
sepulang nya dari sekolah, alviandra dan
teman teman nya berkumpul di parkiran.
mereka pun melajukan mobil ke arah
selatan. mobil mewah mereka menjadi sorotan setiap orang yang berada di jalan
raya itu. tak lama kemudian mereka
telah sampai di tempat yang di tuju.
nampak beberapa orang yang
memandang sinis ke arah mereka.
veri menghampiri salah satu anak buah
elang, berharap orang itu bisa mempertemukan alviandra dengan bos
besar nya. orang itu pun tampak menghubungi seseorang lewat
sambungan telpon seluler nya.
"kalian tunggu saja, sebentar lagi bos
besar akan ke mari." kata orang itu.
selang beberapa menit kemudian,
datang seorang pria berwajah tampan
yang usia nya kurang lebih sekitar dua
puluh lima tahunan menghampiri ke lima
anak remaja itu.
"jadi kalian yang sudah berani menantang
ku?" ucap datar elang.
"ya! kenapa? apa kau takut?" alviandra
menyombong kan diri.
"takut sama bocah ingusan seperti mu?
jangan bermimpi." desis elang, seraya menoleh ke arah baju mereka yang
masih mengenakan seragam sekolah nya.
"apa kau berani mempertaruh kan
daerah kekuasaan mu ini? dan merelakan
nya untuk ku, jika aku yang memenang
kan balapan ini?" alviandra yang penuh
percaya diri.
"tapi, jika aku yang menang, apa ke
untungan yang akan aku dapat kan?"
kata elang.
"apa pun yang kau ingin kan?" ucap
alviandra, yang menatap tajam ke arah
elang. anak buah elang menghampiri
nya, lalu berbisik di telinga bos besar
nya, hingga elang menoleh ke arah
mobil yang terparkir tidak jauh dari
tempat itu. elang pun mulai tersenyum
licik.
"seperti nya aku tertarik pada mobil
sport yang berwarna merah itu."
ucap elang sambil menunjuk ke arah
mobil alviandra.
"oke! deal." ucap alviandra, seraya
mengulur kan tangan nya untuk
berjabatan. elang pun menerima nya.
"jam tujuh malam nanti, kita bertemu
di arena balap." pungkas elang.
di kamar nya, erlita nampak gelisah
memikir kan hubungan nya dengan
alvin. bahkan alvin sampai tidak masuk
kelas hanya karna tidak ingin bertemu
dengan nya. di satu sisi erlita juga
kecewa, karna alvin tidak mempercayai
nya, malah menuduh nya yang bukan
bukan. seketika dia membayang kan
lagi kronologi kejadian saat di gubuk,
yang hampir saja membuat masa depan
nya hancur. tapi untung saja alviandra
tidak terlambat datang lalu menolong nya.
"aku mengerti kalau kamu pasti cemburu,
__ADS_1
karna aku juga pasti akan marah saat
melihat mu berpelukan dengan wanita
lain! tapi kenapa kamu tidak mau
memahami ku vin." batin lirih erlita.
seraya melihat wajah nya di pantulan
cermin.
tok tok tok.
"masuk." teriak erlita.
pintu kamar erlita pun terbuka,
dan tampak karin dan suci yang
berdiri seraya tersenyum ke arah nya.
"kalian! pasti mau ngajak hangout lagi,
sorry ya, aku benar benar lagi gak ingin
keluar rumah." kata erlita panjang lebar.
"yaelah ni anak, udah asal nebak aja."
ucap karin.
"gak lit, kita kesini cuma ingin nemanin
kamu aja." jelas suci.
"hmm." gumam erlita.
"rehan bilang, dari kemarin nomer nya
alvin gak aktip ya lit?" tanya karin hati hati.
"gak tau!" ketus nya.
karin dan suci menatap satu sama lain.
seperti nya erlita mulai bete dengan sikap
alvin.
"ekh lit, makan di luar yuk? aku yang
teraktir! anggap aja ini sebagai perayaan
hari jadian aku sama rehan." ucap karin
yang antusias.
"aku gak bisa." ucap erlita datar.
