
doni menindih tubuh erlita, lalu
mengikat kembali kedua tangan nya
agar erlita tidak bisa melawan.
doni pun menciumi bibir dan leher
erlita dengan penuh hasrat, tangan
nya mulai meraba ke gunung kembar
milik erlita, doni pun membuka paksa
satu kancing baju seragam erlita, hingga
kini tampak terlihat bra yang di kenakan
erlita berwarna merah muda. erlita
menjerit meminta tolong, berharap ada seseorang yang ada di sana lalu
menolong nya.
tiba tiba seseorang masuk ke dalam
gubuk itu, dan langsung menghajar
doni secara membabi buta, tanpa
memberikan celah sedikit pun untuk
doni membalas serangan nya.
erlita bersembunyi di sudut gubuk
dengan tubuh yang gemetaran, hanya
cahaya lilin yang menerangi gubuk tua
itu. walau pun doni meleceh kan nya,
bahkan nyaris memperkosa nya, tapi
dia merasa iba saat melihat doni yang di
pukuli habis habisan oleh laki laki
yang baru saja datang. erlita tidak
berani menatap siapa laki laki yang baru
saja menolong nya.
kini doni terkapar
di tanah dengan wajah yang babak belur.
laki laki itu pun mendekati erlita.
"apa kau tidak apa apa?" tanya laki
laki itu. erlita pun menatap wajah
laki laki itu, lalu langsung memeluk nya.
"aku takut, hiks hiks." suara tangis erlita
pun pecah. ini pertama kali nya erlita
menunjukan sisi lemah nya di hadapan
alviandra. tanpa sadar, alviandra pun membalas pelukan nya.
"sudah! kau tidak perlu takut, ada aku
di sini." ucap lembut alviandra.
saat mereka sedang berpelukan,
doni memanfaat kan kesempatan itu
untuk melarikan diri.
"kalian sedang apa di sini?"
tiba tiba suara seseorang mengejutkan
mereka. mereka pun melepas kan
pelukan nya.
"alvin..." ucap erlita.
alvin menoleh ke kancing baju seragam
erlita yang terbuka, tampak bra erlita
yang berwarna merah muda, serta
bentuk dada yang menggemas kan.
rupa nya erlita lupa membetul kan
kembali kancing baju seragam nya, yang sudah di buka paksa oleh Doni.
"jujur, aku kecewa sama kamu."
lirih alvin, menatap sayu wajah erlita,
lalu pergi meninggal kan mereka
yang di kejar oleh erlita.
"vin tunggu! ini tu gak seperti apa yang
kamu pikir kan." teriak erlita.
namun alvin malah semakin
mempercepat langkah kaki nya.
erlita berlari hingga dia dapat meraih
tangan alvin.
"vin, tolong jangan tinggalin aku!"
lirih erlita, seraya memeluk erat alvin
__ADS_1
dari belakang.
alvin tampak memejam kan mata nya.
dia tidak dapat menutupi kekecewaan
nya terhadap erlita. hati nya sangat
sakit bak di cabik cabik, saat dia melihat
orang yang sangat dia cintai
berpelukan dengan laki laki lain.
pikiran alvin pun melayang ke mana
mana. apa yang udah erlita laku kan
dengan alviandra, hingga kancing baju
nya terbuka.
alvin pun melepas kan tangan erlita
yang melingkar erat di perut nya.
tanpa mengeluar kan sepatah kalimat
pun, alvin lalu pergi meninggal kan nya.
"alvin..." erlita pun menangis histeris,
meratapi ke pergian nya.
"sial! si doni pake acara kabur lagi!
liat aja nanti, aku akan menyeret mu
ke kantor polisi! tak kan ku biar kan
orang seperti mu bebas berkeliaran."
batin alviandra.
saat alvin ingin kembali ke tenda, dia
berpapasan dengan pak didit, Jono dan
teman teman nya yang lain.
"alvin, apa kamu sudah menemukan
erlita?" tanya pak didit.
"sudah pak." jawab alvin, dengan raut
wajah yang musam.
