AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 62 prasangka


__ADS_3

alviandra memasuki kamarnya


dan tampak erlita sedang merapikan


pakaiannya. alviandra memandangi


erlita dengan sorot mata yang tidak


dapat diartikan.


"di depan mobil siapa?" tanya alviandra.


"emm... itu, itu tadi orang yang ikut


parkir." jawab erlita yang gelagapan.


alviandra menatap wajah erlita


dengan penuh curiga, pasal nya


dia tau kalau erlita sedang membohongi


dirinya, namun karna tidak ingin


memperpanjang masalah alviandra


pun berpura pura mempercayai nya.


alviandra mengintip dari jendela


kamarnya, namun ternyata mobil


itu sudah lenyap dari pandangan


matanya.


alviandra duduk di tepi ranjang


di samping erlita, namun erlita


beranjak dari kamar seakan


menghindari nya.


"mau kemana?" tanya alviandra.


"aku haus." ucap erlita tengah


berbohong. dia pun pergi ke dapur


lalu duduk di meja makan.


begitu banyak beban pikiran yang


erlita sembunyikan dari kedua orang


tua nya, bahkan dia belum berani


untuk memberi tahukan kepada


mereka kalau dia sedang mengandung.


dalam kesunyian erlita kembali


meneteskan air mata nya.


keesokan paginya.


tanpa disadari erlita semalam


tertidur di meja makan, dia pun


segera kekamar mandi untuk


membersihkan badan. setelah


itu pergi ke dapur untuk menyiapkan


sarapan.


erlita dan alviandra makan


bersama tanpa sedikitpun


ada yang bersuara, namun


alviandra terlihat sesekali


menoleh dan menatap kearah


erlita, alviandra tau kalau


erlita semalam habis menangis.


setelah selesai makan erlita


membereskan semua piring


kotor yang ada di meja dan


hendak mencuci nya, namun


alviandra melarang nya.


"nanti saja, ayo berangkat sekarang


kalau tidak aku akan telat."


pinta alviandra.


erlita hanya menganggukkan


kepalanya tanpa bersuara.


seperti biasa alviandra hanya


mengantar erlita sampai di


parkiran kampus, erlita langsung


masuk. sementara alviandra


masih terdiam di situ seperti


sedang menunggu seseorang.


dan tak lama kemudian sebuah


mobil berhenti tepat di samping nya.


alviandra menoleh ke plat nomer


mobil tersebut, dan keluarlah


sang pemilik mobil itu.


"sudah ku duga!" desis alviandra


seraya menatap sinis kepada johan.


"sedang apa kau di sini?" tanya johan.


"apa yang semalam kau lakukan


di rumah ku? kau tahu kan kalau


erlita sekarang sudah menikah,


kenapa kau masih saja mengganggu


nya?" alviandra pun balik bertanya.


"oya aku lupa, kalau laki laki


pecundang yang ada dihadapan

__ADS_1


aku ini adalah suami erlita! kau


terlihat sangat bangga dengan


status baru mu ini, tapi apa kau


yakin kalau erlita bahagia setelah


dia menikah dengan mu?" ucap johan.


sontak saja alviandra langsung


memukul wajah johan hingga


dia tersungkur ke tanah.


"brengsek! kau pikir kau itu siapa?


bisa seenaknya mengomentari


kehidupan pribadi ku." ucap alviandra


yang terlihat sangat marah.


mereka kemudian berkelahi.


dan datang beberapa teman


diantara mereka untuk melerai.


"johan cukup!" ucap reza temannya.


"dasar pecundang! berani sekali


kau memukul ku." teriak johan.


"sudah cukup! atau kau akan


mendapat masalah." ucap reza


dia pun membawa johan pergi.


"vin, kamu tidak apa apa?"


tanya rehan saat menghampiri nya.


"aku baik baik saja." jawab alviandra.


"sebenarnya apa yang terjadi?


kenapa kalian berkelahi?" tanya rehan.


"sorry han, aku harus segera pergi."


ucap alviandra yang sedang


menyalakan mesin motor nya


lalu pergi begitu saja.


"makin lama sikap alvin semakin


berubah." batin rehan yang tengah


memandangi kepergian alviandra.


karna kesal johan melampiaskan


kemarahan nya kepada sebuah


pohon yang ada di hadapannya.


dia terus memukul pohon itu


hingga tangan nya memar dan


sedikit berdarah.


