
waktu sudah menunjukkan pukul 02:00
namun alviandra tidak kunjung juga
menampakkan wajah nya di rumah itu.
karna merasa khawatir alvin pun
berniat untuk mencari sodaranya itu
ke tempat biasanya dia nongkrong.
dan benar saja, alviandra tampak
sedang asyik minum alkohol bersama
teman temannya.
"kau disini rupanya! ayo balik, mama
sudah sangat mengkhawatirkan mu."
ajak alvin seraya menatapnya.
"kau pulang saja, aku tidak akan
pulang." ketus alviandra yang
terpengaruh oleh minuman beralkohol
yang dia tenggak.
"kenapa kau selalu seperti ini?
bukan kah mama sudah melarang mu
untuk meminum minuman seperti itu."
desus alvin.
"berisik, pergi sana..." ucap alviandra
yang sudah terlalu banyak minum.
"sodara mu ini sudah mabuk berat,
dia tidak akan mendengar perkataan
mu." kata salah satu teman alviandra.
"dari pada cuma berdiri di situ,
mending kamu duduk disini bareng
kita, kita minum sama sama." ucap salah
satu nya lagi teman alviandra yang
sudah mabuk parah.
"ayo ikut aku." alvin pun menarik tangan
alviandra hingga membuat nya marah
dan langsung memukul wajah alvin
hingga dia tersungkur dan bibir nya
sedikit berdarah. namun alvin tidak membalas pukulannya.
"mending sekarang kau pergi kalau
tidak ingin ku buat babak belur." ucap
alviandra bernada ancaman.
"seberat apapun masalahmu,
ingat beban masalah yang sedang
mama jalani lebih sulit dari masalah
mu! jika kau memang menyayangi
mama, cepat pulang karna dia sangat
mengkhawatirkan mu." ucap alvin
sebelum pergi meninggalkan sodaranya.
"alvin kamu dari mana saja?"
tanya bu indri dari arah kamarnya.
"mama.." alvin menoleh kearah jarum
jam yang masih menunjukan pukul 03:01
"mama belum tidur?" lanjut tanya nya.
"bagaimana mama mau tidur kalau
malam malam begini kedua anak
mama bukan nya tidur malah pada
keluyuran di luaran." ucap bu indri.
"maaf ma, tadi aku habis nyari
alviandra." ucap alvin.
"lalu di mana dia? apa dia baik baik
saja?" tanya bu indri.
"ya dia baik baik saja, dan dia juga bilang kalau dia akan nginap di rumah teman
nya." ucap alvin sedikit berbohong.
"syukurlah kalau dia memang baik baik
saja. kalau begitu mama istirahat dulu
ya nak." ucap bu indri seraya mengusap
lembut pipi putra nya.
keuangan Bu indri memang sedang
tidak baik. sejak di tipu oleh rekan
bisnis nya dan mengalami kerugian
ratusan juta rupiah membuat
perekonomian bu indri menurun drastis.
bahkan saat ini dia harus rela bekerja
keras untuk menghidupi dan mencukupi
semua kebutuhan anak anak nya.
__ADS_1
bu indri mengambil buku tabungan
yang ada di laci kamarnya, lalu
mengecek berapa jumlah uang yang
dia miliki untuk mendaftarkan kedua
anak nya kuliah di universitas terbaik.
"hanya sisa segini uang yang aku
miliki saat ini, jangankan untuk
mendaftarkan kedua anak ku,
untuk satu orang saja masih kurang."
gumam bu indri.
"semoga tuhan memudahkan jalanku."
ucap bu indri seraya membaringkan
badan di ranjang nya.
karna terlalu lelah bu indri tertidur,
tapi dia lupa kembali menyimpan
buku tabungan nya, malah
membiarkan nya tergeletak begitu
saja di atas laci, hingga alvin yang
tadinya hanya berniat ingin melihat
keadaan ibunya, malah dengan sengaja
ingin mencari tahu soal keuangan
ibu nya.
"harusnya dari awal aku membantu
mama." batin alvin.
keesokan harinya.
alvin masih bermalas malasan di
tempat tidur nya seraya menggeliatkan
badan nya. dan pas membuka matanya
dia terkejut karna alviandra tengah
duduk dan menatap kearah nya.
"arrrrrgghhh...." teriak alvin.
"kenapa kau berteriak? aku tidak
akan memukul mu, aku kesini untuk
meminta maaf." ucap alviandra bernada
penyesalan.
