AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 14 kebenaran


__ADS_3

setelah bertemu dengan alviandra,


di ruang tamu alvin terlihat gelisah.


alvin merasa kalau dirinya


mempunyai ikatan yang kuat dengan


laki laki itu, dia memikirkan ucapan


teman teman nya, mungkin kah


kalau alviandra itu memang


sodara kandung nya yang sudah


terpisah dengan nya selama tiga


belas tahun lama nya. kalau memang demikian, kenapa mama nya


tidak pernah memberi tahu nya


kalau alvin memiliki sodara kembar.


"mama.." panggil alvin saat


mama nya baru saja pulang.


bu indri adalah seorang pengusaha


butik ternama. dia telah memiliki


cabang di beberapa daerah.


"iya sayang, kenapa kamu menyuruh


mama untuk pulang lebih awal?"


kata bu indri.


"aku ingin bertanya sesuatu sama


mama." alvin to the point.


karna sudah sedari tadi dia


menunggu ke pulangan mama nya.


"kamu ingin bertanya apa?


katakan saja." sahut bu Indri


yang tersenyum tipis pada pada nya.


"apa aku memiliki sodara kembar?"


tanya alvin.


deg. Bu indri terkejut mendengar


pertanyaan anak nya.


pasal nya Bu indri memang pernah


bercerita kalau alvin mempunyai adik.


tapi dia tidak pernah mengatakan


kalau alvin memiliki sodara kembar.


"kenapa kamu bertanya seperti itu?"


tanya bu indri.


"tadi di sekolah ada anak baru,


wajah nya persis mirip sekali


dengan ku." jelas alvin.


"mama pergi dulu ya sayang."


Bu indri mencium kening alvin,


dia tergesa gesa pergi.


"mama mau ke mana?" teriak alvin.


namun bu indri tidak menjawab


pertanyaan nya.


bu indri melajukan mobil nya.


setengah jam kemudian dia


berhenti di depan sebuah rumah


yang besar dan mewah.


"ada yang bisa saya bantu?"


tanya laki laki paru baya itu.


"maaf pak jika kedatangan saya


mengganggu bapak, ada hal


penting yang ingin saya tanyakan."


kata bu indri.


"silahkan, apa yang ingin ibu


tanya kan?" kata pak teguh


yang tak lain adalah kepala sekolah


di SMA harapan bangsa. tempat


anak nya menempuh pendidikan.


"apa saya boleh melihat buku


absensi para siswa pak? khusus


nya anak yang baru masuk tadi


pagi." kata bu indri.


"kalau boleh saya tahu, untuk


apa bu?" tanya pak teguh.


"saya dengar di SMA harapan


bangsa ada anak murid baru


yang wajah nya mirip dengan


alvin anak saya." jelas bu indri.

__ADS_1


bu indri pun menceritakan


pengalaman pahit nya di masa lalu,


yang memaksa nya harus berpisah


dengan anak nya.


tanpa pikir panjang pak teguh


langsung bergegas mengambil


daftar absensi lalu memberikan


nya pada bu indri.


Bu indri membuka buku absensi itu.


beberapa saat kemudian raut wajah


nya berbinar.


"pak, dia benar anak saya!"


bu indri antusias.


tanpa bu indri sadari ada sosok yang


tengah berdiri tepat di belakang nya.


"mama.." alviandra pun mendekati


Bu indri dengan wajah yang


berkaca kaca.


"alviandra anak ku! mama sangat


merindukan mu nak." bu indri


mencium kening anak nya


lalu kemudian memeluk nya.


tanpa sadar, alviandra menetes


kan air mata nya, betapa dia


sangat merindukan sentuhan


kasih sayang dari sosok ibu nya.


"kenapa mama tidak pernah


menemui ku, apa mama tidak


menyayangi ku?" alviandra menatap


dalam kedua bola mata mama nya.


