AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 45 hari kelulusan


__ADS_3

beberapa Minggu telah berlalu


dan ingatan erlita pun kini mulai


membaik, dia mulai bisa mengingat


lagi memori tentang teman teman nya,


terutama tentang alvin. setelah


mendapatkan kembali ingatan nya


dia meminta maaf kepada Alvin


karna selama ini dia telah memperlakukan


alvin dengan tidak baik.


hari berganti hari, bulan berganti bulan


dan tahun pun telah berganti.


hari ini adalah hari kelulusan,


dan setelah mereka di nyatakan lulus


mereka pun melakukan kompoi


menuju sebuah pergunungan


yang memiliki pemandang indah


bersama teman teman nya.


mereka menghabiskan waktu bersama


sepanjang hari, hingga tidak terasa


siang telah berganti sore.


"hmmmm... makin sore udaranya


makin sejuk." ucap karin menghirup


udara di pegunungan itu seraya


melebarkan kedua tangan nya


menikmati pemandang indah


di sekitar gunung itu.


di bawah pohon besar dan berdaun


rindang tampak alviandra yang sedang


mengasing kan diri. tak lama kemudian


alvin menghampirinya.


"ada apa? dari tadi aku lihat kau seperti


nya sedang ada masalah?" tanya alvin


yang berdiri tegak di samping alviandra.


namun alviandra hanya terdiam.


"ini adalah hari kelulusan kita semua,


bukan kah seharusnya kau senang?"


tanya nya lagi.


"papa meminta aku kembali."


ucap alviandra.


"lalu apa yang kau khawatirkan?"


tanya alvin dengan hati hati.


"aku sudah terlalu nyaman tinggal


bersama mama dan kau juga." jawab


alviandra dengan nada yang getir.


"kau bisa menolak permintaan papa?"


ucap alvin penuh tanya.


"tidak semudah itu, kau mungkin


belum tau karakter papa! tapi aku


tau betul bagai mana sifat papa."


ucap nya.


"kita bicarakan ini nanti di rumah


sama mama, ayo... kita gabung


sama anak yang lain." ajak alvin


kepada sodaranya itu.


"uhuk uhuk..." suci yang berpura pura


batuk untuk mencuri perhatian alviandra,


namun alviandra mengabaikan nya.


"ci kamu sakit?" tanya erlita.


"tenggorokan ku kering, aku haus."


ucap suci seraya melirik kearah


alviandra dan berharap dia mau


memberikan botol air mineral yang


dia pegang kepada suci.


"kamu haus, ini minum!" ucap jono


yang menyodorkan minumannya.


"gak mau, jijik! itu kan bekas kamu


minum." tolak suci dengan ketus.


tak lama setelah suci bicara begitu


serentak semua nya menatap kearah

__ADS_1


erlita dan alvin yang sedang berbagi


air mineral bekas mereka minum.


"kenapa? ada yang salah?"


tanya keduanya.


"ci kamu lihat kan? erlita aja mau


minum minuman bekas Alvin."


ucap jono.


"iya lah, mereka kan pacaran!


lah kamu? emang kalian pacaran?


enggak kan." ucap karin membela


suci.


"bentar lagi juga kita bakal pacaran,


iya gak ci?" tanya jono antusias.


"jiahhh, gak usah mimpi dech."


ketus suci.


alvin melirik ke botol air mineral


yang di bawa alviandra.


"alviandra, kaya nya minuman mu


masih utuh, kenapa gak kamu kasih


saja sama suci." ucap alvin.


mendengar ucapan alvin seketika


wajah suci merona.


"tadi dia bilang gak mau minum


bekas orang lain, jadi sorry tadi aku


sudah meminum nya sedikit."


ucap alviandra yang enggan


memberikan minumannya.


"gak apa apa.." serentak suci merebut


botol minuman itu dari tangan alviandra


yang membuat teman temannya terkejut.


dia pun segera meneguk nya.


"dasar kampreetttt...." celetuk Jono


yang kesal melihat tingkah laku suci.


alviandra pun terlihat menatap tajam


suci, dia mulai menyadari kalau suci


ternyata menyukainya.


sekarang kita pulang." kata alvin


seraya mengenakan jaket kulit nya.


dia pun membantu erlita mengenakan


helm nya.


