
beberapa Minggu telah berlalu
dan ingatan erlita pun kini mulai
membaik, dia mulai bisa mengingat
lagi memori tentang teman teman nya,
terutama tentang alvin. setelah
mendapatkan kembali ingatan nya
dia meminta maaf kepada Alvin
karna selama ini dia telah memperlakukan
alvin dengan tidak baik.
hari berganti hari, bulan berganti bulan
dan tahun pun telah berganti.
hari ini adalah hari kelulusan,
dan setelah mereka di nyatakan lulus
mereka pun melakukan kompoi
menuju sebuah pergunungan
yang memiliki pemandang indah
bersama teman teman nya.
mereka menghabiskan waktu bersama
sepanjang hari, hingga tidak terasa
siang telah berganti sore.
"hmmmm... makin sore udaranya
makin sejuk." ucap karin menghirup
udara di pegunungan itu seraya
melebarkan kedua tangan nya
menikmati pemandang indah
di sekitar gunung itu.
di bawah pohon besar dan berdaun
rindang tampak alviandra yang sedang
mengasing kan diri. tak lama kemudian
alvin menghampirinya.
"ada apa? dari tadi aku lihat kau seperti
nya sedang ada masalah?" tanya alvin
yang berdiri tegak di samping alviandra.
namun alviandra hanya terdiam.
"ini adalah hari kelulusan kita semua,
bukan kah seharusnya kau senang?"
tanya nya lagi.
"papa meminta aku kembali."
ucap alviandra.
"lalu apa yang kau khawatirkan?"
tanya alvin dengan hati hati.
"aku sudah terlalu nyaman tinggal
bersama mama dan kau juga." jawab
alviandra dengan nada yang getir.
"kau bisa menolak permintaan papa?"
ucap alvin penuh tanya.
"tidak semudah itu, kau mungkin
belum tau karakter papa! tapi aku
tau betul bagai mana sifat papa."
ucap nya.
"kita bicarakan ini nanti di rumah
sama mama, ayo... kita gabung
sama anak yang lain." ajak alvin
kepada sodaranya itu.
"uhuk uhuk..." suci yang berpura pura
batuk untuk mencuri perhatian alviandra,
namun alviandra mengabaikan nya.
"ci kamu sakit?" tanya erlita.
"tenggorokan ku kering, aku haus."
ucap suci seraya melirik kearah
alviandra dan berharap dia mau
memberikan botol air mineral yang
dia pegang kepada suci.
"kamu haus, ini minum!" ucap jono
yang menyodorkan minumannya.
"gak mau, jijik! itu kan bekas kamu
minum." tolak suci dengan ketus.
tak lama setelah suci bicara begitu
serentak semua nya menatap kearah
__ADS_1
erlita dan alvin yang sedang berbagi
air mineral bekas mereka minum.
"kenapa? ada yang salah?"
tanya keduanya.
"ci kamu lihat kan? erlita aja mau
minum minuman bekas Alvin."
ucap jono.
"iya lah, mereka kan pacaran!
lah kamu? emang kalian pacaran?
enggak kan." ucap karin membela
suci.
"bentar lagi juga kita bakal pacaran,
iya gak ci?" tanya jono antusias.
"jiahhh, gak usah mimpi dech."
ketus suci.
alvin melirik ke botol air mineral
yang di bawa alviandra.
"alviandra, kaya nya minuman mu
masih utuh, kenapa gak kamu kasih
saja sama suci." ucap alvin.
mendengar ucapan alvin seketika
wajah suci merona.
"tadi dia bilang gak mau minum
bekas orang lain, jadi sorry tadi aku
sudah meminum nya sedikit."
ucap alviandra yang enggan
memberikan minumannya.
"gak apa apa.." serentak suci merebut
botol minuman itu dari tangan alviandra
yang membuat teman temannya terkejut.
dia pun segera meneguk nya.
"dasar kampreetttt...." celetuk Jono
yang kesal melihat tingkah laku suci.
alviandra pun terlihat menatap tajam
suci, dia mulai menyadari kalau suci
ternyata menyukainya.
sekarang kita pulang." kata alvin
seraya mengenakan jaket kulit nya.
dia pun membantu erlita mengenakan
helm nya.
