
alviandra memasuki kamarnya
dan tampak erlita sedang merapikan
pakaiannya. alviandra memandangi
erlita dengan sorot mata yang tidak
dapat diartikan.
"di depan mobil siapa?" tanya alviandra.
"emm... itu, itu tadi orang yang ikut
parkir." jawab erlita yang gelagapan.
alviandra menatap wajah erlita
dengan penuh curiga, pasal nya
dia tau kalau erlita sedang membohongi
dirinya, namun karna tidak ingin
memperpanjang masalah alviandra
pun berpura pura mempercayai nya.
alviandra mengintip dari jendela
kamarnya, namun ternyata mobil
itu sudah lenyap dari pandangan
matanya.
alviandra duduk di tepi ranjang
di samping erlita, namun erlita
beranjak dari kamar seakan
menghindari nya.
"mau kemana?" tanya alviandra.
"aku haus." ucap erlita tengah
berbohong. dia pun pergi ke dapur
lalu duduk di meja makan.
begitu banyak beban pikiran yang
erlita sembunyikan dari kedua orang
tua nya, bahkan dia belum berani
untuk memberi tahukan kepada
mereka kalau dia sedang mengandung.
dalam kesunyian erlita kembali
meneteskan air mata nya.
keesokan paginya.
tanpa disadari erlita semalam
tertidur di meja makan, dia pun
segera kekamar mandi untuk
membersihkan badan. setelah
itu pergi ke dapur untuk menyiapkan
sarapan.
erlita dan alviandra makan
bersama tanpa sedikitpun
ada yang bersuara, namun
alviandra terlihat sesekali
menoleh dan menatap kearah
erlita, alviandra tau kalau
erlita semalam habis menangis.
setelah selesai makan erlita
membereskan semua piring
kotor yang ada di meja dan
hendak mencuci nya, namun
alviandra melarang nya.
"nanti saja, ayo berangkat sekarang
kalau tidak aku akan telat."
pinta alviandra.
erlita hanya menganggukkan
kepalanya tanpa bersuara.
seperti biasa alviandra hanya
mengantar erlita sampai di
parkiran kampus, erlita langsung
masuk. sementara alviandra
masih terdiam di situ seperti
sedang menunggu seseorang.
dan tak lama kemudian sebuah
mobil berhenti tepat di samping nya.
alviandra menoleh ke plat nomer
mobil tersebut, dan keluarlah
sang pemilik mobil itu.
"sudah ku duga!" desis alviandra
seraya menatap sinis kepada johan.
"sedang apa kau di sini?" tanya johan.
"apa yang semalam kau lakukan
di rumah ku? kau tahu kan kalau
erlita sekarang sudah menikah,
kenapa kau masih saja mengganggu
nya?" alviandra pun balik bertanya.
"oya aku lupa, kalau laki laki
pecundang yang ada dihadapan
__ADS_1
aku ini adalah suami erlita! kau
terlihat sangat bangga dengan
status baru mu ini, tapi apa kau
yakin kalau erlita bahagia setelah
dia menikah dengan mu?" ucap johan.
sontak saja alviandra langsung
memukul wajah johan hingga
dia tersungkur ke tanah.
"brengsek! kau pikir kau itu siapa?
bisa seenaknya mengomentari
kehidupan pribadi ku." ucap alviandra
yang terlihat sangat marah.
mereka kemudian berkelahi.
dan datang beberapa teman
diantara mereka untuk melerai.
"johan cukup!" ucap reza temannya.
"dasar pecundang! berani sekali
kau memukul ku." teriak johan.
"sudah cukup! atau kau akan
mendapat masalah." ucap reza
dia pun membawa johan pergi.
"vin, kamu tidak apa apa?"
tanya rehan saat menghampiri nya.
"aku baik baik saja." jawab alviandra.
"sebenarnya apa yang terjadi?
kenapa kalian berkelahi?" tanya rehan.
"sorry han, aku harus segera pergi."
ucap alviandra yang sedang
menyalakan mesin motor nya
lalu pergi begitu saja.
"makin lama sikap alvin semakin
berubah." batin rehan yang tengah
memandangi kepergian alviandra.
karna kesal johan melampiaskan
kemarahan nya kepada sebuah
pohon yang ada di hadapannya.
dia terus memukul pohon itu
hingga tangan nya memar dan
sedikit berdarah.
