AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 2 pantai


__ADS_3

teng teng teng teng.


lonceng sekolah telah berbunyi,


seluruh murid berhamburan keluar kelas.


Alvin telah siaga, menunggu di parkiran sekolah, tak lama kemudian


erlita menghampiri nya.


" Vin, kita pulang dulu ya." kata erlita.


" ya udah" alvin mengangguki.


mereka pun masuk mobil.


di perjalanan, mereka pun mengobrol.


" vin, kok kamu udah ganti baju aja,


kapan pulang nya" tanya erlita,


yang heran karna alvin sudah lebih dulu


mengganti seragam nya.


" tadi pagi, aku sengaja membawa


pakaian ganti ke sekolah." jawab Alvin.


" o'ya, kita mau ke mana?" tanya erlita.


" rahasia, nanti juga kamu bakal tau."


kata alvin, lalu tersenyum menoleh


ke arah erlita.


" dasar, ya." erlita pun mencubit hidung


alvin. alvin hanya tersenyum.


Tut Tut Tut.


terdengar suara klakson mobil alvin.


pak Cipto pun membuka


gerbang rumah erlita.


"makasih ya pak." kata alvin.


" sama sama" sahut pak Cipto,


yang tak lain adalah satpam penjaga


rumah erlita.


" masuk yu." ajak erlita.


alvin pun mengekori nya.


setelah di ruang tamu.


" mau minum apa?" tanya erlita.


" apa aja" sahut alvin.


" tunggu sebentar ya." kata erlita,


dia pun bergegas ke dapur.


beberapa menit kemudian,


erlita menghampiri alvin,


dengan dua gelas jus jeruk di tangan nya.


" nih" erlita menyodor kan jus jeruk


ke pada alvin.


" makasih" ucap alvin.


erlita hanya tersenyum, dia pun


meneguk jus jeruk yang ada di tangan


nya sampai setengah nya.


alvin geleng geleng kepala setelah


melihat tingkah laku erlita.


tingkah erlita memang sedikit frontal,


berbeda dengan alvin yang sedikit


jaim dan kalem.


"kata nya mau ganti baju? cepetan gih,


nanti ke sorean." kata alvin.


" ya udah, tunggu bentar ya?"


erlita pun bergegas ke kamar nya.


" yuk jalan." kata erlita, setelah berada


tepat di hadapan alvin.


" tante dita mana? kok gak kelihatan?"


tanya alvin.


" mama pergi arisan, ke rumah teman


nya" jawab erlita.


" kamu udah ijin belum?" tanya alvin.


" tadi aku udah chat mama kok"


jawab nya.


" ya udah yuk" kata alvin.


" tunggu" kata erlita.


" apa lagi?" tanya alvin, yang menghela


napas nya.


" gandeng..." ucap erlita dengan manja


nya. sambil menyodorkan tangan nya


pada alvin.


alvin tersenyum, lalu menggandeng nya.


" dasar manja." celetuk alvin,


sambil mencubit pipi erlita.

__ADS_1


" tapi kamu suka kan?" goda erlita.


alvin hanya tersenyum.


mereka pun memasuki mobil.


*pantai*


"pantai? tumben kamu bawa aku kesini."


kata erlita.


" kenapa, kamu gak suka ya?"


tebak alvin.


" suka, apalagi bareng kamu."


kata erlita. alvin tersenyum tipis.


" mau Poto gak? aku potoin ya."


kata alvin sambil mengambil handpone


yang ada di saku celana nya.


erlita pun berpose.


" ya udah gantian, sekarang giliran kamu."


kata erlita, sembari merebut ponsel di


tangan alvin.


" gak ah." tolak alvin.


" kenapa?" erlita tampak manyun.


namun alvin tidak menjawab pertanyaan


nya, dia pun mengajak erlita untuk makan.


saat sedang makan alvin terlihat iseng, mengambil beberapa gambar erlita


yang lagi makan kue, namun erlita tidak menyadari nya.


"kue nya enak loh, ini kamu cobain."


kata erlita, lalu menyuapi kue pada alvin.


"aa..." alvin menerima suapan erlita.


" manis gak" tanya erlita.


" manis, tapi menurut ku lebih manis


kamu, dari pada kue nya" kata alvin.


seketika, wajah erlita memerah,


kemudian dia tersenyum malu.


" pulang yuk? mama kamu pasti udah nungguin kamu di rumah" kata alvin.


" iya" erlita mengangguk.


*sesampainya di rumah erlita*


" makasih ya vin, oya kamu gak mau


masuk dulu?" tanya nya.


