AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 56 ciuman pertama


__ADS_3

setelah menolak ajakan alviandra


erlita merasa bersalah padanya.


"bisa tolong menepi gak?" pinta erlita.


"ya, kamu mau apa?" tanya johan.


"aku naik taxi aja ya, makasih


tumpangan nya." ucap erlita lalu


keluar dari mobil johan.


"lita tunggu lit..." panggil Johan


namun erlita berlalu tanpa


menghiraukan nya.


"sialan! ini semua gara gara alvin."


gerutu johan yang tampak marah.


sesampainya di rumah erlita langsung


membersihkan badannya lalu tidur.


bu dita dan bi imah sedang sibuk


menyiapkan makan malam.


pak kevin juga pulang lebih awal


dari kantor. tidak terasa hari sudah


mulai petang bu dita pergi kekamar


erlita untuk membangunkan nya.


"bangun sayang cepetan mandi,


malam ini kita akan kedatangan tamu."


ucap bu dita.


"males ma... masih ngantuk." rengek erlita.


"cepetan bangun." ucap bu dita


sedikit memaksa, akhirnya erlita


beranjak dari tempat tidurnya.


setelah selesai mandi erlita turun


menghampiri bu dita.


"wahh kebetulan aku sudah lapar."


ucap erlita, saat ingin mencomot


makanan yang ada di meja bu dita


menepis tangan nya.


"mama jahat, aku kan lapar..."


rengek erlita.


"jangan seperti itu, gak sopan!


nanti kita makan sama sama,


sekarang kamu bukain pintu ya,


sambut tamu kita dengan baik."


pinta bu dita.


"bi bisa tolong bukain..." erlita belum


selesai bicara, namun bu dita keburu memotong nya.


"lita..." ucap bu dita menatap kearah nya.


"hehe.. iya ma, iya." ucap erlita


yang cengengesan.


erlita membuka pintu dan dia


terkejut karna yang datang


ternyata alviandra dan bu indri.


"ayo masuk tante." ucap erlita


setelah mencium tangannya.


dia pun langsung membawa bu


indri dan alviandra ke meja makan.


setelah selesai makan alviandra


mengutarakan maksud kedatangan


nya kepada kedua orang tua erlita.


"maaf om dan tante, karna aku sudah


mengganggu waktu kalian, maksud kedatangan ku kesini aku ingin


melamar erlita, dan aku ingin segera


menikahi nya." ucap tulus alviandra.


"alvin melamarku? ternyata alvin


benar benar menepati janji nya


untuk bertanggung jawab." batin erlita


kegelisahan yang selama ini dia


rasakan pun seakan akan sirna.


"vin apa kamu serius? kamu ingin


menikah dengan anak om?" tanya pak


kevin meyakinkan.


"iya om aku serius." ucap alviandra.


"kalau boleh om tau, apa pekerjaan


kamu sekarang?" tanya nya.


"untuk saat ini aku kerja di sebuah


perusahaan properti om, tapi aku


berjanji akan bekerja lebih keras


lagi agar aku bisa membahagiakan


erlita." ucap alviandra.


"baiklah semuanya om serahkan


sama erlita, dia yang akan


memutuskannya sendiri." pak kevin


menoleh kearah erlita.

__ADS_1


"bagaimana lita? mau kah kau


menikah denganku?" tanya alviandra


yang tampak tulus.


"iya vin, aku mau." ucap erlita dengan


raut wajah yang berbinar.


"jadi kapan kamu akan menikahi


erlita?" tanya pak kevin.


"minggu depan." jawab nya.


"apa itu tidak terlalu cepat?"


tanya pak kevin.


"tidak pa! aku dan alvin memang


sering membicarakan ini sebelum nya,


hanya saja aku belum berani untuk


memberi tahu papa." jawab erlita


sedikit berbohong.


"sudahlah pa, restui saja pernikahan


mereka, toh mereka sudah cukup


lama juga pacaran." ucap bu dita.


"baik, papa akan merestui kalian."


ucap pak kevin.


"terima kasih pa." ucap erlita.


"mari bu, tolong dicicipi kue nya."


ucap bu dita pada bu indri.


"kue nya enak, bu dita yang bikin


sendiri?" ucap bu indri.


"iya bu, tapi saya juga masih belajar


kok." ucap bu dita.


"belajar saja sudah enak begini,


apalagi kalau bu dita sudah jago ya."


ucap bu indri sambil bercanda.


"akh ibu terlalu memuji." ucap bu dita.


mereka pun tertawa.


sementara alviandra dan erlita


berjalan mengelilingi kolam yang


ada di rumah erlita.


