AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 46 pengorbanan


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan pukul 02:00


namun alviandra tidak kunjung juga


menampakkan wajah nya di rumah itu.


karna merasa khawatir alvin pun


berniat untuk mencari sodaranya itu


ke tempat biasanya dia nongkrong.


dan benar saja, alviandra tampak


sedang asyik minum alkohol bersama


teman temannya.


"kau disini rupanya! ayo balik, mama


sudah sangat mengkhawatirkan mu."


ajak alvin seraya menatapnya.


"kau pulang saja, aku tidak akan


pulang." ketus alviandra yang


terpengaruh oleh minuman beralkohol


yang dia tenggak.


"kenapa kau selalu seperti ini?


bukan kah mama sudah melarang mu


untuk meminum minuman seperti itu."


desus alvin.


"berisik, pergi sana..." ucap alviandra


yang sudah terlalu banyak minum.


"sodara mu ini sudah mabuk berat,


dia tidak akan mendengar perkataan


mu." kata salah satu teman alviandra.


"dari pada cuma berdiri di situ,


mending kamu duduk disini bareng


kita, kita minum sama sama." ucap salah


satu nya lagi teman alviandra yang


sudah mabuk parah.


"ayo ikut aku." alvin pun menarik tangan


alviandra hingga membuat nya marah


dan langsung memukul wajah alvin


hingga dia tersungkur dan bibir nya


sedikit berdarah. namun alvin tidak membalas pukulannya.


"mending sekarang kau pergi kalau


tidak ingin ku buat babak belur." ucap


alviandra bernada ancaman.


"seberat apapun masalahmu,


ingat beban masalah yang sedang


mama jalani lebih sulit dari masalah


mu! jika kau memang menyayangi


mama, cepat pulang karna dia sangat


mengkhawatirkan mu." ucap alvin


sebelum pergi meninggalkan sodaranya.


"alvin kamu dari mana saja?"


tanya bu indri dari arah kamarnya.


"mama.." alvin menoleh kearah jarum


jam yang masih menunjukan pukul 03:01


"mama belum tidur?" lanjut tanya nya.


"bagaimana mama mau tidur kalau


malam malam begini kedua anak


mama bukan nya tidur malah pada


keluyuran di luaran." ucap bu indri.


"maaf ma, tadi aku habis nyari


alviandra." ucap alvin.


"lalu di mana dia? apa dia baik baik


saja?" tanya bu indri.


"ya dia baik baik saja, dan dia juga bilang kalau dia akan nginap di rumah teman


nya." ucap alvin sedikit berbohong.


"syukurlah kalau dia memang baik baik


saja. kalau begitu mama istirahat dulu


ya nak." ucap bu indri seraya mengusap


lembut pipi putra nya.


keuangan Bu indri memang sedang


tidak baik. sejak di tipu oleh rekan


bisnis nya dan mengalami kerugian


ratusan juta rupiah membuat


perekonomian bu indri menurun drastis.


bahkan saat ini dia harus rela bekerja


keras untuk menghidupi dan mencukupi


semua kebutuhan anak anak nya.

__ADS_1


bu indri mengambil buku tabungan


yang ada di laci kamarnya, lalu


mengecek berapa jumlah uang yang


dia miliki untuk mendaftarkan kedua


anak nya kuliah di universitas terbaik.


"hanya sisa segini uang yang aku


miliki saat ini, jangankan untuk


mendaftarkan kedua anak ku,


untuk satu orang saja masih kurang."


gumam bu indri.


"semoga tuhan memudahkan jalanku."


ucap bu indri seraya membaringkan


badan di ranjang nya.


karna terlalu lelah bu indri tertidur,


tapi dia lupa kembali menyimpan


buku tabungan nya, malah


membiarkan nya tergeletak begitu


saja di atas laci, hingga alvin yang


tadinya hanya berniat ingin melihat


keadaan ibunya, malah dengan sengaja


ingin mencari tahu soal keuangan


ibu nya.


"harusnya dari awal aku membantu


mama." batin alvin.


keesokan harinya.


alvin masih bermalas malasan di


tempat tidur nya seraya menggeliatkan


badan nya. dan pas membuka matanya


dia terkejut karna alviandra tengah


duduk dan menatap kearah nya.


"arrrrrgghhh...." teriak alvin.


"kenapa kau berteriak? aku tidak


akan memukul mu, aku kesini untuk


meminta maaf." ucap alviandra bernada


penyesalan.


"lupakan saja! aku juga tidak marah


kepadamu." sahut alvin.


lanjut alvin bertanya.


