AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 35 salah paham


__ADS_3

doni menindih tubuh erlita, lalu


mengikat kembali kedua tangan nya


agar erlita tidak bisa melawan.


doni pun menciumi bibir dan leher


erlita dengan penuh hasrat, tangan


nya mulai meraba ke gunung kembar


milik erlita, doni pun membuka paksa


satu kancing baju seragam erlita, hingga


kini tampak terlihat bra yang di kenakan


erlita berwarna merah muda. erlita


menjerit meminta tolong, berharap ada seseorang yang ada di sana lalu


menolong nya.


tiba tiba seseorang masuk ke dalam


gubuk itu, dan langsung menghajar


doni secara membabi buta, tanpa


memberikan celah sedikit pun untuk


doni membalas serangan nya.


erlita bersembunyi di sudut gubuk


dengan tubuh yang gemetaran, hanya


cahaya lilin yang menerangi gubuk tua


itu. walau pun doni meleceh kan nya,


bahkan nyaris memperkosa nya, tapi


dia merasa iba saat melihat doni yang di


pukuli habis habisan oleh laki laki


yang baru saja datang. erlita tidak


berani menatap siapa laki laki yang baru


saja menolong nya.


kini doni terkapar


di tanah dengan wajah yang babak belur.


laki laki itu pun mendekati erlita.


"apa kau tidak apa apa?" tanya laki


laki itu. erlita pun menatap wajah


laki laki itu, lalu langsung memeluk nya.


"aku takut, hiks hiks." suara tangis erlita


pun pecah. ini pertama kali nya erlita


menunjukan sisi lemah nya di hadapan


alviandra. tanpa sadar, alviandra pun membalas pelukan nya.


"sudah! kau tidak perlu takut, ada aku


di sini." ucap lembut alviandra.


saat mereka sedang berpelukan,


doni memanfaat kan kesempatan itu


untuk melarikan diri.


"kalian sedang apa di sini?"


tiba tiba suara seseorang mengejutkan


mereka. mereka pun melepas kan


pelukan nya.


"alvin..." ucap erlita.


alvin menoleh ke kancing baju seragam


erlita yang terbuka, tampak bra erlita


yang berwarna merah muda, serta


bentuk dada yang menggemas kan.


rupa nya erlita lupa membetul kan


kembali kancing baju seragam nya, yang sudah di buka paksa oleh Doni.


"jujur, aku kecewa sama kamu."


lirih alvin, menatap sayu wajah erlita,


lalu pergi meninggal kan mereka


yang di kejar oleh erlita.


"vin tunggu! ini tu gak seperti apa yang


kamu pikir kan." teriak erlita.


namun alvin malah semakin


mempercepat langkah kaki nya.


erlita berlari hingga dia dapat meraih


tangan alvin.


"vin, tolong jangan tinggalin aku!"


lirih erlita, seraya memeluk erat alvin

__ADS_1


dari belakang.


alvin tampak memejam kan mata nya.


dia tidak dapat menutupi kekecewaan


nya terhadap erlita. hati nya sangat


sakit bak di cabik cabik, saat dia melihat


orang yang sangat dia cintai


berpelukan dengan laki laki lain.


pikiran alvin pun melayang ke mana


mana. apa yang udah erlita laku kan


dengan alviandra, hingga kancing baju


nya terbuka.


alvin pun melepas kan tangan erlita


yang melingkar erat di perut nya.


tanpa mengeluar kan sepatah kalimat


pun, alvin lalu pergi meninggal kan nya.


"alvin..." erlita pun menangis histeris,


meratapi ke pergian nya.


"sial! si doni pake acara kabur lagi!


liat aja nanti, aku akan menyeret mu


ke kantor polisi! tak kan ku biar kan


orang seperti mu bebas berkeliaran."


batin alviandra.


saat alvin ingin kembali ke tenda, dia


berpapasan dengan pak didit, Jono dan


teman teman nya yang lain.


"alvin, apa kamu sudah menemukan


erlita?" tanya pak didit.


"sudah pak." jawab alvin, dengan raut


wajah yang musam.


