AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 38 bertemu elang.


__ADS_3

sepulang nya dari sekolah, alviandra dan


teman teman nya berkumpul di parkiran.


mereka pun melajukan mobil ke arah


selatan. mobil mewah mereka menjadi sorotan setiap orang yang berada di jalan


raya itu. tak lama kemudian mereka


telah sampai di tempat yang di tuju.


nampak beberapa orang yang


memandang sinis ke arah mereka.


veri menghampiri salah satu anak buah


elang, berharap orang itu bisa mempertemukan alviandra dengan bos


besar nya. orang itu pun tampak menghubungi seseorang lewat


sambungan telpon seluler nya.


"kalian tunggu saja, sebentar lagi bos


besar akan ke mari." kata orang itu.


selang beberapa menit kemudian,


datang seorang pria berwajah tampan


yang usia nya kurang lebih sekitar dua


puluh lima tahunan menghampiri ke lima


anak remaja itu.


"jadi kalian yang sudah berani menantang


ku?" ucap datar elang.


"ya! kenapa? apa kau takut?" alviandra


menyombong kan diri.


"takut sama bocah ingusan seperti mu?


jangan bermimpi." desis elang, seraya menoleh ke arah baju mereka yang


masih mengenakan seragam sekolah nya.


"apa kau berani mempertaruh kan


daerah kekuasaan mu ini? dan merelakan


nya untuk ku, jika aku yang memenang


kan balapan ini?" alviandra yang penuh


percaya diri.


"tapi, jika aku yang menang, apa ke


untungan yang akan aku dapat kan?"


kata elang.


"apa pun yang kau ingin kan?" ucap


alviandra, yang menatap tajam ke arah


elang. anak buah elang menghampiri


nya, lalu berbisik di telinga bos besar


nya, hingga elang menoleh ke arah


mobil yang terparkir tidak jauh dari


tempat itu. elang pun mulai tersenyum


licik.


"seperti nya aku tertarik pada mobil


sport yang berwarna merah itu."


ucap elang sambil menunjuk ke arah


mobil alviandra.


"oke! deal." ucap alviandra, seraya


mengulur kan tangan nya untuk


berjabatan. elang pun menerima nya.


"jam tujuh malam nanti, kita bertemu


di arena balap." pungkas elang.


di kamar nya, erlita nampak gelisah


memikir kan hubungan nya dengan


alvin. bahkan alvin sampai tidak masuk


kelas hanya karna tidak ingin bertemu


dengan nya. di satu sisi erlita juga


kecewa, karna alvin tidak mempercayai


nya, malah menuduh nya yang bukan


bukan. seketika dia membayang kan


lagi kronologi kejadian saat di gubuk,


yang hampir saja membuat masa depan


nya hancur. tapi untung saja alviandra


tidak terlambat datang lalu menolong nya.


"aku mengerti kalau kamu pasti cemburu,

__ADS_1


karna aku juga pasti akan marah saat


melihat mu berpelukan dengan wanita


lain! tapi kenapa kamu tidak mau


memahami ku vin." batin lirih erlita.


seraya melihat wajah nya di pantulan


cermin.


tok tok tok.


"masuk." teriak erlita.


pintu kamar erlita pun terbuka,


dan tampak karin dan suci yang


berdiri seraya tersenyum ke arah nya.


"kalian! pasti mau ngajak hangout lagi,


sorry ya, aku benar benar lagi gak ingin


keluar rumah." kata erlita panjang lebar.


"yaelah ni anak, udah asal nebak aja."


ucap karin.


"gak lit, kita kesini cuma ingin nemanin


kamu aja." jelas suci.


"hmm." gumam erlita.


"rehan bilang, dari kemarin nomer nya


alvin gak aktip ya lit?" tanya karin hati hati.


"gak tau!" ketus nya.


karin dan suci menatap satu sama lain.


seperti nya erlita mulai bete dengan sikap


alvin.


"ekh lit, makan di luar yuk? aku yang


teraktir! anggap aja ini sebagai perayaan


hari jadian aku sama rehan." ucap karin


yang antusias.


"aku gak bisa." ucap erlita datar.


"yah lita, aku jadi sedih ni." karin pun


memasang muka memelas, berharap


erlita kasihan pada nya, dan mau


"ya udah lakh rin, kalau memang Lita


tidak mau, ya kita gak boleh memaksa,


kita juga harus bisa ngertiin


dia." kata suci yang mulai bijak.


