
semua orang pun bersuka ria
ketika alviandra berhasil memenang
kan balapan tersebut, beberapa
wanita terlihat agresif mendekati
alviandra. dan alangkah terkejut nya
saat alvin mengetahui kalau wanita
itu adalah santi. orang yang dulu
suka mengejar ngejar nya.
"alviandra." alvin mendekati nya.
semua orang di tempat itu menatap
sinis kepada alvin.
"apa yang kau laku kan di tempat ini?"
tanya alvin.
"tanpa ku jawab pun, kau mungkin
sudah tahu, kenapa aku
berada di sini." decah alviandra,
sambil membagi bagi kan uang hasil
ke menangan nya pada beberapa
orang yang berada di tempat itu.
"sekarang, kau ikut aku pulang."
kata alvin datar, seraya bergegas
pergi, namun alviandra menghentikan
langkah kaki nya.
"kenapa aku harus mengikuti perintah
mu?" kata alviandra, sedikit meninggi
kan nada bicara nya. alvin menoleh
kembali pada alviandra dengan tatapan
yang tidak bisa di artikan.
"kau baru seminggu tinggal di sini,
aku harap kau tidak berbuat ulah."
tegas alvin pada adik nya, yang hanya
berbeda tiga puluh menit itu.
"kau tidak perlu repot repot
mengganggu ke hidupan ku! sana,
kau urus saja pacar mu yang tengil itu."
ucapan alviandra membuat orang yang
berada di arena balapan
mentertawakan nya.
buugghhhh....
seketika satu hantaman mendarat
di wajah alviandra, hingga bibir nya
berdarah. alviandra mengusap darah
segar yang ada di mulut nya.
"jangan pernah kau berani menghina
erlita di hadapan ku." bentak alvin.
bimo dan teman teman nya pun maju,
dan berniat untuk menghajar alvin.
dengan segera alviandra menghalangi
nya.
"ini urusan ku." kata alviandra,
seraya menahan bimo.
"sekarang mending kau pergi."
ucap datar alviandra.
dengan raut wajah yang kesal, alvin
pun pergi dari tempat itu.
santi memandangi kepergian alvin.
"kamu benar san, alvin itu kaya nya
memang udah sayang banget sama
erlita." desus yola.
"betul tu, alviandra aja di pukul
sampai berdarah gitu, padahal
alviandra kan sodara nya sendiri."
desus dewi juga.
"apa hebat nya sikh si lita, alvin
sampai tergila gila gitu pada nya."
kata santi.
"erlita itu kan cantik." dewi keceplosan,
yang membuat santi jadi ilfil kepada nya.
"dewi..." desus yola.
"tau akh, aku bete." santi pun pergi dari
tempat itu yang di ekori oleh kedua
__ADS_1
teman nya.
sore berganti malam.
alvin terlihat gelisah di kamar nya.
sesekali dia mengecek layar ponsel
nya yang sudah menunjukan pukul
tujuh malam.
"harus nya sekarang aku jalan sama
erlita, tapi gara gara tadi sore aku
bertengkar dengan nya, pasti sekarang
dia masih marah sama aku." batin alvin.
alvin pun mencoba menghubungi erlita
berkali kali, namun tak kunjung
mendapat kan jawaban.
karna tak kunjung mendapat kan
jawaban, alvin pun mengirim kan
sebuah chat/pesan.
๐จlita, aku minta maaf soal ke jadian
tadi sore, kamu mau kan maaf'in aku?๐จ
isi pesan dari alvin.
ber jam jam alvin menunggu jawaban,
namun erlita tidak kunjung membalas
nya.
" kok di read doang? kaya nya erlita
beneran marah." batin alvin.
alvin pun mengambil jaket kulit nya,
lalu berjalan menuruni anak tangga.
"kebetulan sekali vin, baru aja mama
mau panggilin kamu untuk makan
malam." kata bu indri.
"maaf ma, tapi aku harus pergi."
tolak alvin secara halus.
bu indri pun pun tersenyum.
dia mengerti kalau malam ini
adalah malam minggu.
meski pun alvin belum pernah
mengenal kan erlita pada mama nya,
sudah memiliki kekasih.
