AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 9 mencintai, lebih dari yg kau tau


__ADS_3

erlita telah duduk di bangku nya.


sejenak dia memikirkan kembali


ucapan jono. dia pun membayang


kan kembali bagai mana sikap nya


santi terhadap alvin.


santi memang selalu memperlihat


kan ketertarikan nya pada alvin.


namun saat erlita tengah asyik


melamun, tiba tiba seseorang datang


dan mengagetkan nya.


" wooiiii." teriak karin sambil


menggebrak meja erlita. seketika


erlita tersentak kaget.


"karin..." decah erlita.


" lagian kenapa bengong sikh?


kesambet tahu rasa loh." kata karin.


di balik pintu kelas, terlihat alvin


sedang memandangi erlita,


namun karna ada karin,


alvin pun mengurung kan niat nya


untuk menemui erlita, dia pun pergi


ke kelas nya.


tak selang beberapa lama jono


datang, lalu duduk di samping erlita.


jono menatap wajah erlita, namun


erlita tidak memperdulikan nya.


bahkan erlita tidak sekilas pun


menoleh ke arah jono.


" waaah ni anak kaya nya beneran


marah." batin jono.


karin memandangi wajah erlita dan


jono secara bergantian. karna tidak


biasa nya erlita bersikap begitu cuek


terhadap jono.


"ngapain lihat lihat? kamu naksir ya?"


celetuk jono saat karin menatap


ke arah nya.


" dikh, gak jelas banget nih orang."


kata karin dengan sinis nya.


"ya udah sana! aku mau ngomong


sama erlita." kata jono mengusir karin.


" kalau mau ngomong, ya ngomong aja! ngapain pake nyuruh nyuruh pergi


segala." kata karin.


sementara erlita masih terus bersikap


cuek, tanpa memperdulikan kedua nya.


jono pun memberanikan diri untuk


meminta maaf.


jono memang sudah lama berteman


dengan erlita, dan erlita bukan tipe


orang yang mudah marah, kalau


erlita kali ini marah sama celotehan


nya, berarti celotehan nya kali ini


kelewatan, itu yang ada di pikiran jono.


" Lita, aku minta maaf ya? suer deh✌️,


niat aku tu hanya bercanda." kata jono


sambil mengacungkan jari nya.


erlita membuang pandangan nya,


lalu dia sedikit tersenyum melihat


tingkah jono yang terlihat memohon


kepada nya.


" jono kaya nya tulus, mending aku


kerjain dia aja." batin erlita lalu


tersenyum tipis.


"oke, aku mau maafin kamu tapi


dengan syarat." kata erlita.


"apa syarat nya? tapi please ya,


jangan minta aku untuk jadi pacar


kamu, soal nya aku gak mungkin


menghianati alvin sahabat ku."


kata jono yang sontak membuat


erlita dan karin saling pandang dan


geleng geleng kepala.


" lita aku pengen muntah nih."


celetuk karin saat mendengar


ucapan jono. jono menatap sinis


ke arah karin.


"syarat nya kamu harus traktir kita


makan di restoran mahal" kata erlita.


" kita? kita siapa maksud nya?"


tanya jono.


" erlita, sama aku." sahut karin.


" ya udah aku mau, tapi karin gak


boleh ikut." kata jono.


"gak bisa, aku mau karin juga ikut."

__ADS_1


kata erlita yang sedikit meninggikan


suara nya.


" mikir dong jon, kamu pikir erlita


mau apa jalan berdua doang sama


kamu." celetuk karin.


jono berpikir sejenak, karna tidak


punya pilihan akhir nya dia pun


mengiyakan permintaan nya erlita.


"rasain kamu jon aku kerjain."


batin erlita, lalu tersenyum ke arah karin.


setelah pulang sekolah.


erlita pulang dan karin pun ikut


ke rumah nya. erlita merebah kan


tubuh nya di kasur, sementara karin


duduk di meja rias erlita.


" hebat juga ya ide kamu, bisa


kepikiran gitu buat ngerjain si jono,


itu anak memang ngeselin sikh."


kata karin.


" tapi kaya nya aku agak keterlaluan


kali ya rin?" tanya erlita.


" keterlaluan gimana? orang kaya


jono tu memang harus di kasih


pelajaran biar kapok." kata karin.


" ya kita tau kan ke uangan nya jono


kaya gimana, di sekolah aja dia suka


di traktir sama teman teman nya."


kata erlita.


"kalau aku, ya bodo amat sikh."


kata karin.


waktu sudah menunjukan pukul


19:12. erlita dan karin sudah tiba


di depan restoran tempat nya janjian


dengan jono.


erlita berjalan yang di ekori oleh karin.


dia terlihat sangat cantik. walau pun


tampil seadanya. namun saat sampai


di restoran dia terkejut, karna alvin


ternyata ada juga di sana.


erlita dan karin pun menghampiri alvin.


" vin." sapa erlita ketika berada


tepat di hadapan nya.


" erlita." alvin pun bangkit dari tempat


" kamu ngapain di sini?" tanya alvin.


" aku ke sini mau ketemu sama jono."


kata erlita.