"lupakan saja! aku juga tidak marah
kepadamu." sahut alvin.
lanjut alvin bertanya.
"sudah, aku juga sudah bicara dengan
nya." ucapnya.
"apa yang kalian bicarakan?" tanya alvin.
"mama akan membujuk papa agar dia
tidak memaksa aku untuk kembali
tinggal bersama nya." ucap nya.
"apa kau yakin itu akan berhasil?
perasaan baru kemarin kau bilang,
kalau kau lebih tau sifat papa dari
pada aku." tanya alvin.
seketika alviandra pun terdiam.
"ya, kau benar! sekeras apapun mama
membujuk papa, itu tidak akan berhasil,
seperti nya ucapan mama hanya bisa
membuat ku tenang." lirih alviandra.
"Oya dulu kau pernah bilang kalau
uang saku mu selama tinggal dengan
papa, jumlah nya itu sepuluh kali lipat
dengan jumlah uang saku yang mama
berikan untuk mu?" tanya alvin
meyakinkan.
"ya! lalu?" tanya nya.
"aku ingin mencobanya." ucap alvin.
"apa maksud mu?" tanya alviandra
yang belum mengerti maksud dari
pembicaraan alvin.
"kalau kau memang tidak ingin tinggal
bersama papa, aku bisa menggantikan
mu." jelas alvin seraya bergegas kekamar
mandi untuk membersihkan badan nya.
"hekhh kau tidak akan sanggup untuk
tinggal satu atap dengan papa." desis
alviandra seraya menatap kepergian
sodaranya.
__ADS_1
drrrrrtttttt.....drrrrrtttttt.....
di atas meja terdengar handphone
erlita bergetar dan pertanda ada pesan
masuk, dia pun langsung membaca nya.
"*li*ta aku udah di depan rumah kamu."
isi chat dari alvin. erlita pun segera
turun untuk menemui nya.
"hai vin, mau masuk dulu atau langsung
otw?" tanya erlita.
"langsung otw aja, lagi pula calon
mertua ku nya juga lagi pada gak ada
di rumah." sahut alvin sekena nya.
"calon mertua? siapa?" tanya erlita
terlihat pipinya sedikit merona.
"bi imah." goda alvin lalu tertawa.
"ikh kamu, bi imah kan asisten rumah
tangga ku." rengek erlita.
"ya udah ayo naik, sini aku pakein
dulu helm nya." ucap alvin dengan
lembut.
sambil berjalan-jalan mengelilingi kota
dengan menaiki motor mereka pun
bersenda gurau.
"aku minta maaf ya, karna udah gak
bisa ngajak kamu jalan pake mobil
lagi, alhasil setiap ngedate kita harus
panas panasan gini deh." ucap alvin.
seketika erlita langsung mencubit
kulit perut alvin hingga membuat nya
berteriak.
"aarghh..." teriak alvin.
"kenapa kamu mencubit ku?" tanya alvin.
"sepertinya kamu sedang lapar,
makanya ucapan mu sedikit ngawur."
ucap erlita.
"mungkin." jawab alvin lalu terdiam.
"ya udah, kalau gitu kita cari makan
yuk." ajak nya.
alvin menghentikan laju motornya
di depan sebuah restoran sefood.
sambil menunggu makanan yang
mereka pesan, mereka pun bertanya
satu sama lain tentang kelanjutan
studi mereka.
"lita aku sayang sama kamu,
setelah menjalani kuliah selama
satu tahun, aku berjanji akan segera
melamar mu." ucapan yang terdengar
sangat tulus dari mulut alvin.
ucapan alvin membuat mata erlita
sedikit berkaca kaca.
"kalau kamu memang sayang sama
aku, kenapa harus nunggu satu tahun?
kenapa gak sekarang aja kamu lamar
aku." ucap erlita menggodanya.
seketika alvin pun tersenyum.
"tidak bisa seperti itu juga kali,
kamu tau kan aku baru lulus sekolah
dan belum memiliki pekerjaan,
untuk meminang seorang gadis
harus memiliki banyak persiapan."
ucap alvin.
"kamu mau kan nunggu aku selama
setahun? setidak nya sampai aku
memiliki pekerjaan untuk masa depan
kita?" sambung alvin.
"kalau soal pekerjaan, kamu tidak perlu
khawatir, aku bisa meminta papa ku
untuk mempekerjakan mu di kantornya."
ucap erlita.
"tidak! aku tidak ingin melibatkan
siapapun tentang pekerjaan yang
__ADS_1
akan aku jalani nantinya." ucap nya.