AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 5 pelukmu canduku


__ADS_3

tepat nya pukul tujuh malam


erlita sudah bersiap siap dan


menunggu alvin menjemput nya.


"kok alvin lama ya?" batin nya.


dia pun menunggu di ruang tamu.


mama nya menghampiri nya.


" cantik sekali anak mama, kamu


mau kemana?" tanya mama dita.


" aku mau jalan sama alvin ma"


kata erlita malu malu.


sesaat kemudian bel rumah nya pun


bunyi. erlita bergegas membuka pintu.


orang yang erlita tunggu tunggu


pun telah datang, dengan membawa


sebuah boneka di tangan nya.


alvin pun memberikan nya pada erlita.


"makasih." kata erlita seraya


memeluk boneka tersebut.


"kok boneka nya doang yang di


peluk? aku nya enggak?"


alvin menggoda erlita.


"ikh apaan sih kamu." kata erlita,


dengan senyum yang berbinar.


tak lama kemudian mama dita


menghampiri mereka.


"ada tamu kok di diemin gitu di


depan pintu? suruh masuk dong


sayang" kata mama dita dengan


ramah nya. alvin menyalami mama dita.


"gak usah tante, kalau boleh aku mau


mengajak erlita makan malam di luar."


kata alvin dengan sopan.


"ya sudah, kalian hati hati ya"


kata mama dita dengan tersenyum.


alvin tersenyum dan mengangguk.


"o'ya, ma tolong titip ya."


kata erlita seraya memberikan


boneka pemberian alvin.


"alvin, tolong jagain anak tante ya"


kata mama dita.


"iya tante, pasti." pungkas alvin.


alvin dan erlita telah sampai di


caffe. erlita begitu asyik menikmati


makanan nya. alvin tersenyum


melihat wajah cantik erlita yang


terlihat begitu polos.


"kalau makan itu pelan pelan."


kata alvin seraya mengusap makanan


yang menempel di bibir mungil erlita.


erlita malah sengaja menggoda nya.


"kok pake tangan?" goda erlita.


alvin mengernyitkan dahi nya.


"terus pake apa? masa pake kaki"


jawab alvin sekenanya.


"pake mulut dong." goda erlita


seraya menunjuk bibir nya dengan


telunjuk tangan nya.


" nakal." desus alvin tersenyum


sambil membuang pandangan nya.


"biarin." erlita menjulur kan lidah nya.


drrtttt...


handpone alvin bergetar, pertanda


ada chat yang masuk.


alvin membuka isi chat tersebut.


📨 met malam kak alvin📨


isi chat tersebut.


"chat dari siapa?" tanya erlita.


" gak tau, nomer nya aku gak kenal"


kata alvin.


"pengagum rahasia mu kali" goda erlita.


"masa sih? asyik dong ya kalau

__ADS_1


aku benar benar punya pengagum


rahasia." alvin balik menggoda erlita.


"oh, jadi gitu ya sekarang..."


rengek erlita yang terlihat ngambek.


alvin hanya tersenyum, melihat erlita


yang cemberut.


"ya udah aku pulang aja."


namun saat erlita ingin bangkit


dari tempat duduk nya, alvin


menarik tangan nya, hingga tubuh


erlita terjatuh, tepat di dada bidang


alvin. mata bertemu mata hingga


kedua nya saling bertatapan.


alvin mendekat kan wajah nya pada


erlita, kemudian dia mengecup bibir


mungil erlita dengan lembut nya.


alvin sengaja memilih caffe itu


untuk dinner bersama erlita.


selain restoran itu bernuansa


romantis, juga indah di pandang


mata, karna di kelilingi berbagai


macam bunga bunga. alvin juga


bisa memilih meja khusus privasi


untuk nya. beberapa saat kemudian


erlita membalas ciuman alvin.


" jangan marah, aku hanya bercanda."


kata alvin setelah melepas kan


ciuman nya.


"aku gak marah, aku hanya takut


kalau ada cewek yang bisa membuat


mu nyaman selain aku" lirih erlita


dengan mata yang berkaca kaca.


alvin memeluk erlita dengan erat nya.


erlita membalas pelukan alvin, yang


menurut nya begitu hangat.


namun saat alvin ingin melepaskan


pelukan nya, erlita semakin memper


"jangan, aku sangat nyaman dengan


pelukan ini, tolong peluk aku lebih


lama lagi" pinta erlita. akhir nya alvin


kembali memeluk nya dan sesekali


alvin mengusap rambut erlita.


