AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 28 arena balap.


__ADS_3

tiga puluh menit kemudian alviandra


sudah berada di arena balap, berkumpul


bersama teman teman nya.


dia mencari keberadaan doni, di


sekeliling tempat itu, namun tidak dapat


menemukan nya.


"doni mana?" tanya alviandra.


"gak tau! belum ke sini kaya nya."


jawab sam datar, laki laki berparas


tampan dan berkulit putih itu.


"jadi gimana nih? apa kita mulai aja


balapan nya meski tanpa doni."


tanya veri pada alviandra.


"kita tetap balapan! mana kunci


motor ku?" kata alviandra, seraya


mengenakan jaket nya.


sejumlah orang datang menghampiri


alviandra, dan teman teman nya.


"jadi, kali ini apa taruhan nya? aku ingin


sesuatu yang berbeda dari sebelum nya."


ucap laki laki itu.


alviandra tersenyum mendengar


ucapan laki laki itu.


"tidak usah berbasa basi! apa yang


kau ingin kan?" jawab alviandra.


laki laki itu pun mendekati mobil sport


berwarna merah milik alviandra.


lalu mengusap usap mobil itu.


"apa kau berani mempertaruh kan


mobil kesayangan mu ini, jika aku


yang menang?" laki laki itu tersenyum


licik menatap tajam alviandra.


"heukkh! mobil itu harga nya miliaran!


lalu apa yang akan aku dapat kan jika


aku yang memenangi balapan ini?


motor butut mu itu? heukhh bahkan


harga diri mu saja tidak akan cukup


untuk membeli mobil sport ku ini."


desis alviandra, yang seakan menghina


laki laki itu habis habisan.


"kurang ajar!" teriak laki laki itu,


hendak memukul alviandra, namun


teman teman nya menghalangi nya.


"jangan pernah coba coba untuk


menyentuh ku, karna aku tidak akan


segan segan untuk mematah kan kedua tangan mu itu." gertak alviandra, kepada


laki laki itu.


"sudah, mending kalian pergi dari


sini." salah satu dari mereka mengusir


alviandra dan teman teman nya dari


tempat itu.


"apa hak mu mengusir kami?"


tanya alviandra dengan lantang nya.


"ini adalah daerah kekuasaan elang!


dan mereka semua adalah anak buah


nya." kata veri menjelas kan.


"elang..." alviandra pun berpikir sejenak.


tentu saja alviandra belum mengetahui


siapa itu elang, karna alviandra orang


baru di kota itu.


"kau mau mobil ku? kalau begitu


pertemukan aku dengan bos mu!


dan aku akan memberikan sebuah


tawaran yang menarik untuk nya."


kata alviandra, yang tersenyum licik.


"baik, aku akan mempertemukan mu


dengan bos besar! tapi tidak sekarang,

__ADS_1


karna dia sedang pergi keluar kota."


ucap laki laki itu.


"okey." alviandra pun membetul kan


kerah baju yang laki laki itu kenakan,


lalu menepuk dada nya dua kali,


kemudian pergi bersama teman


teman nya.


"cuiikhhh, dasar bocah ingusan!


sombong sekali anak itu." gerutu


salah satu dari mereka, seraya menatap


kepergian alviandra dengan penuh


amarah. mereka memang terlihat


sudah lebih dewasa dari alviandra.


"big bos secepat nya harus mengetahui


tentang anak itu." kata salah seorang


dari mereka. big bos adalah panggilan


elang, bagi mereka.


*di kediaman wijaya*


mama dita dan papa kevin baru tiba


di rumah nya. waktu sudah menunjukan


pukul 21:03.


"erlita sudah tidur bi?" tanya mama dita,


kepada bi imah.


"maaf nyonya, saya kurang tau!


nanti biar saya cek ke kamar nya."


kata bi imah.


"tidak usah bi! oya, apa lita sudah makan


malam?" tanya mama dita lagi.


"belum nyonya, tadi bibi sudah


memanggil non erlita berulang kali untuk


makan malam, tapi non erlita bilang nya


belum lapar nyonya." jelas bi imah.


"ya sudah, makasih ya bi." kata mama


dita, dia pun menaiki anak tangga lalu


menuju ke arah kamar erlita.


suara seseorang sedang mengetuk pintu.