"ya sudah, kamu hati hati ya, jangan
pulang larut malam." kata bu indri.
"iya ma." alvin pun mencium tangan
mama nya, sebelum pergi.
"alviandra kemana ya? dari tadi siang
aku sama sekali belum melihat nya."
batin bu indri.
yang kebetulan hari ini lagi meluangkan
waktu senggang nya, agar bisa
mengawasi anak anak nya. namun
ternyata anak anak nya malah pada
sibuk di luar'an.
setengah jam kemudian alvin
telah berada di rumah erlita.
namun alvin kecewa, karna ternyata
erlita tidak berada di rumah nya.
alvin pun mengirim pesan pada karin
untuk mengetahui keberadaan erlita,
karna mama dita barusan bilang kalau
erlita pergi bersama karin.
alvin pun menyalami mama dita,
untuk berpamitan.
di cafe.
"lita, kamu gak lagi berantem kan
sama alvin?" tanya karin.
"kenapa emang?." ucap erlita datar.
"tumben aja, alvin nge chat aku,
terus nanyain kamu." jawab karin.
"memang biasa nya kalau nge chat kamu
nanyain siapa? santi." celoteh erlita,
kemudian tertawa.
"lita, aku serius." decah karin.
"iya iya, baper'an amat si." kata erlita,
lalu meminum oranye jus yang
__ADS_1
sudah di pesan nya.
"iya apa? kamu berantem kan sama
alvin." karin meyakin kan.
"iya! terus kamu balas apa?"
tanya erlita.
"ya aku bilang aja, kalau kita lagi di cafe."
jelas karin dengan polos nya.
beberapa menit kemudian alvin
berdiri tepat di hadapan erlita.
erlita memandang alvin dengan
tatapan jutek nya.
"apa aku boleh gabung?" tanya alvin.
"duduk aja vin." sahut karin.
alvin pun duduk di kursi yang berhadap
hadapan dengan erlita.
"kaya nya ada hal penting yang ingin
kalian bahas, aku pindah tempat duduk
aja kali ya." karin hendak beranjak dari
kursi nya, namun erlita menahan nya
dengan memegang tangan nya.
"gak usah rin, kamu duduk di sini aja."
ucap erlita datar.
alvin memandangi raut wajah erlita
yang nampak terlihat masih kesal
terhadap nya. alvin pun menggoda
erlita, dengan cara mengambil
minuman erlita kemudian meminum
nya. namun erlita masih bersikap
dingin terhadap nya.
karin memandangi kedua nya secara
bergantian, dia pun memberikan ruang
untuk alvin dan erlita agar bisa bicara
berdua.
"lita, aku ke toilet dulu ya." kata karin
beranjak dari tempat duduk nya.
erlita kembali memegangi tangan nya,
"bentar doang lita, udah di ujung ni!
kalau aku ke bablasan di sini, memang
kamu mau tanggung jawab."
kata karin berbohong.
"isssh jorok banget sikh, ya udah sana."
desis erlita, yang terlihat sedikit kesal
terhadap karin sahabat nya itu.
sebelum pergi karin memberikan
isyarat dengan tangan nya kepada
alvin.
"๐." karin.
Alvin pun mulai paham, kalau karin
sedang membohongi erlita, agar diri
nya mempunyai ruang untuk bicara
dari hati ke hati dengan erlita.
"kenapa chat aku gak di balas?"
tanya alvin.
"paket data ku udah abis." ketus
erlita, tanpa menoleh ke arah alvin.
alvin tau, kalau erlita sedang berbohong.
alvin pun mengikuti alur nya.
alvin mengambil ponsel dari kantong
celana nya, dia pun terlihat mengirim
pesan pada seseorang.
tak lama kemudian ponsel erlita
bergetar, pertanda ada pesan yang
masuk. erlita membuka isi pesan itu.
"hakh?" erlita tampak kaget, lalu
menatap ke arah alvin.
alvin telah mengisi saldo nomor
ponsel erlita.
alvin tersenyum kepada erlita.
"sekarang tidak ada alasan lagi buat
kamu, untuk gak balas chat dari ku."
kata alvin.
__ADS_1