AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 19 di hukum


__ADS_3

di kantin erlita dan teman teman nya.


bersenda gurau. alvin pun datang


menghampiri mereka.


alvin duduk di samping erlita.


"gimana luka kamu, apa masih


sakit?" tanya erlita penuh perhatian.


"udah gak." sahut alvin tersenyum


tipis pada kekasih nya itu.


"sebenar nya ini ada apa? kenapa


wajah kalian pada bonyok gitu?"


tanya rehan yang keheranan.


"aku di keroyok sama sekelompok


orang yang gak ku kenal." sahut alvin.


"kok bisa?" tanya rehan.


"kaya nya mereka perampok."


jawab alvin.


alvin menatap wajah jono, yang


penuh luka lebam sama seperti nya.


"kamu sendiri kenapa jon? apa


kamu mau di rampok juga?"


tanya alvin.


"ya ampun vin, pasti perampok nya


juga mikir dua kali sebelum berniat


merampok orang kaya jono." ledek


karin pada jono.


jono kali ini terlihat lebih pendiam.


sesekali erlita dan jono saling pandang.


"tumben banget ni anak gak nyolot."


batin karin menatap jono dengan


keheranan.


"aku ke kelas duluan ya." jono pun


pergi meninggal kan mereka.


"si jono aneh banget." desus karin.


"guys, ke kelas yuk? sebentar lagi


guru masuk." ajak karin.


mereka pun beranjak dari tempat


duduk nya lalu berjalan menuju


kelas. erlita jalan bergandengan


dengan alvin, tiba tiba alviandra


datang dan berjalan di belakang


mereka.


sesampai nya di pintu kelas erlita.


"masuk gih." kata alvin.


erlita tersenyum kepada alvin.


lalu kemudian memasuki kelas nya.


erlita duduk di bangku nya,


bersamaan dengan alviandra.


"jon, apa kamu baik baik aja?"


tanya erlita, karna heran sedari


tadi jono mendadak jadi pendiam.


"gak usah so perhatian begitu,


bahaya tau." kata jono.


"bahaya kenapa? takut alvin cemburu


ya? hahaha alvin juga pilih pilih kali


sebelum dia cemburu sama orang."


erlita malah menggoda jono.


Jono tidak menanggapi celotehan nya.


"ekh tapi seriusan ini aku nanya,


kamu kenapa? kok tiba tiba jadi


pendiam begini." tanya erlita antusias.


"aku lagi sariawan." jawab jono


sekena nya.


"kelamaan jomblo sikh" celoteh erlita.


"lah, apa hubungan nya?" tanya jono.


"ya ada lah." kata erlita tersenyum


nakal menggoda jono.


pak didit memasuki kelas.


hingga mereka pun menghentikan


percakapan nya.

__ADS_1


alviandra terlihat pokus mendengar


kan materi materi yang pak didit


terangkan kepada semua murid.


dalam diam erlita memperhatikan


alviandra.


"ni orang sebenar nya orang jahat?


atau orang baik sikh? sikap nya tu


aneh, berbeda dari setiap laki laki


yang pernah ku temui! kadang dia


berbuat jahat, mukulin jono sambil


babak belur gitu, tapi gak bisa di


pungkiri juga kalau semalam dia yang


udah nyelamatin aku sama alvin!


andai aja semalam dia gak datang


nolongin aku dan alvin! aku gak tau,


hal apa yang bakal terjadi padaku


dan juga alvin." batin erlita, dia


melamun, dan tidak mendengar kan


apa yang sedang pak didit terangkan.


"baik lita, sekarang kamu jawab


pertanyaan yang sudah bapak terang


kan barusan." kata pak didit.


"gawat! pak didit barusan nerangin


apaan ya?" batin erlita.


"Lita?" pak didit meninggikan suara nya.


"Lita??" kali ini pak didit membentak


erlita.


"ma maaf pak! tadi bapak nerangin


apa ya?" erlita yang cengengesan.


pak didit pun geleng geleng kepala


mendengar pertanyaan erlita.


