
teng teng teng teng.
lonceng sekolah telah berbunyi,
seluruh murid berhamburan keluar kelas.
Alvin telah siaga, menunggu di parkiran sekolah, tak lama kemudian
erlita menghampiri nya.
" Vin, kita pulang dulu ya." kata erlita.
" ya udah" alvin mengangguki.
mereka pun masuk mobil.
di perjalanan, mereka pun mengobrol.
" vin, kok kamu udah ganti baju aja,
kapan pulang nya" tanya erlita,
yang heran karna alvin sudah lebih dulu
mengganti seragam nya.
" tadi pagi, aku sengaja membawa
pakaian ganti ke sekolah." jawab Alvin.
" o'ya, kita mau ke mana?" tanya erlita.
" rahasia, nanti juga kamu bakal tau."
kata alvin, lalu tersenyum menoleh
ke arah erlita.
" dasar, ya." erlita pun mencubit hidung
alvin. alvin hanya tersenyum.
Tut Tut Tut.
terdengar suara klakson mobil alvin.
pak Cipto pun membuka
gerbang rumah erlita.
"makasih ya pak." kata alvin.
" sama sama" sahut pak Cipto,
yang tak lain adalah satpam penjaga
rumah erlita.
" masuk yu." ajak erlita.
alvin pun mengekori nya.
setelah di ruang tamu.
" mau minum apa?" tanya erlita.
" apa aja" sahut alvin.
" tunggu sebentar ya." kata erlita,
dia pun bergegas ke dapur.
beberapa menit kemudian,
erlita menghampiri alvin,
dengan dua gelas jus jeruk di tangan nya.
" nih" erlita menyodor kan jus jeruk
ke pada alvin.
" makasih" ucap alvin.
erlita hanya tersenyum, dia pun
meneguk jus jeruk yang ada di tangan
nya sampai setengah nya.
alvin geleng geleng kepala setelah
melihat tingkah laku erlita.
tingkah erlita memang sedikit frontal,
berbeda dengan alvin yang sedikit
jaim dan kalem.
"kata nya mau ganti baju? cepetan gih,
nanti ke sorean." kata alvin.
" ya udah, tunggu bentar ya?"
erlita pun bergegas ke kamar nya.
" yuk jalan." kata erlita, setelah berada
tepat di hadapan alvin.
" tante dita mana? kok gak kelihatan?"
tanya alvin.
" mama pergi arisan, ke rumah teman
nya" jawab erlita.
" kamu udah ijin belum?" tanya alvin.
" tadi aku udah chat mama kok"
jawab nya.
" ya udah yuk" kata alvin.
" tunggu" kata erlita.
" apa lagi?" tanya alvin, yang menghela
napas nya.
" gandeng..." ucap erlita dengan manja
nya. sambil menyodorkan tangan nya
pada alvin.
alvin tersenyum, lalu menggandeng nya.
" dasar manja." celetuk alvin,
sambil mencubit pipi erlita.
__ADS_1
" tapi kamu suka kan?" goda erlita.
alvin hanya tersenyum.
mereka pun memasuki mobil.
*pantai*
"pantai? tumben kamu bawa aku kesini."
kata erlita.
" kenapa, kamu gak suka ya?"
tebak alvin.
" suka, apalagi bareng kamu."
kata erlita. alvin tersenyum tipis.
" mau Poto gak? aku potoin ya."
kata alvin sambil mengambil handpone
yang ada di saku celana nya.
erlita pun berpose.
" ya udah gantian, sekarang giliran kamu."
kata erlita, sembari merebut ponsel di
tangan alvin.
" gak ah." tolak alvin.
" kenapa?" erlita tampak manyun.
namun alvin tidak menjawab pertanyaan
nya, dia pun mengajak erlita untuk makan.
saat sedang makan alvin terlihat iseng, mengambil beberapa gambar erlita
yang lagi makan kue, namun erlita tidak menyadari nya.
"kue nya enak loh, ini kamu cobain."
kata erlita, lalu menyuapi kue pada alvin.
"aa..." alvin menerima suapan erlita.
" manis gak" tanya erlita.
" manis, tapi menurut ku lebih manis
kamu, dari pada kue nya" kata alvin.
seketika, wajah erlita memerah,
kemudian dia tersenyum malu.
" pulang yuk? mama kamu pasti udah nungguin kamu di rumah" kata alvin.
" iya" erlita mengangguk.
*sesampainya di rumah erlita*
" makasih ya vin, oya kamu gak mau
masuk dulu?" tanya nya.
"gak, aku langsung pulang aja! soal nya
udah malam, salam aja buat tante dita
erlita memasuki kamar nya,
lalu merebah kan badan nya
di kasur empuk nya.
