AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 40 memenangkan taruhan


__ADS_3

tepat nya pukul 19:01 alviandra sudah


bersiap untuk pergi menemui teman


teman nya di arena balap.


di meja makan bu indri memanggil nya


untuk mengajak nya makan malam


bersama, namun alviandra menolak nya


secara halus.


"alvin mana ma?" tanya alviandra,


karna biasa nya alvin lah yang selalu


menemani bu indri makan malam.


"barusan mama telpon dia, kata nya


dia lagi di jalan." kata bu indri.


alviandra pun ijin keluar, seraya


menyalami tangan mama nya.


*arena balap*


"teman kalian mana? kenapa jam segini


belum juga kelihatan batang hidung nya."


kata elang.


"tungguin aja dulu, dia pasti datang."


kata veri.


tak lama kemudian alviandra tiba,


dia langsung meminta kunci motor


nya pada bimo, lalu mengenakan jaket


kulit nya, serta memakai helm.


"besar juga nyali nya." desis elang.


mereka pun memulai balapan.


setelah wanita cantik dan sexi itu


mengibar kan bendera nya.


alviandra dan elang tampak saling


mengejar satu sama lain, dan balapan


terlihat imbang karna mereka berdua


tampak lihai menjalan kan motor


yang mereka kendarai.


"sial! ternyata anak ini tidak mudah


di remeh kan." batin elang, namun


tetap pokus mengendarai motor nya.


dua puluh menit sudah berlalu, kini


mereka sudah hampir melewati garis


finish. dan ternyata yang memenang


kan balapan adalah alviandra.


teman teman serta orang orang yang


berada di tempat itu pun memberikan


ucapan selamat kepada nya.


alviandra menghampiri elang,


lalu memicing kan senyuman nya.


raut wajah elang tampak terlihat kesal.


"jadi tunggu apa lagi? tempat ini sekarang akan menjadi tempat tongkrongan ku dan teman teman ku! kau boleh pergi."


ucap alviandra, dengan angkuh nya.


"jangan sombong! anggap saja


keberuntungan memang sedang


berpihak kepada mu." sahut elang, lalu


pergi dari tempat itu dengan mengepal


kan kedua tangan nya, yang di ikuti oleh


ke sepuluh anak buah setia nya.


"kau memang hebat." kata seseorang


yang ada di sana.


alviandra memicing kan senyuman nya


kepada orang itu.


"tapi, kau sebenar nya siapa? sebelum


nya aku tidak pernah melihat mu."


tanya laki laki itu.


"aku memang baru dua Minggu yang lalu tinggal di kota ini." jawab alviandra.

__ADS_1


"pantas saja, aku tak pernah melihat mu


sebelum nya." ucap laki laki itu lagi.


keesokan hari nya. semua murid gempar


saat menerima kabar dari pihak sekolah


kalau erlita mengalami kecelakaan.


dan orang tua erlita lah yang sudah


menghubungi pihak sekolah untuk


meminta doa atas kesembuhan anak


semata wayang nya.


alvin baru saja tiba di sekolah.


dia mendengar beberapa siswi yang


sedang membicara kan erlita, dengan


membawa bawa nama doni.


"kasihan banget si erlita! baru kemarin


dia mengalami pelecehan sama si doni,


sekarang dia mengalami kecelakaan."


kata salah satu siswi di sekolah itu.


ucapan siswi itu memang terdengar


samar samar di telinga alvin, namun


dia dapat mendengar jelas saat wanita


itu menyebut nama erlita dan doni.


alvin pun mempercepat langkah kaki


nya, untuk menemui rehan.


"vin, mau kemana? buru buru amat."


kata jono, namun karna tidak mendapat


jawaban, jono pun mengejar alvin ke


kelas nya.


"rehan.." panggil alvin.


"ada apa vin?" kata rehan.


