AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 55 dua garis biru


__ADS_3

bruaaakkkkkkkk....


terdengar suara benda jatuh dari


dalam kamar mandi.


"gak mungkin! ini gak mungkin."


erlita menangis histeris.


"ini pasti salah, besok aku harus tes


ulang, aku gak mungkin hamil."


gumam erlita lalu menyenderkan


punggungnya di dinding tembok.


keesokan paginya erlita kembali


mencoba dengan tespack yang


berbeda.


"semoga kali ini hasilnya negatif."


batin erlita.


namun kali ini hasilnya juga sama.


akhirnya erlita menemui alviandra


untuk memberi tahu nya. karna


erlita mengira kalau alviandra itu


adalah alvin, orang yang sudah


menghamili nya.


"kenapa kamu meminta untuk


bertemu disini?" tanya alviandra


memandangi sekeliling danau.


"tempat ini sejuk, dan jauh dari


keramaian! aku ingin membuat


sebuah pengakuan." ucap erlita


menatap dalam kedua bola mata


alviandra sambil mendekati nya.


"apa?" alviandra pun menatap dalam


bola mata erlita.


"aku hamil." ucap nya dengan mata


yang berkaca kaca.


"apa? kamu hamil? siapa yang


melakukan nya?" tanya alviandra


yang tampak sangat terkejut.


"tega sekali kamu bicara seperti itu?


kamu lupa ya, apa yang sudah pernah


kamu lakuin sama aku? atau kamu


memang mau lepas tanggung jawab?"


erlita tak mampu menahan lagi air


mata nya, dia pun menangis.


alviandra tampak kebingungan, apa


yang harus dia lakukan. benarkah


anak yang sedang erlita kandung


anak nya alvin. dia tidak menyangka


kalau hubungan alvin dan erlita sudah


sejauh itu.


"vin kamu mau tanggung jawab kan?"


tanya erlita yang sudah bercucuran


air mata.


"memang nya berapa usia kandungan


kamu sekarang?" tanya alviandra.


"aku tidak tahu! aku tidak berani untuk


memeriksa nya ke dokter! yang jelas


saat waktu itu aku melakukan nya


dengan mu, sejak saat itu juga aku


berhenti menstruasi." ucap erlita.


"seperti nya erlita berkata jujur


kalau dia memang sedang


mengandung anaknya alvin,


apa yang harus aku lakukan?


nomer alvin juga tidak pernah


aktip." batin alviandra.


"vin kamu mau kan nikahin aku?"


pinta erlita seperti sedang memohon.


"kita bicarakan lagi nanti." ucap alviandra.


"gak vin, tolong jawab aku? kamu


bakal nikahin aku kan?" tanya erlita.


"bisakah kamu menunggu satu tahun


lagi? paling gak sampai aku lulus S1."


pinta alviandra, karna dia yakin satu


tahun kemudian alvin akan kembali


untuk melamar erlita.


"gak vin! aku gak bisa nunggu selama


itu! kamu tau kan perut ku ini makin


lama akan semakin membesar."


tolak erlita.


"apa aku jujur saja? kalau sebenarnya


aku bukanlah alvin." batin alviandra pun bertanya tanya, dia merasa sangat

__ADS_1


kebingungan apa yang harus dia


lakukan.


"aku mohon, tolong kasih aku


waktu untuk memikirkan jalan


keluar nya." pinta alviandra dengan


lembut nya. erlita akhirnya menuruti


permintaan alviandra.


namun beberapa minggu kemudian


alviandra masih belum bisa


memutuskan apa yang akan dia


lakukan. karna nomer alvin pun


sudah tidak pernah aktip lagi.


"kemana kamu vin? kenapa kau


mengganti nomor mu tanpa memberi


tahu ku?" batin alviandra.


tak lama kemudian ponsel alviandra


berdering, dia pun mengangkat nya.


📞 halo lita, ada apa?" ucap alviandra.


📞alvin ini tante, apa bisa kamu


ke rumah tante sekarang." pinta bu dita


yang terdengar panik.


📞memang nya ada apa tante? erlita


baik baik saja kan." tanya alviandra.


📞tadi erlita melakukan percobaan


bunuh diri, untung saja bi imah


cepat cepat menghalangi nya."


ucap bu dita.


📞ya sudah, aku segera kesana."


pungkas alviandra.


bu dita merasa terpukul atas tindakan


yang hampir dilakukan erlita.


dia memeluk erlita dengan penuh


kasih sayang.


"sayang kalau kamu punya masalah,


kamu bisa ceritakan masalah mu


pada mama! jangan pernah kamu


lakukan hal seperti ini lagi, karna


mama tidak akan pernah sanggup


kehilangan kamu." ucap bu dita


yang terlihat meneteskan air matanya.


