AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 15 sodara ku


__ADS_3

*di sekolah*


seperti biasa sebelum masuk kelas


semua siswa/siswi sarapan di


kantin atau hanya sekedar membeli


cemilan dan minuman.


erlita tengah duduk bersama karin


sahabat nya.


"alvin udah kesini belum ya?


dari tadi aku belum melihat nya."


erlita menekuk wajah nya yang


cemberut.


tak lama kemudian alviandra datang


lalu duduk tepat di hadapan erlita.


erlita dan karin pun saling pandang.


walau pun alvin dan alviandra kembar.


tapi sikap dan karakter nya sangat lah


berbeda. alvin mempunyai sikap yang


ramah tamah, berbeda 180 derajat


dengan sikap alviandra yang begitu


cuek dan dingin. namun alviandra


tidak akan segan segan memukul


jika ada orang yang berani mengusik


nya.


"hai kak alvin." sapa santi.


santi belum tau kalau ada anak


baru yang wajah nya mirip/kembar


dengan alvin.


karna kemarin santi ijin sakit,


dan tidak masuk sekolah.


sekilas alviandra menatap tajam


ke arah santi.


"mampus kamu san, pasti kamu


kira cowok ngeselin di depan kita


itu alvin." batin karin.


"dia bukan alvin." bisik lisa


di telinga santi.


"iya san, ayo mending kita duduk


di sana aja yuk?" ajak monika


menunjuk ke kursi yang ada di


pojokan kantin.


"kalian pada ngomong apa sikh?"


santi yang terlihat kebingungan.


"maka nya ayo ikut kita, nanti


kita jelasin." sahut monika seraya


menarik tangan santi. namun


bukan nya menuruti perkataan


teman teman nya, santi malah


melepas pegangan monika.


"kalian duluan aja, nanti aku nyusul."


kata santi.


santi pun duduk di sebelah alviandra


yang lagi asyik memain kan ponsel


nya. santi menatap alviandra dengan


seksama.


"sikap alvin kenapa aneh banget ya?"


batin santi pun mulai bertanya.


santi menoleh ke arah erlita dan


karin yang beranjak dari tempat


duduk nya, tanpa bertegur sapa


dengan alviandra yang menurut


santi adalah alvin.


"kak alvin dengar aku kan?"


tanya santi.


"kamu salah orang, pergi sana!


jangan mengganggu ku."


ucap alviandra datar.


mendengar ucapan alviandra


santi pun pergi menghampiri


teman teman nya.


"si alvin kok aneh banget."


gerutu santi pada teman teman nya.

__ADS_1


santi itu emang terlihat cari muka


di hadapan kakak kakak kelas nya.


terutama alvin, walau berulang kali


di abaikan alvin. santi tetap berusaha


untuk mendapat kan simpati nya.


"san, dia bukan alvin."


kata lisa meyakin kan.


monika pun menceritakan


sosok alviandra pada santi.


"pantesan aja sikap nya agak aneh,


tapi kok bisa ya wajah nya begitu


mirip dengan alvin, apa mereka


sodara kembar?" kata santi.


"bisa jadi." ucap lisa dan monika


berbarengan. mereka pun


menundukan pandangan nya


karna alviandra berjalan melewati


mereka bertiga.


di kelas karin duduk bersama erlita.


mereka bersenda gurau menggoda


jono yang lagi sibuk chatingan


bersama pacar dunia maya nya.


"Jon kok kamu mau mau nya


pacaran di dunia maya? gimana


kalau cewek itu ternyata udah


menikah, bisa bisa kamu habis


di gampar sama laki nya."


erlita menggoda jono.


"masih mending punya laki,


gimana kalau itu cewek ternyata


udah nenek nenek bau tanah hahaha."


goda karin tertawa puas.


"sembarangan aja kalian ngomong!


lihat dong, poto nya aja cantik begini."


desis jono, seraya memperlihat kan


poto pacar dunia maya nya itu.


erlita dan karin mengamati poto itu.


yakin kalau poto ini adalah poto


asli pacar dunia maya mu?"


erlita mempropokasi jono.