"tadi di parkiran sekolah, aku


mendengar percakapan beberapa siswi


yang sedang membicara kan erlita dan


"pasti soal si doni yang melakukan


pelecehan terhadap erlita, dan ingin


memperkosa nya ya?" rehan meyakin kan


tebakan nya.


"apa? si doni melakukan pelecehan


terhadap erlita?" alvin mengepal kan


kedua tangan nya.


"ya vin, kamu pasti belum tau, karna


kemarin kamu tidak masuk! polisi


juga telah membekuk doni dan


membawa nya ke kantor polisi."


jelas rehan.


tok tok tok. jono terlihat


iseng mengetuk pintu kelas alvin


dan rehan, hingga mereka menoleh


ke arah nya.


"kamu jon, kirain siapa." kata rehan.


"vin, cepat amat jalan mu! pasti kamu


lagi di kejar kejar cewek jadi jadian ya."


celoteh jono. alvin pun menoleh ke arah


nya dengan tatapan sinis.


"vin, vin, jangan kaya gitu melotot nya!


lama lama kamu mirip sama sodara


kembar mu yang garang itu." kata jono,


yang gelagapan.


"Oya vin, gimana keadaan erlita sekarang?


aku dengar dia masuk rumah sakit


gara gara kecelakaan." tanya rehan.


"erlita koma, sampai sekarang dia belum


sadar kan diri." lirih alvin.

__ADS_1


"pulang sekolah nanti kita jenguk lita


yuk?" ajak jono.


"aku setuju, ajak juga teman teman nya


erlita sekalian." sahut rehan.


bel telah berbunyi, para murid pun


memasuki kelas nya masing masing.


"rin, mau ikut jenguk erlita gak?"


tanya jono.


"gak di ajak sama kamu juga, aku


memang udah berniat untuk menjenguk


nya." ketus karin.


"ihh sorry ya, bukan aku yang ngajak!


tapi rehan yang meminta ku untuk


mengajak mu, sama suci juga."


sinis jono.


"seriusan?" karin tampak antusias.


"dua rius." kata jono, seraya memukul


kepala karin dengan buku yang dia


pegang.


"isshh sialan!" decah karin.


*di rumah sakit*


mama dita masih setia menunggu perkembangan kondisi erlita. mata nya


terlihat sayu karna kurang tidur.


sementara papa kevin, pergi ke kantor


nya untuk meng cancel beberapa jadwal


meeting di luar kota. sebelum pergi ke


kantor, papa kevin menelpon bi imah


untuk menemani istri nya di ruang IGD.


agar bi imah bisa membantu kebutuhan


yang di perlukan istri dan anak nya.


"nyonya, ini saya bawa kan sarapan."


ucap bi imah dengan hati hati.


"saya tidak lapar bi." sahut mama dita,


dengan tatapan kosong.


"maaf nyonya, tapi kata tuan dari pagi


nyonya belum sarapan! nanti nyonya


sakit." kata bi imah, penuh perhatian.


"bibi taru saja di meja! nanti saya makan."


lirih mama dita.


"baik nyonya." sahut bi imah.


mama dita memandangi sekujur tubuh


erlita, dia pun kembali menangis pilu.


"lita, cepat sadar nak! mama kangen


sama kamu." mama dita dengan linangan


air mata nya.


"nyonya yang sabar ya." bi imah


menenang kan majikan nya, dan tanpa


sadar, dia juga menetes kan air mata nya.


di mata bi imah, walau pun erlita itu anak


yang manja, tapi erlita sosok anak yang


baik. bahkan setiap hari raya, erlita selalu


menyisih kan uang jajan nya, hanya untuk


di berikan kepada anak anak bi mah yang


tinggal di kampung. walau pun terlahir


dari keluarga yang berada. namun erlita


tidak pernah membeda beda kan, antara


kedudukan nya dengan orang lain yang


tidak seberuntung dirinya.


erlita memang terlihat sedikit galak.


tapi sebenar nya dia anak yang berhati


mulia, dan paling gak tegaan di antara


teman teman nya.

__ADS_1


__ADS_2