
alvin dan erlita tengah berjalan
menuju taman sekolah.
namun rehan memanggil nya.
"alvin.." rehan pun menghampiri alvin.
"ada apa han?" tanya alvin.
"pak arga memanggil mu."
jawab rehan.
"ada apa ya?" tanya nya lagi
"kaya nya mau ngebahas soal
camping." sahut rehan.
alvin adalah seorang ketua
OSIS, sedangkan rehan adalah
wakil nya. jadi setiap ada acara
di sekolah, alvin dan rehan pasti
turut serta dalam mempersiap kan
semua nya.
"lita, aku tinggal kamu gak apa apa
kan?" tanya alvin.
"gak apa apa." erlita tersenyum tipis
ke pada alvin. erlita pun kembali
ke kelas nya. di sana ada alviandra
yang lagi duduk di bangku nya.
erlita terlihat canggung berada di
dekat alviandra. erlita pun mengingat
kembali tat kala waktu itu dia pernah memeluk alviandra, karna mengira
kalau alviandra itu adalah alvin
kekasih nya.
"heran sama ni orang, sikap nya
kok dingin banget ya?" batin erlita
yang sesekali menoleh menatap
wajah alviandra. erlita memberani
kan diri untuk berbasa basi dengan
alviandra. ya walau gimana pun juga
alviandra itu sodara nya alvin.
"alviandra.." erlita terlihat sedikit
tegang. alviandra pun menoleh
dengan tatapan dingin nya.
"Oya, sebelum nya kamu pernah
sekolah di mana?" erlita bertanya
dengan hati hati.
"apa itu penting buat mu?"
ketus alviandra.
erlita memaling kan pandangan nya
mendengar ucapan alviandra.
"rese banget nih cowok, orang aku
nanya baik baik juga." batin erlita
dia terlihat kesal. tak lama kemudian
bimo, diki, peri dan sam menghampiri alviandra.
erlita berdiri dari tempat duduk nya
dan menatap tajam pada bimo.
"kalian mau apa? mendingan kalian
pergi deh, gak usah cari gara gara."
bentak erlita pada Bimo dan teman
teman nya.
"gak usah nge gas gitu! aku kesini
hanya ingin bertemu dengan anak
baru ini." kata bimo yang menatap
alviandra.
"mereka pasti mau cari ribut sama
alviandra" batin erlita.
erlita pun menarik tangan Bimo
dan diki agar keluar dari kelas nya.
namun tak di sangka diki malah
mendorong erlita hingga kepala
nya membentur tembok.
"aww.." rintih erlita menahan sakit.
alviandra bangkit dari tempat
duduk nya karna tidak suka melihat
perlakuan diki terhadap erlita.
alviandra menghampiri diki
kemudian menghajar nya.
teman teman diki berusaha
melerai nya.
__ADS_1
"sorry, maksud kedatangan kita
ke sini sebenar nya bukan untuk
mengajak mu ribut! kami hanya
ingin menjadi teman mu." kata diki.
alviandra pun menghentikan aksi nya.
"iya, kami ingin menjadi teman mu."
bimo berusaha meyakin kan.
"sebaik nya kalian cepat pergi!
kalau kalian tidak ingin ku buat
babak belur." gertak alviandra.
bimo dan teman teman nya pun
berlari meninggal kan kelas itu.
alviandra mendekati erlita yang
terlihat kesakitan.
"sini, coba ku lihat." alviandra
memeriksa luka lebam yang ada
di kening erlita.
"bisa lembut juga ni cowok."
batin erlita, menatap wajah
alviandra tanpa berkedip.
"jangan menatap ku seperti itu."
ucap alviandra datar.
"dikh gak jelas banget, kamu tu gak
usah ke geer'an, aku tu cuman kaget
aja orang seperti kamu ternyata bisa
bersikap lembut." erlita tidak sadar
dengan apa yang dia ucap kan.
alviandra menatap tajam erlita.
"maksud kamu apa?" bentak alviandra
seraya mencengkram tangan erlita.
"lepasin, sakit." erlita berusaha
melepaskan tangan alviandra.
