AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 61 kedatangan johan


__ADS_3

setelah cuti selama dua hari


alviandra kembali bekerja.


setelah memutuskan untuk


bertukar identitas dengan alvin


kehidupan alviandra seakan berubah.


alviandra menjadi lebih dewasa


dan menjadi laki laki yang pekerja


keras, dia juga lebih menghargai


waktu dan uang.


*kampus*


"ciyee, ciyee... pengantin baru nih


udah masuk aja." goda salsa.


erlita pun hanya tersenyum.


"suami mu mana? kok gak kelihatan?"


tanya ayu.


"hari ini dia absen." ucap erlita.


dia tidak memberi tahu teman


temannya kalau alviandra berniat


untuk berhenti kuliah.


"hmm." gumam ayu.


"lita..." panggil seseorang.


sehingga erlita dan teman temannya


menoleh ke sumber suara tersebut.


"aku ingin bicara dengan mu?"


sambung nya.


"soal apa?" tanya erlita.


"ikut aku..." Johan menarik tangan


erlita agar mengikuti nya.


rupanya johan membawa erlita


ketaman kampus.


"apa benar kalau kamu sudah


menikah?" tanya johan.


"ya." singkat erlita.


"kenapa kamu tidak memberi


tahu ku?" tanya nya.


"kalau hanya itu yang ingin


kamu bicarakan, aku pergi."


ucap erlita, namun dengan sigap


johan mencengkram pergelangan


tangan erlita.


"tunggu!" ucap johan.


"apa lagi?" ketus erlita.


"bisakah kau bersikap lebih baik?


aku hanya ingin menjadi teman mu."


ucap johan yang seperti tersinggung


dengan sikap ketus erlita.


"tolong jangan pernah ganggu aku


lagi!" ucap erlita.


tak lama kemudian alviandra


datang untuk menjemput erlita.


hingga erlita langsung menghampiri


nya.


saat di rumah alviandra terlihat


sangat lelah, erlita membuatkannya


coklat panas.


"bagaimana mana kuliah mu?"


tanya alviandra.


"sama saja, seperti biasanya."


ucap erlita.


"Oya, berapa usia kandungan mu


sekarang?" tanya alviandra.


"aku tidak tahu." jawab erlita.


"kalau begitu besok kita pergi cek


ke dokter kandungan." ucap alviandra.


erlita hanya menganggukkan kepala.


mereka sudah menikah tapi bagi


erlita suaminya itu hanya orang


asing baginya, alviandra bahkan


tidak mau menyentuh nya.


tak lama kemudian pak kevin dan


bu dita datang berkunjung ke rumah


erlita. mereka memandangi seisi di


rumah itu.


"sayang apa kamu betah tinggal


di sini?" tanya bu dita.

__ADS_1


"betah." ucap erlita tengah berbohong.


"kenapa kamu gak tinggal di rumah


mama saja?" pinta bu dita.


"tidak usah ma, aku udah cukup


nyaman untuk tinggal disini! lagi


pula tidak ada yang salah dengan


rumah ini, iya kan pa?" ucap erlita.


"ya memang tidak ada yang salah,


cuma papa merasa rumah ini


tidak cukup aman untuk kalian


tempati." ucap pak kevin.


"memang nya kenapa pa?" tanya erlita.


"tidak jauh dari sekitar rumah ini,


tadi papa melihat beberapa kumpulan


preman sedang nongkrong."


ucap pak kevin.


"papa tenang aja, mereka bukan orang


jahat kok, alvin juga kenal sama mereka."


ucap erlita.


glekk...


"sejak kapan alvin berteman dengan


sekawanan preman?" batin pak kevin.


"mana suami mu? dari tadi papa


tidak melihat nya?" tanya pak kevin.


"mungkin dia sedang tidur, soalnya


dia terlihat kecapean sehabis pulang


kerja! apa perlu aku bangunin pa?"


ucap erlita.


"tidak usah!" ucap pak kevin.


"lita kamu terlihat lemas, apa kamu


sudah makan?" tanya bu dita.


"belum ma, ini aku baru mau masak


untuk makan malam, Oya mama mau


aku masakin apa?" tanya nya.


"kamu tidak perlu memasak, kebetulan


tadi sebelum kesini mama sudah


masakin makanan kesukaan kamu,


nanti kita makan sama sama."


ucap bu dita.


gak perlu repot repot pake bawa


makanan segala." ucap erlita.