"gak, aku langsung pulang aja! soal nya


udah malam, salam aja buat tante dita


erlita memasuki kamar nya,


lalu merebah kan badan nya


di kasur empuk nya.


"alvin" erlita menyebut nama kekasih nya,


lalu membayang kan wajah alvin, sambil senyum senyum sendiri.


erlita memang tipe orang yang frontal,


manja, dan sedikit galak. namun erlita


orang yang baik, dan dia tipe orang


yang kalau udah cinta dan sayang


sama satu orang, dia tuh pasti


bakalan setia sama satu hati.


keesokan hari nya (disekolah)


"Lita" sapa karin.


Lita pun menghampiri nya.


" ciyee, hape baru ni" goda erlita


yang melihat handpone asing di


tangan karin. karin pun tertawa.


"hehe iya, soal nya kamu tau kan


hape ku yang lama udah jelek,


dan udah gak layak pake"


kata karin yang cengengesan.


"ekh tolong potoin dong?" pinta karin,


sambil memberikan handpone baru


nya pada erlita.


erlita pun memotret teman nya itu


berkali kali.


"ekh udah belum? udah banyak nih,


kasian hape nya, ntar rusak lagi


camera nya" celotehan erlita spontan.


"sialan kamu, sembarangan aja kalau ngomong." maki karin


pada sahabat nya itu.


"hahaha, bercanda kali rin"


erlita menggoda Karin.


"ya udah gantian sini, sekarang kamu


yang aku Poto." kata karin sambil

__ADS_1


merampas handpone nya yang lagi


di pegang erlita.


spontan erlita langsung berpose.


tanpa erlita sadar, kalau alvin sedang memandangi nya dari kejauhan.


"ganti pose dong" kata Karin.


" udah akh, masuk kelas yuk?"


ajak erlita. Karin pun mengikuti erlita


memasuki kelas mereka.


"ekh ratu bucin udah nongol tuh."


celoteh jono pada teman nya.


dia memang senang menggoda erlita.


" apaan sikh mblo" sahut karin.


" mblo? apaan tuh?" tanya jono.


" jomblo" karin meledek jono.


" hahaha" jono mentertawakan nya.


"ngapain kamu ketawa? kamu jomblo


kan?" ledek karin pada jono.


" yailah, masa jomblo teriak jomblo"


jono balik meledek karin.


"hahaha" spontan erlita tertawa.


" ya udah berarti cocok tuh! jomblo


ketemu jomblo, kenapa kalian gak


jadian aja sikh." celotehan erlita.


"jahat banget sikh kamu! ya kali,


masa aku harus jadian sama si kutu


kupret ini, dih mit amit." maki karin.


" woii, siapa juga yang mau jadian


sama cewek alay kaya kamu, ih ogah


banget" kata jono pada karin.


"hati hati kamu jon, kalau kamu sampai


jatuh cinta beneran sama karin


tau rasa loh." kata erlita.


" gak mungkin, dan gak akan pernah."


kata jono yang takabur, sambil


menggeleng geleng kan kepala nya,


dan memanyun kan bibir nya.


"woii,,, macam bagus aja tu bibir


kamu monyong monyongin begitu,


makin jelek tau gak."


maki karin pada jono.


" kenapa gak mungkin, aku aja dulu


sama alvin hanya sebatas teman biasa,


dan gak pernah membayang kan kalau


kita bakal pacaran" jelas erlita.


" ya beda lah lita, kamu jangan sama


kan alvin dengan jono dong, alvin itu kan


orang nya baik, pinter, cakep, dan pasti


nya dia itu orang yang pandai menjaga perasaan orang gak macam jono yang


bicara nya cuman asal jeplak aja."


karin mulai kesal dan tersulut emosi.


" iya sorry, tapi kalian pernah dengar


istilah benci jadi cinta gak?" tanya erlita


pada karin dan jono.


"pernah." jawab Karin dan jono


secara berbarengan.


"cocok tu." kata erlita,


sambil duduk di bangku nya.


karin dan jono pun mencerna ucapan


nya erlita. sesaat kemudian,


jono mengerti maksud dari ucapan nya.


"lita, kamu dengerin aku baik baik ya?


aku gak akan pernah jatuh cinta sama


karin, kecuali..." ucapan jono tergantung, karna karin memotong nya.


"kecuali apa?" kata karin


yang sedikit bernada sewot.


" kecuali kamu pelet aku"


kata jono penuh percaya diri.


" dih, so kegantengan banget sih."


ledek karin.


" hei udah dong, berantem mulu,


gak capek apa?" kata erlita menengahi perdebatan mereka.


seketika Karin dan jono pun


tiba tiba terdiam, sambil memalingkan

__ADS_1


muka satu sama lain


__ADS_2