"apa kamu akan terus seperti ini?"


tanya alvin.


"kenapa? apa kamu tidak menyukai


nya?" erlita yang balik bertanya.


alvin membuang nafas kasar.


"aku rela, kalau seandai nya detik


ini juga harus mati di pelukan mu"


kata alvin.


karna reflek, spontan erlita menginjak


kaki kiri alvin.


"aww" rintih alvin kesakitan.


"ternyata benar apa yang di bilang


jono, kalau kamu itu galak"


kata alvin mengoda erlita.


"siapa suruh bicara ngaco, memang


nya kamu pikir aku rela apa? kalau


sampai kamu harus pergi ninggalin


aku" rengek erlita.


"aku punya satu permintaan nih


sama kamu, dan kamu harus


memenuhi permintaan ku ini"


sambung erlita.


"apa?" tanya alvin.


"aku ingin, mendapat pelukan mu


setiap hari" bisik erlita di telinga alvin.


alvin tersenyum mendengar nya.


"tentu saja! dengan senang hati aku


akan memenuhi keinginan mu itu"


bisik lembut alvin, di telinga erlita.

__ADS_1


" soal ke puncak besok, kamu yakin,


kamu mau ikut" tanya alvin.


" iya, aku juga sudah meminta ijin"


kata erlita.


*keesokan hari nya*


teman teman erlita sudah tiba


di rumah nya untuk meminta ijin


pada mama dita. mama dita mengijin


kan dengan syarat kalau teman teman


nya harus menjaga erlita.


kurang lebih satu jam'an mereka telah


sampai di kawasan puncak.


mereka menikmati pemandangan


di kawasan itu sambil berpoto-poto.


saat erlita dan karin asyik berpoto,


jono datang dan mengganggu mereka.


"ikutan dong" kata jono yang


nyempil di tengah tengah mereka.


"apaan sikh jono? ganggu aja."


gerutu karin.


"bukan mau ganggu! ekh rin potoin


aku sama erlita dong" pinta jono.


"enak aja nyuruh nyuruh, poto aja


sendiri" tolak karin yang sedikit sewot.


" ya udah kalau gak mau! ayo lita


kita poto berdua" ajak jono.


"poto aja sama pohon sonoh."


celetuk erlita.


mereka pun meninggal kan jono.


"erlita sama karin sama aja!


sama sama ngeselin." maki jono.


sementara alvin sudah berada di mobil.


"guys, udah sore nih ayo balik"


ajak alvin.


mereka pun masuk mobil.


erlita duduk di samping alvin,


yang mengemudikan mobil.


karin duduk di jok/kursi paling


belakang bersama jono.


sedang kan rehan dan santi


duduk di jok/kursi tengah.


" kita cari makan dulu ya." kata alvin


sambil memarkir kan mobil nya


di depan sebuah cafe.


"kak alvin mau pesan apa?"


tanya santi yang sedikit caper.


alvin tersenyum, dan menoleh


ke arah erlita.


"samain aja, sama pesanan yang


erlita pesan" jawab alvin.


erlita terlihat tidak nyaman dengan


sikap santi terhadap alvin kekasihnya.


"aku pesan crispy chicken wing


sama minuman nya ice blend


green tea ya mbak" kata erlita.


setelah pesanan datang mereka pun


menikmati makanan tersebut.


"aku baru ingat kalau om ku punya


villa yang gak jauh dari daerah ini"


kata rehan sambil menyantap


makanan terakhir nya.


"ya terus?" alvin yang masih asyik


menyantap makanan nya.


"kita mampir sebentar yuk?" ajak rehan.


"let's gooo..." seru jono.


"gak, aku gak mau! ini tuh udah sore


bentar lagi juga gelap, mending kita


langsung pulang aja." tolak erlita.


"ya ilah, gini nih kalau bawa anak


mamih" desis jono.


"ya udah kalau erlita memang gak

__ADS_1


mau, ya gak usah di paksa."


kata alvin dengan datar.


__ADS_2