"sayaang..." panggil karin kepada rehan
dengan manja nya.
"apa?" tanya nya.
"kamu lihat dech mereka.." kata Karin
seraya melirik ke arah alvin dan erlita.
"terus?" tanya rehan setelah menoleh
kearah mereka.
"aku kan juga pengen di pakein helm
kaya erlita." rengek karin.
mendengar ucapan karin rehan pun
tersenyum tipis, lalu memakaikan
helm tersebut sesuai keinginan karin.
"alviandra aku boleh numpang balik
bareng kamu gak?" kata suci yang
mendekati alviandra.
"sorry ya aku ada urusan, mending
kamu pulang bareng jono saja!
bukannya tadi kamu kesini nya juga
bareng jono." tolak alviandra.
"males akh dia ngeselin." celetuk suci.
mendengar celetukan suci tanpa sadar
alviandra pun menyeringai.
"kamu tersenyum?" suci yang tampak
terkejut.
"tidak!" bantah alviandra.
"ayo..." jono yang tiba-tiba menarik
tangan suci lalu menyuruh nya untuk
naik ke motor.
"apaan sikh pake tarik tarik segala?"
__ADS_1
tanya suci yang tampak sedikit kesal.
"kamu mau balik gak? kalau gak aku
tinggal nih." ancam jono.
suci menoleh kearah alviandra yang
sudah mulai menyalakan mesin
motornya lalu berlalu begitu saja.
"yailaah, cowok begituan kok di kejar
kejar, gak lihat nih ada pangeran
tampan yang selalu setia menunggu
jawaban cinta darimu." rayu jono.
"berisik akh, ayo jalan." ucap suci
yang menaiki motor jono sambil
menoyor kepala nya.
setibanya di rumah alvin dikejutkan
dengan kedatangan pak teguh yang
tak lain kepala sekolah nya.
dia pun menyalami pak teguh dengan
penuh hormat.
"pak teguh kesini untuk menemui
alviandra! kemana dia? kenapa kalian
tidak pulang bareng, bukan kah tadi
kalian pergi bersama." tanya bu indri.
"menuju perjalanan pulang tadi kami
berpisah ma, karna dia bilang ada
urusan yang harus segera dia selesai
kan." ucap alvin.
"apa kamu bisa menghubungi nya?
soal nya ada hal penting yang ingin
bapak bicarakan dengannya." pinta
pak teguh.
"baik pak." alvin beberapa kali mencoba
menghubungi alviandra, namun tidak
dapat tersambung dengan nya.
"kenapa vin?" tanya bu indri.
"alviandra handphone nya gak aktip
ma." ucap nya.
"ya sudah kalau begitu bapak nitip
pasport alviandra yang sempat
tertinggal di kamarnya, saat dia masih
tinggal di rumah bapak." ucap pak teguh.
"dan kebetulan bapak juga sudah
memperpanjang pasport nya agar
dia bisa segera kembali keluar negeri
untuk menemui papa nya." sambung nya.
"terimakasih pak, maaf karena
sudah merepotkan." ucap bu indri.
di sebuah ruangan yang redup tampak
bu indri yang sedang merenung.
tanpa dia sadari alvin telah berada
tepat berdiri di samping nya.
"ini sudah larut malam, mama
seharusnya tidur untuk istirahat."
ucap alvin mengejutkan mama nya.
"alvin sejak kapan kamu di sini? kamu ngagetin mama nak." ucap bu indri.
"maaf ma, tapi sepertinya mama
sedang melamun hingga tidak sadar
kalau aku di sini." sahut alvin.
"apa ini ada hubungannya dengan
alviandra yang harus kembali tinggal
bersama papa?" lanjut alvin bertanya.
"ibu mana yang ingin terpisah dari
anak anak nya! mama baru saja
kehilangan butik yang sudah susah
payah mama rintis dari nol akibat
penipuan yang dilakukan rekan bisnis
mama, dan sekarang mama harus
kehilangan alviandra, padahal belum
genap setahun kita tinggal bersama
dengan nya." ucap lirih bu indri.
__ADS_1
mendengar perkataan mama nya
alvin pun langsung memeluk nya.