
"alviandra..." terdengar seseorang dari
arah dapur memanggil nya.
alviandra pun menoleh ke sumber
suara tersebut.
"ada apa?" tanya nya.
"aku ingin bicara dengan mu." ucap alvin.
"nanti saja, aku harus pergi sekarang."
jawab nya.
"aku ingin bicara dengan mu sekarang."
pinta alvin.
"penting kah? soal nya aku sedang
buru buru." ucap alviandra.
"penting! lebih penting dari pada
urusan mu itu." tegas alvin.
"baik lakh, kau ingin bicara soal apa?"
tanya nya.
"mana pasport mu? lusa aku akan
segera berangkat." ucap alvin.
"apa? apa kau sedang bercanda."
alviandra yang terdengar kaget
dengan ucapan alvin.
"bukan kah waktu itu sudah ku katakan,
kalau aku akan menggantikan mu
untuk tinggal bersama papa." jelasnya.
"ku pikir kau hanya sedang bergurau
saat itu." ucap alviandra.
"aku serius!" jawabnya.
"apa kau yakin?" tanya alviandra.
"yakin, seyakin yakin nya." ucap alvin.
"kenapa kau mau menggantikan ku?"
tanya alviandra.
"aku punya alasan sendiri kenapa
aku mau menggantikan mu." ucap alvin.
"baik lakh, tapi bagaimana dengan
mama?" tanya alviandra.
"rahasiakan ini dari mama, lagi pula
ini hanya untuk satu tahun saja,
setelah itu aku akan segera kembali."
ucap alvin.
"bagaimana dengan pacar kesayangan
mu itu, apa dia tau apa yang ingin kau
lakukan?" tanya nya lagi.
"rahasiakan ini dari siapa pun juga!
aku gak mau ada orang yang tau
rencana kita, ini hanya rahasia kita
berdua." jelas alvin.
"oke! ku harap kau tidak akan pernah
menyesal karna sudah merencanakan
semua ini." ucap alviandra.
"selagi kau mampu menjaga mama
dan erlita dengan baik, ku pastikan
aku tidak akan pernah menyesal."
ucap alvin.
"haruskah aku menjaga gadis manja itu?"
tanya alviandra meyakinkan.
"tentu saja! karna yang sekarang aku
lakukan bukan hanya untuk diriku
sendiri, melainkan untuk mama dan
juga kau."ucap alvin.
"tapi ingat, jangan pernah kau coba
coba untuk menyentuh nya,
karna tugas mu hanya untuk menjaga
nya." lanjut alvin mempertegas.
"tenang saja, dia bukan tipe ku!
sedikit pun aku tidak tertarik padanya."
ketus alviandra.
"bagus lakh, ku harap kau bisa
memegang ucapan mu! kau tau kan
Betapa berarti nya dia bagiku."
__ADS_1
pungkasnya.
bu indri baru tiba di rumahnya.
dan di sambut oleh kedua putra
kesayangannya. bu indri merasa
bahagia, karna kedua anak nya
menyambut nya.
"mama terlihat sangat lelah, ayo
sini duduk, aku akan menyiapkan
makanan untuk mama." ucap alvin.
"mama pasti sangat lelah, sini aku
pijitin." ucap alviandra seraya memijit
punggung mama nya.
sementara bu indri nampak heran
dengan sikap anak anak nya.
"mama tau, pasti kalian ingin
meminta sesuatu dari mama, tapi
maaf sekarang mama lagi gak ada
uang." ucap bu indri menduga duga.
"gak kok ma." jawab keduanya bersamaan.
"lalu kenapa kalian bersikap seperti ini?
perasaan ulang tahun mama juga masih lama." ucap bu indri.
"mama gak usah mikir yang aneh aneh
deh, intinya malam ini kita makan
bersama, dan kali ini yang masak aku
dan alviandra." ucap alvin.
"baik lakh.." walaupun ada hal yang
mengganjal bu indri pun berusaha
untuk berprasangka baik terhadapa
kedua putra nya.
keesokan harinya nya.
pagi pagi sekali alvin sudah berada
di dapur menyiapkan sarapan untuk
mama dan sodaranya.
"sedang apa kamu vin?" tanya bu indri.
"mama! aku lagi bikin sarapan untuk
kita semua." jawab alvin.
ini sebenarnya ada apa? kenapa sikap
kamu tiba tiba seperti ini." tanya bu indri.
