AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 69 gagal lagi


__ADS_3

suara langkah kaki seseorang itu


berhenti di depan pintu ruang


kerja alvin. tak lama kemudian


pintu terbuka.


"anya." ucap alvin.


"pak alvin! bu sonya! emm...


maaf pak saya tidak tahu


kalau bapak belum pulang."


ucap anya yang terkejut.


"kau mau apa kesini? ini kan


sudah malam, kenapa kau masih


keluyuran di kantor, aku curiga!


apa kau ingin mencuri?"


ucap bu sonya menuduhnya.


"ti tidak bu! saya hanya ingin


mencari dompet saya yang


ketinggalan." ucap anya


membela diri.


"ini kesempatan aku untuk


melarikan diri dari bu sonya."


batin alvin.


"jadi dompet yang warna pink


itu punya kamu?" ucap alvin


seraya mengedipkan mata


kanan nya kepada anya.


"dikh pak alvin apaan sikh, kok


genit gitu, pake ngedipin aku segala."


batin anya yang terlihat salah


tingkah, dan belum sadar dengan


maksud alvin.


"dompet mu tidak ada disini!


sudah sana keluar, ganggu aja."


ketus bu sonya.


"ganggu? memang nya mereka


sedang apa?" batin anya pun


bertanya tanya seraya menoleh


ke arah bu sonya dan alvin


secara bergantian.


"anya ikut aku! dompet mu


ada padaku." ucap alvin.


"tunggu vin! kau mau kemana?"


tanya bu sonya seraya memegang


tangan alvin.


anya tampak terkejut melihat


sikap bu sonya kepada alvin.


namun dia berusaha menepis


prasangka yang ada di kepalanya.


"aku harus mengembalikan dompet


yang tadi aku temui kepada pemilik


nya." ucap alvin tengah berbohong.


"tunggu sebentar! memang nya


dompet mu yang hilang itu warna


apa?" tanya bu sonya seraya


menoleh kearah anya.


"sebenarnya dompet yang sedang


aku cari warna hitam!" batin anya.


"kenapa diam? apa kau memang


sedang berpura pura? ku rasa ada


dua kemungkinan kenapa malam


ini kau bisa ada disini! pertama,


kau ingin mencuri dokumen penting


di perusahaan ini! dan kedua, kau


tahu kan kalau malam ini alvin


kerja lembur maka nya kau kesini


untuk merayu nya." ucap bu sonya


panjang lebar.


"tidak bu! mana berani saya


melakukan kedua nya! dompet


saya benar benar hilang!"


ucap anya melakukan pembelaan.


"kalau begitu cari saja kalau


memang ada! kalau tidak, cepat


pergi dari sini." bentak bu sonya.


"seperti nya saya tidak perlu


mencari nya! karna tadi pak


alvin kan sudah bilang, kalau


pak alvin telah menemukan nya."


jawab anya berbohong.

__ADS_1


"baguslah anya mengerti maksudku."


batin alvin.


"tadi bapak bilang kalau dompet


saya ada pada bapak kan? bisa


tolong kembalikan? soalnya saya


harus segera pulang." ucap anya


tengah memainkan sandiwara nya.


"ya sudah! ikut aku." ucap alvin.


anya pun mengekori nya dari


belakang.


alvin dan anya memasuki lift


menuju lantai paling bawah.


anya memandangi wajah alvin


yang tampak sedikit pucat.


"apa bapak sakit?" tanya anya


memberanikan diri.


"tidak!" jawab alvin.


"wajah bapak tampak pucat, apa


bapak ingin pergi ke dokter?


kalau mau saya bisa mengantar


bapak." anya menawarkan diri.


"tidak perlu! itu hanya akan


mempermalukan diri saya


sendiri." ucap alvin.


"maksud bapak?" tanya nya.


"sudah lupakan saja! inti nya


terima kasih karna malam ini


kau telah menyelamatkan ku."


ucap alvin.


"pak, apa saya boleh bertanya?"


ucap anya dengan berhati hati.


"apa?" tanya alvin.


"apa dompet berwarna pink itu


hanya alasan bapak untuk


melarikan diri dari bu sonya?"


tanya nya.


"ya." singkat alvin.


"sebenarnya apa yang bu sonya


lakukan malam malam begini


di kantor bapak?" tanya nya lagi.


akan ku potong gaji mu bulan ini."


tegas alvin mengancam nya.


