AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 12 murid baru


__ADS_3

pagi ini cuaca begitu cerah.


erlita telah siap untuk pergi ke


sekolah. dia menuruni anak


tangga satu persatu kemudian


menghampiri mama dita dan


papa kevin yang sudah dari tadi


menunggu nya di meja makan.


" pagi ma, pagi pa." erlita menciumi


pipi mama dan papa nya secara


bergantian.


"pagi!" sahut kedua nya berbarengan.


"gimana sekolah mu?"


tanya papa kevin.


"baik kok pa." jawab erlita.


"papa berangkat dulu ya ma."


kata papa kevin, erlita pun


menyalami nya.


"lita kamu mau berangkat bareng


papa tidak?" tanya papa nya.


"enggak pa." sahut erlita.


"mama antar sampai depan ya


pa." kata mama dita seraya


membawa tas serta jas papa kevin.


setelah selesai makan, erlita


bergegas kekamar nya untuk


mengambil tas, jaket dan kunci


mobil nya. dia menaiki mobil,


kemudian melajukan nya


menuju sekolah.


beberapa menit kemudian dia


telah sampai di sekolah nya.


dan karin pun menghampiri nya


diparkiran.


"lita, ke kantin yuk?" seperti biasa


karin menyapa nya dan mengajak


nya untuk pergi ke kantin.


"aku simpan tas dulu ya." namun


saat erlita ingin melangkah kan


kaki nya, sebuah mobil sport


berwarna merah berhenti tepat


di samping mobil nya.


dan kini semua mata mengarah


pada mobil mewah itu.


semua siswa/siswi terkejut saat


melihat orang yang keluar dari


mobil itu.


laki laki itu berjalan melewati erlita


dan Karin, tanpa menoleh ke arah


mereka. semua mata tertuju pada


laki laki itu.


beberapa siswi bahkan histeris.


"alvin!"


"alvin!"


"alvin!" teriak beberapa siswi


memanggil nya. tentu saja,


dia tidak menoleh. karna nama


itu memang bukan nama nya.


dia berjalan menuju ruang kepala


sekolah.


" gila! songong banget tuh si alvin!


mentang mentang punya mobil


baru, kita di lewatin begitu aja,


tanpa menyapa." gerutu karin.


dari jauh erlita masih memandangi


kepergian laki laki itu, dengan


tatapan yang tidak bisa di artikan.


karna kesal dengan sikap alvin,


karin menarik tangan erlita


menuju kelas nya. dan tak lama


kemudian mobil alvin datang,


berbarengan dengan mobil rehan.


mereka pun turun dari mobil.


semua teman teman nya, menatap


heran kepada alvin.


"vin, aku merasa ada yang aneh!


kenapa semua orang menatap

__ADS_1


ke arah kita?" tanya rehan.


"udah cuekin aja!" ucap alvin datar.


"wah, jangan jangan di rehan habis


ketahuan nyolong ayam." celetuk jono.


"sembarangan aja kalau ngomong!"


bentak rehan, sambil menjitak kepala


jono.


"aww..." rintih jono menahan sakit.


waktu belajar sebentar lagi sudah


mau di mulai. semua murid sudah


duduk di bangku masing masing.


jono terlihat sibuk mengganggu


erlita dan Karin yang duduk tepat


di depan nya. bukan Jono nama


nya kalau tidak iseng menjahili


teman teman nya.


tak lama kemudian pak didit masuk.


" anak anak, hari ini kita kedatangan


teman baru!" ucap pak didit.


pak didit pun mempersilah kan


nya untuk masuk. dan betapa


terkejut nya seisi kelas ketika


melihat laki laki itu.


"salam kenal, nama ku alviandra!


senang bisa bertemu kalian, aku


harap kita semua bisa berteman


dengan baik!" kata alviandra, yang


tersenyum tipis.


"baik alviandra, kamu boleh duduk!"


kata pak didit.


alviandra pun memilah, bangku


mana yang dia rasa cocok untuk


nya. seketika dia menaruh tas


nya begitu saja di depan karin.


"maksud nya apa nih?" tanya karin.


"kamu pindah!" pinta alviandra.


"kenapa jadi aku yang harus pindah?


di belakang kan masih ada bangku


kosong!" tolak karin.