"kenapa? ini kan yang kamu pikirkan
tentang ku." alviandra semakin erat
mencengkram pergelangan tangan
erlita hingga tangan nya pun kini
memerah. alvin pun melepas
"dasar cowok sakit jiwa." batin erlita.
alviandra kembali duduk di bangku
nya dan bertingkah seolah tidak
terjadi apa apa. erlita mengusap
ngusap kening nya yang terbentur
tembok tadi.
jam istirahat sudah hampir selesai.
satu persatu murid kelas XII IPS
mulai memasuki kelas.
karin dan jono sudah pada duduk di
bangku masing masing.
"ekh bucin, kenapa tu jidat di
elus elus gitu?" tanya jono
seraya menggoda erlita.
"habis kejedot pintu, kenapa emang?"
ketus erlita berbohong.
"hahaha" jono mentertawakan nya.
tak terasa pelajaran telah selesai.
semua murid beranjak keluar.
"lita, aku duluan ya." kata karin
seraya melambaikan tangan nya.
"iya." sahut erlita namun masih
pokus mengemasi buku pelajaran
nya. alviandra telah bergegas keluar
kelas. jono beranjak dari tempat
duduk nya.
"Jono.." panggil erlita.
sekilas jono menoleh ke arah erlita
namun kemudian dia berlalu tanpa
menghirau kan erlita.
erlita berusaha mengejar jono.
"jono tunggu!" erlita berhasil meraih
tangan jono saat tepat berada di
pintu gudang sekolah.
"aku tau, apa yang ingin kamu
katakan." sahut jono.
__ADS_1
"jon kamu jangan nekat, alviandra
itu orang yang berbahaya."
kata erlita yang menatap dalam
kedua bola mata jono.
"ayoo, mending kita pulang aja."
erlita berusaha menarik tangan
jono, namun jono menghempas
kan tangan erlita.
"sorry lita, mending kamu aja yang
pulang sana! gak sepatut nya juga
kamu berada di sini." desis jono.
"jono, kamu tau kan doni dan teman
teman nya aja kalah, apa lagi kamu
yang hanya sendiri." jelas erlita
memperingati.
tiba tiba dari arah belakang erlita,
alviandra muncul.
"hekh cewek pembalut, ngapain
di sini? pergi sana." sentak alviandra.
tanpa banyak bicara erlita pun pergi
dari tempat itu, tapi sebenar nya
erlita hanya menjauh dari gudang itu
dan mengamati mereka dari kejauhan.
"besar juga nyali mu." desis alviandra
kepada jono.
"banyak bacot!" tanpa aba aba jono
langsung memukul alviandra, hingga
dia tersungkur.
pada saat jono ingin memukul
kembali alviandra, alviandra
berhasil menahan jono, lalu
berbalik memukuli jono
hingga wajah nya kini babak belur.
erlita yang menyaksikan kejadian
itu menjadi tidak tega melihat ke
adaan jono. erlita pun memberanikan
diri menghampiri nya.
"cukup! hentikan!" erlita menghalangi
alviandra yang hendak memukul Jono
lagi.
alviandra membuang nafas nya kasar.
"manusia macam apa kamu itu?
kamu gak lihat ke adaan jono sudah
lemah dan tidak berdaya seperti itu,
kamu mau bunuh dia?" erlita pun
mendorong alviandra agar menjauh
dari jono.
"ini akibat nya kalau ada orang yang
sudah berani bertingkah so jagoan
di hadapanku." ucap alviandra.
"jono itu sahabat nya alvin sodara
kamu sendiri, kamu gak tau kan
apa yang bakalan alvin lakuin
kalau dia sampai tau perbuatan
mu." gertak erlita.
alvin mendekati erlita, menatap
tajam kedua bola mata nya.
"ya tuhan, apa yang mau cowok ini
lakuin terhadap ku? tatapan nya
begitu sangat mengerikan, seolah
dia ingin memangsa ku." batin erlita.
"apa kau mengancam ku?" alviandra
semakin mendekati wajah erlita.
sehingga jarak di antara ke dua nya
kini hanya lima centi meter.
"aku tidak mengancam, alvin
memang harus tau bagai mana
kelakuan sodara nya ini." ucap erlita
yang berusaha menyembunyikan
rasa takut nya.
"asal kau tau, aku tidak pernah takut
pada siapa pun." desus alviandra
kemudian pergi dari tempat itu.
__ADS_1