
lima menit kemudian erlita berhasil
menyelesai kan tugas nya. erlita dan
karin pun beranjak dari tempat duduk
mereka.
"jreeng jreeng jreeng." tiba tiba Jono
menghalangi langkah kaki mereka,
seraya menggibas gibas kan segepok
uang ke wajah nya sendiri sebagai
pengganti kipas angin.
"jono." desus kedua nya.
"kalian pasti mau ke kantin kan? ayo
ikuti aku, nanti ku teraktir kalian makan
enak." jono mulai menyombong kan diri.
"jon, duit mu banyak tuh! ngepet di
mana kamu?" karin tampak meledek
jono, dengan celotehan nya.
"sialan! sembarangan aja kalau ngomong,
ini itu duit halal." gerutu jono.
"iya, iya! gak usah baper gitu kali."
kata Karin masih bernada menggoda jono.
"tapi jon, dari mana kamu bisa dapat
uang se banyak itu?" tanya erlita.
"ayah ku di angkat menjadi mandor,
di sebuah proyek pembangunan hotel
bintang lima di kota ini." jawab jono
yang antusias.
"bagus dong! semoga kedepan nya
kehidupan mu lebih baik lagi." doa tulus
dari erlita.
"makasih lita." ucap jono, yang tersenyum
ke arah nya.
"ya udah ayo." kata karin, yang berjalan
lebih dulu menuju kantin.
"mang, mie ayam nya dua ya." kata karin,
saat memanggil mang uje.
"sip ." kata mang uje sambil mengacung
kan jempol nya.
"loh kok dua? aku kan juga lapar, mau
makan." desus jono, sambil duduk di
kursi nya.
"hehe, sorry! aku lupa." karin yang cengengesan.
"mang, mie ayam nya satu lagi ya."
kata karin, setelah mang Uje mengantar
pesanan mereka.
"siap neng." sahut mang uje.
mang uje berjualan di kantin tidak
hanya sendiri, dia di bantu istri nya.
istri nya bertugas sebagai pembuat
makanan, sedangkan mang Uje tugas
nya sebagai pengantar makanan.
"si alvin ke mana ya? dari tadi pagi aku
belum melihat nya." kata jono yang
celingukan.
"alvin lagi sibuk mempersiap kan
buat acara camping besok." sahut erlita.
beberapa menit kemudian mang Uje
mengantar pesanan jono.
dengan segera jono menyantap nya.
datang lah alviandra bersama teman
teman nya termasuk doni.
erlita yang belum menyadari keberadaan
doni masih bersikap biasa.
alviandra menatap ke arah doni,
sekilas dia menoleh ke arah erlita,
yang lagi bersenda gurau dengan karin
dan jono. doni terus memandangi erlita,
__ADS_1
yang duduk tidak jauh di hadapan nya,
sementara erlita duduk membelakangi
nya, hingga tidak menyadari keberadaan
doni.
"makan sendirian aja, gak ajak ajak."
kata alvin datar, yang baru saja datang
sambil mengacak acak rambut erlita.
"alvin..." rengek erlita.
"ciaakh, yang lagi jatuh cinta! dunia
terasa milik berdua, kita mah gak di
anggap rin." celoteh jono, lalu menoleh
ke arah karin. namun karin tidak
menanggapi jono, dia malah senyam
senyum sendiri.
"guys, aku duluan ya." kata karin,
lalu tersenyum berbinar binar.
"itu anak kenapa si." kata jono, yang
memandang sinis kepergian karin.
sementara erlita hanya tersenyum,
ke arah karin, seraya mengacung kan
jempol nya.
"oya kamu mau, aku pesanin ya." erlita
hendak memanggil mang uje, namun
alvin melarang nya.
"gak usah, aku lagi gak ingin makanan
berat, yang ini aja." kata alvin, seraya
mengambil snack yang terpapang
rapi di meja kantin.
"mang uje." panggil jono.
"ada apa jon?" kata mang Uje, setelah
menghampiri nya.
"semua total nya berapa mang?"
tanya jono.
"mie ayam 20 ribu, minuman botol
kata mang uje.
