
di kantin erlita dan teman teman nya.
bersenda gurau. alvin pun datang
menghampiri mereka.
alvin duduk di samping erlita.
"gimana luka kamu, apa masih
sakit?" tanya erlita penuh perhatian.
"udah gak." sahut alvin tersenyum
tipis pada kekasih nya itu.
"sebenar nya ini ada apa? kenapa
wajah kalian pada bonyok gitu?"
tanya rehan yang keheranan.
"aku di keroyok sama sekelompok
orang yang gak ku kenal." sahut alvin.
"kok bisa?" tanya rehan.
"kaya nya mereka perampok."
jawab alvin.
alvin menatap wajah jono, yang
penuh luka lebam sama seperti nya.
"kamu sendiri kenapa jon? apa
kamu mau di rampok juga?"
tanya alvin.
"ya ampun vin, pasti perampok nya
juga mikir dua kali sebelum berniat
merampok orang kaya jono." ledek
karin pada jono.
jono kali ini terlihat lebih pendiam.
sesekali erlita dan jono saling pandang.
"tumben banget ni anak gak nyolot."
batin karin menatap jono dengan
keheranan.
"aku ke kelas duluan ya." jono pun
pergi meninggal kan mereka.
"si jono aneh banget." desus karin.
"guys, ke kelas yuk? sebentar lagi
guru masuk." ajak karin.
mereka pun beranjak dari tempat
duduk nya lalu berjalan menuju
kelas. erlita jalan bergandengan
dengan alvin, tiba tiba alviandra
datang dan berjalan di belakang
mereka.
sesampai nya di pintu kelas erlita.
"masuk gih." kata alvin.
erlita tersenyum kepada alvin.
lalu kemudian memasuki kelas nya.
erlita duduk di bangku nya,
bersamaan dengan alviandra.
"jon, apa kamu baik baik aja?"
tanya erlita, karna heran sedari
tadi jono mendadak jadi pendiam.
"gak usah so perhatian begitu,
bahaya tau." kata jono.
"bahaya kenapa? takut alvin cemburu
ya? hahaha alvin juga pilih pilih kali
sebelum dia cemburu sama orang."
erlita malah menggoda jono.
Jono tidak menanggapi celotehan nya.
"ekh tapi seriusan ini aku nanya,
kamu kenapa? kok tiba tiba jadi
pendiam begini." tanya erlita antusias.
"aku lagi sariawan." jawab jono
sekena nya.
"kelamaan jomblo sikh" celoteh erlita.
"lah, apa hubungan nya?" tanya jono.
"ya ada lah." kata erlita tersenyum
nakal menggoda jono.
pak didit memasuki kelas.
hingga mereka pun menghentikan
percakapan nya.
__ADS_1
alviandra terlihat pokus mendengar
kan materi materi yang pak didit
terangkan kepada semua murid.
dalam diam erlita memperhatikan
alviandra.
"ni orang sebenar nya orang jahat?
atau orang baik sikh? sikap nya tu
aneh, berbeda dari setiap laki laki
yang pernah ku temui! kadang dia
berbuat jahat, mukulin jono sambil
babak belur gitu, tapi gak bisa di
pungkiri juga kalau semalam dia yang
udah nyelamatin aku sama alvin!
andai aja semalam dia gak datang
nolongin aku dan alvin! aku gak tau,
hal apa yang bakal terjadi padaku
dan juga alvin." batin erlita, dia
melamun, dan tidak mendengar kan
apa yang sedang pak didit terangkan.
"baik lita, sekarang kamu jawab
pertanyaan yang sudah bapak terang
kan barusan." kata pak didit.
"gawat! pak didit barusan nerangin
apaan ya?" batin erlita.
"Lita?" pak didit meninggikan suara nya.
"Lita??" kali ini pak didit membentak
erlita.
"ma maaf pak! tadi bapak nerangin
apa ya?" erlita yang cengengesan.
pak didit pun geleng geleng kepala
mendengar pertanyaan erlita.