"masuk aja, gak di kunci." seru erlita.


mama nya pun membuka pintu kamar itu,


lalu duduk di tepi ranjang.


"anak mama rajin benar jam segini


masih belajar." kata mama dita, memuji


anak semata wayang nya itu.


"iya ma, tadi aku lupa! ada mata pelajaran


yang belum aku selesai kan, karna


lonceng sekolah keburu bunyi."


sahut erlita. seketika erlita teringat


akan surat yang harus orang tua nya


tanda tangani, sebagai bentuk ijin untuk


acara camping besok lusa.


"oya, mama dan papa tanda tangani ini


ya, soal nya pihak sekolah mengadakan


acara camping." kata erlita, seraya


menyodor kan selembar kertas pada


mama nya. mama nya pun menerima nya.


lalu membaca isi surat itu.


"memang nya harus banget ya, semua


murid ikut ke acara camping tersebut?"


tanya mama penuh ke khawatiran.


"pihak sekolah sikh tidak memaksa


semua murid untuk ikut! tapi ini penting


buat hasil nilai ku nanti nya."


jelas erlita.


sejenak mama dita pun terdiam.


"mama mau kan tanda tangani surat ini?"


erlita nampak antusias.


"ya sudah, tapi kamu harus janji sama


mama, kalau kamu akan menjaga diri

__ADS_1


mu baik baik." kata mama dita.


erlita pun memeluk mama nya, sebagai


ucapan terima kasih, karna sudah mengijinkan nya untuk pergi camping.


"iya, mama tenang aja, aku pasti bisa


menjaga diri baik baik! mama gak usah khawatir, aku kan udah sering camping,


dan ini bukan yang pertama kali nya."


kata erlita. mama nya pun menanda


tangani surat itu.


"kamu kenapa belum makan?" tanya


mama dita penuh perhatian.


"aku gak lapar mah." jawab erlita.


"yah sudah kamu cepatan tidur, udah


malam, besok nanti kesiangan sekolah


nya." ucap mama dita.


"iya ma." erlita pun membaring kan


tubuh nya di ranjang, yang di selimuti


oleh mama nya, mama dita pun


mengecup kening erlita, lalu keluar


dari kamar nya.


walau pun erlita sudah remaja, tapi


bagi mama nya, erlita masih bayi mungil


kesayangan nya. terlebih erlita adalah


anak satu satu nya dari keluarga itu.


*club malam*


doni tampak meneguk beberapa


minuman keras di tangan nya, hingga


dia mabuk. bicara nya ngelantur ke


mana mana. datang lah alviandra


bersama sam, veri, diki dan juga bimo.


"sudah ku duga, tu anak pasti nongkrong


di sini." desis veri pada teman teman nya.


mereka pun menghampiri doni, yang


lagi duduk sendirian dengan beberapa


botol minuman di hadapan nya.


"senang senang kok gak ngajak ngajak


kita si!" veri menggoda doni.


"ngapain kalian di sini? aku lagi ingin


sendiri." kata doni, lalu meneguk kembali


minuman yang dia pegangi.


"pasti masalah cewek nih!" desus sam.


"doni, doni! maka nya kalau pacaran


itu gak usah terlalu baper dan pake hati."


kata diki.


"iya betul tuh kata diki! kamu contoh


tu si sam, dia kalau pacaran tidak pernah


menggunakan hati, maka nya cabang


pacar nya tu berserakan di mana mana."


jelas veri sedikit meledek sam.


"sialan! ngapain pake bawa bawa nama


ku segala." gerutu sam, yang tidak terima


mendengar celotehan veri.


"kalau kalian datang hanya untuk


mentertawa kan ku, mending kalian


pergi." desis doni meninggi kan suara nya.


"aku akan mengantar kan mu pulang."


kata alviandra pada doni.


"gak usah! aku bawa mobil sendiri."


kata doni yang berjalan sempoyongan.


"aku khawatir sama tu anak! rumah


nya jauh gak? dari sini." kata alviandra.


"dekat, lima belas menitan juga nyampe."


sahut diki.


"ya sudah, diki kamu ikutin dia."


suruh alviandra.


"biar aku saja! soal nya rumah ku satu


arah dengan nya." kata bimo.


bimo pun pamit duluan, sambil

__ADS_1


tos pada teman teman nya sebelum


pergi.


__ADS_2