
setelah bertemu dengan alviandra,
di ruang tamu alvin terlihat gelisah.
alvin merasa kalau dirinya
mempunyai ikatan yang kuat dengan
laki laki itu, dia memikirkan ucapan
teman teman nya, mungkin kah
kalau alviandra itu memang
sodara kandung nya yang sudah
terpisah dengan nya selama tiga
belas tahun lama nya. kalau memang demikian, kenapa mama nya
tidak pernah memberi tahu nya
kalau alvin memiliki sodara kembar.
"mama.." panggil alvin saat
mama nya baru saja pulang.
bu indri adalah seorang pengusaha
butik ternama. dia telah memiliki
cabang di beberapa daerah.
"iya sayang, kenapa kamu menyuruh
mama untuk pulang lebih awal?"
kata bu indri.
"aku ingin bertanya sesuatu sama
mama." alvin to the point.
karna sudah sedari tadi dia
menunggu ke pulangan mama nya.
"kamu ingin bertanya apa?
katakan saja." sahut bu Indri
yang tersenyum tipis pada pada nya.
"apa aku memiliki sodara kembar?"
tanya alvin.
deg. Bu indri terkejut mendengar
pertanyaan anak nya.
pasal nya Bu indri memang pernah
bercerita kalau alvin mempunyai adik.
tapi dia tidak pernah mengatakan
kalau alvin memiliki sodara kembar.
"kenapa kamu bertanya seperti itu?"
tanya bu indri.
"tadi di sekolah ada anak baru,
wajah nya persis mirip sekali
dengan ku." jelas alvin.
"mama pergi dulu ya sayang."
Bu indri mencium kening alvin,
dia tergesa gesa pergi.
"mama mau ke mana?" teriak alvin.
namun bu indri tidak menjawab
pertanyaan nya.
bu indri melajukan mobil nya.
setengah jam kemudian dia
berhenti di depan sebuah rumah
yang besar dan mewah.
"ada yang bisa saya bantu?"
tanya laki laki paru baya itu.
"maaf pak jika kedatangan saya
mengganggu bapak, ada hal
penting yang ingin saya tanyakan."
kata bu indri.
"silahkan, apa yang ingin ibu
tanya kan?" kata pak teguh
yang tak lain adalah kepala sekolah
di SMA harapan bangsa. tempat
anak nya menempuh pendidikan.
"apa saya boleh melihat buku
absensi para siswa pak? khusus
nya anak yang baru masuk tadi
pagi." kata bu indri.
"kalau boleh saya tahu, untuk
apa bu?" tanya pak teguh.
"saya dengar di SMA harapan
bangsa ada anak murid baru
yang wajah nya mirip dengan
alvin anak saya." jelas bu indri.
__ADS_1
bu indri pun menceritakan
pengalaman pahit nya di masa lalu,
yang memaksa nya harus berpisah
dengan anak nya.
tanpa pikir panjang pak teguh
langsung bergegas mengambil
daftar absensi lalu memberikan
nya pada bu indri.
Bu indri membuka buku absensi itu.
beberapa saat kemudian raut wajah
nya berbinar.
"pak, dia benar anak saya!"
bu indri antusias.
tanpa bu indri sadari ada sosok yang
tengah berdiri tepat di belakang nya.
"mama.." alviandra pun mendekati
Bu indri dengan wajah yang
berkaca kaca.
"alviandra anak ku! mama sangat
merindukan mu nak." bu indri
mencium kening anak nya
lalu kemudian memeluk nya.
tanpa sadar, alviandra menetes
kan air mata nya, betapa dia
sangat merindukan sentuhan
kasih sayang dari sosok ibu nya.
"kenapa mama tidak pernah
menemui ku, apa mama tidak
menyayangi ku?" alviandra menatap
dalam kedua bola mata mama nya.
