AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
p 16 babak belur


__ADS_3

alvin dan erlita tengah berjalan


menuju taman sekolah.


namun rehan memanggil nya.


"alvin.." rehan pun menghampiri alvin.


"ada apa han?" tanya alvin.


"pak arga memanggil mu."


jawab rehan.


"ada apa ya?" tanya nya lagi


"kaya nya mau ngebahas soal


camping." sahut rehan.


alvin adalah seorang ketua


OSIS, sedangkan rehan adalah


wakil nya. jadi setiap ada acara


di sekolah, alvin dan rehan pasti


turut serta dalam mempersiap kan


semua nya.


"lita, aku tinggal kamu gak apa apa


kan?" tanya alvin.


"gak apa apa." erlita tersenyum tipis


ke pada alvin. erlita pun kembali


ke kelas nya. di sana ada alviandra


yang lagi duduk di bangku nya.


erlita terlihat canggung berada di


dekat alviandra. erlita pun mengingat


kembali tat kala waktu itu dia pernah memeluk alviandra, karna mengira


kalau alviandra itu adalah alvin


kekasih nya.


"heran sama ni orang, sikap nya


kok dingin banget ya?" batin erlita


yang sesekali menoleh menatap


wajah alviandra. erlita memberani


kan diri untuk berbasa basi dengan


alviandra. ya walau gimana pun juga


alviandra itu sodara nya alvin.


"alviandra.." erlita terlihat sedikit


tegang. alviandra pun menoleh


dengan tatapan dingin nya.


"Oya, sebelum nya kamu pernah


sekolah di mana?" erlita bertanya


dengan hati hati.


"apa itu penting buat mu?"


ketus alviandra.


erlita memaling kan pandangan nya


mendengar ucapan alviandra.


"rese banget nih cowok, orang aku


nanya baik baik juga." batin erlita


dia terlihat kesal. tak lama kemudian


bimo, diki, peri dan sam menghampiri alviandra.


erlita berdiri dari tempat duduk nya


dan menatap tajam pada bimo.


"kalian mau apa? mendingan kalian


pergi deh, gak usah cari gara gara."


bentak erlita pada Bimo dan teman


teman nya.


"gak usah nge gas gitu! aku kesini


hanya ingin bertemu dengan anak


baru ini." kata bimo yang menatap


alviandra.


"mereka pasti mau cari ribut sama


alviandra" batin erlita.


erlita pun menarik tangan Bimo


dan diki agar keluar dari kelas nya.


namun tak di sangka diki malah


mendorong erlita hingga kepala


nya membentur tembok.


"aww.." rintih erlita menahan sakit.


alviandra bangkit dari tempat


duduk nya karna tidak suka melihat


perlakuan diki terhadap erlita.


alviandra menghampiri diki


kemudian menghajar nya.


teman teman diki berusaha


melerai nya.

__ADS_1


"sorry, maksud kedatangan kita


ke sini sebenar nya bukan untuk


mengajak mu ribut! kami hanya


ingin menjadi teman mu." kata diki.


alviandra pun menghentikan aksi nya.


"iya, kami ingin menjadi teman mu."


bimo berusaha meyakin kan.


"sebaik nya kalian cepat pergi!


kalau kalian tidak ingin ku buat


babak belur." gertak alviandra.


bimo dan teman teman nya pun


berlari meninggal kan kelas itu.


alviandra mendekati erlita yang


terlihat kesakitan.


"sini, coba ku lihat." alviandra


memeriksa luka lebam yang ada


di kening erlita.


"bisa lembut juga ni cowok."


batin erlita, menatap wajah


alviandra tanpa berkedip.


"jangan menatap ku seperti itu."


ucap alviandra datar.


"dikh gak jelas banget, kamu tu gak


usah ke geer'an, aku tu cuman kaget


aja orang seperti kamu ternyata bisa


bersikap lembut." erlita tidak sadar


dengan apa yang dia ucap kan.


alviandra menatap tajam erlita.


"maksud kamu apa?" bentak alviandra


seraya mencengkram tangan erlita.


"lepasin, sakit." erlita berusaha


melepaskan tangan alviandra.