"yakin lah!" jono antusias.


"hmmm, kenapa kamu gak cari


pacar yang nyata aja sikh jon,


maksud ku cewek yang ada di


sekolahan kita ini kan banyak!


kenapa harus pacaran sama


cewe sosmed." kata erlita.


"cewek yang ada di sekolahan


kita ini emang banyak, tapi kamu


juga harus tau kalau cewek yang


udah nolak jono juga banyak


hahaha." celetuk karin sambil


tertawa lepas.


karna kesal dengan celotehan karin,


jono menyumpal mulut karin dengan


kertas yang sudah dia kepal kepalkan.


seketika karin langsung me muntah


kan nya.


"hahaha rasain, banyak bacot sikh!"


jono tersenyum puas.


"jonooo..." karin mencakar wajah


jono karna geram dengan ulah nya.


"uhuk uhuk." alviandra berpura pura


batuk. jono menatap tajam alviandra,


dia seperti nya masih menaruh


dendam karna alviandra kemarin


telah memukul nya. karna takut


karin bergegas ke bangku belakang


yang sekarang sudah menjadi


tempat duduk nya.


"jangan pernah menatap ku seperti

__ADS_1


itu, atau kau akan menyesal."


alviandra terlihat menggertak jono.


"kamu pikir aku takut? kalau kamu


punya nyali, pulang sekolah aku


tunggu di gudang belakang."


bukan nya takut dengan gertakan


alviandra, jono malah sengaja


menantang nya.


"apaan sikh jon?" desis erlita


saat mendengar tantangan jono.


"aku hanya ingin memberi pelajaran


sama cowok songong ini, kalau aku


masih punya harga diri dan dia tidak


bisa memperlakukan ku se enak nya."


kata jono seraya menunjuk ke arah


wajah alviandra.


alviandra tersenyum getir melihat


tingkah jono.


pak didit melangkah kan kaki nya


masuk ke dalam kelas. kini semua


murid terdiam tanpa ada yang bicara.


pak didit memulai pelajaran.


beberapa jam kemudian bel istirahat


berbunyi. alvin datang menghampiri


erlita.


"ke kantin yuk?" ajak alvin yang


tersenyum tipis menatap erlita.


erlita membalas senyuman nya,


kemudian mengangguk.


"aku di ajak kan?" tanya jono.


"gak di ajak juga, biasa nya suka


ngikut sendiri" celoteh alvin pada jono.


"hehehe." jono cengengesan.


"alviandra kita duluan." ucap alvin


pada sodara kembar nya.


alviandra hanya mengangguk kan


kepalanya.


sesampai nya di kantin.


"kamu udah akrab sama anak baru


itu?" tanya erlita.


"belum." jawab alvin singkat.


"terus kenapa tadi kamu sapa


anak songong itu?" ketus jono.


"jangan bicara seperti itu, aku tidak


suka kamu menjelek jelek kan nya."


sahut alvin datar.


"kenapa kamu membela nya?"


jono meninggi kan nada bicara nya.


"ternyata perkiraan kalian benar


soal alviandra, dia memang benar


sodara kembar ku." jelas alvin.


kini erlita dan jono saling menatap.


"terus sekarang kamu tinggal


dengan nya?" tanya erlita.


"tentu saja." kata alvin seraya


mengacak ngacak rambut erlita.


"alviiiin..." rengek erlita.


alvin tersenyum melihat tingkah


erlita yang terlihat menggemas kan.


sementara jono terdiam, entah


apa yang dia pikir kan.


jono pun ijin untuk pergi ke toilet.


"kak alvin, aku boleh ikut gabung


bareng kalian gak?" santi yang


selalu berusaha untuk mencuri


perhatian alvin dari erlita.


"duduk saja, lagian aku juga mau


pergi kok." ketus alvin, seraya


meraih tangan erlita kemudian


menggandeng nya keluar kantin.


"vin, kita mau kemana?" tanya erlita

__ADS_1


yang heran melihat sikap alvin.


namun alvin tak kunjung memberikan jawaban.


__ADS_2