AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 47 tekad


__ADS_3

"alviandra..." terdengar seseorang dari


arah dapur memanggil nya.


alviandra pun menoleh ke sumber


suara tersebut.


"ada apa?" tanya nya.


"aku ingin bicara dengan mu." ucap alvin.


"nanti saja, aku harus pergi sekarang."


jawab nya.


"aku ingin bicara dengan mu sekarang."


pinta alvin.


"penting kah? soal nya aku sedang


buru buru." ucap alviandra.


"penting! lebih penting dari pada


urusan mu itu." tegas alvin.


"baik lakh, kau ingin bicara soal apa?"


tanya nya.


"mana pasport mu? lusa aku akan


segera berangkat." ucap alvin.


"apa? apa kau sedang bercanda."


alviandra yang terdengar kaget


dengan ucapan alvin.


"bukan kah waktu itu sudah ku katakan,


kalau aku akan menggantikan mu


untuk tinggal bersama papa." jelasnya.


"ku pikir kau hanya sedang bergurau


saat itu." ucap alviandra.


"aku serius!" jawabnya.


"apa kau yakin?" tanya alviandra.


"yakin, seyakin yakin nya." ucap alvin.


"kenapa kau mau menggantikan ku?"


tanya alviandra.


"aku punya alasan sendiri kenapa


aku mau menggantikan mu." ucap alvin.


"baik lakh, tapi bagaimana dengan


mama?" tanya alviandra.


"rahasiakan ini dari mama, lagi pula


ini hanya untuk satu tahun saja,


setelah itu aku akan segera kembali."


ucap alvin.


"bagaimana dengan pacar kesayangan


mu itu, apa dia tau apa yang ingin kau


lakukan?" tanya nya lagi.


"rahasiakan ini dari siapa pun juga!


aku gak mau ada orang yang tau


rencana kita, ini hanya rahasia kita


berdua." jelas alvin.


"oke! ku harap kau tidak akan pernah


menyesal karna sudah merencanakan


semua ini." ucap alviandra.


"selagi kau mampu menjaga mama


dan erlita dengan baik, ku pastikan


aku tidak akan pernah menyesal."


ucap alvin.


"haruskah aku menjaga gadis manja itu?"


tanya alviandra meyakinkan.


"tentu saja! karna yang sekarang aku


lakukan bukan hanya untuk diriku


sendiri, melainkan untuk mama dan


juga kau."ucap alvin.


"tapi ingat, jangan pernah kau coba


coba untuk menyentuh nya,


karna tugas mu hanya untuk menjaga


nya." lanjut alvin mempertegas.


"tenang saja, dia bukan tipe ku!


sedikit pun aku tidak tertarik padanya."


ketus alviandra.


"bagus lakh, ku harap kau bisa


memegang ucapan mu! kau tau kan


Betapa berarti nya dia bagiku."

__ADS_1


pungkasnya.


bu indri baru tiba di rumahnya.


dan di sambut oleh kedua putra


kesayangannya. bu indri merasa


bahagia, karna kedua anak nya


menyambut nya.


"mama terlihat sangat lelah, ayo


sini duduk, aku akan menyiapkan


makanan untuk mama." ucap alvin.


"mama pasti sangat lelah, sini aku


pijitin." ucap alviandra seraya memijit


punggung mama nya.


sementara bu indri nampak heran


dengan sikap anak anak nya.


"mama tau, pasti kalian ingin


meminta sesuatu dari mama, tapi


maaf sekarang mama lagi gak ada


uang." ucap bu indri menduga duga.


"gak kok ma." jawab keduanya bersamaan.


"lalu kenapa kalian bersikap seperti ini?


perasaan ulang tahun mama juga masih lama." ucap bu indri.


"mama gak usah mikir yang aneh aneh


deh, intinya malam ini kita makan


bersama, dan kali ini yang masak aku


dan alviandra." ucap alvin.


"baik lakh.." walaupun ada hal yang


mengganjal bu indri pun berusaha


untuk berprasangka baik terhadapa


kedua putra nya.


keesokan harinya nya.


pagi pagi sekali alvin sudah berada


di dapur menyiapkan sarapan untuk


mama dan sodaranya.


"sedang apa kamu vin?" tanya bu indri.


"mama! aku lagi bikin sarapan untuk


kita semua." jawab alvin.


ini sebenarnya ada apa? kenapa sikap


kamu tiba tiba seperti ini." tanya bu indri.