"sayaang..." panggil karin kepada rehan


dengan manja nya.


"apa?" tanya nya.


"kamu lihat dech mereka.." kata Karin


seraya melirik ke arah alvin dan erlita.


"terus?" tanya rehan setelah menoleh


kearah mereka.


"aku kan juga pengen di pakein helm


kaya erlita." rengek karin.


mendengar ucapan karin rehan pun


tersenyum tipis, lalu memakaikan


helm tersebut sesuai keinginan karin.


"alviandra aku boleh numpang balik


bareng kamu gak?" kata suci yang


mendekati alviandra.


"sorry ya aku ada urusan, mending


kamu pulang bareng jono saja!


bukannya tadi kamu kesini nya juga


bareng jono." tolak alviandra.


"males akh dia ngeselin." celetuk suci.


mendengar celetukan suci tanpa sadar


alviandra pun menyeringai.


"kamu tersenyum?" suci yang tampak


terkejut.


"tidak!" bantah alviandra.


"ayo..." jono yang tiba-tiba menarik


tangan suci lalu menyuruh nya untuk


naik ke motor.


"apaan sikh pake tarik tarik segala?"

__ADS_1


tanya suci yang tampak sedikit kesal.


"kamu mau balik gak? kalau gak aku


tinggal nih." ancam jono.


suci menoleh kearah alviandra yang


sudah mulai menyalakan mesin


motornya lalu berlalu begitu saja.


"yailaah, cowok begituan kok di kejar


kejar, gak lihat nih ada pangeran


tampan yang selalu setia menunggu


jawaban cinta darimu." rayu jono.


"berisik akh, ayo jalan." ucap suci


yang menaiki motor jono sambil


menoyor kepala nya.


setibanya di rumah alvin dikejutkan


dengan kedatangan pak teguh yang


tak lain kepala sekolah nya.


dia pun menyalami pak teguh dengan


penuh hormat.


"pak teguh kesini untuk menemui


alviandra! kemana dia? kenapa kalian


tidak pulang bareng, bukan kah tadi


kalian pergi bersama." tanya bu indri.


"menuju perjalanan pulang tadi kami


berpisah ma, karna dia bilang ada


urusan yang harus segera dia selesai


kan." ucap alvin.


"apa kamu bisa menghubungi nya?


soal nya ada hal penting yang ingin


bapak bicarakan dengannya." pinta


pak teguh.


"baik pak." alvin beberapa kali mencoba


menghubungi alviandra, namun tidak


dapat tersambung dengan nya.


"kenapa vin?" tanya bu indri.


"alviandra handphone nya gak aktip


ma." ucap nya.


"ya sudah kalau begitu bapak nitip


pasport alviandra yang sempat


tertinggal di kamarnya, saat dia masih


tinggal di rumah bapak." ucap pak teguh.


"dan kebetulan bapak juga sudah


memperpanjang pasport nya agar


dia bisa segera kembali keluar negeri


untuk menemui papa nya." sambung nya.


"terimakasih pak, maaf karena


sudah merepotkan." ucap bu indri.


di sebuah ruangan yang redup tampak


bu indri yang sedang merenung.


tanpa dia sadari alvin telah berada


tepat berdiri di samping nya.


"ini sudah larut malam, mama


seharusnya tidur untuk istirahat."


ucap alvin mengejutkan mama nya.


"alvin sejak kapan kamu di sini? kamu ngagetin mama nak." ucap bu indri.


"maaf ma, tapi sepertinya mama


sedang melamun hingga tidak sadar


kalau aku di sini." sahut alvin.


"apa ini ada hubungannya dengan


alviandra yang harus kembali tinggal


bersama papa?" lanjut alvin bertanya.


"ibu mana yang ingin terpisah dari


anak anak nya! mama baru saja


kehilangan butik yang sudah susah


payah mama rintis dari nol akibat


penipuan yang dilakukan rekan bisnis


mama, dan sekarang mama harus


kehilangan alviandra, padahal belum


genap setahun kita tinggal bersama


dengan nya." ucap lirih bu indri.

__ADS_1


mendengar perkataan mama nya


alvin pun langsung memeluk nya.


__ADS_2