
*di sekolah*
seperti biasa sebelum masuk kelas
semua siswa/siswi sarapan di
kantin atau hanya sekedar membeli
cemilan dan minuman.
erlita tengah duduk bersama karin
sahabat nya.
"alvin udah kesini belum ya?
dari tadi aku belum melihat nya."
erlita menekuk wajah nya yang
cemberut.
tak lama kemudian alviandra datang
lalu duduk tepat di hadapan erlita.
erlita dan karin pun saling pandang.
walau pun alvin dan alviandra kembar.
tapi sikap dan karakter nya sangat lah
berbeda. alvin mempunyai sikap yang
ramah tamah, berbeda 180 derajat
dengan sikap alviandra yang begitu
cuek dan dingin. namun alviandra
tidak akan segan segan memukul
jika ada orang yang berani mengusik
nya.
"hai kak alvin." sapa santi.
santi belum tau kalau ada anak
baru yang wajah nya mirip/kembar
dengan alvin.
karna kemarin santi ijin sakit,
dan tidak masuk sekolah.
sekilas alviandra menatap tajam
ke arah santi.
"mampus kamu san, pasti kamu
kira cowok ngeselin di depan kita
itu alvin." batin karin.
"dia bukan alvin." bisik lisa
di telinga santi.
"iya san, ayo mending kita duduk
di sana aja yuk?" ajak monika
menunjuk ke kursi yang ada di
pojokan kantin.
"kalian pada ngomong apa sikh?"
santi yang terlihat kebingungan.
"maka nya ayo ikut kita, nanti
kita jelasin." sahut monika seraya
menarik tangan santi. namun
bukan nya menuruti perkataan
teman teman nya, santi malah
melepas pegangan monika.
"kalian duluan aja, nanti aku nyusul."
kata santi.
santi pun duduk di sebelah alviandra
yang lagi asyik memain kan ponsel
nya. santi menatap alviandra dengan
seksama.
"sikap alvin kenapa aneh banget ya?"
batin santi pun mulai bertanya.
santi menoleh ke arah erlita dan
karin yang beranjak dari tempat
duduk nya, tanpa bertegur sapa
dengan alviandra yang menurut
santi adalah alvin.
"kak alvin dengar aku kan?"
tanya santi.
"kamu salah orang, pergi sana!
jangan mengganggu ku."
ucap alviandra datar.
mendengar ucapan alviandra
santi pun pergi menghampiri
teman teman nya.
"si alvin kok aneh banget."
gerutu santi pada teman teman nya.
__ADS_1
santi itu emang terlihat cari muka
di hadapan kakak kakak kelas nya.
terutama alvin, walau berulang kali
di abaikan alvin. santi tetap berusaha
untuk mendapat kan simpati nya.
"san, dia bukan alvin."
kata lisa meyakin kan.
monika pun menceritakan
sosok alviandra pada santi.
"pantesan aja sikap nya agak aneh,
tapi kok bisa ya wajah nya begitu
mirip dengan alvin, apa mereka
sodara kembar?" kata santi.
"bisa jadi." ucap lisa dan monika
berbarengan. mereka pun
menundukan pandangan nya
karna alviandra berjalan melewati
mereka bertiga.
di kelas karin duduk bersama erlita.
mereka bersenda gurau menggoda
jono yang lagi sibuk chatingan
bersama pacar dunia maya nya.
"Jon kok kamu mau mau nya
pacaran di dunia maya? gimana
kalau cewek itu ternyata udah
menikah, bisa bisa kamu habis
di gampar sama laki nya."
erlita menggoda jono.
"masih mending punya laki,
gimana kalau itu cewek ternyata
udah nenek nenek bau tanah hahaha."
goda karin tertawa puas.
"sembarangan aja kalian ngomong!
lihat dong, poto nya aja cantik begini."
desis jono, seraya memperlihat kan
poto pacar dunia maya nya itu.
erlita dan karin mengamati poto itu.
yakin kalau poto ini adalah poto
asli pacar dunia maya mu?"
erlita mempropokasi jono.