"kenapa? ini kan yang kamu pikirkan


tentang ku." alviandra semakin erat


mencengkram pergelangan tangan


erlita hingga tangan nya pun kini


memerah. alvin pun melepas


"dasar cowok sakit jiwa." batin erlita.


alviandra kembali duduk di bangku


nya dan bertingkah seolah tidak


terjadi apa apa. erlita mengusap


ngusap kening nya yang terbentur


tembok tadi.


jam istirahat sudah hampir selesai.


satu persatu murid kelas XII IPS


mulai memasuki kelas.


karin dan jono sudah pada duduk di


bangku masing masing.


"ekh bucin, kenapa tu jidat di


elus elus gitu?" tanya jono


seraya menggoda erlita.


"habis kejedot pintu, kenapa emang?"


ketus erlita berbohong.


"hahaha" jono mentertawakan nya.


tak terasa pelajaran telah selesai.


semua murid beranjak keluar.


"lita, aku duluan ya." kata karin


seraya melambaikan tangan nya.


"iya." sahut erlita namun masih


pokus mengemasi buku pelajaran


nya. alviandra telah bergegas keluar


kelas. jono beranjak dari tempat


duduk nya.


"Jono.." panggil erlita.


sekilas jono menoleh ke arah erlita


namun kemudian dia berlalu tanpa


menghirau kan erlita.


erlita berusaha mengejar jono.


"jono tunggu!" erlita berhasil meraih


tangan jono saat tepat berada di


pintu gudang sekolah.


"aku tau, apa yang ingin kamu


katakan." sahut jono.

__ADS_1


"jon kamu jangan nekat, alviandra


itu orang yang berbahaya."


kata erlita yang menatap dalam


kedua bola mata jono.


"ayoo, mending kita pulang aja."


erlita berusaha menarik tangan


jono, namun jono menghempas


kan tangan erlita.


"sorry lita, mending kamu aja yang


pulang sana! gak sepatut nya juga


kamu berada di sini." desis jono.


"jono, kamu tau kan doni dan teman


teman nya aja kalah, apa lagi kamu


yang hanya sendiri." jelas erlita


memperingati.


tiba tiba dari arah belakang erlita,


alviandra muncul.


"hekh cewek pembalut, ngapain


di sini? pergi sana." sentak alviandra.


tanpa banyak bicara erlita pun pergi


dari tempat itu, tapi sebenar nya


erlita hanya menjauh dari gudang itu


dan mengamati mereka dari kejauhan.


"besar juga nyali mu." desis alviandra


kepada jono.


"banyak bacot!" tanpa aba aba jono


langsung memukul alviandra, hingga


dia tersungkur.


pada saat jono ingin memukul


kembali alviandra, alviandra


berhasil menahan jono, lalu


berbalik memukuli jono


hingga wajah nya kini babak belur.


erlita yang menyaksikan kejadian


itu menjadi tidak tega melihat ke


adaan jono. erlita pun memberanikan


diri menghampiri nya.


"cukup! hentikan!" erlita menghalangi


alviandra yang hendak memukul Jono


lagi.


alviandra membuang nafas nya kasar.


"manusia macam apa kamu itu?


kamu gak lihat ke adaan jono sudah


lemah dan tidak berdaya seperti itu,


kamu mau bunuh dia?" erlita pun


mendorong alviandra agar menjauh


dari jono.


"ini akibat nya kalau ada orang yang


sudah berani bertingkah so jagoan


di hadapanku." ucap alviandra.


"jono itu sahabat nya alvin sodara


kamu sendiri, kamu gak tau kan


apa yang bakalan alvin lakuin


kalau dia sampai tau perbuatan


mu." gertak erlita.


alvin mendekati erlita, menatap


tajam kedua bola mata nya.


"ya tuhan, apa yang mau cowok ini


lakuin terhadap ku? tatapan nya


begitu sangat mengerikan, seolah


dia ingin memangsa ku." batin erlita.


"apa kau mengancam ku?" alviandra


semakin mendekati wajah erlita.


sehingga jarak di antara ke dua nya


kini hanya lima centi meter.


"aku tidak mengancam, alvin


memang harus tau bagai mana


kelakuan sodara nya ini." ucap erlita


yang berusaha menyembunyikan


rasa takut nya.


"asal kau tau, aku tidak pernah takut


pada siapa pun." desus alviandra


kemudian pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2