
tepat nya pukul 19:01 alviandra sudah
bersiap untuk pergi menemui teman
teman nya di arena balap.
di meja makan bu indri memanggil nya
untuk mengajak nya makan malam
bersama, namun alviandra menolak nya
secara halus.
"alvin mana ma?" tanya alviandra,
karna biasa nya alvin lah yang selalu
menemani bu indri makan malam.
"barusan mama telpon dia, kata nya
dia lagi di jalan." kata bu indri.
alviandra pun ijin keluar, seraya
menyalami tangan mama nya.
*arena balap*
"teman kalian mana? kenapa jam segini
belum juga kelihatan batang hidung nya."
kata elang.
"tungguin aja dulu, dia pasti datang."
kata veri.
tak lama kemudian alviandra tiba,
dia langsung meminta kunci motor
nya pada bimo, lalu mengenakan jaket
kulit nya, serta memakai helm.
"besar juga nyali nya." desis elang.
mereka pun memulai balapan.
setelah wanita cantik dan sexi itu
mengibar kan bendera nya.
alviandra dan elang tampak saling
mengejar satu sama lain, dan balapan
terlihat imbang karna mereka berdua
tampak lihai menjalan kan motor
yang mereka kendarai.
"sial! ternyata anak ini tidak mudah
di remeh kan." batin elang, namun
tetap pokus mengendarai motor nya.
dua puluh menit sudah berlalu, kini
mereka sudah hampir melewati garis
finish. dan ternyata yang memenang
kan balapan adalah alviandra.
teman teman serta orang orang yang
berada di tempat itu pun memberikan
ucapan selamat kepada nya.
alviandra menghampiri elang,
lalu memicing kan senyuman nya.
raut wajah elang tampak terlihat kesal.
"jadi tunggu apa lagi? tempat ini sekarang akan menjadi tempat tongkrongan ku dan teman teman ku! kau boleh pergi."
ucap alviandra, dengan angkuh nya.
"jangan sombong! anggap saja
keberuntungan memang sedang
berpihak kepada mu." sahut elang, lalu
pergi dari tempat itu dengan mengepal
kan kedua tangan nya, yang di ikuti oleh
ke sepuluh anak buah setia nya.
"kau memang hebat." kata seseorang
yang ada di sana.
alviandra memicing kan senyuman nya
kepada orang itu.
"tapi, kau sebenar nya siapa? sebelum
nya aku tidak pernah melihat mu."
tanya laki laki itu.
"aku memang baru dua Minggu yang lalu tinggal di kota ini." jawab alviandra.
__ADS_1
"pantas saja, aku tak pernah melihat mu
sebelum nya." ucap laki laki itu lagi.
keesokan hari nya. semua murid gempar
saat menerima kabar dari pihak sekolah
kalau erlita mengalami kecelakaan.
dan orang tua erlita lah yang sudah
menghubungi pihak sekolah untuk
meminta doa atas kesembuhan anak
semata wayang nya.
alvin baru saja tiba di sekolah.
dia mendengar beberapa siswi yang
sedang membicara kan erlita, dengan
membawa bawa nama doni.
"kasihan banget si erlita! baru kemarin
dia mengalami pelecehan sama si doni,
sekarang dia mengalami kecelakaan."
kata salah satu siswi di sekolah itu.
ucapan siswi itu memang terdengar
samar samar di telinga alvin, namun
dia dapat mendengar jelas saat wanita
itu menyebut nama erlita dan doni.
alvin pun mempercepat langkah kaki
nya, untuk menemui rehan.
"vin, mau kemana? buru buru amat."
kata jono, namun karna tidak mendapat
jawaban, jono pun mengejar alvin ke
kelas nya.
"rehan.." panggil alvin.
"ada apa vin?" kata rehan.
"tadi di parkiran sekolah, aku
mendengar percakapan beberapa siswi
yang sedang membicara kan erlita dan
"pasti soal si doni yang melakukan
pelecehan terhadap erlita, dan ingin
memperkosa nya ya?" rehan meyakin kan
tebakan nya.