"yakin lah!" jono antusias.
"hmmm, kenapa kamu gak cari
pacar yang nyata aja sikh jon,
maksud ku cewek yang ada di
sekolahan kita ini kan banyak!
kenapa harus pacaran sama
cewe sosmed." kata erlita.
"cewek yang ada di sekolahan
kita ini emang banyak, tapi kamu
juga harus tau kalau cewek yang
udah nolak jono juga banyak
hahaha." celetuk karin sambil
tertawa lepas.
karna kesal dengan celotehan karin,
jono menyumpal mulut karin dengan
kertas yang sudah dia kepal kepalkan.
seketika karin langsung me muntah
kan nya.
"hahaha rasain, banyak bacot sikh!"
jono tersenyum puas.
"jonooo..." karin mencakar wajah
jono karna geram dengan ulah nya.
"uhuk uhuk." alviandra berpura pura
batuk. jono menatap tajam alviandra,
dia seperti nya masih menaruh
dendam karna alviandra kemarin
telah memukul nya. karna takut
karin bergegas ke bangku belakang
yang sekarang sudah menjadi
tempat duduk nya.
"jangan pernah menatap ku seperti
__ADS_1
itu, atau kau akan menyesal."
alviandra terlihat menggertak jono.
"kamu pikir aku takut? kalau kamu
punya nyali, pulang sekolah aku
tunggu di gudang belakang."
bukan nya takut dengan gertakan
alviandra, jono malah sengaja
menantang nya.
"apaan sikh jon?" desis erlita
saat mendengar tantangan jono.
"aku hanya ingin memberi pelajaran
sama cowok songong ini, kalau aku
masih punya harga diri dan dia tidak
bisa memperlakukan ku se enak nya."
kata jono seraya menunjuk ke arah
wajah alviandra.
alviandra tersenyum getir melihat
tingkah jono.
pak didit melangkah kan kaki nya
masuk ke dalam kelas. kini semua
murid terdiam tanpa ada yang bicara.
pak didit memulai pelajaran.
beberapa jam kemudian bel istirahat
berbunyi. alvin datang menghampiri
erlita.
"ke kantin yuk?" ajak alvin yang
tersenyum tipis menatap erlita.
erlita membalas senyuman nya,
kemudian mengangguk.
"aku di ajak kan?" tanya jono.
"gak di ajak juga, biasa nya suka
ngikut sendiri" celoteh alvin pada jono.
"hehehe." jono cengengesan.
"alviandra kita duluan." ucap alvin
pada sodara kembar nya.
alviandra hanya mengangguk kan
kepalanya.
sesampai nya di kantin.
"kamu udah akrab sama anak baru
itu?" tanya erlita.
"belum." jawab alvin singkat.
"terus kenapa tadi kamu sapa
anak songong itu?" ketus jono.
"jangan bicara seperti itu, aku tidak
suka kamu menjelek jelek kan nya."
sahut alvin datar.
"kenapa kamu membela nya?"
jono meninggi kan nada bicara nya.
"ternyata perkiraan kalian benar
soal alviandra, dia memang benar
sodara kembar ku." jelas alvin.
kini erlita dan jono saling menatap.
"terus sekarang kamu tinggal
dengan nya?" tanya erlita.
"tentu saja." kata alvin seraya
mengacak ngacak rambut erlita.
"alviiiin..." rengek erlita.
alvin tersenyum melihat tingkah
erlita yang terlihat menggemas kan.
sementara jono terdiam, entah
apa yang dia pikir kan.
jono pun ijin untuk pergi ke toilet.
"kak alvin, aku boleh ikut gabung
bareng kalian gak?" santi yang
selalu berusaha untuk mencuri
perhatian alvin dari erlita.
"duduk saja, lagian aku juga mau
pergi kok." ketus alvin, seraya
meraih tangan erlita kemudian
menggandeng nya keluar kantin.
"vin, kita mau kemana?" tanya erlita
__ADS_1
yang heran melihat sikap alvin.
namun alvin tak kunjung memberikan jawaban.