"kalian jangan ribut, kaya anak SD aja


rebutan bangku." pak didit menegur.


"ya udah rin, biar aku aja yang


pindah ke belakang." erlita hendak


bangkit dari tempat duduk nya,


namun alviandra mencengkram


tangan nya. namun dengan segera


erlita menepis nya.


mereka pun saling bertatapan.


" karin kamu bisa pindah kebangku


belakang, karna kita akan memulai


pelajaran." kata pak didit.


mau tidak mau karin pun menuruti


perintah pak didit.


"rese banget tu cowok, tapi kok


bisa ya? wajah nya tu mirip


banget sama alvin." batin karin


yang menahan amarah.


alviandra pun duduk bersampingan


dengan erlita. sesekali erlita menoleh


ke arah alviandra dan mengamati


wajah nya. namun alviandra ternyata


menyadari, kalau erlita tengah memperhatikan nya.


" jangan melihat ku seperti itu!


karna cewek seperti mu bukan


tipe ku." ucap alviandra datar,


dan sekilas menoleh ke arah erlita


dengan tatapan tajam nya.


erlita yang mendengar ucapan


alviandra pun tertunduk tanpa


komentar apapun. namun dalam


hati erlita dia bertanya, kenapa


wajah alviandra bisa semirip itu


dengan alvin.


"apa cowok yang waktu


itu aku temui dia? bukan alvin."


batin nya.

__ADS_1


teng teng teng.


"baik pelajaran pertama sudah


berakhir, kalian boleh istirahat."


kata pak didit seraya beranjak


dari kursi nya.


erlita menghampiri karin.


"rin, anterin aku ke kelas alvin


dong." pinta erlita.


"tumben, biasa nya juga kamu


sengaja menghindari dia." kata karin.


"gak usah bawel deh, ya udah


kalau gak mau aku bisa sendiri"


sentak erlita. dia pun bergegas


untuk menemui alvin.


"iya bentar, ngambekan amat si."


karin pun membereskan buku


pelajaran nya terlebih dahulu.


saat berada di depan kelas alvin,


erlita memandangi nya dari balik


pintu. ternyata rehan mengetahui


keberadaan erlita yang lagi


mematung di depan kelas nya.


"lita tuh." kata rehan pada alvin.


alvin pun menoleh ke arah erlita,


lalu menghampiri nya.


namun erlita hanya mematung,


dan diam membisu.


" kenapa?" alvin mengusap lembut


pucuk kepala erlita.


seketika dia langsung memeluk


erat alvin, alvin membalas pelukan


nya.


alvin mengajak erlita untuk duduk


di bangku nya. disana ada rehan


dan juga jono. tak lama karin pun


datang menghampiri nya.


"lita kamu nangis? apa yang udah


cowok nyebelin itu lakuin sama


kamu?" tanya karin penuh prasangka.


"cowok nyebelin?" tanya alvin.


"itu vin anak baru yang udah aku


ceritain tadi, yang wajah nya tu


persis banget mirip sama kamu."


jono membantu menjelaskan.


"soal anak baru itu, aku rasa aku


pernah bertemu dengan dia


sebelum nya." sahut erlita.


"hah serius? dimana?" tanya jono.


"di restoran tempat paforit ku."


jelas erlita.


"apa ini ada hubungan nya, dengan


sikap kamu yang akhir akhir ini


berubah sama aku?" tanya alvin.


erlita pun mengangguk.


"berarti kamu mengira, kalau anak


baru itu alvin?" rehan mulai angkat


suara.


lagi lagi erlita hanya mengangguk.


"kalau hanya karna mirip, kenapa


kemarin kemarin kamu sebegitu


marah nya sama aku, sampai kamu


menghindari aku?" tanya alvin.


"waktu itu aku memeluk nya, karna


aku kira dia itu kamu." lirih erlita


seraya menatap alvin.


"lalu?" tanya alvin dalam hati nya


dia cemburu.


"tapi dia malah mendorong ku."


jelas erlita.


"seharus nya tu cowok gak sekasar


itu sama kamu." kata alvin.


" ya udah lah vin, yang penting


sekarang aku udah tau kalau


cowok yang aku temui waktu


itu bukan kamu." ucap erlita


lalu tersenyum pada alvin.

__ADS_1


__ADS_2