
alvin, erlita dan teman teman nya
telah tiba di kantin. alvin tengah memperhatikan sosok laki laki
yang berada tak jauh dari tempat
duduk nya.
"kenapa bisa wajah nya begitu
mirip dengan ku?" batin alvin.
"siapa laki laki itu? apa ini alasan
kenapa waktu itu, si cewek aneh
begitu agresif terhadap ku?"
batin alviandra yang menatap
heran ke arah alvin.
namun seseorang datang lalu
mengganggu nya.
"hei anak baru, bagi duit dong."
kata doni dan teman teman nya,
yang duduk tepat di hadapan alvin.
sekilas alviandra menoleh ke arah
doni dan teman teman nya.
" hekh, kamu budeg ya?"
doni meninggikan suara nya.
namun alviandra masih santai
menanggapi sikap doni.
karna kesal doni menarik kerah
baju seragam alviandra dan hendak
menonjok wajah nya, namun
dengan segera alviandra menahan
tangan doni lalu memelintirkan
tangan nya. doni berteriak kesakitan.
semua yang ada di kantin melongo
melihat pemandangan yang tak
biasa itu. semua siswi kagum
melihat aksi alviandra.
"kau bisa menindas siapa pun,
tapi tidak dengan ku." ucap
alviandra seraya mendorong doni
hingga dia tersungkur. alviandra
pun bergegas keluar dari kantin.
"brengsek!" maki doni, yang tidak
terima dipermalukan alviandra.
"wah si Doni kalah tuh, berarti
dia lebih jago." kata bimo salah
satu teman Doni.
erlita menatap kepergian alviandra
dengan tatapan yang tidak bisa
di artikan.
"keren juga tuh anak baru."
kata jono.
"guys, menurut kalian mungkin
gak sih kalau anak baru itu ternyata
sodaraan sama alvin." kata rehan.
"mungkin aja, soal nya wajah
mereka tu bener bener mirip"
kata jono.
namun alvin tidak menggubris
pertanyaan teman teman nya itu.
"guys aku ke toilet dulu ya."
erlita pun bergegas menuju toilet.
namun saat berada di perbatasan
antara toilet cewek dan cowok.
langkah nya kaki nya terhenti
saat dia mendengar suara orang
yang lagi ribut. karna penasaran
erlita pun berjalan mendekati
sumber dari suara itu.
"suara nya dari sini (toilet cowok)."
erlita pun mendekatkan telinga
nya ke pintu toilet cowok,
dan berharaf bisa mendengar
percakapan orang di balik pintu itu.
namun tanpa dia sadar,
seseorang telah membuka pintu nya
dan hendak keluar dari toilet itu.
kini telinga erlita berada tepat di dada
bidang nya alviandra.
"ekhmm." alviandra berdehem,
yang sontak membuat erlita
sangat terkejut. seketika wajah
nya pun memerah.
alviandra menatap erlita dengan
tatapan yang begitu dingin.
"mati aku! tatapan nya tajam
banget." batin erlita yang sedikit
terlihat ketakutan.
selang beberapa menit kemudian
__ADS_1
doni keluar dari toilet itu.
" ma maaf, kaya nya aku salah
masuk toilet." erlita yang terlihat
gelagapan. erlita pun hendak pergi
meninggal kan alviandra.
"tunggu! cewek pembalut."
panggil alviandra.
erlita mengernyit kan dahi nya
mendengar kata kata terakhir
alviandra. erlita berbalik arah
menghadap alviandra.
"sorry, tadi kamu panggil aku apa?"
erlita masih bernada santai.
"cewek pembalut." alviandra
mengulangi ucapan nya.
erlita pun tersenyum dengan yang
di buat buat.
"ekh tolong liat ini dong, panggilan
mu itu bikin telinga ku terasa
panas." kata erlita, sambil menunjuk
papan nama nya.
"ngapain kamu nguping?" alviandra
menatap tajam ke arah erlita.
"a, aku gak nguping! tadi kan aku
udah bilang kalau aku salah toilet."
erlita masih saja berbohong.
namun saat erlita hendak pergi,
lagi lagi alviandra menahan nya
dengan mencengkram tangan nya.
"aku paling gak suka kalau ada
orang yang berani mengusik
ketenangan ku." kata alviandra.
"aku gak bermaksud untuk mengusik
mu, aku hanya..." ucapan erlita
menggantung.
"hanya apa?" bentak alviandra
seraya mempererat cengkraman nya.
"awww, lepasin sakit!" erlita
berusaha melepas cengkraman
alviandra.
"lepasin dia!" alvin yang tiba tiba
muncul. alvin merasa kalau erlita
begitu lama, maka nya dia berniat
alviandra pun melepaskan tangan
erlita.