"sudah, aku juga sudah bicara dengan


nya." ucapnya.


"apa yang kalian bicarakan?" tanya alvin.


"mama akan membujuk papa agar dia


tidak memaksa aku untuk kembali


tinggal bersama nya." ucap nya.


"apa kau yakin itu akan berhasil?


perasaan baru kemarin kau bilang,


kalau kau lebih tau sifat papa dari


pada aku." tanya alvin.


seketika alviandra pun terdiam.


"ya, kau benar! sekeras apapun mama


membujuk papa, itu tidak akan berhasil,


seperti nya ucapan mama hanya bisa


membuat ku tenang." lirih alviandra.


"Oya dulu kau pernah bilang kalau


uang saku mu selama tinggal dengan


papa, jumlah nya itu sepuluh kali lipat


dengan jumlah uang saku yang mama


berikan untuk mu?" tanya alvin


meyakinkan.


"ya! lalu?" tanya nya.


"aku ingin mencobanya." ucap alvin.


"apa maksud mu?" tanya alviandra


yang belum mengerti maksud dari


pembicaraan alvin.


"kalau kau memang tidak ingin tinggal


bersama papa, aku bisa menggantikan


mu." jelas alvin seraya bergegas kekamar


mandi untuk membersihkan badan nya.


"hekhh kau tidak akan sanggup untuk


tinggal satu atap dengan papa." desis


alviandra seraya menatap kepergian


sodaranya.

__ADS_1


drrrrrtttttt.....drrrrrtttttt.....


di atas meja terdengar handphone


erlita bergetar dan pertanda ada pesan


masuk, dia pun langsung membaca nya.


"*li*ta aku udah di depan rumah kamu."


isi chat dari alvin. erlita pun segera


turun untuk menemui nya.


"hai vin, mau masuk dulu atau langsung


otw?" tanya erlita.


"langsung otw aja, lagi pula calon


mertua ku nya juga lagi pada gak ada


di rumah." sahut alvin sekena nya.


"calon mertua? siapa?" tanya erlita


terlihat pipinya sedikit merona.


"bi imah." goda alvin lalu tertawa.


"ikh kamu, bi imah kan asisten rumah


tangga ku." rengek erlita.


"ya udah ayo naik, sini aku pakein


dulu helm nya." ucap alvin dengan


lembut.


sambil berjalan-jalan mengelilingi kota


dengan menaiki motor mereka pun


bersenda gurau.


"aku minta maaf ya, karna udah gak


bisa ngajak kamu jalan pake mobil


lagi, alhasil setiap ngedate kita harus


panas panasan gini deh." ucap alvin.


seketika erlita langsung mencubit


kulit perut alvin hingga membuat nya


berteriak.


"aarghh..." teriak alvin.


"kenapa kamu mencubit ku?" tanya alvin.


"sepertinya kamu sedang lapar,


makanya ucapan mu sedikit ngawur."


ucap erlita.


"mungkin." jawab alvin lalu terdiam.


"ya udah, kalau gitu kita cari makan


yuk." ajak nya.


alvin menghentikan laju motornya


di depan sebuah restoran sefood.


sambil menunggu makanan yang


mereka pesan, mereka pun bertanya


satu sama lain tentang kelanjutan


studi mereka.


"lita aku sayang sama kamu,


setelah menjalani kuliah selama


satu tahun, aku berjanji akan segera


melamar mu." ucapan yang terdengar


sangat tulus dari mulut alvin.


ucapan alvin membuat mata erlita


sedikit berkaca kaca.


"kalau kamu memang sayang sama


aku, kenapa harus nunggu satu tahun?


kenapa gak sekarang aja kamu lamar


aku." ucap erlita menggodanya.


seketika alvin pun tersenyum.


"tidak bisa seperti itu juga kali,


kamu tau kan aku baru lulus sekolah


dan belum memiliki pekerjaan,


untuk meminang seorang gadis


harus memiliki banyak persiapan."


ucap alvin.


"kamu mau kan nunggu aku selama


setahun? setidak nya sampai aku


memiliki pekerjaan untuk masa depan


kita?" sambung alvin.


"kalau soal pekerjaan, kamu tidak perlu


khawatir, aku bisa meminta papa ku


untuk mempekerjakan mu di kantornya."


ucap erlita.


"tidak! aku tidak ingin melibatkan


siapapun tentang pekerjaan yang

__ADS_1


akan aku jalani nantinya." ucap nya.


__ADS_2