
tiga puluh menit kemudian alviandra
sudah berada di arena balap, berkumpul
bersama teman teman nya.
dia mencari keberadaan doni, di
sekeliling tempat itu, namun tidak dapat
menemukan nya.
"doni mana?" tanya alviandra.
"gak tau! belum ke sini kaya nya."
jawab sam datar, laki laki berparas
tampan dan berkulit putih itu.
"jadi gimana nih? apa kita mulai aja
balapan nya meski tanpa doni."
tanya veri pada alviandra.
"kita tetap balapan! mana kunci
motor ku?" kata alviandra, seraya
mengenakan jaket nya.
sejumlah orang datang menghampiri
alviandra, dan teman teman nya.
"jadi, kali ini apa taruhan nya? aku ingin
sesuatu yang berbeda dari sebelum nya."
ucap laki laki itu.
alviandra tersenyum mendengar
ucapan laki laki itu.
"tidak usah berbasa basi! apa yang
kau ingin kan?" jawab alviandra.
laki laki itu pun mendekati mobil sport
berwarna merah milik alviandra.
lalu mengusap usap mobil itu.
"apa kau berani mempertaruh kan
mobil kesayangan mu ini, jika aku
yang menang?" laki laki itu tersenyum
licik menatap tajam alviandra.
"heukkh! mobil itu harga nya miliaran!
lalu apa yang akan aku dapat kan jika
aku yang memenangi balapan ini?
motor butut mu itu? heukhh bahkan
harga diri mu saja tidak akan cukup
untuk membeli mobil sport ku ini."
desis alviandra, yang seakan menghina
laki laki itu habis habisan.
"kurang ajar!" teriak laki laki itu,
hendak memukul alviandra, namun
teman teman nya menghalangi nya.
"jangan pernah coba coba untuk
menyentuh ku, karna aku tidak akan
segan segan untuk mematah kan kedua tangan mu itu." gertak alviandra, kepada
laki laki itu.
"sudah, mending kalian pergi dari
sini." salah satu dari mereka mengusir
alviandra dan teman teman nya dari
tempat itu.
"apa hak mu mengusir kami?"
tanya alviandra dengan lantang nya.
"ini adalah daerah kekuasaan elang!
dan mereka semua adalah anak buah
nya." kata veri menjelas kan.
"elang..." alviandra pun berpikir sejenak.
tentu saja alviandra belum mengetahui
siapa itu elang, karna alviandra orang
baru di kota itu.
"kau mau mobil ku? kalau begitu
pertemukan aku dengan bos mu!
dan aku akan memberikan sebuah
tawaran yang menarik untuk nya."
kata alviandra, yang tersenyum licik.
"baik, aku akan mempertemukan mu
dengan bos besar! tapi tidak sekarang,
__ADS_1
karna dia sedang pergi keluar kota."
ucap laki laki itu.
"okey." alviandra pun membetul kan
kerah baju yang laki laki itu kenakan,
lalu menepuk dada nya dua kali,
kemudian pergi bersama teman
teman nya.
"cuiikhhh, dasar bocah ingusan!
sombong sekali anak itu." gerutu
salah satu dari mereka, seraya menatap
kepergian alviandra dengan penuh
amarah. mereka memang terlihat
sudah lebih dewasa dari alviandra.
"big bos secepat nya harus mengetahui
tentang anak itu." kata salah seorang
dari mereka. big bos adalah panggilan
elang, bagi mereka.
*di kediaman wijaya*
mama dita dan papa kevin baru tiba
di rumah nya. waktu sudah menunjukan
pukul 21:03.
"erlita sudah tidur bi?" tanya mama dita,
kepada bi imah.
"maaf nyonya, saya kurang tau!
nanti biar saya cek ke kamar nya."
kata bi imah.
"tidak usah bi! oya, apa lita sudah makan
malam?" tanya mama dita lagi.
"belum nyonya, tadi bibi sudah
memanggil non erlita berulang kali untuk
makan malam, tapi non erlita bilang nya
belum lapar nyonya." jelas bi imah.
"ya sudah, makasih ya bi." kata mama
dita, dia pun menaiki anak tangga lalu
menuju ke arah kamar erlita.
suara seseorang sedang mengetuk pintu.
