
setelah cuti selama dua hari
alviandra kembali bekerja.
setelah memutuskan untuk
bertukar identitas dengan alvin
kehidupan alviandra seakan berubah.
alviandra menjadi lebih dewasa
dan menjadi laki laki yang pekerja
keras, dia juga lebih menghargai
waktu dan uang.
*kampus*
"ciyee, ciyee... pengantin baru nih
udah masuk aja." goda salsa.
erlita pun hanya tersenyum.
"suami mu mana? kok gak kelihatan?"
tanya ayu.
"hari ini dia absen." ucap erlita.
dia tidak memberi tahu teman
temannya kalau alviandra berniat
untuk berhenti kuliah.
"hmm." gumam ayu.
"lita..." panggil seseorang.
sehingga erlita dan teman temannya
menoleh ke sumber suara tersebut.
"aku ingin bicara dengan mu?"
sambung nya.
"soal apa?" tanya erlita.
"ikut aku..." Johan menarik tangan
erlita agar mengikuti nya.
rupanya johan membawa erlita
ketaman kampus.
"apa benar kalau kamu sudah
menikah?" tanya johan.
"ya." singkat erlita.
"kenapa kamu tidak memberi
tahu ku?" tanya nya.
"kalau hanya itu yang ingin
kamu bicarakan, aku pergi."
ucap erlita, namun dengan sigap
johan mencengkram pergelangan
tangan erlita.
"tunggu!" ucap johan.
"apa lagi?" ketus erlita.
"bisakah kau bersikap lebih baik?
aku hanya ingin menjadi teman mu."
ucap johan yang seperti tersinggung
dengan sikap ketus erlita.
"tolong jangan pernah ganggu aku
lagi!" ucap erlita.
tak lama kemudian alviandra
datang untuk menjemput erlita.
hingga erlita langsung menghampiri
nya.
saat di rumah alviandra terlihat
sangat lelah, erlita membuatkannya
coklat panas.
"bagaimana mana kuliah mu?"
tanya alviandra.
"sama saja, seperti biasanya."
ucap erlita.
"Oya, berapa usia kandungan mu
sekarang?" tanya alviandra.
"aku tidak tahu." jawab erlita.
"kalau begitu besok kita pergi cek
ke dokter kandungan." ucap alviandra.
erlita hanya menganggukkan kepala.
mereka sudah menikah tapi bagi
erlita suaminya itu hanya orang
asing baginya, alviandra bahkan
tidak mau menyentuh nya.
tak lama kemudian pak kevin dan
bu dita datang berkunjung ke rumah
erlita. mereka memandangi seisi di
rumah itu.
"sayang apa kamu betah tinggal
di sini?" tanya bu dita.
__ADS_1
"betah." ucap erlita tengah berbohong.
"kenapa kamu gak tinggal di rumah
mama saja?" pinta bu dita.
"tidak usah ma, aku udah cukup
nyaman untuk tinggal disini! lagi
pula tidak ada yang salah dengan
rumah ini, iya kan pa?" ucap erlita.
"ya memang tidak ada yang salah,
cuma papa merasa rumah ini
tidak cukup aman untuk kalian
tempati." ucap pak kevin.
"memang nya kenapa pa?" tanya erlita.
"tidak jauh dari sekitar rumah ini,
tadi papa melihat beberapa kumpulan
preman sedang nongkrong."
ucap pak kevin.
"papa tenang aja, mereka bukan orang
jahat kok, alvin juga kenal sama mereka."
ucap erlita.
glekk...
"sejak kapan alvin berteman dengan
sekawanan preman?" batin pak kevin.
"mana suami mu? dari tadi papa
tidak melihat nya?" tanya pak kevin.
"mungkin dia sedang tidur, soalnya
dia terlihat kecapean sehabis pulang
kerja! apa perlu aku bangunin pa?"
ucap erlita.
"tidak usah!" ucap pak kevin.
"lita kamu terlihat lemas, apa kamu
sudah makan?" tanya bu dita.
"belum ma, ini aku baru mau masak
untuk makan malam, Oya mama mau
aku masakin apa?" tanya nya.
"kamu tidak perlu memasak, kebetulan
tadi sebelum kesini mama sudah
masakin makanan kesukaan kamu,
nanti kita makan sama sama."
ucap bu dita.
gak perlu repot repot pake bawa
makanan segala." ucap erlita.
