AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 64 CEO


__ADS_3

hari ini pak gian mengumumkan


pengalihan jabatan nya kepada alvin.


tentu saja banyak orang yang tidak


setuju dengan keputusan nya


tersebut. pasalnya alvin di nilai


tidak memiliki pengalaman yang


cukup. bahkan alvin belum lulus


kuliah, jadi bagai mana bisa dia


menggantikan posisi papanya


sebagai CEO. keputusan pak gian


tentu saja menimbulkan pro dan


kontra di perusahaan Giantara.


namun karna pak gian adalah


pemegang sekaligus pemilik


perusahaan Giantara, mau tidak


mau mereka terpaksa menyetujui


keputusan pak gian.


"mereka benar pa? harus nya


papa tidak secepat itu mengambil


keputusan." lirih alvin.


"vin, papa ini sudah tidak muda


lagi! papa juga sudah sering sakit


sakitan, papa percaya kalau kamu


bisa papa andalkan." yakin pak gian.


"bagai mana bisa? yang dikatakan


mereka benar! aku bahkan belum


lulus kuliah." ucap alvin.


"kamu tenang aja vin! dengan


kepintaran mu itu kamu bisa


lulus lebih cepat dari pada teman


teman mu, papa percaya kepada mu."


ucap pak gian seraya menepuk


pundak anak nya.


walaupun usia alvin terbilang


masih sangat muda, tapi pak gian


mempercayakan perusahaan


sepenuh nya kepadanya ketimbang


kepada istri kesayangannya.


pak gian bahkan telah mengkonfirmasi


bahwa alviandra sebenarnya adalah


alvin, hingga alvin sudah tidak perlu


bersandiwara lagi selama di kantor


maupun di kampus nya.


kediaman Giantara...


"aku dengar papi telah memberikan


jabatan papi pada alvin, apa itu


benar?" tanya bu sonya.


"iya!" jawab pak gian singkat.


"kenapa papi tidak memberi


tahu mami terlebih dahulu?


selama ini papi menganggap


mami itu siapa?" ucap bu sonya


yang terlihat kesal.


"maafkan papi, papi rasa mami


gak perlu tahu dan gak ingin


tahu juga tentang ini." ucap pak gian.


"tetap saja mami merasa tersinggung


dengan keputusan yang udah papi


buat, harus nya papi minta pendapat


mami terlebih dahulu."


ucap bu sonya yang cemberut.


bu sonya kalau lagi marah


memang terlihat seperti anak kecil


yang minta dibelikan sesuatu


bila dihadapan pak gian.


"ya sudah! sekarang papi ingin


meminta pendapat mami!


kalung ini bagus gak?"


tanya pak gian seraya memasang


kan kalung tersebut di leher bu sonya.


tentu saja bu sonya sangat senang


mendapat hadiah dari suaminya.


"ini untuk mami pi?" tanya bu sonya.

__ADS_1


"iya mi! masa untuk alvin, alvin


kan laki laki." ucap pak gian merayu


istrinya.


"makasih ya pi." ucap bu sonya


dia pun memeluk pak gian.


"uhuk uhuk..." tiba tiba alvin masuk


dan berpura pura batuk saat


melihat kemesraan papa dan


ibu tiri nya.


"alvin kamu sudah pulang nak."


ucap pak gian.


"iya pa." sahut nya.


"sini sayang, duduk dekat mami."


pinta bu sonya.


namun alvin mengabaikan


permintaan bu sonya, dia malah


duduk di sofa samping dekat


papa nya.


"bagai mana tadi di kantor?"


tanya pak gian.


"lebih sulit dari pada yang aku


bayangkan pa." ucap alvin sekenanya.


"kamu tenang aja vin, papa tidak


sepenuh nya memberikan tanggung


jawab itu pada kamu, karna papi juga


akan terus memantau perkembangan


perusahaan kita, dan papa akan selalu


ada di belakang mu." ucap pak gian.


"iya pa." sahut alvin.


tak lama kemudian pak gian


menerima sebuah telpon, dia


pun meninggalkan alvin dan


bu sonya di ruang tengah.


"mau kemana vin?" tanya bu sonya


saat alvin ingin beranjak dari sofa.