"harus nya tadi ku bikin mampus


aja tuh anak." gerutu johan.


perhitungan sama dia." lanjut nya.


"johan kau mau kemana?" tanya reza


saat melihat johan hendak pergi.


"cari alvin." sahut johan.


"apa kau tidak tahu kalau alvin


sudah berhenti kuliah?" tanya reza.


johan membalikan badan nya


kearah reza.


"apa? alvin sudah berhenti kuliah?


dari mana kau tahu?" tanya johan.


"tadi aku tidak sengaja mendengar


percakapan erlita dan salsa." jawabnya.


"kabar yang baik! thanks ya."


ucap johan seraya menepuk pundak


sahabatnya itu, lalu pergi begitu saja.


...


"rehan..." terdengar suara wanita


memanggil nya, rehan pun menoleh.


"ada apa lit?" tanya rehan.


"apa benar tadi alvin dan johan


berkelahi?" tanya erlita.


"ya." jawab rehan singkat.


"apa alvin baik baik saja?"


tanya erlita yang tampak cemas.


"dia baik baik saja." ucap rehan.


"suami mu sudah datang untuk


menjemput mu, pergilah!"


sambung rehan.


"ya sudah, aku duluan ya." ucap erlita.


dia menghampiri alviandra lalu


menaiki motornya.


sesampainya di rumah erlita


dan alviandra tidak ada yang


bersuara. hingga saat malam


hari erlita memberanikan diri


untuk bertanya perihal perkelahian


yang di lakukan oleh suaminya.

__ADS_1


"kenapa kamu berkelahi? emm...


maksud ku kenapa kamu memukul


johan terlebih dahulu?" tanya erlita


dengan sangat hati hati.


"menurut mu kenapa tiba tiba


aku menyerang johan? kau pasti


sudah tahu jawabannya."


ucap alviandra dengan ketus.


"apa maksud mu? jujur aku tidak


mengerti." erlita pun mengingat


kejadian semalam saat johan


mendatangi rumahnya.


"apa alvin tahu? kalau semalam


johan datang kesini." batin erlita


pun bertanya.


"kau memang pandai bersandiwara."


desis alviandra, dia pun masuk kamar.


erlita mengambil es batu yang


ada di kulkas lalu menggulungnya


dengan sapu tangan, lalu


menghampiri suaminya.


"vin, bibir mu terluka! sini biar


aku obati." ucap erlita seraya


memegangi bibir alviandra lalu


meniupinya dengan penuh perhatian.


seketika sikap erlita membuat


amarah alviandra sedikit melunak.


alviandra menatap wajah erlita


dengan seksama.


"kau memang sangat cantik!


laki laki manapun pasti akan


tergoda melihat kecantikan mu ini."


batin alviandra seraya terus


memandangi wajah erlita.


"apa kamu lapar? aku akan


membuatkan mu makanan."


ucap erlita yang membuyarkan


lamunan alviandra.


"tidak perlu! kali ini kita makan


di luar." ucap alviandra.


erlita hanya mengangguk.


tibalah mereka disebuah


restoran cepat saji.d


erlita terlihat makan dengan


lahapnya, sementara alviandra


malah asyik memandangi nya.


tiba tiba sekelompok orang


menghampiri nya.


bruuuakkkk....


orang itu tiba tiba menendang


meja alviandra dan erlita.


dia pun menyeret alviandra


dari restoran itu lalu mengeroyok


alviandra.


"cukup, hentikan! siapa kalian?"


teriak erlita. namun tidak ada


yang memperdulikan nya.


alviandra berusaha melawan


namun Karna bukan perkelahian


yang seimbang, akhirnya dia


tersungkur jatuh ke tanah.


sementara orang orang yang


ada di sekitar restoran hanya


melihat saja, tanpa ada yang


berani membantu alviandra.


saat orang itu hendak ingin


memukul alviandra dengan kayu,


dengan cepat erlita menghalangi nya


hingga punggung nya yang terkena


pukulan laki laki itu.


"aaaakhhhh..." erlita menahan kesakitan


dia pun akhirnya pingsan.


setelah melihat erlita pingsan


sekelompok laki laki itu pun


melarikan diri.


"ayo tolong dia." kata salah


seorang dari mereka yang sempat


menonton perkelahian alviandra.

__ADS_1


alviandra membawa erlita


kerumah sakit terdekat.


__ADS_2