" jono tadi ijin ke toilet, duduk yuk."


alvin mempersilah kan.


jono memang sengaja mengajak


alvin untuk ketemu di restoran itu.


jono tau, kalau alvin itu sahabat yang


baik, alvin pasti mau membantu nya.


apalah daya, jono hanya lah seorang


anak yang terlahir dari keluarga yang paspasan.


tak lama kemudian jono muncul.


" ekh, kalian udah pada datang,


silah kan pesan makanan apa saja


yang kalian suka." kata jono.


" ekh ntar dulu, aku gak yakin kalau


kamu mampu bayar." celetuk karin.


" kalian tenang aja, ada alvin di sini,


dia yang akan bayarin." bisik jono,


ditelinga erlita dan karin.


" kalian lagi pada ngomongin apa?


kenapa bisik bisik?" tanya alvin datar.


" wah kamu curang jon, perjanjian nya


kan gak kaya gitu." kata erlita.


" perjanjian? perjanjian apa?" tanya alvin.


erlita pun menjelaskan nya pada alvin,


tentang dia dan karin yang sepakat


ingin ngerjain jono. namun kenyataan


nya erlita malah merasa kalau dia dan


karin lah yang sedang Jono kerjain.


"apa kamu gak suka kalau aku


ada disini?" tanya alvin.


" gak." kata erlita.


" tapi bohong." sambung nya.


seketika alvin pun tersenyum.


"ekh telpon rehan dong, suruh dia


nyamperin ke sini!" kata karin antusias.


" kenapa gak kamu aja yang nelpon?"


tanya erlita.


" paket data ku udah habis, belum ku


isi ulang." kata karin yang cengengesan.

__ADS_1


"ya ilaah... hape doang bagus


tapi kuota sekarat, buang aja tu


handpone ke laut." celetuk jono


yang meledek karin.


" stttt... udah gak usah ribut, kalian


gak malu apa di lihatin para


pengunjung yang lain." kata alvin.


"hehe, sorry vin." jono cengengesan.


" ya sudah kalian pesan makanan dulu,


kalau ngobrol terus, kapan makan nya."


kata alvin.


" noh dengerin tuh, sahabat ku yang


satu ini memang orang yang paling pengertian" kata jono.


setelah makan malam selesai.


jono mengantar karin pulang ke


rumah nya. sedang kan erlita pulang


bersama alvin.


" vin, sebenar nya tipe cewek kamu


itu yang seperti apa sikh?" tanya erlita


yang memecah ke heningan.


alvin menghentikan laju mobil nya


lalu menoleh ke arah erlita.


" kenapa berhenti?" tanya erlita.


alvin mendekati wajah erlita, lalu


mengunci pandangan nya, dia


memegang pipi mulus erlita, dan


sesekali mengelus nya. erlita hanya


terdiam melihat sikap alvin terhadap


nya, sentuhan alvin begitu hangat


menurut nya. alvin semakin


mendekati wajah erlita, lalu


kemudian alvin mencium lembut


bibir mungil nya. lima menit


kemudian alvin melepaskan ciuman nya.


" apa kamu tak ingin menjawab


pertanyaan ku?"


erlita kembali bertanya.


namun bukan nya menjawab,


alvin malah kembali menciumi


erlita dengan rakus nya.


" vin, kenapa kamu gak jawab?"


kata erlita, setelah dia berhasil


melepas ciuman alvin terhadap nya.


namun alvin hanya diam saja.


dan itu membuat erlita kesal, hingga


dia keluar dari mobil alvin.


" Lita kamu mau kemana?"


teriak alvin, dia pun keluar dari mobil


nya dan berusaha mengejar erlita.


"Lita..." alvin berhasil mencengkram


tangan erlita.


"Lepasin... hiks hiks hiks"


erlita tampak menangis. dengan


segera alvin mengusap air mata nya


kemudian memeluk nya.


" baik, aku akan menjawab pertanyaan


mu." kata alvin setelah melepas


pelukan nya.


" aku suka sama cewek yang pintar,


baik, setia, dan gak manja." jelas alvin


sambil membelai rambut erlita.


"apa menurut mu aku pintar?"


tanya erlita menatap dalam alvin.


"menurut ku, kamu lumayan pintar."


jawab alvin.


"apa menurut mu aku itu baik?"


tanya erlita lagi.


"tentu saja, bagiku kamu itu cewek


paling baik yang pernah aku temui."


jawab alvin.


mendengar ucapan alvin, wajah erlita


pun berbinar.


"tapi aku kan manja, berarti aku


bukan tipe kamu dong" ucap erlita.


" tapi nyatanya kamu bisa bikin


aku merasa nyaman." alvin menatap


dalam kedua bola mata erlita.


"kamu itu cantik, baik, dan gak ada


alasan untuk aku bisa berpaling ke


lain hati, aku mencintai mu bahkan


aku sudah sangat sangat menyayangi


mu." jelas alvin.


erlita terharu mendengar ucapan alvin.


erlita pun memeluk erat alvin,

__ADS_1


alvin membalas pelukan nya.


__ADS_2