AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 30 di provokasi


__ADS_3

lima menit kemudian erlita berhasil


menyelesai kan tugas nya. erlita dan


karin pun beranjak dari tempat duduk


mereka.


"jreeng jreeng jreeng." tiba tiba Jono


menghalangi langkah kaki mereka,


seraya menggibas gibas kan segepok


uang ke wajah nya sendiri sebagai


pengganti kipas angin.


"jono." desus kedua nya.


"kalian pasti mau ke kantin kan? ayo


ikuti aku, nanti ku teraktir kalian makan


enak." jono mulai menyombong kan diri.


"jon, duit mu banyak tuh! ngepet di


mana kamu?" karin tampak meledek


jono, dengan celotehan nya.


"sialan! sembarangan aja kalau ngomong,


ini itu duit halal." gerutu jono.


"iya, iya! gak usah baper gitu kali."


kata Karin masih bernada menggoda jono.


"tapi jon, dari mana kamu bisa dapat


uang se banyak itu?" tanya erlita.


"ayah ku di angkat menjadi mandor,


di sebuah proyek pembangunan hotel


bintang lima di kota ini." jawab jono


yang antusias.


"bagus dong! semoga kedepan nya


kehidupan mu lebih baik lagi." doa tulus


dari erlita.


"makasih lita." ucap jono, yang tersenyum


ke arah nya.


"ya udah ayo." kata karin, yang berjalan


lebih dulu menuju kantin.


"mang, mie ayam nya dua ya." kata karin,


saat memanggil mang uje.


"sip ." kata mang uje sambil mengacung


kan jempol nya.


"loh kok dua? aku kan juga lapar, mau


makan." desus jono, sambil duduk di


kursi nya.


"hehe, sorry! aku lupa." karin yang cengengesan.


"mang, mie ayam nya satu lagi ya."


kata karin, setelah mang Uje mengantar


pesanan mereka.


"siap neng." sahut mang uje.


mang uje berjualan di kantin tidak


hanya sendiri, dia di bantu istri nya.


istri nya bertugas sebagai pembuat


makanan, sedangkan mang Uje tugas


nya sebagai pengantar makanan.


"si alvin ke mana ya? dari tadi pagi aku


belum melihat nya." kata jono yang


celingukan.


"alvin lagi sibuk mempersiap kan


buat acara camping besok." sahut erlita.


beberapa menit kemudian mang Uje


mengantar pesanan jono.


dengan segera jono menyantap nya.


datang lah alviandra bersama teman


teman nya termasuk doni.


erlita yang belum menyadari keberadaan


doni masih bersikap biasa.


alviandra menatap ke arah doni,


sekilas dia menoleh ke arah erlita,


yang lagi bersenda gurau dengan karin


dan jono. doni terus memandangi erlita,

__ADS_1


yang duduk tidak jauh di hadapan nya,


sementara erlita duduk membelakangi


nya, hingga tidak menyadari keberadaan


doni.


"makan sendirian aja, gak ajak ajak."


kata alvin datar, yang baru saja datang


sambil mengacak acak rambut erlita.


"alvin..." rengek erlita.


"ciaakh, yang lagi jatuh cinta! dunia


terasa milik berdua, kita mah gak di


anggap rin." celoteh jono, lalu menoleh


ke arah karin. namun karin tidak


menanggapi jono, dia malah senyam


senyum sendiri.


"guys, aku duluan ya." kata karin,


lalu tersenyum berbinar binar.


"itu anak kenapa si." kata jono, yang


memandang sinis kepergian karin.


sementara erlita hanya tersenyum,


ke arah karin, seraya mengacung kan


jempol nya.


"oya kamu mau, aku pesanin ya." erlita


hendak memanggil mang uje, namun


alvin melarang nya.


"gak usah, aku lagi gak ingin makanan


berat, yang ini aja." kata alvin, seraya


mengambil snack yang terpapang


rapi di meja kantin.


"mang uje." panggil jono.


"ada apa jon?" kata mang Uje, setelah


menghampiri nya.


"semua total nya berapa mang?"


tanya jono.


"mie ayam 20 ribu, minuman botol


kata mang uje.


