AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 13 jangan ganggu


__ADS_3

alvin, erlita dan teman teman nya


telah tiba di kantin. alvin tengah memperhatikan sosok laki laki


yang berada tak jauh dari tempat


duduk nya.


"kenapa bisa wajah nya begitu


mirip dengan ku?" batin alvin.


"siapa laki laki itu? apa ini alasan


kenapa waktu itu, si cewek aneh


begitu agresif terhadap ku?"


batin alviandra yang menatap


heran ke arah alvin.


namun seseorang datang lalu


mengganggu nya.


"hei anak baru, bagi duit dong."


kata doni dan teman teman nya,


yang duduk tepat di hadapan alvin.


sekilas alviandra menoleh ke arah


doni dan teman teman nya.


" hekh, kamu budeg ya?"


doni meninggikan suara nya.


namun alviandra masih santai


menanggapi sikap doni.


karna kesal doni menarik kerah


baju seragam alviandra dan hendak


menonjok wajah nya, namun


dengan segera alviandra menahan


tangan doni lalu memelintirkan


tangan nya. doni berteriak kesakitan.


semua yang ada di kantin melongo


melihat pemandangan yang tak


biasa itu. semua siswi kagum


melihat aksi alviandra.


"kau bisa menindas siapa pun,


tapi tidak dengan ku." ucap


alviandra seraya mendorong doni


hingga dia tersungkur. alviandra


pun bergegas keluar dari kantin.


"brengsek!" maki doni, yang tidak


terima dipermalukan alviandra.


"wah si Doni kalah tuh, berarti


dia lebih jago." kata bimo salah


satu teman Doni.


erlita menatap kepergian alviandra


dengan tatapan yang tidak bisa


di artikan.


"keren juga tuh anak baru."


kata jono.


"guys, menurut kalian mungkin


gak sih kalau anak baru itu ternyata


sodaraan sama alvin." kata rehan.


"mungkin aja, soal nya wajah


mereka tu bener bener mirip"


kata jono.


namun alvin tidak menggubris


pertanyaan teman teman nya itu.


"guys aku ke toilet dulu ya."


erlita pun bergegas menuju toilet.


namun saat berada di perbatasan


antara toilet cewek dan cowok.


langkah nya kaki nya terhenti


saat dia mendengar suara orang


yang lagi ribut. karna penasaran


erlita pun berjalan mendekati


sumber dari suara itu.


"suara nya dari sini (toilet cowok)."


erlita pun mendekatkan telinga


nya ke pintu toilet cowok,


dan berharaf bisa mendengar


percakapan orang di balik pintu itu.


namun tanpa dia sadar,


seseorang telah membuka pintu nya


dan hendak keluar dari toilet itu.


kini telinga erlita berada tepat di dada


bidang nya alviandra.


"ekhmm." alviandra berdehem,


yang sontak membuat erlita


sangat terkejut. seketika wajah


nya pun memerah.


alviandra menatap erlita dengan


tatapan yang begitu dingin.


"mati aku! tatapan nya tajam


banget." batin erlita yang sedikit


terlihat ketakutan.


selang beberapa menit kemudian

__ADS_1


doni keluar dari toilet itu.


" ma maaf, kaya nya aku salah


masuk toilet." erlita yang terlihat


gelagapan. erlita pun hendak pergi


meninggal kan alviandra.


"tunggu! cewek pembalut."


panggil alviandra.


erlita mengernyit kan dahi nya


mendengar kata kata terakhir


alviandra. erlita berbalik arah


menghadap alviandra.


"sorry, tadi kamu panggil aku apa?"


erlita masih bernada santai.


"cewek pembalut." alviandra


mengulangi ucapan nya.


erlita pun tersenyum dengan yang


di buat buat.


"ekh tolong liat ini dong, panggilan


mu itu bikin telinga ku terasa


panas." kata erlita, sambil menunjuk


papan nama nya.


"ngapain kamu nguping?" alviandra


menatap tajam ke arah erlita.


"a, aku gak nguping! tadi kan aku


udah bilang kalau aku salah toilet."


erlita masih saja berbohong.


namun saat erlita hendak pergi,


lagi lagi alviandra menahan nya


dengan mencengkram tangan nya.


"aku paling gak suka kalau ada


orang yang berani mengusik


ketenangan ku." kata alviandra.


"aku gak bermaksud untuk mengusik


mu, aku hanya..." ucapan erlita


menggantung.


"hanya apa?" bentak alviandra


seraya mempererat cengkraman nya.


"awww, lepasin sakit!" erlita


berusaha melepas cengkraman


alviandra.