"sayang jangan bicara seperti itu


nak! mama sayang sekali sama


kamu, dari dulu mama selalu


berusaha untuk mencari mu,


karna tanpa sepengetahuan mama


ternyata papa mu membawa mu


pindah ke luar negri, tanpa memberi


selalu mengunjungi rumah tempat


kamu dulu dan papa mu tinggal


dan berharap suatu saat nanti


mama bisa bertemu dengan mu


lagi! mama senang, sekarang tuhan


sudah mengabul kan doa mama."


bu indri yang bergelinangan air mata.


"kamu ikut mama pulang ya?"


pinta bu indri.


alviandra pun mengangguk.


"baik, aku kemas barang barang


ku dulu." kata alviandra.


"iya sayang." tampak jelas binar


kebahagian menyelimuti raut


wajah bu indri.


"terima kasih pak, sudah mau


menerima anak saya untuk


tinggal di sini" ucap Bu indri.


"sama sama bu." kata pak teguh.


pak gian adalah salah satu donatur


terbesar di SMA harapan bangsa.


pak teguh mengenal pak gian tiga


tahun yang lalu. tepat nya waktu


kedua nya sama sama mengadakan


bisnis di bali. itulah sebab nya


kenapa alviandra bisa tinggal


bersama dengan pak teguh,


pak gian menitipkan alviandra


kepada pak teguh, karna alviandra


bersikeras ingin mencari


keberadaan ibu kandung nya.


setelah alviandra selesai mengemas


barang barang nya dia pun


berpamitan pada pak teguh.

__ADS_1


bu indri menaiki mobil nya.


sedangkan alviandra menaiki


mobil sport nya.


"alvin.." panggil bu indri.


setelah sampai di rumah nya.


alvin pun menuruni anak tangga


kemudian menghampiri mama nya.


alvin tidak terlihat kaget, melihat


kedatangan alviandra bersama


mama nya. begitu pun juga dengan


alviandra yang terlihat biasa saja.


"kenapa kalian diam saja? apa


kalian tidak ingin saling memeluk?


tiga belas tahun lama nya kalian


terpisah kan." kata bu indri.


namun kedua nya tampak terlihat


canggung.


"ma apa aku bisa beristirahat di


kamar ku?" tanya alviandra.


"tentu sayang, mari mama tunjukan


kamar mu." bu indri pun menepuk


nepuk pundak alvin, lalu berjalan


menaiki anak tangga satu persatu,


lalu menunjukan kamar mana yang


akan di tempati oleh alviandra.


kamar nya lumayan besar, meskipun


tak semewah kamar alviandra, waktu


dirinya masih tinggal bersama papa


nya.


tok tok tok...


seseorang mengetuk pintu.


"masuk." kata alviandra.


"maaf den, nyonya meminta aden


turun ke bawah, untuk makan


malam." kata bi sumi asisten rumah


tangga di rumah itu.


"baik, sebentar lagi aku nyusul."


kata alviandra datar.


alviandra pun berjalan ke arah


meja makan, di sana sudah ada


alvin dan bu indri yang sudah


menunggu nya.


"senang nya, anak anak mama


sudah berkumpul kembali."


kata Bu indri dengan wajah yang


berbinar menatap kedua anak nya


secara bergantian.


bu indri memberikan piring yang


sudah dia isi dengan nasi dan


beberapa lauk. kemudian memberikan


nya ke pada alvin. dia pun mengambil


lagi nasi dan beberapa lauk kemudian bergantian memberikan nya pada


alviandra.


begitu hangat suasana di rumah itu.


bu indri begitu perhatian terhadap


kedua anak nya itu. alviandra merasa


bersyukur karna telah di pertemukan


kembali dengan ibu kandung nya.


"mama haraf, kalian bisa saling


rukun satu sama lain."


bu indri memecah keheningan di


meja makan.


setelah selesai makan alviandra


ijin untuk pergi ke kamar nya.


bu indri memperhatikan gelagat


kedua anak nya itu. dia merasa


kalau kedua anak nya itu belum


bisa menerima satu sama lain.


"ma aku ke kamar dulu ya."


kata alvin lalu beranjak dari meja


makan menaiki anak tangga

__ADS_1


menuju kamar nya.


__ADS_2