
setelah rehan dan yang lain nya
pergi ke kolam. tinggalah alvin
dan erlita di ruangan itu.
" kamu terlihat lelah, mending kamu
istirahat di kamar aja." kata alvin.
" ya udah, aku istirahat dulu ya."
kata erlita, alvin hanya mengangguk.
erlita menaiki anak tangga satu
persatu menuju kamar yang udah
rehan siap kan untuk erlita, karin,
dan juga santi.
satu jam kemudian rehan, karin,
jono, dan santi datang.
" lita udah tidur?" tanya rehan
pada alvin.
" kaya nya udah." jawab alvin.
rehan melihat jam tangan nya
yang sudah menunjukan pukul 22:03.
" kalian para cewek, istirahat di atas."
kata rehan pada karin dan santi.
mereka pun menaiki tangga.
" vin, ayo ikut aku." kata rehan.
" kemana?" tanya alvin.
" main biliar!" kata rehan.
" aku ikut juga dong." kata jono.
mereka pun mengekori rehan.
" wah keren, di sini ada ruangan
biliar juga." seru jono, saat sampai
di ruangan itu.
tidak terasa, dua jam kemudian telah
berlalu. mereka pun kembali ke ruang
tamu.
mereka pun merebah kan tubuh
mereka di sofa sambil merokok.
" aku lihat kamu sama sekali belum melakukan apa apa, untuk mencuri
perhatian nya santi." kata rehan
setelah menghisap rokok yang ada
di tangan nya.
" males." jawab alvin singkat.
" kenapa? kamu nyerah vin?"
tanya jono.
" udah lah, mending kita batalin
aja taruhan nya." pinta alvin.
" kenapa di batalin?" tanya rehan.
" jangan bilang, kalau kamu gak punya
duit buat neraktir kita, kalau misal nya
kamu yang kalah." celetuk jono.
seketika rehan menjitak kepala jono.
" aww!" teriak jono.
" gak mungkin lah, alvin gak punya
duit." kata rehan.
" ya bisa saja, siapa tau aja bisnis
mama nya bangkrut kan?" kata jono.
seketika satu jitakan lagi mendarat
di kepala jono.
"awww!" rintih jono menahan sakit.
" sembarangan saja kalau ngomong."
kata alvin setelah menjitak kepala jono.
" ya terus apa alasan nya? kenapa
kamu ingin membatalin taruhan nya?"
tanya jono.
" santi terlalu agresif!" kata alvin.
" agresif?" tanya rehan dan jono.
" iya, tadi waktu di cafe, saat ku
pergi ke toilet, dia nyosor ingin
mencium ku." jelas alvin.
" serius vin?" tanya rehan.
"ngapain aku bohong." kata alvin.
" wah asyik dong, terus gimana?"
__ADS_1
jono nampak antusias mendengar
cerita alvin.
" ku tolak!" kata alvin.
" yaaahhh." jono nampak kecewa
mendengar kelanjutan cerita dari
alvin.
terdengar suara kaki yang menuruni
anak tangga. ya, ternyata itu erlita.
karna tidak bisa tidur, dia pun turun
lalu menghampiri alvin dan teman
teman nya.
erlita yang berdiri tepat di hadapan
alvin. semua mata tertuju pada nya.
alvin menoleh ke arah jam dinding
yang masih menunjukan pukul 01:49.
" vin, aku gak bisa tidur." kata erlita.
" wah, kaya nya minta di temenin
tuh vin." celoteh jono.
erlita menoleh ke arah jono dengan
tatapan sinis.
seketika alvin melempar bantal sofa
ke wajah jono.
" jangan sembarangan kalau
ngomong!" maki alvin pada jono.
" ya udah, duduk sini." alvin menepuk
nepuk sofa agar erlita duduk di
samping nya, erlita pun menuruti nya.
" kenapa kamu gak bisa tidur?"
tanya alvin dengan lembut.
" tempat ini terlalu asing buat aku!"
lirih erlita.
alvin pun menyandarkan kepala
erlita ke bahu nya.
" ya sudah, aku masuk kamar duluan
ya vin." kata rehan. alvin hanya
mengangguk.
mengekori rehan di belakang nya.
