
tepat nya pukul tujuh malam
erlita sudah bersiap siap dan
menunggu alvin menjemput nya.
"kok alvin lama ya?" batin nya.
dia pun menunggu di ruang tamu.
mama nya menghampiri nya.
" cantik sekali anak mama, kamu
mau kemana?" tanya mama dita.
" aku mau jalan sama alvin ma"
kata erlita malu malu.
sesaat kemudian bel rumah nya pun
bunyi. erlita bergegas membuka pintu.
orang yang erlita tunggu tunggu
pun telah datang, dengan membawa
sebuah boneka di tangan nya.
alvin pun memberikan nya pada erlita.
"makasih." kata erlita seraya
memeluk boneka tersebut.
"kok boneka nya doang yang di
peluk? aku nya enggak?"
alvin menggoda erlita.
"ikh apaan sih kamu." kata erlita,
dengan senyum yang berbinar.
tak lama kemudian mama dita
menghampiri mereka.
"ada tamu kok di diemin gitu di
depan pintu? suruh masuk dong
sayang" kata mama dita dengan
ramah nya. alvin menyalami mama dita.
"gak usah tante, kalau boleh aku mau
mengajak erlita makan malam di luar."
kata alvin dengan sopan.
"ya sudah, kalian hati hati ya"
kata mama dita dengan tersenyum.
alvin tersenyum dan mengangguk.
"o'ya, ma tolong titip ya."
kata erlita seraya memberikan
boneka pemberian alvin.
"alvin, tolong jagain anak tante ya"
kata mama dita.
"iya tante, pasti." pungkas alvin.
alvin dan erlita telah sampai di
caffe. erlita begitu asyik menikmati
makanan nya. alvin tersenyum
melihat wajah cantik erlita yang
terlihat begitu polos.
"kalau makan itu pelan pelan."
kata alvin seraya mengusap makanan
yang menempel di bibir mungil erlita.
erlita malah sengaja menggoda nya.
"kok pake tangan?" goda erlita.
alvin mengernyitkan dahi nya.
"terus pake apa? masa pake kaki"
jawab alvin sekenanya.
"pake mulut dong." goda erlita
seraya menunjuk bibir nya dengan
telunjuk tangan nya.
" nakal." desus alvin tersenyum
sambil membuang pandangan nya.
"biarin." erlita menjulur kan lidah nya.
drrtttt...
handpone alvin bergetar, pertanda
ada chat yang masuk.
alvin membuka isi chat tersebut.
📨 met malam kak alvin📨
isi chat tersebut.
"chat dari siapa?" tanya erlita.
" gak tau, nomer nya aku gak kenal"
kata alvin.
"pengagum rahasia mu kali" goda erlita.
"masa sih? asyik dong ya kalau
__ADS_1
aku benar benar punya pengagum
rahasia." alvin balik menggoda erlita.
"oh, jadi gitu ya sekarang..."
rengek erlita yang terlihat ngambek.
alvin hanya tersenyum, melihat erlita
yang cemberut.
"ya udah aku pulang aja."
namun saat erlita ingin bangkit
dari tempat duduk nya, alvin
menarik tangan nya, hingga tubuh
erlita terjatuh, tepat di dada bidang
alvin. mata bertemu mata hingga
kedua nya saling bertatapan.
alvin mendekat kan wajah nya pada
erlita, kemudian dia mengecup bibir
mungil erlita dengan lembut nya.
alvin sengaja memilih caffe itu
untuk dinner bersama erlita.
selain restoran itu bernuansa
romantis, juga indah di pandang
mata, karna di kelilingi berbagai
macam bunga bunga. alvin juga
bisa memilih meja khusus privasi
untuk nya. beberapa saat kemudian
erlita membalas ciuman alvin.
" jangan marah, aku hanya bercanda."
kata alvin setelah melepas kan
ciuman nya.
"aku gak marah, aku hanya takut
kalau ada cewek yang bisa membuat
mu nyaman selain aku" lirih erlita
dengan mata yang berkaca kaca.
alvin memeluk erlita dengan erat nya.
erlita membalas pelukan alvin, yang
menurut nya begitu hangat.
namun saat alvin ingin melepaskan
pelukan nya, erlita semakin memper
"jangan, aku sangat nyaman dengan
pelukan ini, tolong peluk aku lebih
lama lagi" pinta erlita. akhir nya alvin
kembali memeluk nya dan sesekali
alvin mengusap rambut erlita.