"lalu mana erlita? kenapa dia tidak


bersama mu?" tanya pak didit lagi.


bukan nya menjawab pertanyaan pak


didit, alvin malah pergi lebih dulu


meninggal kan mereka semua.


melihat raut wajah alvin yang tidak


seperti biasa nya.


tak lama kemudian erlita dan alviandra


pun menghampiri pak didit dan teman


teman nya. erlita langsung memeluk


erat karin dan suci. karna mereka telah


lebih dulu di temukan oleh pak didit


dan anak anak yang lain.


mereka pun kembali ke tenda.


waktu sudah menunjukan pukul 20:11.


mereka menyalakan api unggun.


namun, karna masih syok dengan


kejadian yang telah menimpa nya saat


di gubuk, erlita meminta ijin kepada guru untuk beristirahat sejenak di dalam tenda


nya. dia belum berani mencerita kan


kejadian itu pada siapa pun. dia juga


meminta pada alviandra, agar dia tidak menceritakan nya dulu kepada guru,


atau pun murid yang lain.


erlita berusaha memejam kan mata


nya. namun bayangan doni selalu saja


menghantui nya. dia pun keluar tenda


untuk bergabung dengan teman teman


nya yang lain.


"ekh kamu lit, gimana, apa kamu udah


baikan?" tanya karin, penuh perhatian.


"mata mu sembab! apa kamu belum


mau cerita, apa yang sebenar nya telah


terjadi sama kamu?" tanya suci.


"aku, aku ..." ucapan erlita menggantung.


tiba tiba rehan memanggil karin untuk


maju ke tengah tengah.

__ADS_1


"si rehan mau ngapain tuh?" tanya suci,


menatap tajam ke arah mereka.


namun erlita hanya diam saja, sesekali


dia menoleh ke arah alvin. tapi alvin


malah bersikap cuek terhadap nya.


"di hadapan semua teman teman yang


ada di sini, aku ingin mengutarakan isi


hati ku." kata rehan, menatap dalam


ke dua bola mata nya.


karin tersenyum berbinar, terlihat rona


kebahagian di wajah nya. dia tau, apa


yang akan di utara kan rehan terhadap


nya, karna seminggu belakangan ini,


rehan sering jalan bareng dengan nya.


"apa?" ucap lembut karin.


"aku ingin kau menjadi milik ku!


apa kau mau menjadi kekasih ku?"


tanya rehan.


"mau!" dengan cepat karin menjawab


pertanyaan nya.


prroookkk prroookkk prrookkkk....


teman teman nya pun bertepuk tangan.


ini adalah hari yang paling di tunggu


tunggu oleh karin, karna telah lama


dia memendam perasaan nya terhadap


rehan.


"cium, cium, cium." teriak anak anak


yang lain. rehan pun mengecup lembut


kening karin. malam ini adalah malam


yang paling membahagia kan untuk


mereka.


alviandra mencari doni di sekitar tempat


itu, namun tak kunjung menemukan nya.


"kemana pergi nya?" batin alviandra.


alviandra pun menghampiri sam, untuk


menanyakan nya.


"apa kau melihat doni?" tanya nya.


"justru dari tadi aku tidak melihat nya."


sahut sam. malam sudah semakin larut.


mereka pun bubar untuk beristirahat


di tenda masing masing.


"alvin..." panggil erlita, dia pun


mendekati nya. alvin menatap wajah


erlita dengan tatapan kosong.


"alvin, kamu salah paham! aku bisa


kok jelasin semua nya." kata erlita.


"kamu mau jelasin apa? jelas jelas tadi


aku melihat mu, dengan mata kepala ku


sendiri, sedang berpelukan dengan nya."


alvin, yang sedikit meninggi kan nada


suara nya.


"aku sama alviandra itu gak ngapa


ngapain! justru tadi dia yang udah ..."


ucapan nya menggantung, karna alvin


memotong.


"udah apa?" tanya alvin sedikit ketus.


"dia yang tadi udah nolongin aku."


jelas erlita, dengan mata berkaca kaca.


"nolongin apa? emang apa yang sudah


terjadi sama kamu." alvin masih


bersikap sinis.


"maaf vin, aku belum bisa cerita


sekarang." lirih erlita, tertunduk lalu


menetes kan air mata nya.


"gak jelas!" ketus alvin, lalu masuk

__ADS_1


ke tenda nya, membiar kan erlita


begitu saja.


__ADS_2