"ma maaf pak! saya tidak akan


bertanya lagi." ucap anya yang


sedikit gelagapan.


tak lama kemudian ponsel


alvin berdering, alvin melihat


nama pemanggil di layar ponselnya.


ternyata telpon dari bu sonya


alvin pun mengabaikan nya.


"sikap bu sonya ke pak alvin


kok aneh banget ya? tapi bodo


amat akh, bukan urusan ku juga."


batin anya seraya enggan


memalingkan pandangan nya


terhadap alvin.


anya mengamati wajah tampan


atasannya secara seksama, dan


seketika pandangan nya terkunci


di leher alvin yang merah seperti


seseorang yang sedang habis


bercinta, serta kerah baju yang


tampak seperti warna lipstik.


"oh tidak!" karna refleks spontan


anya mengeluarkan suara nya


sehingga membuat alvin terkejut.


"kenapa?" tanya alvin.


"emm... tidak apa apa pak."


anya mengelak nya.


"mampus dekh, pikiran ku


sekarang melayang layang


di udara! apa mungkin tadi


pak alvin dan bu sonya sedang..."


batin anya.


alvin keluar dari lift dan melihat


anya masih terbengong di dalamnya.


"apa kau tidak ingin pulang?


oya, soal dompet mu yang hilang

__ADS_1


besok aku akan membantu mu


mencari nya! sekarang kau pulang


dan beristirahat lah di rumah."


ucap alvin sebelum pergi


meninggalkan anya.


***************************


makin lama perut erlita semakin


membesar, sehingga beberapa


pakaian kesayangan nya mulai


tidak muat lagi di badan nya.


erlita tampak kecewa dengan


perubahan bentuk tubuhnya,


sementara alviandra tampa


sepengetahuan erlita sedang


tampak serius memperhatikan nya.


"pantas saja alvin enggan untuk


menyentuh ku, aku sadar diri


dengan perubahan ku sekarang."


batin erlita.


"vin, apa besok kamu bisa


mengantar aku untuk pergi ke mall?


tanya erlita.


"untuk apa?" tanya nya.


"kamu lihat deh, beberapa pakaian


dalam ku sudah tidak bisa ku pakai


lagi, dan beberapa baju kesayangan


ku juga sudah tidak muat." ucap erlita.


"baiklah, besok aku akan mengantar


mu." ucap alviandra.


erlita menghampiri alviandra


yang sedang menyenderkan


tubuh nya di ranjang seraya


memainkan ponsel nya.


"vin, coba deh kamu elus perut


ku?" ucap erlita seraya mengarahkan


tangan alviandra agar menyentuh


perutnya.


"gimana? apa kamu bisa ngerasain


sesuatu?" tanya erlita.


"ya! aku merasakan nya."


ucap alviandra seraya tersenyum.


"kamu dengar gak, apa yang calon


bayi kita katakan?" tanya erlita.


"tidak! memang nya apa yang dia


katakan?" alviandra balik bertanya.


"calon bayi kita ingin mendengar


kamu menyanyikan lagu untuk ku."


ucap erlita.


"tapi aku tidak bisa bernyanyi."


ucap alviandra.


"jangan berbohong! aku tau


kalau suara mu itu bagus."


ucap erlita.


"aku tidak bisa menyanyikan mu."


tolak alviandra.


"ayolah vin, aku ingin sekali kamu


menyanyikan ku lagu tentang rindu,


aku suka banget sama lagu itu."


pinta erlita.


akhirnya mau tidak mau terpaksa


alviandra mau menyanyikan lagu


itu.


"suara nya kok beda ya? apa ini


hanya perasaan ku saja! bahkan


lirik nya kok jadi ngaco gitu ya?


apa alvin lupa sama lirik lagu nya?"


batin erlita bertanya tanya saat


ada kejanggalan.


karna malam sudah semakin larut,


alviandra meminta erlita untuk


segera tidur. setelah erlita terlelap


alviandra memandangi wajah


cantiknya lalu kemudian mencium


kening nya.


"hingga sampai detik ini, aku belum


bisa mengetahui bagai mana kabar


alvin! apakah dia akan kembali atau


tidak?" batin alviandra.

__ADS_1


__ADS_2