"apa kamu akan terus seperti ini?"
tanya alvin.
"kenapa? apa kamu tidak menyukai
nya?" erlita yang balik bertanya.
alvin membuang nafas kasar.
"aku rela, kalau seandai nya detik
ini juga harus mati di pelukan mu"
kata alvin.
karna reflek, spontan erlita menginjak
kaki kiri alvin.
"aww" rintih alvin kesakitan.
"ternyata benar apa yang di bilang
jono, kalau kamu itu galak"
kata alvin mengoda erlita.
"siapa suruh bicara ngaco, memang
nya kamu pikir aku rela apa? kalau
sampai kamu harus pergi ninggalin
aku" rengek erlita.
"aku punya satu permintaan nih
sama kamu, dan kamu harus
memenuhi permintaan ku ini"
sambung erlita.
"apa?" tanya alvin.
"aku ingin, mendapat pelukan mu
setiap hari" bisik erlita di telinga alvin.
alvin tersenyum mendengar nya.
"tentu saja! dengan senang hati aku
akan memenuhi keinginan mu itu"
bisik lembut alvin, di telinga erlita.
__ADS_1
" soal ke puncak besok, kamu yakin,
kamu mau ikut" tanya alvin.
" iya, aku juga sudah meminta ijin"
kata erlita.
*keesokan hari nya*
teman teman erlita sudah tiba
di rumah nya untuk meminta ijin
pada mama dita. mama dita mengijin
kan dengan syarat kalau teman teman
nya harus menjaga erlita.
kurang lebih satu jam'an mereka telah
sampai di kawasan puncak.
mereka menikmati pemandangan
di kawasan itu sambil berpoto-poto.
saat erlita dan karin asyik berpoto,
jono datang dan mengganggu mereka.
"ikutan dong" kata jono yang
nyempil di tengah tengah mereka.
"apaan sikh jono? ganggu aja."
gerutu karin.
"bukan mau ganggu! ekh rin potoin
aku sama erlita dong" pinta jono.
"enak aja nyuruh nyuruh, poto aja
sendiri" tolak karin yang sedikit sewot.
" ya udah kalau gak mau! ayo lita
kita poto berdua" ajak jono.
"poto aja sama pohon sonoh."
celetuk erlita.
mereka pun meninggal kan jono.
"erlita sama karin sama aja!
sama sama ngeselin." maki jono.
sementara alvin sudah berada di mobil.
"guys, udah sore nih ayo balik"
ajak alvin.
mereka pun masuk mobil.
erlita duduk di samping alvin,
yang mengemudikan mobil.
karin duduk di jok/kursi paling
belakang bersama jono.
sedang kan rehan dan santi
duduk di jok/kursi tengah.
" kita cari makan dulu ya." kata alvin
sambil memarkir kan mobil nya
di depan sebuah cafe.
"kak alvin mau pesan apa?"
tanya santi yang sedikit caper.
alvin tersenyum, dan menoleh
ke arah erlita.
"samain aja, sama pesanan yang
erlita pesan" jawab alvin.
erlita terlihat tidak nyaman dengan
sikap santi terhadap alvin kekasihnya.
"aku pesan crispy chicken wing
sama minuman nya ice blend
green tea ya mbak" kata erlita.
setelah pesanan datang mereka pun
menikmati makanan tersebut.
"aku baru ingat kalau om ku punya
villa yang gak jauh dari daerah ini"
kata rehan sambil menyantap
makanan terakhir nya.
"ya terus?" alvin yang masih asyik
menyantap makanan nya.
"kita mampir sebentar yuk?" ajak rehan.
"let's gooo..." seru jono.
"gak, aku gak mau! ini tuh udah sore
bentar lagi juga gelap, mending kita
langsung pulang aja." tolak erlita.
"ya ilah, gini nih kalau bawa anak
mamih" desis jono.
"ya udah kalau erlita memang gak
__ADS_1
mau, ya gak usah di paksa."
kata alvin dengan datar.