
erlita telah duduk di bangku nya.
sejenak dia memikirkan kembali
ucapan jono. dia pun membayang
kan kembali bagai mana sikap nya
santi terhadap alvin.
santi memang selalu memperlihat
kan ketertarikan nya pada alvin.
namun saat erlita tengah asyik
melamun, tiba tiba seseorang datang
dan mengagetkan nya.
" wooiiii." teriak karin sambil
menggebrak meja erlita. seketika
erlita tersentak kaget.
"karin..." decah erlita.
" lagian kenapa bengong sikh?
kesambet tahu rasa loh." kata karin.
di balik pintu kelas, terlihat alvin
sedang memandangi erlita,
namun karna ada karin,
alvin pun mengurung kan niat nya
untuk menemui erlita, dia pun pergi
ke kelas nya.
tak selang beberapa lama jono
datang, lalu duduk di samping erlita.
jono menatap wajah erlita, namun
erlita tidak memperdulikan nya.
bahkan erlita tidak sekilas pun
menoleh ke arah jono.
" waaah ni anak kaya nya beneran
marah." batin jono.
karin memandangi wajah erlita dan
jono secara bergantian. karna tidak
biasa nya erlita bersikap begitu cuek
terhadap jono.
"ngapain lihat lihat? kamu naksir ya?"
celetuk jono saat karin menatap
ke arah nya.
" dikh, gak jelas banget nih orang."
kata karin dengan sinis nya.
"ya udah sana! aku mau ngomong
sama erlita." kata jono mengusir karin.
" kalau mau ngomong, ya ngomong aja! ngapain pake nyuruh nyuruh pergi
segala." kata karin.
sementara erlita masih terus bersikap
cuek, tanpa memperdulikan kedua nya.
jono pun memberanikan diri untuk
meminta maaf.
jono memang sudah lama berteman
dengan erlita, dan erlita bukan tipe
orang yang mudah marah, kalau
erlita kali ini marah sama celotehan
nya, berarti celotehan nya kali ini
kelewatan, itu yang ada di pikiran jono.
" Lita, aku minta maaf ya? suer deh✌️,
niat aku tu hanya bercanda." kata jono
sambil mengacungkan jari nya.
erlita membuang pandangan nya,
lalu dia sedikit tersenyum melihat
tingkah jono yang terlihat memohon
kepada nya.
" jono kaya nya tulus, mending aku
kerjain dia aja." batin erlita lalu
tersenyum tipis.
"oke, aku mau maafin kamu tapi
dengan syarat." kata erlita.
"apa syarat nya? tapi please ya,
jangan minta aku untuk jadi pacar
kamu, soal nya aku gak mungkin
menghianati alvin sahabat ku."
kata jono yang sontak membuat
erlita dan karin saling pandang dan
geleng geleng kepala.
" lita aku pengen muntah nih."
celetuk karin saat mendengar
ucapan jono. jono menatap sinis
ke arah karin.
"syarat nya kamu harus traktir kita
makan di restoran mahal" kata erlita.
" kita? kita siapa maksud nya?"
tanya jono.
" erlita, sama aku." sahut karin.
" ya udah aku mau, tapi karin gak
boleh ikut." kata jono.
"gak bisa, aku mau karin juga ikut."
__ADS_1
kata erlita yang sedikit meninggikan
suara nya.
" mikir dong jon, kamu pikir erlita
mau apa jalan berdua doang sama
kamu." celetuk karin.
jono berpikir sejenak, karna tidak
punya pilihan akhir nya dia pun
mengiyakan permintaan nya erlita.
"rasain kamu jon aku kerjain."
batin erlita, lalu tersenyum ke arah karin.
setelah pulang sekolah.
erlita pulang dan karin pun ikut
ke rumah nya. erlita merebah kan
tubuh nya di kasur, sementara karin
duduk di meja rias erlita.
" hebat juga ya ide kamu, bisa
kepikiran gitu buat ngerjain si jono,
itu anak memang ngeselin sikh."
kata karin.
" tapi kaya nya aku agak keterlaluan
kali ya rin?" tanya erlita.
" keterlaluan gimana? orang kaya
jono tu memang harus di kasih
pelajaran biar kapok." kata karin.
" ya kita tau kan ke uangan nya jono
kaya gimana, di sekolah aja dia suka
di traktir sama teman teman nya."
kata erlita.
"kalau aku, ya bodo amat sikh."
kata karin.
waktu sudah menunjukan pukul
19:12. erlita dan karin sudah tiba
di depan restoran tempat nya janjian
dengan jono.
erlita berjalan yang di ekori oleh karin.
dia terlihat sangat cantik. walau pun
tampil seadanya. namun saat sampai
di restoran dia terkejut, karna alvin
ternyata ada juga di sana.
erlita dan karin pun menghampiri alvin.
" vin." sapa erlita ketika berada
tepat di hadapan nya.
" erlita." alvin pun bangkit dari tempat
" kamu ngapain di sini?" tanya alvin.
" aku ke sini mau ketemu sama jono."
kata erlita.