"harus nya tadi ku bikin mampus
aja tuh anak." gerutu johan.
perhitungan sama dia." lanjut nya.
"johan kau mau kemana?" tanya reza
saat melihat johan hendak pergi.
"cari alvin." sahut johan.
"apa kau tidak tahu kalau alvin
sudah berhenti kuliah?" tanya reza.
johan membalikan badan nya
kearah reza.
"apa? alvin sudah berhenti kuliah?
dari mana kau tahu?" tanya johan.
"tadi aku tidak sengaja mendengar
percakapan erlita dan salsa." jawabnya.
"kabar yang baik! thanks ya."
ucap johan seraya menepuk pundak
sahabatnya itu, lalu pergi begitu saja.
...
"rehan..." terdengar suara wanita
memanggil nya, rehan pun menoleh.
"ada apa lit?" tanya rehan.
"apa benar tadi alvin dan johan
berkelahi?" tanya erlita.
"ya." jawab rehan singkat.
"apa alvin baik baik saja?"
tanya erlita yang tampak cemas.
"dia baik baik saja." ucap rehan.
"suami mu sudah datang untuk
menjemput mu, pergilah!"
sambung rehan.
"ya sudah, aku duluan ya." ucap erlita.
dia menghampiri alviandra lalu
menaiki motornya.
sesampainya di rumah erlita
dan alviandra tidak ada yang
bersuara. hingga saat malam
hari erlita memberanikan diri
untuk bertanya perihal perkelahian
yang di lakukan oleh suaminya.
__ADS_1
"kenapa kamu berkelahi? emm...
maksud ku kenapa kamu memukul
johan terlebih dahulu?" tanya erlita
dengan sangat hati hati.
"menurut mu kenapa tiba tiba
aku menyerang johan? kau pasti
sudah tahu jawabannya."
ucap alviandra dengan ketus.
"apa maksud mu? jujur aku tidak
mengerti." erlita pun mengingat
kejadian semalam saat johan
mendatangi rumahnya.
"apa alvin tahu? kalau semalam
johan datang kesini." batin erlita
pun bertanya.
"kau memang pandai bersandiwara."
desis alviandra, dia pun masuk kamar.
erlita mengambil es batu yang
ada di kulkas lalu menggulungnya
dengan sapu tangan, lalu
menghampiri suaminya.
"vin, bibir mu terluka! sini biar
aku obati." ucap erlita seraya
memegangi bibir alviandra lalu
meniupinya dengan penuh perhatian.
seketika sikap erlita membuat
amarah alviandra sedikit melunak.
alviandra menatap wajah erlita
dengan seksama.
"kau memang sangat cantik!
laki laki manapun pasti akan
tergoda melihat kecantikan mu ini."
batin alviandra seraya terus
memandangi wajah erlita.
"apa kamu lapar? aku akan
membuatkan mu makanan."
ucap erlita yang membuyarkan
lamunan alviandra.
"tidak perlu! kali ini kita makan
di luar." ucap alviandra.
erlita hanya mengangguk.
tibalah mereka disebuah
restoran cepat saji.d
erlita terlihat makan dengan
lahapnya, sementara alviandra
malah asyik memandangi nya.
tiba tiba sekelompok orang
menghampiri nya.
bruuuakkkk....
orang itu tiba tiba menendang
meja alviandra dan erlita.
dia pun menyeret alviandra
dari restoran itu lalu mengeroyok
alviandra.
"cukup, hentikan! siapa kalian?"
teriak erlita. namun tidak ada
yang memperdulikan nya.
alviandra berusaha melawan
namun Karna bukan perkelahian
yang seimbang, akhirnya dia
tersungkur jatuh ke tanah.
sementara orang orang yang
ada di sekitar restoran hanya
melihat saja, tanpa ada yang
berani membantu alviandra.
saat orang itu hendak ingin
memukul alviandra dengan kayu,
dengan cepat erlita menghalangi nya
hingga punggung nya yang terkena
pukulan laki laki itu.
"aaaakhhhh..." erlita menahan kesakitan
dia pun akhirnya pingsan.
setelah melihat erlita pingsan
sekelompok laki laki itu pun
melarikan diri.
"ayo tolong dia." kata salah
seorang dari mereka yang sempat
menonton perkelahian alviandra.
__ADS_1
alviandra membawa erlita
kerumah sakit terdekat.