"gak apa apa! ya sudah sekarang
kamu mandi dulu sana, biar mama
yang menyiapkan makanan nya."
ucap bu dita.
setelah erlita selesai membersihkan
badannya, dia membangunkan alviandra
dan menyuruhnya untuk mandi.
tak lama kemudian alviandra muncul
dan langsung menyalami kedua mertua
nya dengan sopan. mereka pun makan
malam bersama.
selesai makan pak kevin langsung
mengajak alviandra untuk berbincang.
seperti biasa pak kevin berusaha
membujuk alviandra untuk bekerja
di perusahaan nya, namun alviandra
tetap menolaknya sehingga pak kevin
tampak sedikit kecewa.
"ya sudah kalau kamu tetap menolak
tawaran papa, papa juga tidak bisa
memaksa, tapi kapan pun kamu
membutuhkan bantuan papa,
jangan pernah merasa sungkan."
ucap pak kevin.
"terima kasih pa." ucap alviandra.
setelah kurang lebih selama dua jam.
pak kevin dan bu dita akhirnya
berpamitan.
"vin kenapa kamu gak terima aja
tawaran papa untuk kerja di kantornya?"
ucap erlita.
"kenapa kamu selalu mengulangi
pertanyaan yang sama? aku tegaskan!
kalau aku tidak ingin bekerja di kantor
__ADS_1
papa mu." ucap alviandra.
"tapi kenapa? bukan kah gaji nya
juga pasti lebih besar, ketimbang
kerja di tempat kamu yang sekarang."
ucap erlita.
"kenapa? apa kau merasa hidup
kita kekurangan? aku tau kalau selama
ini uang yang sudah aku kasih ke kamu
tidak seberapa dengan apa yang sudah
orang tua mu kasih dulu sebelum kita
menikah." ucap alviandra.
"bukan begitu..." belum selesai erlita
bicara, alviandra memotong ucapannya.
"cukup! aku tidak ingin berdebat
dengan mu lagi." bentak alviandra.
sehingga membuat erlita lagi lagi
harus meneteskan air matanya.
namun bukan nya menenangkan
erlita, alviandra malah pergi begitu
saja. erlita hendak masuk ke kamarnya
tapi tiba tiba terdengar suara orang
yang mengetuk pintu, akhirnya dia
segera membukanya.
"johan? dari mana kamu tau
tempat tinggal ku?" tanya erlita
yang tampak kaget.
"aku tau dari salsa." jawab nya.
"kau mau apa?" tanya erlita.
"aku ingin bertemu dengan suami mu."
ucap johan yang sedang berbohong,
pasalnya dia tadi melihat alviandra
keluar rumah dengan raut wajah
tampak yang kesal. dia pun tidak menyianyiakan kesempatan itu untuk menemui erlita.
"alvin baru saja keluar." ucap erlita.
"bolehkah aku menunggu nya?"
tanya nya.
"tidak bisa." ucap erlita seraya
ingin menutup kembali pintu
rumah nya, namun johan menahannya.
"tunggu! aku haus, bisa kah aku
meminta segelas air putih?"
tanya johan.
"tunggu sebentar!" erlita meminta
johan untuk menunggu diluar,
namun johan malah diam diam
masuk ke kamarnya.
"kemana dia? kok gak ada." batin erlita.
erlita mencari kehalaman rumah yang
tidak terlalu besar, namun juga tak
kunjung menemukan nya, padahal
mobil johan masih terparkir di situ.
karna tidak bisa menemukan
keberadaan Johan, erlita kembali
masuk ke rumahnya. dan betapa
terkejut nya saat dia masuk ke
kamar nya. karna johan tengah
berbaring di ranjang nya dengan
bertelanjang dada.
"johan! apa yang kau lakukan
disini? cepat keluar dari kamarku!"
bentak erlita.
"sttt...jangan keras keras, nanti ada
orang yang dengar! malam ini kita
akan menghabiskan waktu bersama."
ucap johan seraya ingin menjamahnya.
"jangan kurang ajar!" erlita berusaha
untuk melawan namun tenaga Johan
jauh lebih besar dari tenaganya.
johan melempar tubuh mungil
erlita ke ranjang lalu menindihnya
dengan tubuhnya. dia pun ingin
mencium bibir erlita, namun saat
mendengar suara seseorang masuk
kedalam rumah itu, johan pun loncat
lewat jendela untuk segera keluar
__ADS_1
dari rumah itu agar tidak ketahuan.