"ya udah deh." ucap karin.


melihat raut wajah karin, erlita merasa


tidak tega menolak ajakan nya.


"ya udah, aku mau." sahut erlita, setelah


dia berpikir sejenak.


"beneran lita?" karin tampak antusias.


"hemm." ucap lita, seraya mengangguk


kan kepala nya.


"aaaaakh, kamu memang sahabat ku


yang paling the best." teriak karin seraya


memeluk nya.


"ya udah, aku ganti baju dulu ya."


erlita pun mengambil baju di lemari


nya, lalu bergegas ke kamar mandi.


karin mengambil ponsel nya lalu


mengirim kan sebuah pesan singkat


kepada seseorang.


๐Ÿ“จbeb, rencana berjalan mulus!


tunggu aku di cafe tempat biasa kita


bertemu๐Ÿ“จ send karin.


๐Ÿ“จoke๐Ÿ“จ isi pesan balasan dari rehan.


rehan pun mencoba menghubungi nomer


alvin berulang kali, namun hape nya


masih tidak aktip juga. rehan pun


melajukan mobil nya, menuju cafe


tempat nya janjian dengan karin.


setelah berada di cafe, rehan kembali

__ADS_1


menghubungi nomer alvin.


"apa alvin ganti nomer?" batin rehan.


setelah terdiam beberapa menit, dia pun


teringat akan nomer telepon rumah nya.


karna tadi pagi alvin meminta tolong


untuk ijin tidak masuk kelas kepada


rehan mengguna kan telepon rumah nya.


"sial! kenapa gak kepikiran dari tadi."


rehan mengutuk diri nya.


rehan pun menghubungi alvin


melalui telpon rumah nya.


๐Ÿ“žhalo?๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žhalo, ini bi sri?๐Ÿ“ž tanya rehan.


๐Ÿ“žiya, bi sri di sini! maaf ini siapa?


dan ingin bicara dengan siapa?๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žini rehan bi.๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žoh den rehan, pasti mau bicara sama


den alvin ya?๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žiya! bibi tau aja.๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žkalau begitu, bibi panggilin sebentar


ya.๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žmakasih ya bi.๐Ÿ“ž


bi sri pun bergegas menaiki anak tangga


satu persatu menuju kamar alvin.


tok tok tok. bi sri mengetuk pintu kamar


anak majikan nya.


"siapa?" suara dari dalam kamar.


"maaf, ini bibi den! ada telpon dari teman


den alvin." kata bi sri yang berdiri


mematung di hadapan pintu kamar alvin.


alvin pun membuka pintu kamar nya.


"telpon dari siapa bi?" tanya alvin.


"den rehan, den." sahut bi sri.


alvin pun menuruni tangga.


๐Ÿ“žada apa?๐Ÿ“ž tanya alvin, bernada datar.


๐Ÿ“žaku tunggu kamu di cafe, nanti aku


share lok ya.๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žtunggu, tunggu! mau ngapain?


main share lok share lok aja.๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žpokok nya kamu datang aja, nanti


juga bakalan tau.๐Ÿ“ž pungkas rehan,


lalu memutus sambungan telpon nya.


*di cafe*


tak lama kemudian, karin, erlita dan suci


tiba di cafe tempat karin dan rehan


telah janjian. erlita dan suci kaget, saat


melihat rehan yang telah standby di sana.


"loh ada rehan juga?" erlita yang nampak


kebingungan.


" lita, kamu ini gimana sikh! ini kan


perayaan hari jadian aku sama rehan,


pasti ada rehan juga dong! iya kan


beb?" kata karin, seraya menoleh ke arah


rehan, rehan hanya membalas nya


dengan senyuman.


"dikh, geli banget deh aku dengar nya!


sumpah." ketus suci, meledek karin.


"sirik aja sikh." sinis karin.


"ya udah, ayo duduk! kalian mau pesan


apa?" tanya rehan pada mereka semua.


"samain aja lah sama kalian." ucap erlita.


seperti nya erlita memang sedikit


terpaksa menerima ajakan nya karin,


soal nya erlita tidak ingin mengecewa

__ADS_1


kan nya. rehan pun memesan empat makanan dan minuman yang sama.


__ADS_2