"aku minta maaf karna selama ini


aku hanya bisa menyusahkan mama."


ucap alvin.


bu indri menatap dalam putra nya


lalu kemudian memeluk nya.


"nak kenapa kamu bicara seperti itu?


kamu tidak pernah menyusahkan


mama, justru kalian anak anak mama


adalah alasan mama bisa bertahan


hingga detik ini." ucap bu indri yang


meneteskan air mata nya.


"apa alviandra sudah bilang, kalau


dia mau berangkat ke LA besok?"


tanya alvin.


"alviandra mau ke luar negeri? kenapa


dia gak bilang apa apa sama mama."


bu indri pun melepaskan pelukannya.


"ada apa? kenapa nama ku di sebut


sebut?" tanya alviandra yang tiba tiba


nongol.


"apa benar kamu mau ke LA? kenapa


kamu tidak membicarakan ini sebelum


nya sama mama?" ucap bu indri.


alviandra pun menoleh kearah alvin.


"maaf ma, aku lupa." jawab alviandra


yang sedikit berbohong.


"kenapa kamu ingin meninggalkan


mama? sekarang mama sudah tidak


punya apa apa lagi, hanya kalian


harta mama yang paling berharga."


ucap bu indri lalu menangis.

__ADS_1


"ma bukan seperti itu, aku tidak


bermaksud untuk meninggalkan


mama." ucap alviandra.


"ma tolong lihat aku, ada aku disini


dan mama gak akan sendirian." ucap


alvin berusaha memberikan pengertian.


dia tau ini pasti berat untuk mama nya,


terlebih lagi untuk nya yang harus


bertukar tempat dengan alviandra dan


terpaksa harus membohongi mama nya.


"walaupun belum genap setahun aku


tinggal di rumah ini, tapi keluarga ini


begitu hangat, memang benar, kasih


sayang seorang ibu takkan pernah bisa


tergantikan." batin alviandra.


menatap kepergian bu indri yang


di tuntun oleh alvin menuju kamar nya.


"mama makan dulu ya? biar ku


ambilkan." ucap alvin.


"gak usah nak, bisa kamu tolong


panggilkan alviandra? mama ingin


hari ini menghabiskan waktu bersama


nya sebelum dia kembali tinggal


bersama papa nya." ucap bu indri.


"baik ma." ucap alvin.


"maaf ma, karna aku sudah berbohong!


bukan alviandra yang besok akan pergi,


melainkan aku." batin alvin.


"bagaimana keadaan mama?"


tanya alviandra.


"mama bilang ingin menghabiskan


waktu bersama mu." ucap alvin.


"lalu kau mau kemana?" tanya nya lagi.


"aku akan menemui erlita, untuk


perpisahan." jawab alvin dengan lirih.


"apa kau yakin kau ingin pergi?


menurut ku kalau kau tidak mau,


kau tidak harus melakukan nya."


tanya alviandra yang seakan tau


betul bagaimana perasaan alvin saat ini.


"tekad ku sudah bulat." pungkas alvin.


tak lama kemudian alvin berada di


rumah erlita dan berbincang bincang


dengan mama dan papa erlita.


alvin memang sudah kenal dekat


dengan keluarga erlita.


"yuk vin, aku udah siap." ajak erlita


yang baru saja turun dari kamar nya.


"Oya om, tante aku pinjam erlita


untuk makan di luar gak apa apa kan?"


tanya alvin.


"gak apa apa, kalian hati hati ya."


ucap pak kevin.


"alvin tolong jagain anak tante ya."


ucap bu dita.


"baik tante, pasti aku jagain."


ucap alvin.


seperti biasa mereka pergi makan


di restoran sefood favorit erlita.


erlita makan dengan begitu lahap


nya, sementara alvin malah memandangi setiap rinci paras cantik erlita.


"kamu kok malah lihatin aku terus


seperti itu? awas loh ntar makanan


kamu aku habisin." goda erlita.


"gak apa apa, kalau kamu mau


kamu bisa habisin semua nya, karna


melihat wajah cantik mu aja rasa nya


aku udah kenyang." ucap alvin.


"kamu.." mendengar ucapan alvin

__ADS_1


erlita gak bisa berkata kata lagi.


wajah nya pun memerah.


__ADS_2