
setelah menolak ajakan alviandra
erlita merasa bersalah padanya.
"bisa tolong menepi gak?" pinta erlita.
"ya, kamu mau apa?" tanya johan.
"aku naik taxi aja ya, makasih
tumpangan nya." ucap erlita lalu
keluar dari mobil johan.
"lita tunggu lit..." panggil Johan
namun erlita berlalu tanpa
menghiraukan nya.
"sialan! ini semua gara gara alvin."
gerutu johan yang tampak marah.
sesampainya di rumah erlita langsung
membersihkan badannya lalu tidur.
bu dita dan bi imah sedang sibuk
menyiapkan makan malam.
pak kevin juga pulang lebih awal
dari kantor. tidak terasa hari sudah
mulai petang bu dita pergi kekamar
erlita untuk membangunkan nya.
"bangun sayang cepetan mandi,
malam ini kita akan kedatangan tamu."
ucap bu dita.
"males ma... masih ngantuk." rengek erlita.
"cepetan bangun." ucap bu dita
sedikit memaksa, akhirnya erlita
beranjak dari tempat tidurnya.
setelah selesai mandi erlita turun
menghampiri bu dita.
"wahh kebetulan aku sudah lapar."
ucap erlita, saat ingin mencomot
makanan yang ada di meja bu dita
menepis tangan nya.
"mama jahat, aku kan lapar..."
rengek erlita.
"jangan seperti itu, gak sopan!
nanti kita makan sama sama,
sekarang kamu bukain pintu ya,
sambut tamu kita dengan baik."
pinta bu dita.
"bi bisa tolong bukain..." erlita belum
selesai bicara, namun bu dita keburu memotong nya.
"lita..." ucap bu dita menatap kearah nya.
"hehe.. iya ma, iya." ucap erlita
yang cengengesan.
erlita membuka pintu dan dia
terkejut karna yang datang
ternyata alviandra dan bu indri.
"ayo masuk tante." ucap erlita
setelah mencium tangannya.
dia pun langsung membawa bu
indri dan alviandra ke meja makan.
setelah selesai makan alviandra
mengutarakan maksud kedatangan
nya kepada kedua orang tua erlita.
"maaf om dan tante, karna aku sudah
mengganggu waktu kalian, maksud kedatangan ku kesini aku ingin
melamar erlita, dan aku ingin segera
menikahi nya." ucap tulus alviandra.
"alvin melamarku? ternyata alvin
benar benar menepati janji nya
untuk bertanggung jawab." batin erlita
kegelisahan yang selama ini dia
rasakan pun seakan akan sirna.
"vin apa kamu serius? kamu ingin
menikah dengan anak om?" tanya pak
kevin meyakinkan.
"iya om aku serius." ucap alviandra.
"kalau boleh om tau, apa pekerjaan
kamu sekarang?" tanya nya.
"untuk saat ini aku kerja di sebuah
perusahaan properti om, tapi aku
berjanji akan bekerja lebih keras
lagi agar aku bisa membahagiakan
erlita." ucap alviandra.
"baiklah semuanya om serahkan
sama erlita, dia yang akan
memutuskannya sendiri." pak kevin
menoleh kearah erlita.
__ADS_1
"bagaimana lita? mau kah kau
menikah denganku?" tanya alviandra
yang tampak tulus.
"iya vin, aku mau." ucap erlita dengan
raut wajah yang berbinar.
"jadi kapan kamu akan menikahi
erlita?" tanya pak kevin.
"minggu depan." jawab nya.
"apa itu tidak terlalu cepat?"
tanya pak kevin.
"tidak pa! aku dan alvin memang
sering membicarakan ini sebelum nya,
hanya saja aku belum berani untuk
memberi tahu papa." jawab erlita
sedikit berbohong.
"sudahlah pa, restui saja pernikahan
mereka, toh mereka sudah cukup
lama juga pacaran." ucap bu dita.
"baik, papa akan merestui kalian."
ucap pak kevin.
"terima kasih pa." ucap erlita.
"mari bu, tolong dicicipi kue nya."
ucap bu dita pada bu indri.
"kue nya enak, bu dita yang bikin
sendiri?" ucap bu indri.
"iya bu, tapi saya juga masih belajar
kok." ucap bu dita.
"belajar saja sudah enak begini,
apalagi kalau bu dita sudah jago ya."
ucap bu indri sambil bercanda.
"akh ibu terlalu memuji." ucap bu dita.
mereka pun tertawa.
sementara alviandra dan erlita
berjalan mengelilingi kolam yang
ada di rumah erlita.