"kenapa kau mengganggu nya?"
tanya alvin pada alviandra.
"bukan aku yang mengganggu
nya, tapi dia yang selalu saja
mengganggu ku." jelas alviandra
yang menatap sinis ke arah erlita.
alviandra pun pergi meninggalkan
alvin dan erlita.
jam istirahat telah usai.
semua murid masuk ke kelas
masing masing. kecuali erlita
yang belum nampak kelihatan
batang hidung nya.
karin menghampiri jono untuk
menanyakan keberadaan erlita.
"jon, erlita mana?" tanya karin.
"mana ku tau, emang nya aku
bapak moyang nya." celetuk jono.
"dasar cumi rebus! orang aku
nanya baik baik juga." gerutu karin.
"nanya tu pada tempat nya neng!
lagian bukan nya biasa nya juga
dia bareng sama kamu!" kata jono.
"percuma juga ya aku nanya sama
kamu." karin yang terlihat kesal.
karin pun menghampiri alviandra
hendak menanyakan erlita pada
nya. namun saat karin berdiri tepat
di hadapan alviandra, alviandra
menoleh ke arah nya dengan
tatapan dingin nya. dan itu
mengurung kan niat nya untuk
menanyakan erlita.
karin pun kembali ke bangku nya.
beberapa menit kemudian erlita
muncul lalu duduk di bangku nya.
"rasa nya gak nyaman banget,
kalau duduk bersebelahan sama
cowok nyebelin ini." batin erlita
__ADS_1
tanpa menoleh ke arah alviandra.
pak didit sudah kembali memasuki
kelas untuk memulai kembali
pelajaran. seperti biasa nya,
di tengah tengah pelajaran jono
mengganggu erlita yang sedang
pokus menulis pelajaran.
"lita, erlita.." panggil Jono berulang
ulang, karna erlita tak kunjung
menoleh ke arah nya.
jono pun mencolek pinggang erlita.
"ikhh jono!" desis erlita, yang
menoleh kearah nya.
"pinjam faber castell nya dong."
kata jono.
"heran ya, kamu tiap nulis kok
salah mulu." gerutu erlita lalu
memberikan faber castell nya
pada jono. jono pun menerima nya.
erlita kembali menulis pelajaran.
namun jono kembali mencolek
pinggang nya.
"apa lagi si jon?" erlita nampak
sedikit kesal dengan jono.
"ni faber Castell nya, makasih ya."
ucap jono.
namun erlita tidak menerima nya,
dia malah memberikan nya.
"ambil aja, biar kamu gak sibuk
gangguin aku!" ketus erlita.
jono pun cengengesan mendengar
ucapan erlita. sementara alviandra
dia terlihat pokus mengerjakan
pelajaran nya.
tak terasa lonceng sekolah pun
berbunyi. semua siswa/siswi
berhamburan keluar kelas.
alviandra bangkit dari tempat
duduk nya. tak di sengaja jono
menabrak alvin yang berdiri tepat
di hadapan nya.
"sorry ndra, aku gak sengaja."
kata jono.
" apa, sorry? maka nya kalau jalan
itu pakai mata." kata alviandra
dengan sinis nya.
"wah, songong nih anak."
karna tidak terima dengan
perkataan alviandra, jono hendak
memukul nya.
namun alviandra menahan nya
dan balik memukul Jono.
erlita dan Karin yang melihat
kejadian itu mencoba untuk
memisah kan kedua nya.
karin menghampiri jono, mencoba
untuk menenangkan nya.
sementara erlita berusaha
menenangkan alviandra.
"sudah cukup! kalian jangan ribut
di kelas, kalau ketahuan guru
kalian bisa di bawa ke ruang BP."
kata erlita menghentikan perkelahian.
"anak baru ini songong banget,
aku harus memberi dia pelajaran."
kata jono seraya hendak menonjok
alviandra. namun dengan segera karin menahan nya.
"ayo, pukul sini kalau berani."
alviandra menantang jono,
erlita berusaha menahan alviandra
agar tidak mendekati jono.
"sudah jon, gak usah kamu ladenin
orang kaya dia." kata karin, karin
pun membawa jono keluar kelas.
tinggal lah erlita dan alviandra
yang berada di kelas itu.
alviandra menatap tajam erlita.
karna erlita belum melepas kan
cengkraman nya, saat melerai
perkelahian alviandra dan jono tadi.
sesaat erlita sadar kalau tangan nya
masih memegangi tangan alviandra.
dia pun menghempas kan nya,
lalu berlari keluar kelas.
__ADS_1