AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
22 siapa yang ego?


__ADS_3

semua orang pun bersuka ria


ketika alviandra berhasil memenang


kan balapan tersebut, beberapa


wanita terlihat agresif mendekati


alviandra. dan alangkah terkejut nya


saat alvin mengetahui kalau wanita


itu adalah santi. orang yang dulu


suka mengejar ngejar nya.


"alviandra." alvin mendekati nya.


semua orang di tempat itu menatap


sinis kepada alvin.


"apa yang kau laku kan di tempat ini?"


tanya alvin.


"tanpa ku jawab pun, kau mungkin


sudah tahu, kenapa aku


berada di sini." decah alviandra,


sambil membagi bagi kan uang hasil


ke menangan nya pada beberapa


orang yang berada di tempat itu.


"sekarang, kau ikut aku pulang."


kata alvin datar, seraya bergegas


pergi, namun alviandra menghentikan


langkah kaki nya.


"kenapa aku harus mengikuti perintah


mu?" kata alviandra, sedikit meninggi


kan nada bicara nya. alvin menoleh


kembali pada alviandra dengan tatapan


yang tidak bisa di artikan.


"kau baru seminggu tinggal di sini,


aku harap kau tidak berbuat ulah."


tegas alvin pada adik nya, yang hanya


berbeda tiga puluh menit itu.


"kau tidak perlu repot repot


mengganggu ke hidupan ku! sana,


kau urus saja pacar mu yang tengil itu."


ucapan alviandra membuat orang yang


berada di arena balapan


mentertawakan nya.


buugghhhh....


seketika satu hantaman mendarat


di wajah alviandra, hingga bibir nya


berdarah. alviandra mengusap darah


segar yang ada di mulut nya.


"jangan pernah kau berani menghina


erlita di hadapan ku." bentak alvin.


bimo dan teman teman nya pun maju,


dan berniat untuk menghajar alvin.


dengan segera alviandra menghalangi


nya.


"ini urusan ku." kata alviandra,


seraya menahan bimo.


"sekarang mending kau pergi."


ucap datar alviandra.


dengan raut wajah yang kesal, alvin


pun pergi dari tempat itu.


santi memandangi kepergian alvin.


"kamu benar san, alvin itu kaya nya


memang udah sayang banget sama


erlita." desus yola.


"betul tu, alviandra aja di pukul


sampai berdarah gitu, padahal


alviandra kan sodara nya sendiri."


desus dewi juga.


"apa hebat nya sikh si lita, alvin


sampai tergila gila gitu pada nya."


kata santi.


"erlita itu kan cantik." dewi keceplosan,


yang membuat santi jadi ilfil kepada nya.


"dewi..." desus yola.


"tau akh, aku bete." santi pun pergi dari


tempat itu yang di ekori oleh kedua

__ADS_1


teman nya.


sore berganti malam.


alvin terlihat gelisah di kamar nya.


sesekali dia mengecek layar ponsel


nya yang sudah menunjukan pukul


tujuh malam.


"harus nya sekarang aku jalan sama


erlita, tapi gara gara tadi sore aku


bertengkar dengan nya, pasti sekarang


dia masih marah sama aku." batin alvin.


alvin pun mencoba menghubungi erlita


berkali kali, namun tak kunjung


mendapat kan jawaban.


karna tak kunjung mendapat kan


jawaban, alvin pun mengirim kan


sebuah chat/pesan.


๐Ÿ“จlita, aku minta maaf soal ke jadian


tadi sore, kamu mau kan maaf'in aku?๐Ÿ“จ


isi pesan dari alvin.


ber jam jam alvin menunggu jawaban,


namun erlita tidak kunjung membalas


nya.


" kok di read doang? kaya nya erlita


beneran marah." batin alvin.


alvin pun mengambil jaket kulit nya,


lalu berjalan menuruni anak tangga.


"kebetulan sekali vin, baru aja mama


mau panggilin kamu untuk makan


malam." kata bu indri.


"maaf ma, tapi aku harus pergi."


tolak alvin secara halus.


bu indri pun pun tersenyum.


dia mengerti kalau malam ini


adalah malam minggu.


meski pun alvin belum pernah


mengenal kan erlita pada mama nya,


sudah memiliki kekasih.