"masuk aja, gak di kunci." seru erlita.
mama nya pun membuka pintu kamar itu,
lalu duduk di tepi ranjang.
"anak mama rajin benar jam segini
masih belajar." kata mama dita, memuji
anak semata wayang nya itu.
"iya ma, tadi aku lupa! ada mata pelajaran
yang belum aku selesai kan, karna
lonceng sekolah keburu bunyi."
sahut erlita. seketika erlita teringat
akan surat yang harus orang tua nya
tanda tangani, sebagai bentuk ijin untuk
acara camping besok lusa.
"oya, mama dan papa tanda tangani ini
ya, soal nya pihak sekolah mengadakan
acara camping." kata erlita, seraya
menyodor kan selembar kertas pada
mama nya. mama nya pun menerima nya.
lalu membaca isi surat itu.
"memang nya harus banget ya, semua
murid ikut ke acara camping tersebut?"
tanya mama penuh ke khawatiran.
"pihak sekolah sikh tidak memaksa
semua murid untuk ikut! tapi ini penting
buat hasil nilai ku nanti nya."
jelas erlita.
sejenak mama dita pun terdiam.
"mama mau kan tanda tangani surat ini?"
erlita nampak antusias.
"ya sudah, tapi kamu harus janji sama
mama, kalau kamu akan menjaga diri
__ADS_1
mu baik baik." kata mama dita.
erlita pun memeluk mama nya, sebagai
ucapan terima kasih, karna sudah mengijinkan nya untuk pergi camping.
"iya, mama tenang aja, aku pasti bisa
menjaga diri baik baik! mama gak usah khawatir, aku kan udah sering camping,
dan ini bukan yang pertama kali nya."
kata erlita. mama nya pun menanda
tangani surat itu.
"kamu kenapa belum makan?" tanya
mama dita penuh perhatian.
"aku gak lapar mah." jawab erlita.
"yah sudah kamu cepatan tidur, udah
malam, besok nanti kesiangan sekolah
nya." ucap mama dita.
"iya ma." erlita pun membaring kan
tubuh nya di ranjang, yang di selimuti
oleh mama nya, mama dita pun
mengecup kening erlita, lalu keluar
dari kamar nya.
walau pun erlita sudah remaja, tapi
bagi mama nya, erlita masih bayi mungil
kesayangan nya. terlebih erlita adalah
anak satu satu nya dari keluarga itu.
*club malam*
doni tampak meneguk beberapa
minuman keras di tangan nya, hingga
dia mabuk. bicara nya ngelantur ke
mana mana. datang lah alviandra
bersama sam, veri, diki dan juga bimo.
"sudah ku duga, tu anak pasti nongkrong
di sini." desis veri pada teman teman nya.
mereka pun menghampiri doni, yang
lagi duduk sendirian dengan beberapa
botol minuman di hadapan nya.
"senang senang kok gak ngajak ngajak
kita si!" veri menggoda doni.
"ngapain kalian di sini? aku lagi ingin
sendiri." kata doni, lalu meneguk kembali
minuman yang dia pegangi.
"pasti masalah cewek nih!" desus sam.
"doni, doni! maka nya kalau pacaran
itu gak usah terlalu baper dan pake hati."
kata diki.
"iya betul tuh kata diki! kamu contoh
tu si sam, dia kalau pacaran tidak pernah
menggunakan hati, maka nya cabang
pacar nya tu berserakan di mana mana."
jelas veri sedikit meledek sam.
"sialan! ngapain pake bawa bawa nama
ku segala." gerutu sam, yang tidak terima
mendengar celotehan veri.
"kalau kalian datang hanya untuk
mentertawa kan ku, mending kalian
pergi." desis doni meninggi kan suara nya.
"aku akan mengantar kan mu pulang."
kata alviandra pada doni.
"gak usah! aku bawa mobil sendiri."
kata doni yang berjalan sempoyongan.
"aku khawatir sama tu anak! rumah
nya jauh gak? dari sini." kata alviandra.
"dekat, lima belas menitan juga nyampe."
sahut diki.
"ya sudah, diki kamu ikutin dia."
suruh alviandra.
"biar aku saja! soal nya rumah ku satu
arah dengan nya." kata bimo.
bimo pun pamit duluan, sambil
__ADS_1
tos pada teman teman nya sebelum
pergi.