"lepasin dia!" alvin yang tiba tiba


muncul. alvin merasa kalau erlita


begitu lama, maka nya dia berniat


alviandra pun melepaskan tangan


erlita.


"kenapa kau mengganggu nya?"


tanya alvin pada alviandra.


"bukan aku yang mengganggu


nya, tapi dia yang selalu saja


mengganggu ku." jelas alviandra


yang menatap sinis ke arah erlita.


alviandra pun pergi meninggalkan


alvin dan erlita.


jam istirahat telah usai.


semua murid masuk ke kelas


masing masing. kecuali erlita


yang belum nampak kelihatan


batang hidung nya.


karin menghampiri jono untuk


menanyakan keberadaan erlita.


"jon, erlita mana?" tanya karin.


"mana ku tau, emang nya aku


bapak moyang nya." celetuk jono.


"dasar cumi rebus! orang aku


nanya baik baik juga." gerutu karin.


"nanya tu pada tempat nya neng!


lagian bukan nya biasa nya juga


dia bareng sama kamu!" kata jono.


"percuma juga ya aku nanya sama


kamu." karin yang terlihat kesal.


karin pun menghampiri alviandra


hendak menanyakan erlita pada


nya. namun saat karin berdiri tepat


di hadapan alviandra, alviandra


menoleh ke arah nya dengan


tatapan dingin nya. dan itu


mengurung kan niat nya untuk


menanyakan erlita.


karin pun kembali ke bangku nya.


beberapa menit kemudian erlita


muncul lalu duduk di bangku nya.


"rasa nya gak nyaman banget,


kalau duduk bersebelahan sama


cowok nyebelin ini." batin erlita

__ADS_1


tanpa menoleh ke arah alviandra.


pak didit sudah kembali memasuki


kelas untuk memulai kembali


pelajaran. seperti biasa nya,


di tengah tengah pelajaran jono


mengganggu erlita yang sedang


pokus menulis pelajaran.


"lita, erlita.." panggil Jono berulang


ulang, karna erlita tak kunjung


menoleh ke arah nya.


jono pun mencolek pinggang erlita.


"ikhh jono!" desis erlita, yang


menoleh kearah nya.


"pinjam faber castell nya dong."


kata jono.


"heran ya, kamu tiap nulis kok


salah mulu." gerutu erlita lalu


memberikan faber castell nya


pada jono. jono pun menerima nya.


erlita kembali menulis pelajaran.


namun jono kembali mencolek


pinggang nya.


"apa lagi si jon?" erlita nampak


sedikit kesal dengan jono.


"ni faber Castell nya, makasih ya."


ucap jono.


namun erlita tidak menerima nya,


dia malah memberikan nya.


"ambil aja, biar kamu gak sibuk


gangguin aku!" ketus erlita.


jono pun cengengesan mendengar


ucapan erlita. sementara alviandra


dia terlihat pokus mengerjakan


pelajaran nya.


tak terasa lonceng sekolah pun


berbunyi. semua siswa/siswi


berhamburan keluar kelas.


alviandra bangkit dari tempat


duduk nya. tak di sengaja jono


menabrak alvin yang berdiri tepat


di hadapan nya.


"sorry ndra, aku gak sengaja."


kata jono.


" apa, sorry? maka nya kalau jalan


itu pakai mata." kata alviandra


dengan sinis nya.


"wah, songong nih anak."


karna tidak terima dengan


perkataan alviandra, jono hendak


memukul nya.


namun alviandra menahan nya


dan balik memukul Jono.


erlita dan Karin yang melihat


kejadian itu mencoba untuk


memisah kan kedua nya.


karin menghampiri jono, mencoba


untuk menenangkan nya.


sementara erlita berusaha


menenangkan alviandra.


"sudah cukup! kalian jangan ribut


di kelas, kalau ketahuan guru


kalian bisa di bawa ke ruang BP."


kata erlita menghentikan perkelahian.


"anak baru ini songong banget,


aku harus memberi dia pelajaran."


kata jono seraya hendak menonjok


alviandra. namun dengan segera karin menahan nya.


"ayo, pukul sini kalau berani."


alviandra menantang jono,


erlita berusaha menahan alviandra


agar tidak mendekati jono.


"sudah jon, gak usah kamu ladenin


orang kaya dia." kata karin, karin


pun membawa jono keluar kelas.


tinggal lah erlita dan alviandra


yang berada di kelas itu.


alviandra menatap tajam erlita.


karna erlita belum melepas kan


cengkraman nya, saat melerai


perkelahian alviandra dan jono tadi.


sesaat erlita sadar kalau tangan nya


masih memegangi tangan alviandra.


dia pun menghempas kan nya,


lalu berlari keluar kelas.

__ADS_1


__ADS_2