"lalu mana erlita? kenapa dia tidak
bersama mu?" tanya pak didit lagi.
bukan nya menjawab pertanyaan pak
didit, alvin malah pergi lebih dulu
meninggal kan mereka semua.
melihat raut wajah alvin yang tidak
seperti biasa nya.
tak lama kemudian erlita dan alviandra
pun menghampiri pak didit dan teman
teman nya. erlita langsung memeluk
erat karin dan suci. karna mereka telah
lebih dulu di temukan oleh pak didit
dan anak anak yang lain.
mereka pun kembali ke tenda.
waktu sudah menunjukan pukul 20:11.
mereka menyalakan api unggun.
namun, karna masih syok dengan
kejadian yang telah menimpa nya saat
di gubuk, erlita meminta ijin kepada guru untuk beristirahat sejenak di dalam tenda
nya. dia belum berani mencerita kan
kejadian itu pada siapa pun. dia juga
meminta pada alviandra, agar dia tidak menceritakan nya dulu kepada guru,
atau pun murid yang lain.
erlita berusaha memejam kan mata
nya. namun bayangan doni selalu saja
menghantui nya. dia pun keluar tenda
untuk bergabung dengan teman teman
nya yang lain.
"ekh kamu lit, gimana, apa kamu udah
baikan?" tanya karin, penuh perhatian.
"mata mu sembab! apa kamu belum
mau cerita, apa yang sebenar nya telah
terjadi sama kamu?" tanya suci.
"aku, aku ..." ucapan erlita menggantung.
tiba tiba rehan memanggil karin untuk
maju ke tengah tengah.
__ADS_1
"si rehan mau ngapain tuh?" tanya suci,
menatap tajam ke arah mereka.
namun erlita hanya diam saja, sesekali
dia menoleh ke arah alvin. tapi alvin
malah bersikap cuek terhadap nya.
"di hadapan semua teman teman yang
ada di sini, aku ingin mengutarakan isi
hati ku." kata rehan, menatap dalam
ke dua bola mata nya.
karin tersenyum berbinar, terlihat rona
kebahagian di wajah nya. dia tau, apa
yang akan di utara kan rehan terhadap
nya, karna seminggu belakangan ini,
rehan sering jalan bareng dengan nya.
"apa?" ucap lembut karin.
"aku ingin kau menjadi milik ku!
apa kau mau menjadi kekasih ku?"
tanya rehan.
"mau!" dengan cepat karin menjawab
pertanyaan nya.
prroookkk prroookkk prrookkkk....
teman teman nya pun bertepuk tangan.
ini adalah hari yang paling di tunggu
tunggu oleh karin, karna telah lama
dia memendam perasaan nya terhadap
rehan.
"cium, cium, cium." teriak anak anak
yang lain. rehan pun mengecup lembut
kening karin. malam ini adalah malam
yang paling membahagia kan untuk
mereka.
alviandra mencari doni di sekitar tempat
itu, namun tak kunjung menemukan nya.
"kemana pergi nya?" batin alviandra.
alviandra pun menghampiri sam, untuk
menanyakan nya.
"apa kau melihat doni?" tanya nya.
"justru dari tadi aku tidak melihat nya."
sahut sam. malam sudah semakin larut.
mereka pun bubar untuk beristirahat
di tenda masing masing.
"alvin..." panggil erlita, dia pun
mendekati nya. alvin menatap wajah
erlita dengan tatapan kosong.
"alvin, kamu salah paham! aku bisa
kok jelasin semua nya." kata erlita.
"kamu mau jelasin apa? jelas jelas tadi
aku melihat mu, dengan mata kepala ku
sendiri, sedang berpelukan dengan nya."
alvin, yang sedikit meninggi kan nada
suara nya.
"aku sama alviandra itu gak ngapa
ngapain! justru tadi dia yang udah ..."
ucapan nya menggantung, karna alvin
memotong.
"udah apa?" tanya alvin sedikit ketus.
"dia yang tadi udah nolongin aku."
jelas erlita, dengan mata berkaca kaca.
"nolongin apa? emang apa yang sudah
terjadi sama kamu." alvin masih
bersikap sinis.
"maaf vin, aku belum bisa cerita
sekarang." lirih erlita, tertunduk lalu
menetes kan air mata nya.
"gak jelas!" ketus alvin, lalu masuk
__ADS_1
ke tenda nya, membiar kan erlita
begitu saja.