"vin makasih ya, karna kamu sudah


mau menepati janji mu." ucap erlita


lalu memeluk nya.


alviandra seperti nya sudah mulai


terbiasa dengan pelukan erlita, dan


dia juga sudah tidak canggung lagi.


terjadi, alvin secepatnya kembali."


batin alviandra.


saat alviandra terlihat bengong,


erlita mendekatkan wajahnya


kearah alviandra lalu menciumnya.


alviandra tampak terkejut, namun


dia tidak bisa membohongi


perasaannya karna dia juga ternyata


menikmati nya.


setelah cukup lama berciuman


erlita pun melepasnya. namun


alviandra terlihat salah tingkah,


pasalnya ini adalah ciuman


pertama baginya, karna selama ini


alviandra belum pernah berpacaran.


"ya sudah, kalau gitu aku pulang


dulu ya." ucap alviandra.


erlita tersenyum lalu mengangguk.


sepulang dari rumah erlita, alviandra


merasa bersalah karena tanpa sadar


dia sudah menghianati alvin.


alviandra berulang kali menghubungi


alvin, namun tetap saja nomernya


tidak aktif. akhirnya alviandra


berencana untuk menyusul alvin


ke LA.


dua bulan sudah alvin menjalani


kehidupan nya sebagai alviandra,


tanpa dia sadari kalau dari awal


pak gian memang sudah mengetahui


siapa dia sebenarnya.


meskipun belum lulus kuliah tapi


alvin sudah bisa diandalkan untuk


meneruskan perusahaan papanya.


sementara bu sonya masih sibuk


mencari cara, bagaimana dia bisa


mendapatkan hati alvin. bagaimana


tidak, wajah alvin yang tampan

__ADS_1


dan rupawan, serta postur tubuh


alvin yang sixpack membuat


bu sonya tergila gila padanya,


terlebih alvin juga sangat pintar.


alvin menghampiri pak gian diruang


kerjanya.


"ada apa alvian?" tanya pak gian.


"aku merindukan mama, besok


aku akan pulang ke Indonesia."


ucap alvin.


"kenapa begitu mendadak?"


tanya pak gian.


"semenjak bu sonya merusak


handphone ku, aku tidak bisa


berhenti memikirkan mama,


aku sangat menghawatirkan nya."


ucap alvin.


"apa kau akan meninggalkan papa?"


tanya pak gian yang terlihat sedih.


"kalau memungkinkan, aku pasti


akan kembali untuk menemui papa."


ucap alvin.


dari balik pintu bu sonya sedang


menguping pembicaraan antara


alvin dan pak gian. saat alvin


keluar dari ruangan kerja pak gian


bu sonya pun masuk menghampiri


pak gian.


"barusan alvin kesini ya pi?" tanya bu


sonya berbasa basi.


"ya." singkat pak gian.


"apa yang alvin katakan?" tanya bu


sonya yang pura pura tidak tahu.


"besok dia akan pulang ke Indonesia."


ucap pak gian.


"terus papi ijinkan?" tanya nya.


"ya mi." ucap pak gian yang terlihat


sedih.


"kenapa papi mengijinkan nya untuk


pulang ke Indonesia? bagai mana


kalau alvin tidak mau kembali lagi


kesini?" ucap bu sonya menghasut


suami nya. namun pak gian hanya


diam saja. karna merasa diabaikan


bu sonya keluar dari ruang kerja


suaminya dengan sangat marah.


alvin membereskan barang barang


nya di big cover yang akan dia bawa.


dia pun membuka laptop untuk mencari


informasi tentang teman temannya,


namun satu pun dia tidak berhasil menemukan nya.


"akhir akhir ini perasaan ku gak enak."


gumam alvin yang sedang menatap


layar laptop nya.


"kamu terlihat gelisah, apa kau ingin


aku menghibur mu?" ucap bu sonya


seraya merangkul alvin dari belakang.


"bagaimana kau bisa masuk? bahkan


aku sudah mengunci pintu nya."


ucap alvin yang terkejut lalu


menghempaskan kedua tangan bu


sonya agar tidak merangkul nya.


"kau lupa ya? kalau aku adalah


nyonya di rumah ini?" ucap bu sonya


dengan angkuh nya.


karna merasa muak alvin menarik


tangan bu sonya agar keluar dari


kamarnya, namun bu sonya


malah membanting tubuh alvin


ke ranjang, kemudian bu sonya


menindih tubuh alvin dengan


tubuhnya.


"apa yang kau lakukan?" bentak alvin.


"aku mencintaimu." ucap bu sonya


kemudian mencium bibir alvin,


namun alvin malah mendorong tubuhnya


hingga terhempas jatuh kebawah.


"aww..." teriak bu sonya merintih


kesakitan.

__ADS_1


alvin kembali menarik tangan


bu sonya lalu mengusirnya keluar.


__ADS_2