AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 71 tanda ?


__ADS_3

Alviandra duduk termenung ditepi


ranjang. erlita yang menyadari


kegelisahan suaminya mencoba


untuk menghibur nya.


"kamu kenapa?" tanya erlita seraya


memeluk nya dari belakang.


"tidak apa apa!" jawabnya dengan lirih.


"jangan berbohong! aku tahu ada


sesuatu yang sedang kamu


khawatirkan." ucap erlita.


"aku ingin bertanya satu hal


kepada mu?" ucap alviandra


seraya memutar badannya


memandang ke wajah erlita.


"apa?" tanya erlita.


"Apa kau bahagia?" tanya nya.


"Tentu saja! kenapa kamu bertanya seperti itu?"


jawab erlita.


"Aku hanya ingin mendengarnya secara


langsung dari mulut mu." ucap alviandra.


Erlita memeluknya semakin erat,


Berusaha menghilangkan kekhawatiran


yang di alami oleh suaminya.


erlita mengunci pandangan alviandra,


lalu kemudian mencium bibirnya.


alviandra membalas ciuman nya.


alviandra merebahkan tubuh erlita


diranjang. lalu kembali mencium nya.


tangannya mulai menjalar, meraba


setiap area sensitif erlita.


alviandra membuka kaos yang dia


kenakan, lalu membuka kancing baju


erlita satu persatu.


karna merasa malu erlita menutupi


dengan kedua tangannya. tapi


alviandra menyingkirkan tangan


itu agar tidak menghalangi


pemandangan indah nya.


"sebelumnya aku pernah melakukan


ini dengan alvin! kenapa sekarang aku


merasa malu." batin erlita.


alviandra melucuti semua pakaian yang


dikenakan erlita, hingga kini dia hanya


bertelanjang bulat. diapun melepaskan


semua pakaiannya.


hasrat keduanya kali ini tidak terpendamkan


lagi. alviandra memasukan senjatanya


kedalam goa kenikmatan yang


dimiliki istrinya.


tibalah mereka di puncak kenikmatan.


alviandra memeluk erat erlita. ini


adalah malam pertama nya setelah


lima bulan dia menikahi erlita.


*keesokan pagi*


erlita memasuki kamar mandi


dengan bermalas malasan.


dia memandang wajahnya dicermin


yang ada di kamar mandi.


tak lama kemudian alviandra


masuk lalu memeluknya dari


belakang.

__ADS_1


"keluar lakh, aku mau mandi." ucap erlita.


"aku juga mau mandi." alviandra seakan


tidak mau mengalah.


"tapi aku lebih dulu." ucap erlita.


"kenapa kita gak mandi sama sama saja?"


ucap alviandra lalu tersenyum.


"ikh apaan sikh" erlita tampak malu malu.


"aku serius!" alviandra meyakinkan.


"aku malu!" ucap erlita seraya mengulum


senyuman nya.


"kenapa harus malu, bukankah semalam


kita telah melakukan nya." ucap alviandra.


"tetap saja aku malu." jawab erlita yang


tampak malu malu kucing.


tanpa aba aba alviandra langsung


mengangkat tubuh erlita yang sedang


hamil besar dan memasukan nya


ke bathtub.


"alvin...apa yang kamu lakukan?" ucap erlita


yang sudah basah kuyup.


alviandra membuka semua pakaiannya


dan ikut masuk ke bathtub tersebut.


"tolong gosokin punggung ku?"


pinta alviandra.


mau tidak mau erlita menuruti permintaan


alviandra. erlita menggosok punggungnya.


seketika erlita terdiam saat melihat


tanda di punggung suaminya itu.


"kamu punya tanda?" tanya erlita.


"iya, sejak aku lahir tanda ini memang


sudah ada." jawab alviandra dengan jujur.


"sejak lahir?" tanya nya meyakinkan.


erlita langsung beranjak lalu mengambil


handuk untuk menutupi tubuhnya.


"kamu kenapa?" tanya alviandra saat


melihat ekspresi erlita yang tiba tiba


berubah.


"aku akan mengenakan pakaian ku"


ucap erlita lalu keluar dari kamar mandi.


dia duduk di tepi ranjang. samar samar


mengingat kembali kejadian waktu


pertama kali alvin merenggut kesucian nya.


"alvin memiliki tanda itu sejak lahir?


kenapa dulu aku tidak melihat nya?"


batin erlita kini bertanya tanya.


tentu saja erlita tidak melihat tanda


apapun, saat pertama kali orang yang


dia cintai merenggut kesuciannya.


karna yang sekarang hidup dengan nya


adalah alviandra bukan lah alvin.


tak lama kemudian alviandra keluar dari


kamar mandi lalu duduk di sampingnya.


"apa yang kamu pikirkan?"


hanya dengan melihat ekspresi wajah


erlita saja, sepertinya alviandra tau


kalau erlita sedang memikirkan sesuatu.


"tidak apa apa! aku hanya lelah."


jawabnya berbohong.


alviandra mengusap pucuk kepala erlita.


erlita memandang nya dengan tatapan kosong.


"siapa kamu sebenarnya? apa kamu benar

__ADS_1


benar alvin? lelaki yang sangat aku cintai."


batinnya.


erlita baru tersadar, kalau ada dua


kejanggalan. pertama, laki laki yang


ada di hadapannya itu tidak bisa


menyanyikan lagu kesukaan mereka.


dan kedua, tanda yang ada dipunggung nya


membuat erlita kini meragukannya.


tok tok tok....


bu dita datang untuk mengajak erlita


dan alviandra sarapan bersama.


seperti biasa erlita melayani suami


nya dengan baik. namun saat erlita


ingin menuangkan sup kepiring nya


alviandra, dia kurang pokus sehingga


membuat pakaian alviandra kena


tumpahan air sup itu. bu dita meminta


alviandra untuk mengganti pakaian nya,


yang di ikuti oleh erlita.


"aku minta maaf, aku gak sengaja."


lirih erlita.


"tidak apa apa! aku tahu kau sedang melamun."


sahut alviandra.


"sini aku bantu." erlita melepas pakaian


yang dikenakan alviandra. lalu


menggantinya dengan pakaian baru.


mereka pun kembali ke meja makan.


"loh papa mana ma?" tanya erlita.


"papa pergi kekantor polisi." jawabnya.


"ngapain?" tanya erlita lagi.


"untuk melaporkan teman kampus


kamu, yang sering jahatin kamu."


sahut mama dita.


"johan?" tanya erlita.


"ya! siapa lagi." ucap nya.


"aku berangkat kerja dulu ya."


alviandra menyalami tangan bu dita


dan mencium kening erlita sebelum


pergi.


erlita kembali ke kamar nya.


dia mencari beberapa poto untuk


memancing suaminya, dan menepis


keraguan terhadap nya.


"album poto ini akan menjelaskan


siapa kamu sebenarnya." batin nya.


"lita...turun sayang! ini ada teman


teman kamu." teriak bu dita.


erlita menuruni anak tangga satu persatu


dengan sangat berhati hati. dia sadar kalau


dia tengah berbadan dua dan sebentar


lagi janin yang ada di dalam kandungan nya


akan segera lahir.


"halo bumil, aku senang karna kamu


tinggal di rumah ini lagi, dengan begitu


jarak rumah kita dekat lagi." ucap karin.


"iya." erlita tersenyum.


"gak kerasa ya, sebentar lagi kita akan


menjadi tante." ucap suci.


"jadi kalian kapan akan menyusul?"


goda erlita.


"doain aja! mudah mudahan tahun depan."

__ADS_1


ucap suci.


"aamin..." serentak kedua nya.


__ADS_2