"yah lita, aku jadi sedih ni." karin pun
memasang muka memelas, berharap
erlita kasihan pada nya, dan mau
"ya udah lakh rin, kalau memang Lita
tidak mau, ya kita gak boleh memaksa,
kita juga harus bisa ngertiin
dia." kata suci yang mulai bijak.
"ya udah deh." ucap karin.
melihat raut wajah karin, erlita merasa
tidak tega menolak ajakan nya.
"ya udah, aku mau." sahut erlita, setelah
dia berpikir sejenak.
"beneran lita?" karin tampak antusias.
"hemm." ucap lita, seraya mengangguk
kan kepala nya.
"aaaaakh, kamu memang sahabat ku
yang paling the best." teriak karin seraya
memeluk nya.
"ya udah, aku ganti baju dulu ya."
erlita pun mengambil baju di lemari
nya, lalu bergegas ke kamar mandi.
karin mengambil ponsel nya lalu
mengirim kan sebuah pesan singkat
kepada seseorang.
๐จbeb, rencana berjalan mulus!
tunggu aku di cafe tempat biasa kita
bertemu๐จ send karin.
๐จoke๐จ isi pesan balasan dari rehan.
rehan pun mencoba menghubungi nomer
alvin berulang kali, namun hape nya
masih tidak aktip juga. rehan pun
melajukan mobil nya, menuju cafe
tempat nya janjian dengan karin.
setelah berada di cafe, rehan kembali
__ADS_1
menghubungi nomer alvin.
"apa alvin ganti nomer?" batin rehan.
setelah terdiam beberapa menit, dia pun
teringat akan nomer telepon rumah nya.
karna tadi pagi alvin meminta tolong
untuk ijin tidak masuk kelas kepada
rehan mengguna kan telepon rumah nya.
"sial! kenapa gak kepikiran dari tadi."
rehan mengutuk diri nya.
rehan pun menghubungi alvin
melalui telpon rumah nya.
๐halo?๐
๐halo, ini bi sri?๐ tanya rehan.
๐iya, bi sri di sini! maaf ini siapa?
dan ingin bicara dengan siapa?๐
๐ini rehan bi.๐
๐oh den rehan, pasti mau bicara sama
den alvin ya?๐
๐iya! bibi tau aja.๐
๐kalau begitu, bibi panggilin sebentar
ya.๐
๐makasih ya bi.๐
bi sri pun bergegas menaiki anak tangga
satu persatu menuju kamar alvin.
tok tok tok. bi sri mengetuk pintu kamar
anak majikan nya.
"siapa?" suara dari dalam kamar.
"maaf, ini bibi den! ada telpon dari teman
den alvin." kata bi sri yang berdiri
mematung di hadapan pintu kamar alvin.
alvin pun membuka pintu kamar nya.
"telpon dari siapa bi?" tanya alvin.
"den rehan, den." sahut bi sri.
alvin pun menuruni tangga.
๐ada apa?๐ tanya alvin, bernada datar.
๐aku tunggu kamu di cafe, nanti aku
share lok ya.๐
๐tunggu, tunggu! mau ngapain?
main share lok share lok aja.๐
๐pokok nya kamu datang aja, nanti
juga bakalan tau.๐ pungkas rehan,
lalu memutus sambungan telpon nya.
*di cafe*
tak lama kemudian, karin, erlita dan suci
tiba di cafe tempat karin dan rehan
telah janjian. erlita dan suci kaget, saat
melihat rehan yang telah standby di sana.
"loh ada rehan juga?" erlita yang nampak
kebingungan.
" lita, kamu ini gimana sikh! ini kan
perayaan hari jadian aku sama rehan,
pasti ada rehan juga dong! iya kan
beb?" kata karin, seraya menoleh ke arah
rehan, rehan hanya membalas nya
dengan senyuman.
"dikh, geli banget deh aku dengar nya!
sumpah." ketus suci, meledek karin.
"sirik aja sikh." sinis karin.
"ya udah, ayo duduk! kalian mau pesan
apa?" tanya rehan pada mereka semua.
"samain aja lah sama kalian." ucap erlita.
seperti nya erlita memang sedikit
terpaksa menerima ajakan nya karin,
soal nya erlita tidak ingin mengecewa
__ADS_1
kan nya. rehan pun memesan empat makanan dan minuman yang sama.