dua puluh menit berlalu, namun
erlita tak kunjung keluar dari toilet
itu. tiba tiba cewek teman sekelas
alviandra keluar dari toilet.
"ekh sil, di dalam ada erlita gak?"
tanya alvin pada silvia
"erlita? di dalam gak ada siapa siapa."
kata silvia.
alvin pun kembali menghampiri
karin.
"lita gak ada di toilet." kata alvin,
seraya duduk di samping karin.
" kemana ya tuh anak?"
kata karin seraya mengunyah
baso yang ada di mulut nya.
"sebener nya erlita kenapa?"
tanya alvin pada karin.
"nah itu dia yang pengen aku
tanyain sama kamu vin, kamu
berantem gak sama erlita?
soal nya dari tadi pagi sikapnya
itu agak aneh." kata karin.
"terakhir kali aku ketemu sama
erlita baik baik aja! kita memang
sempat berantem, tapi kita
langsung baikan." sahut alvin.
"kemarin kamu gak ngasih dia
jajan kali pas jalan, maka nya
tuh dia ngambek." celetuk karin.
"kemarin aku gak jalan sama
erlita, soal nya aku dan nyokap
pergi ke rumah nenek ku yang
di Bogor." jelas alvin.
"pantesan erlita marah, gak di
apelin sikh." celoteh karin.
istirahat telah usai, mereka kembali
ke kelas nya masing masing.
alvin nyariin kamu." kata karin.
" habis dari perpus." sahut erlita.
"kamu serius? tumben rajin bener."
celetuk karin ke heranan.
"anak anak, buka buku bab 115."
kata pak didit.
mereka pun kembali belajar.
di tengah tengah pelajaran
jono mengganggu erlita.
"lita, erlita..." panggil nya.
namun erlita tak kunjung menoleh.
jono pun mencolek pinggang erlita.
erlita pun menoleh ke belakang.
karna jono duduk tepat di belakang
kursi belajar erlita.
"apaan si?" erlita sedikit sinis.
"ya ilaahh, galak bener!" kata jono.
"mau apa?" tanya erlita.
"pinjam faber castell dong."
kata jono.
erlita pun memberikan nya.
"erlita, kalau belajar itu lihat ke
depan, jangan menoleh ke belakang!"
pak didit menegor erlita.
"maaf pak." kata erlita.
teng teng teng...
lonceng sekolah telah berbunyi.
mereka pun mengemas buku
masing masing untuk pulang.
"erlita." gumam alvin, dia pun
berlari lalu menghampiri nya.
"aku anterin kamu pulang ya?"
kata alvin.
"sorry vin, aku bawa mobil sendiri."
erlita pun memasuki mobil nya
tanpa memperdulikan alvin, yang
tengah berdiri memandangi nya.
__ADS_1
alvin tampak kecewa melihat sikap
erlita terhadap nya.
setelah sesampai nya di rumah.
alvin berusaha mengingat kembali
kesalahan apa yang udah dia buat?
sehingga erlita begitu marah pada
nya. hingga erlita sama sekali tidak memperdulikan nya. alvin selalu
berusaha menghubungi erlita
namun lagi lagi erlita tidak
menjawab telpon nya.
di kamar nya erlita terlihat mondar
mandir seperti setrikaan.
erlita bingung, di satu sisi dia sayang
banget sama alvin, tapi di sisi lain
erlita juga kecewa, karna menurut nya
alvin ternyata cowok yang kasar.
erlita mencari kesibukan dengan
cara membantu mama nya
menanam bunga di halaman
belakang. mama dita memang
begitu menyukai bunga.
"lita, mama bisa minta tolong
ambilin pot lagi gak?"
kata mama dita.
" iya ma." erlita mengambil pot
yang udah di beli bi imah tadi.
lalu memberi kan nya kepada
mama dita.
"ma, aku masuk ke dalam dulu ya."
erlita bergegas masuk rumah,
lalu menaiki anak tangga menuju
kamar nya.
dia mengecek hape nya.
"banyak banget daftar panggilan
dari alvin." batin erlita.
waktu sudah menunjukan pukul
18:55. karna merasa jenuh erlita
meminta ijin pada mama nya untuk
makan malam di luar. dia melajukan
mobil nya ke tempat restoran
paforit nya, yang tidak jauh dari
rumah nya.
namun saat diparkiran,
dia menabrak seseorang.
brruuuuakkkk...
erlita terjatuh. laki laki itu pun
mengulurkan tangan nya untuk
membantu erlita berdiri.
"alvin." kata erlita.
"kalau jalan hati hati!" kata alviandra.
erlita masih menatap dalam orang itu.
karna yang erlita tau, orang itu adalah
alvin kekasih nya.
"maaf aku buru buru." erlita hendak
pergi meninggalkan alviandra,
namun alviandra menahan nya.
"tunggu!" kata alviandra.
erlita menghentikan langkah
kaki nya.
alviandra mengambil kantong
kresek yang ada di mobil nya.
"ini punya kamu kan?"
tanya alviandra.
"apa ini?" tanya erlita
setelah menerima nya.
"pembalut!" bisik alviandra
di telinga erlita seraya tersenyum
tipis.
seketika wajah erlita menjadi
merah, dia menahan malu.
makasih buat para readers๐
dan para author yang udah
berkenan hadir membaca karya ku๐.
jangan lupa, like dan coment nya.
biar author makin semangat untuk
melanjutkan cerita nya.
__ADS_1
jangan lupa vote juga ya๐๐๐