"loh kok satu? semua nya dong mang,


makanan dan minuman yang tadi udah


erlita dan karin pesan juga, sekalian tu


sama snack dan minuman alvin juga jumlahin, saya yang akan bayar."


jono mulai menyombong kan diri.


"uhoek.." seketika alvin tersedak setelah


mendengar ucapan jono. dengan cepat


erlita memberi alvin minum.


mang uje pun kembali ke tempat nya


setelah jono membayar semua nya.


"vin kamu gak apa apa kan?"


terlihat raut wajah cemas di wajah erlita.


"aku gak apa apa." jawab alvin.


"gak usah kaget gitu vin, bokap ku


di angkat menjadi mandor, di sebuah


proyek pembangunan hotel bintang


lima." jelas jono antusias.


"wiihh keren tuh, jadi OKB nih cerita


nya." goda alvin.


"emang nya gaji mandor berapa sikh?"


tanya erlita.


"kurang tau aku juga, yang jelas sikh


yang paling gede dari pada para pekerja


nya." jelas jono.


"kenapa lita? apa kamu berminat jadi


mandor?" alvin menggoda nya.


"apaan sikh..." erlita mencubit hidung


alvin sambil tersenyum binar.


"mau ke mana jon?" tanya alvin, yang


melihat jono beranjak dari tempat duduk


nya.

__ADS_1


"mau boker, kenapa vin? mau ikut? ayoo."


kata jono menggoda nya.


"issh sialan." decah alvin mengutuk nya.


jono hanya tertawa lalu berlalu pergi.


"besok aku jemput kamu, tapi naik motor


gak apa apa kan?" tanya alvin, menatap


dalam kedua bola mata erlita.


"naik motor? seriusan, emang nya kamu


udah lancar? terakhir aku lihat kamu


bawa motor nyungsep di selokan,


untung lagi bonceng jono, bukan aku."


celoteh erlita, sambil tersenyum


menahan tawa.


alvin memang gak pandai bawa motor,


jauh berbeda dengan alviandra yang


di kenal raja jalanan.


alvin memiliki pengalaman pahit, saat


usia nya masih tiga belas tahun, dia


mengalami kecelakaan akibat


mengendarai motor, dan mengakibat


kan kaki nya patah, hingga harus di


larikan ke rumah sakit singapore untuk


menjalani terapi penyembuhan.


"apa kau meremeh kan ku?" alvin


tersenyum mendekat kan wajah nya


ke wajah erlita.


sementara doni yang merasa ke bakaran


jenggot, saat melihat erlita dan alvin


terlihat mesra di hadapan nya pun


pergi dari tempat itu. yang di ikuti


oleh alviandra secara diam diam.


"ngapain doni kesini?" batin alviandra.


setelah melihat doni pergi ke arah


gudang sekolah.


"kenapa kau meminta ku ke sini?"


ketus doni, pada salah seorang wanita.


"aku heran sama kamu, kata nya cinta!


harus nya kamu perjuangin cinta mu


itu, bukan nya malah membiar kan nya


bahagia bersama orang lain." ucap


wanita itu. alviandra bisa mendengar


suara mereka, tapi alviandra tidak bisa


melihat wanita yang sedang berbicara


dengan doni. karna gudang nya gelap,


tidak ada penerangan, dan tidak


memiliki dinding kaca.


terlebih wanita itu berdiri tegak


membelakangi alviandra, hingga dia


tidak dapat mengenali wajah nya.


"tapi ide mu itu sangat gila! benar


benar gila! kau memaksa ku untuk


menodai wanita yang aku cintai."


bentak doni pada wanita itu.


"tapi aku menyuruh mu bukan tanpa


alasan! bukan nya kau sangat mencintai


nya? lakukan apa yang aku perintah


kan, agar kau bisa menikahi nya."


jelas wanita itu.


"memang nya kau pikir, kau itu siapa?


bisa se enak nya memerintah ku?"


sinis doni.


"tentu saja aku ini kawan mu, orang


yang perduli dengan perasaan mu!


aku tau, kau pasti sakit hati saat melihat


orang yang kau cintai lebih memilih


orang lain ketimbang dirimu! begitu pun

__ADS_1


juga dengan ku." kata wanita itu.


__ADS_2