"ya sudah, kamu hati hati ya, jangan


pulang larut malam." kata bu indri.


"iya ma." alvin pun mencium tangan


mama nya, sebelum pergi.


"alviandra kemana ya? dari tadi siang


aku sama sekali belum melihat nya."


batin bu indri.


yang kebetulan hari ini lagi meluangkan


waktu senggang nya, agar bisa


mengawasi anak anak nya. namun


ternyata anak anak nya malah pada


sibuk di luar'an.


setengah jam kemudian alvin


telah berada di rumah erlita.


namun alvin kecewa, karna ternyata


erlita tidak berada di rumah nya.


alvin pun mengirim pesan pada karin


untuk mengetahui keberadaan erlita,


karna mama dita barusan bilang kalau


erlita pergi bersama karin.


alvin pun menyalami mama dita,


untuk berpamitan.


di cafe.


"lita, kamu gak lagi berantem kan


sama alvin?" tanya karin.


"kenapa emang?." ucap erlita datar.


"tumben aja, alvin nge chat aku,


terus nanyain kamu." jawab karin.


"memang biasa nya kalau nge chat kamu


nanyain siapa? santi." celoteh erlita,


kemudian tertawa.


"lita, aku serius." decah karin.


"iya iya, baper'an amat si." kata erlita,


lalu meminum oranye jus yang

__ADS_1


sudah di pesan nya.


"iya apa? kamu berantem kan sama


alvin." karin meyakin kan.


"iya! terus kamu balas apa?"


tanya erlita.


"ya aku bilang aja, kalau kita lagi di cafe."


jelas karin dengan polos nya.


beberapa menit kemudian alvin


berdiri tepat di hadapan erlita.


erlita memandang alvin dengan


tatapan jutek nya.


"apa aku boleh gabung?" tanya alvin.


"duduk aja vin." sahut karin.


alvin pun duduk di kursi yang berhadap


hadapan dengan erlita.


"kaya nya ada hal penting yang ingin


kalian bahas, aku pindah tempat duduk


aja kali ya." karin hendak beranjak dari


kursi nya, namun erlita menahan nya


dengan memegang tangan nya.


"gak usah rin, kamu duduk di sini aja."


ucap erlita datar.


alvin memandangi raut wajah erlita


yang nampak terlihat masih kesal


terhadap nya. alvin pun menggoda


erlita, dengan cara mengambil


minuman erlita kemudian meminum


nya. namun erlita masih bersikap


dingin terhadap nya.


karin memandangi kedua nya secara


bergantian, dia pun memberikan ruang


untuk alvin dan erlita agar bisa bicara


berdua.


"lita, aku ke toilet dulu ya." kata karin


beranjak dari tempat duduk nya.


erlita kembali memegangi tangan nya,


"bentar doang lita, udah di ujung ni!


kalau aku ke bablasan di sini, memang


kamu mau tanggung jawab."


kata karin berbohong.


"isssh jorok banget sikh, ya udah sana."


desis erlita, yang terlihat sedikit kesal


terhadap karin sahabat nya itu.


sebelum pergi karin memberikan


isyarat dengan tangan nya kepada


alvin.


"๐Ÿ‘Œ." karin.


Alvin pun mulai paham, kalau karin


sedang membohongi erlita, agar diri


nya mempunyai ruang untuk bicara


dari hati ke hati dengan erlita.


"kenapa chat aku gak di balas?"


tanya alvin.


"paket data ku udah abis." ketus


erlita, tanpa menoleh ke arah alvin.


alvin tau, kalau erlita sedang berbohong.


alvin pun mengikuti alur nya.


alvin mengambil ponsel dari kantong


celana nya, dia pun terlihat mengirim


pesan pada seseorang.


tak lama kemudian ponsel erlita


bergetar, pertanda ada pesan yang


masuk. erlita membuka isi pesan itu.


"hakh?" erlita tampak kaget, lalu


menatap ke arah alvin.


alvin telah mengisi saldo nomor


ponsel erlita.


alvin tersenyum kepada erlita.


"sekarang tidak ada alasan lagi buat


kamu, untuk gak balas chat dari ku."


kata alvin.

__ADS_1


__ADS_2