"sayang jangan bicara seperti itu
nak! mama sayang sekali sama
kamu, dari dulu mama selalu
berusaha untuk mencari mu,
karna tanpa sepengetahuan mama
ternyata papa mu membawa mu
pindah ke luar negri, tanpa memberi
selalu mengunjungi rumah tempat
kamu dulu dan papa mu tinggal
dan berharap suatu saat nanti
mama bisa bertemu dengan mu
lagi! mama senang, sekarang tuhan
sudah mengabul kan doa mama."
bu indri yang bergelinangan air mata.
"kamu ikut mama pulang ya?"
pinta bu indri.
alviandra pun mengangguk.
"baik, aku kemas barang barang
ku dulu." kata alviandra.
"iya sayang." tampak jelas binar
kebahagian menyelimuti raut
wajah bu indri.
"terima kasih pak, sudah mau
menerima anak saya untuk
tinggal di sini" ucap Bu indri.
"sama sama bu." kata pak teguh.
pak gian adalah salah satu donatur
terbesar di SMA harapan bangsa.
pak teguh mengenal pak gian tiga
tahun yang lalu. tepat nya waktu
kedua nya sama sama mengadakan
bisnis di bali. itulah sebab nya
kenapa alviandra bisa tinggal
bersama dengan pak teguh,
pak gian menitipkan alviandra
kepada pak teguh, karna alviandra
bersikeras ingin mencari
keberadaan ibu kandung nya.
setelah alviandra selesai mengemas
barang barang nya dia pun
berpamitan pada pak teguh.
__ADS_1
bu indri menaiki mobil nya.
sedangkan alviandra menaiki
mobil sport nya.
"alvin.." panggil bu indri.
setelah sampai di rumah nya.
alvin pun menuruni anak tangga
kemudian menghampiri mama nya.
alvin tidak terlihat kaget, melihat
kedatangan alviandra bersama
mama nya. begitu pun juga dengan
alviandra yang terlihat biasa saja.
"kenapa kalian diam saja? apa
kalian tidak ingin saling memeluk?
tiga belas tahun lama nya kalian
terpisah kan." kata bu indri.
namun kedua nya tampak terlihat
canggung.
"ma apa aku bisa beristirahat di
kamar ku?" tanya alviandra.
"tentu sayang, mari mama tunjukan
kamar mu." bu indri pun menepuk
nepuk pundak alvin, lalu berjalan
menaiki anak tangga satu persatu,
lalu menunjukan kamar mana yang
akan di tempati oleh alviandra.
kamar nya lumayan besar, meskipun
tak semewah kamar alviandra, waktu
dirinya masih tinggal bersama papa
nya.
tok tok tok...
seseorang mengetuk pintu.
"masuk." kata alviandra.
"maaf den, nyonya meminta aden
turun ke bawah, untuk makan
malam." kata bi sumi asisten rumah
tangga di rumah itu.
"baik, sebentar lagi aku nyusul."
kata alviandra datar.
alviandra pun berjalan ke arah
meja makan, di sana sudah ada
alvin dan bu indri yang sudah
menunggu nya.
"senang nya, anak anak mama
sudah berkumpul kembali."
kata Bu indri dengan wajah yang
berbinar menatap kedua anak nya
secara bergantian.
bu indri memberikan piring yang
sudah dia isi dengan nasi dan
beberapa lauk. kemudian memberikan
nya ke pada alvin. dia pun mengambil
lagi nasi dan beberapa lauk kemudian bergantian memberikan nya pada
alviandra.
begitu hangat suasana di rumah itu.
bu indri begitu perhatian terhadap
kedua anak nya itu. alviandra merasa
bersyukur karna telah di pertemukan
kembali dengan ibu kandung nya.
"mama haraf, kalian bisa saling
rukun satu sama lain."
bu indri memecah keheningan di
meja makan.
setelah selesai makan alviandra
ijin untuk pergi ke kamar nya.
bu indri memperhatikan gelagat
kedua anak nya itu. dia merasa
kalau kedua anak nya itu belum
bisa menerima satu sama lain.
"ma aku ke kamar dulu ya."
kata alvin lalu beranjak dari meja
makan menaiki anak tangga
__ADS_1
menuju kamar nya.