"harus nya kamu yang menjawab
pertanyaan bapak! kenapa jadi kamu
yang bertanya." sebagai hukuman
pak didit pun menyuruh erlita untuk
lari di lapangangan sebanyak lima
"huuu." sebagian siswa/siswi
menyoraki nya.
bel istirahat sudah berbunyi,
namun erlita belum menyelesai kan
hukuman nya.
santi menghampiri erlita yang
lagi engos engosan.
"kak lita lagi di hukum ya? kasihan."
santi bilang kasihan, tetapi dari nada
bicara nya seperti sedang mengejek.
"maaf, aku harus menyelesai kan
hukuman ku." ketus erlita, lalu
meninggal kan santi dan teman
teman nya.
"ekh lita kan lagi di hukum, kenapa
kamu gak menggunakan kesempatan
ini untuk mendekati alvin?" kata yola
temen santi.
"iya, betul banget tu apa yang di
bilang yola." kata dewi temen
santi juga.
"gak!" kata santi dengan lantang.
"kenapa?" tanya yola.
"aku nyerah, karna apa pun yang
udah aku lakuin untuk mendapat
kan alvin gak pernah berhasil, alvin
itu udah terlalu sayang sama erlita,
hingga alvin gak bisa berpaling
padahal aku udah bela belain bersikap
sebegitu agresif nya sampai sampai
nyosor ingin mencium alvin, tapi tetep
aja dia menolak ku." kata santi
panjang lebar.
__ADS_1
"what? parah kamu san, kamu sama
samain alvin sama mantan mantan
kamu yang kacrut itu." celetuk dewi.
"isssh sialan!" decah santi.
"santi, santi! pantesan aja alvin kaya
yang ilfil gitu kalau lihat kamu."
kata yola.
erlita telah menyelesai kan putaran
terakhir nya. dia pun duduk di bangku
yang tak jauh dari lapangan itu.
"nih minum, pasti kamu haus kan."
kata alvin seraya menyodor kan
minuman botol rasa jeruk kepada
erlita. erlita pun menerima nya.
"makasih ya." ucap erlita.
alvin pun duduk di sebelah erlita.
"kenapa lihatin aku kaya gitu?"
tanya erlita, yang sadar kalau
alvin terus memandangi nya.
alvin mengusap keringat erlita
dengan tangan nya, lalu membelai
rambut yang menghalangi wajah
cantik erlita akibat hembusan angin
yang kencang.
erlita tampak tersenyum malu
malu menerima perlakuan alvin
terhadapnya, yang sukses selalu
membuat hati nya selalu berbunga
bunga.
"aku dengar kamu di hukum gara
gara gak mendengar kan apa
yang sedang guru mu terangkan,
kenapa?" tanya alvin menatap erlita.
"emm..." erlita terlihat bingung, apa
yang mau dia jelas kan pada alvin.
"kamu gak lagi mikirin hal yang jorok
jorok kan?" alvin menyela seraya
menggoda erlita.
"yang jorok jorok? maksud nya?"
tanya erlita.
"ya siapa tau aja, kamu itu lagi
ngebayangin seandai nya kita
menikah, terus punya anak." kata alvin.
"iikhhh, apaan sikh vin! kita itu
masih sekolah ya gak mungkin
lah aku mikirin hal yang begituan."
kata erlita tersenyum lebar.
"nikah muda kaya nya asyik."
ucap alvin yang berandai andai.
"siapa yang mau nikah muda?"
tanya erlita.
"kita! kamu mau kan nikah sama
aku?" tanya alvin pada erlita.
namun erlita tidak menanggapi
dengan serius ucapan nya alvin.
"gak mau!" ucap erlita menggoda alvin.
"kenapa?" tanya alvin tersenyum tipis.
"kamu tu belum bekerja! kamu mau
ngasih aku makan apa?" goda erlita.
"kamu doyan nasi kan? ya aku kasih
makan nasi! kecuali kalau kamu mau
ganti sama rumput." alvin balik
menggoda erlita.
"ikh kamu jahat banget, emang nya
aku kambing apa." rengek erlita.
alvin tersenyum melihat tingkah
erlita.
"ya sudah, gabung sama yang lain
yuk?" ajak alvin.
__ADS_1
erlita pun mengangguk.