"harus nya kamu yang menjawab


pertanyaan bapak! kenapa jadi kamu


yang bertanya." sebagai hukuman


pak didit pun menyuruh erlita untuk


lari di lapangangan sebanyak lima


"huuu." sebagian siswa/siswi


menyoraki nya.


bel istirahat sudah berbunyi,


namun erlita belum menyelesai kan


hukuman nya.


santi menghampiri erlita yang


lagi engos engosan.


"kak lita lagi di hukum ya? kasihan."


santi bilang kasihan, tetapi dari nada


bicara nya seperti sedang mengejek.


"maaf, aku harus menyelesai kan


hukuman ku." ketus erlita, lalu


meninggal kan santi dan teman


teman nya.


"ekh lita kan lagi di hukum, kenapa


kamu gak menggunakan kesempatan


ini untuk mendekati alvin?" kata yola


temen santi.


"iya, betul banget tu apa yang di


bilang yola." kata dewi temen


santi juga.


"gak!" kata santi dengan lantang.


"kenapa?" tanya yola.


"aku nyerah, karna apa pun yang


udah aku lakuin untuk mendapat


kan alvin gak pernah berhasil, alvin


itu udah terlalu sayang sama erlita,


hingga alvin gak bisa berpaling


padahal aku udah bela belain bersikap


sebegitu agresif nya sampai sampai


nyosor ingin mencium alvin, tapi tetep


aja dia menolak ku." kata santi


panjang lebar.

__ADS_1


"what? parah kamu san, kamu sama


samain alvin sama mantan mantan


kamu yang kacrut itu." celetuk dewi.


"isssh sialan!" decah santi.


"santi, santi! pantesan aja alvin kaya


yang ilfil gitu kalau lihat kamu."


kata yola.


erlita telah menyelesai kan putaran


terakhir nya. dia pun duduk di bangku


yang tak jauh dari lapangan itu.


"nih minum, pasti kamu haus kan."


kata alvin seraya menyodor kan


minuman botol rasa jeruk kepada


erlita. erlita pun menerima nya.


"makasih ya." ucap erlita.


alvin pun duduk di sebelah erlita.


"kenapa lihatin aku kaya gitu?"


tanya erlita, yang sadar kalau


alvin terus memandangi nya.


alvin mengusap keringat erlita


dengan tangan nya, lalu membelai


rambut yang menghalangi wajah


cantik erlita akibat hembusan angin


yang kencang.


erlita tampak tersenyum malu


malu menerima perlakuan alvin


terhadapnya, yang sukses selalu


membuat hati nya selalu berbunga


bunga.


"aku dengar kamu di hukum gara


gara gak mendengar kan apa


yang sedang guru mu terangkan,


kenapa?" tanya alvin menatap erlita.


"emm..." erlita terlihat bingung, apa


yang mau dia jelas kan pada alvin.


"kamu gak lagi mikirin hal yang jorok


jorok kan?" alvin menyela seraya


menggoda erlita.


"yang jorok jorok? maksud nya?"


tanya erlita.


"ya siapa tau aja, kamu itu lagi


ngebayangin seandai nya kita


menikah, terus punya anak." kata alvin.


"iikhhh, apaan sikh vin! kita itu


masih sekolah ya gak mungkin


lah aku mikirin hal yang begituan."


kata erlita tersenyum lebar.


"nikah muda kaya nya asyik."


ucap alvin yang berandai andai.


"siapa yang mau nikah muda?"


tanya erlita.


"kita! kamu mau kan nikah sama


aku?" tanya alvin pada erlita.


namun erlita tidak menanggapi


dengan serius ucapan nya alvin.


"gak mau!" ucap erlita menggoda alvin.


"kenapa?" tanya alvin tersenyum tipis.


"kamu tu belum bekerja! kamu mau


ngasih aku makan apa?" goda erlita.


"kamu doyan nasi kan? ya aku kasih


makan nasi! kecuali kalau kamu mau


ganti sama rumput." alvin balik


menggoda erlita.


"ikh kamu jahat banget, emang nya


aku kambing apa." rengek erlita.


alvin tersenyum melihat tingkah


erlita.


"ya sudah, gabung sama yang lain


yuk?" ajak alvin.

__ADS_1


erlita pun mengangguk.


__ADS_2