"alvin" erlita menyebut nama kekasih nya,
lalu membayang kan wajah alvin, sambil senyum senyum sendiri.
erlita memang tipe orang yang frontal,
manja, dan sedikit galak. namun erlita
orang yang baik, dan dia tipe orang
yang kalau udah cinta dan sayang
sama satu orang, dia tuh pasti
bakalan setia sama satu hati.
keesokan hari nya (disekolah)
"Lita" sapa karin.
Lita pun menghampiri nya.
" ciyee, hape baru ni" goda erlita
yang melihat handpone asing di
tangan karin. karin pun tertawa.
"hehe iya, soal nya kamu tau kan
hape ku yang lama udah jelek,
dan udah gak layak pake"
kata karin yang cengengesan.
"ekh tolong potoin dong?" pinta karin,
sambil memberikan handpone baru
nya pada erlita.
erlita pun memotret teman nya itu
berkali kali.
"ekh udah belum? udah banyak nih,
kasian hape nya, ntar rusak lagi
camera nya" celotehan erlita spontan.
"sialan kamu, sembarangan aja kalau ngomong." maki karin
pada sahabat nya itu.
"hahaha, bercanda kali rin"
erlita menggoda Karin.
"ya udah gantian sini, sekarang kamu
yang aku Poto." kata karin sambil
__ADS_1
merampas handpone nya yang lagi
di pegang erlita.
spontan erlita langsung berpose.
tanpa erlita sadar, kalau alvin sedang memandangi nya dari kejauhan.
"ganti pose dong" kata Karin.
" udah akh, masuk kelas yuk?"
ajak erlita. Karin pun mengikuti erlita
memasuki kelas mereka.
"ekh ratu bucin udah nongol tuh."
celoteh jono pada teman nya.
dia memang senang menggoda erlita.
" apaan sikh mblo" sahut karin.
" mblo? apaan tuh?" tanya jono.
" jomblo" karin meledek jono.
" hahaha" jono mentertawakan nya.
"ngapain kamu ketawa? kamu jomblo
kan?" ledek karin pada jono.
" yailah, masa jomblo teriak jomblo"
jono balik meledek karin.
"hahaha" spontan erlita tertawa.
" ya udah berarti cocok tuh! jomblo
ketemu jomblo, kenapa kalian gak
jadian aja sikh." celotehan erlita.
"jahat banget sikh kamu! ya kali,
masa aku harus jadian sama si kutu
kupret ini, dih mit amit." maki karin.
" woii, siapa juga yang mau jadian
sama cewek alay kaya kamu, ih ogah
banget" kata jono pada karin.
"hati hati kamu jon, kalau kamu sampai
jatuh cinta beneran sama karin
tau rasa loh." kata erlita.
" gak mungkin, dan gak akan pernah."
kata jono yang takabur, sambil
menggeleng geleng kan kepala nya,
dan memanyun kan bibir nya.
"woii,,, macam bagus aja tu bibir
kamu monyong monyongin begitu,
makin jelek tau gak."
maki karin pada jono.
" kenapa gak mungkin, aku aja dulu
sama alvin hanya sebatas teman biasa,
dan gak pernah membayang kan kalau
kita bakal pacaran" jelas erlita.
" ya beda lah lita, kamu jangan sama
kan alvin dengan jono dong, alvin itu kan
orang nya baik, pinter, cakep, dan pasti
nya dia itu orang yang pandai menjaga perasaan orang gak macam jono yang
bicara nya cuman asal jeplak aja."
karin mulai kesal dan tersulut emosi.
" iya sorry, tapi kalian pernah dengar
istilah benci jadi cinta gak?" tanya erlita
pada karin dan jono.
"pernah." jawab Karin dan jono
secara berbarengan.
"cocok tu." kata erlita,
sambil duduk di bangku nya.
karin dan jono pun mencerna ucapan
nya erlita. sesaat kemudian,
jono mengerti maksud dari ucapan nya.
"lita, kamu dengerin aku baik baik ya?
aku gak akan pernah jatuh cinta sama
karin, kecuali..." ucapan jono tergantung, karna karin memotong nya.
"kecuali apa?" kata karin
yang sedikit bernada sewot.
" kecuali kamu pelet aku"
kata jono penuh percaya diri.
" dih, so kegantengan banget sih."
ledek karin.
" hei udah dong, berantem mulu,
gak capek apa?" kata erlita menengahi perdebatan mereka.
seketika Karin dan jono pun
tiba tiba terdiam, sambil memalingkan
__ADS_1
muka satu sama lain