"vin makasih ya, karna kamu sudah
mau menepati janji mu." ucap erlita
lalu memeluk nya.
alviandra seperti nya sudah mulai
terbiasa dengan pelukan erlita, dan
dia juga sudah tidak canggung lagi.
terjadi, alvin secepatnya kembali."
batin alviandra.
saat alviandra terlihat bengong,
erlita mendekatkan wajahnya
kearah alviandra lalu menciumnya.
alviandra tampak terkejut, namun
dia tidak bisa membohongi
perasaannya karna dia juga ternyata
menikmati nya.
setelah cukup lama berciuman
erlita pun melepasnya. namun
alviandra terlihat salah tingkah,
pasalnya ini adalah ciuman
pertama baginya, karna selama ini
alviandra belum pernah berpacaran.
"ya sudah, kalau gitu aku pulang
dulu ya." ucap alviandra.
erlita tersenyum lalu mengangguk.
sepulang dari rumah erlita, alviandra
merasa bersalah karena tanpa sadar
dia sudah menghianati alvin.
alviandra berulang kali menghubungi
alvin, namun tetap saja nomernya
tidak aktif. akhirnya alviandra
berencana untuk menyusul alvin
ke LA.
dua bulan sudah alvin menjalani
kehidupan nya sebagai alviandra,
tanpa dia sadari kalau dari awal
pak gian memang sudah mengetahui
siapa dia sebenarnya.
meskipun belum lulus kuliah tapi
alvin sudah bisa diandalkan untuk
meneruskan perusahaan papanya.
sementara bu sonya masih sibuk
mencari cara, bagaimana dia bisa
mendapatkan hati alvin. bagaimana
tidak, wajah alvin yang tampan
__ADS_1
dan rupawan, serta postur tubuh
alvin yang sixpack membuat
bu sonya tergila gila padanya,
terlebih alvin juga sangat pintar.
alvin menghampiri pak gian diruang
kerjanya.
"ada apa alvian?" tanya pak gian.
"aku merindukan mama, besok
aku akan pulang ke Indonesia."
ucap alvin.
"kenapa begitu mendadak?"
tanya pak gian.
"semenjak bu sonya merusak
handphone ku, aku tidak bisa
berhenti memikirkan mama,
aku sangat menghawatirkan nya."
ucap alvin.
"apa kau akan meninggalkan papa?"
tanya pak gian yang terlihat sedih.
"kalau memungkinkan, aku pasti
akan kembali untuk menemui papa."
ucap alvin.
dari balik pintu bu sonya sedang
menguping pembicaraan antara
alvin dan pak gian. saat alvin
keluar dari ruangan kerja pak gian
bu sonya pun masuk menghampiri
pak gian.
"barusan alvin kesini ya pi?" tanya bu
sonya berbasa basi.
"ya." singkat pak gian.
"apa yang alvin katakan?" tanya bu
sonya yang pura pura tidak tahu.
"besok dia akan pulang ke Indonesia."
ucap pak gian.
"terus papi ijinkan?" tanya nya.
"ya mi." ucap pak gian yang terlihat
sedih.
"kenapa papi mengijinkan nya untuk
pulang ke Indonesia? bagai mana
kalau alvin tidak mau kembali lagi
kesini?" ucap bu sonya menghasut
suami nya. namun pak gian hanya
diam saja. karna merasa diabaikan
bu sonya keluar dari ruang kerja
suaminya dengan sangat marah.
alvin membereskan barang barang
nya di big cover yang akan dia bawa.
dia pun membuka laptop untuk mencari
informasi tentang teman temannya,
namun satu pun dia tidak berhasil menemukan nya.
"akhir akhir ini perasaan ku gak enak."
gumam alvin yang sedang menatap
layar laptop nya.
"kamu terlihat gelisah, apa kau ingin
aku menghibur mu?" ucap bu sonya
seraya merangkul alvin dari belakang.
"bagaimana kau bisa masuk? bahkan
aku sudah mengunci pintu nya."
ucap alvin yang terkejut lalu
menghempaskan kedua tangan bu
sonya agar tidak merangkul nya.
"kau lupa ya? kalau aku adalah
nyonya di rumah ini?" ucap bu sonya
dengan angkuh nya.
karna merasa muak alvin menarik
tangan bu sonya agar keluar dari
kamarnya, namun bu sonya
malah membanting tubuh alvin
ke ranjang, kemudian bu sonya
menindih tubuh alvin dengan
tubuhnya.
"apa yang kau lakukan?" bentak alvin.
"aku mencintaimu." ucap bu sonya
kemudian mencium bibir alvin,
namun alvin malah mendorong tubuhnya
hingga terhempas jatuh kebawah.
"aww..." teriak bu sonya merintih
kesakitan.
__ADS_1
alvin kembali menarik tangan
bu sonya lalu mengusirnya keluar.