" jono tadi ijin ke toilet, duduk yuk."
alvin mempersilah kan.
jono memang sengaja mengajak
alvin untuk ketemu di restoran itu.
jono tau, kalau alvin itu sahabat yang
baik, alvin pasti mau membantu nya.
apalah daya, jono hanya lah seorang
anak yang terlahir dari keluarga yang paspasan.
tak lama kemudian jono muncul.
" ekh, kalian udah pada datang,
silah kan pesan makanan apa saja
yang kalian suka." kata jono.
" ekh ntar dulu, aku gak yakin kalau
kamu mampu bayar." celetuk karin.
" kalian tenang aja, ada alvin di sini,
dia yang akan bayarin." bisik jono,
ditelinga erlita dan karin.
" kalian lagi pada ngomongin apa?
kenapa bisik bisik?" tanya alvin datar.
" wah kamu curang jon, perjanjian nya
kan gak kaya gitu." kata erlita.
" perjanjian? perjanjian apa?" tanya alvin.
erlita pun menjelaskan nya pada alvin,
tentang dia dan karin yang sepakat
ingin ngerjain jono. namun kenyataan
nya erlita malah merasa kalau dia dan
karin lah yang sedang Jono kerjain.
"apa kamu gak suka kalau aku
ada disini?" tanya alvin.
" gak." kata erlita.
" tapi bohong." sambung nya.
seketika alvin pun tersenyum.
"ekh telpon rehan dong, suruh dia
nyamperin ke sini!" kata karin antusias.
" kenapa gak kamu aja yang nelpon?"
tanya erlita.
" paket data ku udah habis, belum ku
isi ulang." kata karin yang cengengesan.
__ADS_1
"ya ilaah... hape doang bagus
tapi kuota sekarat, buang aja tu
handpone ke laut." celetuk jono
yang meledek karin.
" stttt... udah gak usah ribut, kalian
gak malu apa di lihatin para
pengunjung yang lain." kata alvin.
"hehe, sorry vin." jono cengengesan.
" ya sudah kalian pesan makanan dulu,
kalau ngobrol terus, kapan makan nya."
kata alvin.
" noh dengerin tuh, sahabat ku yang
satu ini memang orang yang paling pengertian" kata jono.
setelah makan malam selesai.
jono mengantar karin pulang ke
rumah nya. sedang kan erlita pulang
bersama alvin.
" vin, sebenar nya tipe cewek kamu
itu yang seperti apa sikh?" tanya erlita
yang memecah ke heningan.
alvin menghentikan laju mobil nya
lalu menoleh ke arah erlita.
" kenapa berhenti?" tanya erlita.
alvin mendekati wajah erlita, lalu
mengunci pandangan nya, dia
memegang pipi mulus erlita, dan
sesekali mengelus nya. erlita hanya
terdiam melihat sikap alvin terhadap
nya, sentuhan alvin begitu hangat
menurut nya. alvin semakin
mendekati wajah erlita, lalu
kemudian alvin mencium lembut
bibir mungil nya. lima menit
kemudian alvin melepaskan ciuman nya.
" apa kamu tak ingin menjawab
pertanyaan ku?"
erlita kembali bertanya.
namun bukan nya menjawab,
alvin malah kembali menciumi
erlita dengan rakus nya.
" vin, kenapa kamu gak jawab?"
kata erlita, setelah dia berhasil
melepas ciuman alvin terhadap nya.
namun alvin hanya diam saja.
dan itu membuat erlita kesal, hingga
dia keluar dari mobil alvin.
" Lita kamu mau kemana?"
teriak alvin, dia pun keluar dari mobil
nya dan berusaha mengejar erlita.
"Lita..." alvin berhasil mencengkram
tangan erlita.
"Lepasin... hiks hiks hiks"
erlita tampak menangis. dengan
segera alvin mengusap air mata nya
kemudian memeluk nya.
" baik, aku akan menjawab pertanyaan
mu." kata alvin setelah melepas
pelukan nya.
" aku suka sama cewek yang pintar,
baik, setia, dan gak manja." jelas alvin
sambil membelai rambut erlita.
"apa menurut mu aku pintar?"
tanya erlita menatap dalam alvin.
"menurut ku, kamu lumayan pintar."
jawab alvin.
"apa menurut mu aku itu baik?"
tanya erlita lagi.
"tentu saja, bagiku kamu itu cewek
paling baik yang pernah aku temui."
jawab alvin.
mendengar ucapan alvin, wajah erlita
pun berbinar.
"tapi aku kan manja, berarti aku
bukan tipe kamu dong" ucap erlita.
" tapi nyatanya kamu bisa bikin
aku merasa nyaman." alvin menatap
dalam kedua bola mata erlita.
"kamu itu cantik, baik, dan gak ada
alasan untuk aku bisa berpaling ke
lain hati, aku mencintai mu bahkan
aku sudah sangat sangat menyayangi
mu." jelas alvin.
erlita terharu mendengar ucapan alvin.
erlita pun memeluk erat alvin,
__ADS_1
alvin membalas pelukan nya.