"aku mau istirahat." jawab alvin.


alvin pun menaiki anak tangga


lalu masuk ke kamarnya untuk


kurang lebih selama dua puluh menit


alvin keluar dari kamar mandi.


dia menoleh kearah jam dinding


yang ada di kamarnya.


waktu telah menunjukkan pukul 22:01


karna lelah dia pun segera tidur.


namun saat tengah malam alvin


terbangun karna badannya terasa


berat dan terasa ada yang


menindihnya.


"apa yang kau lakukan?" tanya alvin


yang terkejut melihat bu sonya


sedang duduk di perutnya.


seketika bu sonya langsung menutup


mulut alvin dengan tangannya.


"ya, seperti apa yang kau lihat."


ucap bu sonya dengan tatapan


yang sangat menggoda seraya


mengelus pipi alvin.


"enyahlah dari hadapan ku."


pinta alvin yang masih bersikap


santai.


"kalau aku tidak mau, bagai mana?"


goda bu sonya yang tidak berhenti


meraba dada bidang alvin.


alvin mendorong tubuh bu sonya


agar tidak menindih nya. dia pun


beranjak dari tempat tidur.


"keluar! sebelum habis kesabaran


ku." pinta alvin.


"sudah kukatakan, kalau aku tidak


mau!" tolak bu sonya.


mendengar ucapan bu sonya


alvin membuka pintu kamarnya,


namun saat dia hendak keluar

__ADS_1


bu sonya memanggil nya.


"alvin..." bu sonya kemudian merobek


baju yang di kenakan nya.


alvin tercengang melihat ulah


ibu tirinya. sementara bu sonya


terus merobek baju yang dia


kenakan hingga kini terlihat


beberapa area sensitif nya.


alvin masih terdiam dan belum


menyadari rencana licik bu sonya.


dan tanpa sepengetahuan alvin,


diam diam bu sonya menelpon


pak gian, dan pak gian pun mengangkat


telpon nya.


"vin tolong jangan lakukan ini


sama mami, mami sayang sama


kamu, mami sudah menganggap


kamu sebagai anak kandung mami


sendiri." ucap bu sonya.


"kalau kamu memang benar


telah menganggap ku sebagai


anak mu, harus nya kau tidak


melakukan hal gila seperti ini."


ucap alvin.


karna takut rencana liciknya


ketahuan, bu sonya segera


menutup sambungan telponnya.


"maafkan aku vin, aku terpaksa


melakukan ini." ucap bu sonya


dia pun menarik tubuh alvin agar


menindih tubuh nya di ranjang.


"tolong... tolong..." teriak bu sonya.


"apa yang kau lakukan, lepaskan


aku." pinta alvin, namun bu sonya


tidak menghiraukan nya.


bruaaakkkkk....


tiba tiba pak gian masuk


ke kamar alvin dan betapa


terkejut nya dia saat melihat


pemandangan yang tidak biasa.


"papa..." alvin pun terkejut.


bu sonya langsung mendorong


tubuh sixpack alvin.


"papi tolong mami pi." ucap bu sonya


dia pun memeluk pak gian.


"brengsek! anak tidak tahu diri."


bentak pak gian seraya memukul


wajah alvin.


"tunggu pa! ini tidak seperti apa


yang papa lihat, tolong dengarkan


penjelasan ku dulu." alvin berusaha


membela diri, namun pak gian


terus memukulnya.


"sudah pi, sudah!" pinta bu sonya


yang tidak tega melihat alvin


terus di pukuli oleh suaminya.


"papa sudah memberi mu


kepercayaan sepenuh nya,


tapi apa yang kau lakukan


dibelakang papa." bentak pak gian.


"sudah cukup pi, mami rasa


alvin tidak sadar dengan yang


sudah dia lakukan." ucap bu sonya.


"ayo pi, mami akan menjelaskan


apa yang sebenarnya telah terjadi."


bujuk bu sonya seraya menarik


tangan pak gian agar mau


mengikuti nya.


setelah pak gian dan bu sonya


keluar dari kamarnya, alvin


menyandarkan tubuh nya di dinding.


"aakhhh..." rintih alvin yang menahan


sakit, saat memegangi bibirnya

__ADS_1


yang berdarah akibat beberapa


pukulan dari papanya.


__ADS_2