"loh kok satu? semua nya dong mang,
makanan dan minuman yang tadi udah
erlita dan karin pesan juga, sekalian tu
sama snack dan minuman alvin juga jumlahin, saya yang akan bayar."
jono mulai menyombong kan diri.
"uhoek.." seketika alvin tersedak setelah
mendengar ucapan jono. dengan cepat
erlita memberi alvin minum.
mang uje pun kembali ke tempat nya
setelah jono membayar semua nya.
"vin kamu gak apa apa kan?"
terlihat raut wajah cemas di wajah erlita.
"aku gak apa apa." jawab alvin.
"gak usah kaget gitu vin, bokap ku
di angkat menjadi mandor, di sebuah
proyek pembangunan hotel bintang
lima." jelas jono antusias.
"wiihh keren tuh, jadi OKB nih cerita
nya." goda alvin.
"emang nya gaji mandor berapa sikh?"
tanya erlita.
"kurang tau aku juga, yang jelas sikh
yang paling gede dari pada para pekerja
nya." jelas jono.
"kenapa lita? apa kamu berminat jadi
mandor?" alvin menggoda nya.
"apaan sikh..." erlita mencubit hidung
alvin sambil tersenyum binar.
"mau ke mana jon?" tanya alvin, yang
melihat jono beranjak dari tempat duduk
nya.
__ADS_1
"mau boker, kenapa vin? mau ikut? ayoo."
kata jono menggoda nya.
"issh sialan." decah alvin mengutuk nya.
jono hanya tertawa lalu berlalu pergi.
"besok aku jemput kamu, tapi naik motor
gak apa apa kan?" tanya alvin, menatap
dalam kedua bola mata erlita.
"naik motor? seriusan, emang nya kamu
udah lancar? terakhir aku lihat kamu
bawa motor nyungsep di selokan,
untung lagi bonceng jono, bukan aku."
celoteh erlita, sambil tersenyum
menahan tawa.
alvin memang gak pandai bawa motor,
jauh berbeda dengan alviandra yang
di kenal raja jalanan.
alvin memiliki pengalaman pahit, saat
usia nya masih tiga belas tahun, dia
mengalami kecelakaan akibat
mengendarai motor, dan mengakibat
kan kaki nya patah, hingga harus di
larikan ke rumah sakit singapore untuk
menjalani terapi penyembuhan.
"apa kau meremeh kan ku?" alvin
tersenyum mendekat kan wajah nya
ke wajah erlita.
sementara doni yang merasa ke bakaran
jenggot, saat melihat erlita dan alvin
terlihat mesra di hadapan nya pun
pergi dari tempat itu. yang di ikuti
oleh alviandra secara diam diam.
"ngapain doni kesini?" batin alviandra.
setelah melihat doni pergi ke arah
gudang sekolah.
"kenapa kau meminta ku ke sini?"
ketus doni, pada salah seorang wanita.
"aku heran sama kamu, kata nya cinta!
harus nya kamu perjuangin cinta mu
itu, bukan nya malah membiar kan nya
bahagia bersama orang lain." ucap
wanita itu. alviandra bisa mendengar
suara mereka, tapi alviandra tidak bisa
melihat wanita yang sedang berbicara
dengan doni. karna gudang nya gelap,
tidak ada penerangan, dan tidak
memiliki dinding kaca.
terlebih wanita itu berdiri tegak
membelakangi alviandra, hingga dia
tidak dapat mengenali wajah nya.
"tapi ide mu itu sangat gila! benar
benar gila! kau memaksa ku untuk
menodai wanita yang aku cintai."
bentak doni pada wanita itu.
"tapi aku menyuruh mu bukan tanpa
alasan! bukan nya kau sangat mencintai
nya? lakukan apa yang aku perintah
kan, agar kau bisa menikahi nya."
jelas wanita itu.
"memang nya kau pikir, kau itu siapa?
bisa se enak nya memerintah ku?"
sinis doni.
"tentu saja aku ini kawan mu, orang
yang perduli dengan perasaan mu!
aku tau, kau pasti sakit hati saat melihat
orang yang kau cintai lebih memilih
orang lain ketimbang dirimu! begitu pun
__ADS_1
juga dengan ku." kata wanita itu.