"apa? si doni melakukan pelecehan
terhadap erlita?" alvin mengepal kan
kedua tangan nya.
"ya vin, kamu pasti belum tau, karna
kemarin kamu tidak masuk! polisi
juga telah membekuk doni dan
membawa nya ke kantor polisi."
jelas rehan.
tok tok tok. jono terlihat
iseng mengetuk pintu kelas alvin
dan rehan, hingga mereka menoleh
ke arah nya.
"kamu jon, kirain siapa." kata rehan.
"vin, cepat amat jalan mu! pasti kamu
lagi di kejar kejar cewek jadi jadian ya."
celoteh jono. alvin pun menoleh ke arah
nya dengan tatapan sinis.
"vin, vin, jangan kaya gitu melotot nya!
lama lama kamu mirip sama sodara
kembar mu yang garang itu." kata jono,
yang gelagapan.
"Oya vin, gimana keadaan erlita sekarang?
aku dengar dia masuk rumah sakit
gara gara kecelakaan." tanya rehan.
"erlita koma, sampai sekarang dia belum
sadar kan diri." lirih alvin.
__ADS_1
"pulang sekolah nanti kita jenguk lita
yuk?" ajak jono.
"aku setuju, ajak juga teman teman nya
erlita sekalian." sahut rehan.
bel telah berbunyi, para murid pun
memasuki kelas nya masing masing.
"rin, mau ikut jenguk erlita gak?"
tanya jono.
"gak di ajak sama kamu juga, aku
memang udah berniat untuk menjenguk
nya." ketus karin.
"ihh sorry ya, bukan aku yang ngajak!
tapi rehan yang meminta ku untuk
mengajak mu, sama suci juga."
sinis jono.
"seriusan?" karin tampak antusias.
"dua rius." kata jono, seraya memukul
kepala karin dengan buku yang dia
pegang.
"isshh sialan!" decah karin.
*di rumah sakit*
mama dita masih setia menunggu perkembangan kondisi erlita. mata nya
terlihat sayu karna kurang tidur.
sementara papa kevin, pergi ke kantor
nya untuk meng cancel beberapa jadwal
meeting di luar kota. sebelum pergi ke
kantor, papa kevin menelpon bi imah
untuk menemani istri nya di ruang IGD.
agar bi imah bisa membantu kebutuhan
yang di perlukan istri dan anak nya.
"nyonya, ini saya bawa kan sarapan."
ucap bi imah dengan hati hati.
"saya tidak lapar bi." sahut mama dita,
dengan tatapan kosong.
"maaf nyonya, tapi kata tuan dari pagi
nyonya belum sarapan! nanti nyonya
sakit." kata bi imah, penuh perhatian.
"bibi taru saja di meja! nanti saya makan."
lirih mama dita.
"baik nyonya." sahut bi imah.
mama dita memandangi sekujur tubuh
erlita, dia pun kembali menangis pilu.
"lita, cepat sadar nak! mama kangen
sama kamu." mama dita dengan linangan
air mata nya.
"nyonya yang sabar ya." bi imah
menenang kan majikan nya, dan tanpa
sadar, dia juga menetes kan air mata nya.
di mata bi imah, walau pun erlita itu anak
yang manja, tapi erlita sosok anak yang
baik. bahkan setiap hari raya, erlita selalu
menyisih kan uang jajan nya, hanya untuk
di berikan kepada anak anak bi mah yang
tinggal di kampung. walau pun terlahir
dari keluarga yang berada. namun erlita
tidak pernah membeda beda kan, antara
kedudukan nya dengan orang lain yang
tidak seberuntung dirinya.
erlita memang terlihat sedikit galak.
tapi sebenar nya dia anak yang berhati
mulia, dan paling gak tegaan di antara
teman teman nya.
__ADS_1