" kemana jon, kamu gak mau
nemenin kita?" tanya alvin.
" malees akh, ngiler lihatin orang
pacaran mulu!" celetuk jono.
" maka nya cari pacar dong, betah
amat menjomblo!" ledek erlita.
" kamu belum ngantuk?" tanya erlita.
" memang nya kenapa?"
bukan nya menjawab pertanyaan
erlita alvin malah balik bertanya.
" teman teman kamu yang lain kan
udah pada tidur!" jawab erlita.
alvin menyalakan sebatang rokok,
lalu kemudian menghisap nya.
erlita menatap alvin kemudian
merebut rokok yang ada di tangan nya.
"heiii, balikin sini?" alvin berusaha
mengambil rokok nya, namun erlita
malah mematah kan nya.
alvin menghela nafas dengan ulah
kekasih nya itu. saat dia ingin kembali mengambil rokok yang ada di meja,
dengan cepat erlita mendahului nya.
alvin lagi lagi menghela napas.
" balikin gak?" kata alvin datar.
" kalau aku gak mau balikin gimana?"
erlita nampak menggoda nya.
" ya kalau kamu gak mau balikin,
terpaksa bibir kamu yang aku hisap."
jawab alvin sekena nya.
erlita tersenyum mendengar ucapan
alvin.
" coba aja, kalau bisa."
__ADS_1
erlita menggoda alvin sambil
menjulur kan lidah nya.
alvin menjadi terpancing melihat
tingkah erlita yang terus menggoda
nya. dia mendekat kan wajah nya
ke wajah erlita, kemudian mencium
nya dengan lembut. erlita membalas
ciuman nya. lima menit kemudian
alvin melepaskan ciuman nya,
dia mengusap lembut bibir erlita,
kemudian kembali mencium nya.
tiba tiba handpone erlita berdering.
erlita melepas ciuman nya.
lalu mengangkat telpon dari mama nya.
" bisa tolong loudspeaker gak?"
bisik alvin di telinga erlita,
erlita pun menuruti nya.
๐halo Lita, kamu kemana aja sih
sayang? kenapa handpone kamu
dari tadi gak bisa di hubungi?๐
mama dita terdengar khawatir.
๐ maaf ma, tadi aku mau telpon
mama cuman tadi tuh susah sinyal๐
jawab erlita.
๐ kamu itu bikin mama
jantungan, tau gak?๐
mama dita terdengar emosi.
" aku boleh ngomong sama tante
dita gak?" tanya alvin yang mendengar percakapan antara erlita dan mama
nya. erlita pun memberi kan handpone
nya kepada alvin.
๐ maaf tante mobil ku mogok,
jadi terpaksa kita harus menginap
di vila om nya rehan๐ alvin
berusaha menjelas kan.
๐ ya sudah, jelas kan besok
di rumah tante๐ mama dita
memutus sambungan telpon nya.
" mama marah banget deh kaya nya."
lirih erlita sambil mengigit jempol
tangan nya.
"ya udah kamu tidur ya." kata alvin
lalu mendekap erlita.
akhir nya kedua nya tertidur di sofa.
cit cit cit cit.....
suara burung berkicau.
alvin membuka mata nya.
" sudah pagi!" batin alvin.
dia menoleh ke arah erlita.
alvin pun tersenyum, melihat erlita
yang masih tertidur nyenyak
bersandar di bahu nya.
tak lama kemudian erlita menggeliat
kan badan nya, dan perlahan
membuka mata nya. erlita kaget karna
alvin sedang tersenyum menatap nya.
" udah pagi ya, kok kamu gak
bangunin aku?" tanya erlita.
" wajah mu terlihat lebih cantik,
ketika kamu tertidur." bukan nya
menjawab pertanyaan erlita,
alvin malah merayu nya.
" diikh apaan sikh, pagi pagi gini
udah ngegombal." kata erlita
yang tersenyum sambil mencubit
hidung alvin.
" ya udah, aku cari makanan dulu ya?
kamu mandi dulu gih, biar wangi!"
kata alvin, sebelum pergi.
__ADS_1
" enak aja, memang nya aku bau apa."
gerutu erlita.