"aku minta maaf karna selama ini
aku hanya bisa menyusahkan mama."
ucap alvin.
bu indri menatap dalam putra nya
lalu kemudian memeluk nya.
"nak kenapa kamu bicara seperti itu?
kamu tidak pernah menyusahkan
mama, justru kalian anak anak mama
adalah alasan mama bisa bertahan
hingga detik ini." ucap bu indri yang
meneteskan air mata nya.
"apa alviandra sudah bilang, kalau
dia mau berangkat ke LA besok?"
tanya alvin.
"alviandra mau ke luar negeri? kenapa
dia gak bilang apa apa sama mama."
bu indri pun melepaskan pelukannya.
"ada apa? kenapa nama ku di sebut
sebut?" tanya alviandra yang tiba tiba
nongol.
"apa benar kamu mau ke LA? kenapa
kamu tidak membicarakan ini sebelum
nya sama mama?" ucap bu indri.
alviandra pun menoleh kearah alvin.
"maaf ma, aku lupa." jawab alviandra
yang sedikit berbohong.
"kenapa kamu ingin meninggalkan
mama? sekarang mama sudah tidak
punya apa apa lagi, hanya kalian
harta mama yang paling berharga."
ucap bu indri lalu menangis.
__ADS_1
"ma bukan seperti itu, aku tidak
bermaksud untuk meninggalkan
mama." ucap alviandra.
"ma tolong lihat aku, ada aku disini
dan mama gak akan sendirian." ucap
alvin berusaha memberikan pengertian.
dia tau ini pasti berat untuk mama nya,
terlebih lagi untuk nya yang harus
bertukar tempat dengan alviandra dan
terpaksa harus membohongi mama nya.
"walaupun belum genap setahun aku
tinggal di rumah ini, tapi keluarga ini
begitu hangat, memang benar, kasih
sayang seorang ibu takkan pernah bisa
tergantikan." batin alviandra.
menatap kepergian bu indri yang
di tuntun oleh alvin menuju kamar nya.
"mama makan dulu ya? biar ku
ambilkan." ucap alvin.
"gak usah nak, bisa kamu tolong
panggilkan alviandra? mama ingin
hari ini menghabiskan waktu bersama
nya sebelum dia kembali tinggal
bersama papa nya." ucap bu indri.
"baik ma." ucap alvin.
"maaf ma, karna aku sudah berbohong!
bukan alviandra yang besok akan pergi,
melainkan aku." batin alvin.
"bagaimana keadaan mama?"
tanya alviandra.
"mama bilang ingin menghabiskan
waktu bersama mu." ucap alvin.
"lalu kau mau kemana?" tanya nya lagi.
"aku akan menemui erlita, untuk
perpisahan." jawab alvin dengan lirih.
"apa kau yakin kau ingin pergi?
menurut ku kalau kau tidak mau,
kau tidak harus melakukan nya."
tanya alviandra yang seakan tau
betul bagaimana perasaan alvin saat ini.
"tekad ku sudah bulat." pungkas alvin.
tak lama kemudian alvin berada di
rumah erlita dan berbincang bincang
dengan mama dan papa erlita.
alvin memang sudah kenal dekat
dengan keluarga erlita.
"yuk vin, aku udah siap." ajak erlita
yang baru saja turun dari kamar nya.
"Oya om, tante aku pinjam erlita
untuk makan di luar gak apa apa kan?"
tanya alvin.
"gak apa apa, kalian hati hati ya."
ucap pak kevin.
"alvin tolong jagain anak tante ya."
ucap bu dita.
"baik tante, pasti aku jagain."
ucap alvin.
seperti biasa mereka pergi makan
di restoran sefood favorit erlita.
erlita makan dengan begitu lahap
nya, sementara alvin malah memandangi setiap rinci paras cantik erlita.
"kamu kok malah lihatin aku terus
seperti itu? awas loh ntar makanan
kamu aku habisin." goda erlita.
"gak apa apa, kalau kamu mau
kamu bisa habisin semua nya, karna
melihat wajah cantik mu aja rasa nya
aku udah kenyang." ucap alvin.
"kamu.." mendengar ucapan alvin
__ADS_1
erlita gak bisa berkata kata lagi.
wajah nya pun memerah.