"gak apa apa! ya sudah sekarang


kamu mandi dulu sana, biar mama


yang menyiapkan makanan nya."


ucap bu dita.


setelah erlita selesai membersihkan


badannya, dia membangunkan alviandra


dan menyuruhnya untuk mandi.


tak lama kemudian alviandra muncul


dan langsung menyalami kedua mertua


nya dengan sopan. mereka pun makan


malam bersama.


selesai makan pak kevin langsung


mengajak alviandra untuk berbincang.


seperti biasa pak kevin berusaha


membujuk alviandra untuk bekerja


di perusahaan nya, namun alviandra


tetap menolaknya sehingga pak kevin


tampak sedikit kecewa.


"ya sudah kalau kamu tetap menolak


tawaran papa, papa juga tidak bisa


memaksa, tapi kapan pun kamu


membutuhkan bantuan papa,


jangan pernah merasa sungkan."


ucap pak kevin.


"terima kasih pa." ucap alviandra.


setelah kurang lebih selama dua jam.


pak kevin dan bu dita akhirnya


berpamitan.


"vin kenapa kamu gak terima aja


tawaran papa untuk kerja di kantornya?"


ucap erlita.


"kenapa kamu selalu mengulangi


pertanyaan yang sama? aku tegaskan!


kalau aku tidak ingin bekerja di kantor

__ADS_1


papa mu." ucap alviandra.


"tapi kenapa? bukan kah gaji nya


juga pasti lebih besar, ketimbang


kerja di tempat kamu yang sekarang."


ucap erlita.


"kenapa? apa kau merasa hidup


kita kekurangan? aku tau kalau selama


ini uang yang sudah aku kasih ke kamu


tidak seberapa dengan apa yang sudah


orang tua mu kasih dulu sebelum kita


menikah." ucap alviandra.


"bukan begitu..." belum selesai erlita


bicara, alviandra memotong ucapannya.


"cukup! aku tidak ingin berdebat


dengan mu lagi." bentak alviandra.


sehingga membuat erlita lagi lagi


harus meneteskan air matanya.


namun bukan nya menenangkan


erlita, alviandra malah pergi begitu


saja. erlita hendak masuk ke kamarnya


tapi tiba tiba terdengar suara orang


yang mengetuk pintu, akhirnya dia


segera membukanya.


"johan? dari mana kamu tau


tempat tinggal ku?" tanya erlita


yang tampak kaget.


"aku tau dari salsa." jawab nya.


"kau mau apa?" tanya erlita.


"aku ingin bertemu dengan suami mu."


ucap johan yang sedang berbohong,


pasalnya dia tadi melihat alviandra


keluar rumah dengan raut wajah


tampak yang kesal. dia pun tidak menyianyiakan kesempatan itu untuk menemui erlita.


"alvin baru saja keluar." ucap erlita.


"bolehkah aku menunggu nya?"


tanya nya.


"tidak bisa." ucap erlita seraya


ingin menutup kembali pintu


rumah nya, namun johan menahannya.


"tunggu! aku haus, bisa kah aku


meminta segelas air putih?"


tanya johan.


"tunggu sebentar!" erlita meminta


johan untuk menunggu diluar,


namun johan malah diam diam


masuk ke kamarnya.


"kemana dia? kok gak ada." batin erlita.


erlita mencari kehalaman rumah yang


tidak terlalu besar, namun juga tak


kunjung menemukan nya, padahal


mobil johan masih terparkir di situ.


karna tidak bisa menemukan


keberadaan Johan, erlita kembali


masuk ke rumahnya. dan betapa


terkejut nya saat dia masuk ke


kamar nya. karna johan tengah


berbaring di ranjang nya dengan


bertelanjang dada.


"johan! apa yang kau lakukan


disini? cepat keluar dari kamarku!"


bentak erlita.


"sttt...jangan keras keras, nanti ada


orang yang dengar! malam ini kita


akan menghabiskan waktu bersama."


ucap johan seraya ingin menjamahnya.


"jangan kurang ajar!" erlita berusaha


untuk melawan namun tenaga Johan


jauh lebih besar dari tenaganya.


johan melempar tubuh mungil


erlita ke ranjang lalu menindihnya


dengan tubuhnya. dia pun ingin


mencium bibir erlita, namun saat


mendengar suara seseorang masuk


kedalam rumah itu, johan pun loncat


lewat jendela untuk segera keluar

__ADS_1


dari rumah itu agar tidak ketahuan.


__ADS_2