"maafin aku ma, aku tidak bermaksud


erlita yang berlinang air mata.


tok tok tok...


alviandra mengetuk pintu kamar


erlita yang terbuka lebar.


"alvin kamu sudah datang." ucap bu dita.


"ngapain kamu kesini?" ketus erlita.


"sayang, mama yang meminta alvin


kesini, tadi mama yang menghubungi


nya." ucap bu dita.


"aku ingin beristirahat ma, tolong


suruh dia pergi." pinta erlita.


"ada yang ingin aku bicarakan


dengan mu! setelah itu aku akan


pergi." ucap alviandra.


"tapi aku sedang tidak ingin melihat


mu! jadi pergilah." pinta erlita tanpa


menoleh kearah alviandra.


"tante, apa aku bisa bicara dengan


erlita? ada hal sangat penting yang


ingin aku katakan padanya."


ucap alviandra.


"tentu saja! lita mama tinggal dulu


ya sayang, ingat kalau ada masalah


kalian bisa bicarakan baik baik,


jangan sampai kalian menyesalinya


di kemudian hari." ucap bu dita


sebelum pergi.


setelah mama nya keluar, erlita


menyelimuti tubuh nya dengan


selimut tebal, dia bahkan


memunggungi alviandra yang sedang


berdiri di hadapannya.


"apa kau marah?" tanya alviandra.


namun erlita tidak menjawab nya.


alviandra pun duduk ditepi ranjang


menatap kearah erlita, namun


lagi lagi erlita memunggungi nya.


"apa kau benar benar sedang tidak

__ADS_1


ingin melihat ku? baik lah kalau


begitu aku pergi." ucap alviandra


lalu keluar dari kamar erlita, dia


kemudian menghampiri bu dita.


"dasar brengsek! kamu pikir cuma


kamu aja laki laki di dunia ini,


kalau kamu memang tidak mau


bertanggung jawab, aku bisa kok


menikah dengan laki laki lain


yang bisa menerima aku apa


adanya." gerutu erlita.


di kampus erlita dan alviandra tampak


tidak bertegur sapa seperti seseorang


yang tidak saling mengenal.


dan kalau biasanya erlita bersikap cuek


pada laki laki yang menggoda nya,


kali ini dia merespon laki laki itu.


"vin kamu putus sama erlita?"


tanya rehan yang juga satu kampus


sama mereka.


"tidak." jawab alviandra.


"tapi tadi aku melihat erlita pulang


bareng sama senior nya." ucap rehan.


"mereka pulang kearah mana?"


tanya alviandra.


"kearah sana." ucap rehan sambil


menunjuk.


didalam mobil nya Johan terlihat


sesekali melirik kearah erlita


yang sedang memainkan ponselnya.


"tadi aku tidak melihat alvin


menghampiri mu saat di kantin,


apa kalian sedang bertengkar?"


tanya johan senior erlita.


"aku sedang tidak ingin membahas


nya." ucap erlita.


"baiklah kalau begitu aku ingin


membahas tentang kita berdua."


ucap Johan lalu menghentikan


laju mobilnya.


"kenapa berhenti?" tanya erlita.


"lita kalau aku boleh jujur, aku


jatuh cinta padamu sejak pertama


kali kita bertemu." ucap johan lalu


memegangi kedua tangan erlita.


dengan cepat erlita menepis nya.


"kenapa? apa sedikit pun kamu


tidak menyukai ku?" ucap johan.


"kamu tau kan kalau aku sudah


memiliki pacar." ucap erlita.


"aku tidak perduli, karna aku sungguh


mencintai mu, kalau kau mau, kita


bisa pacaran diam diam dibelakang


alvin." rayu johan dia pun hendak


mencium bibir erlita, namun erlita


menolak nya.


"maaf." ucap erlita yang terlihat


tidak nyaman dengan sikap johan.


"aku akan menunggu sampai kau


siap membuka hati untuk ku."


ucap johan.


tok tok...


tiba tiba alviandra mengetuk kaca


mobil yang sedang erlita tumpangi.


"alvin?" gumam erlita.


"keluar lit..." pinta alviandra.


erlita pun keluar dari mobil yang di


susul oleh johan.


"ayo ikut aku." alvin menarik tangan


erlita supaya naik ke motor nya.


"aku gak mau!" tolak erlita.


"jangan kaya anak kecil, ayo cepetan


naik." pinta alviandra.


"erlita sudah bilang kalau dia tidak


mau, kenapa kau memaksa nya?"


ucap johan.


"sekarang jawab, kau mau ikut aku


atau tidak?" tanya alviandra.


"tidak!" jawab erlita.

__ADS_1


"baiklah." dengan raut wajah kecewa


alviandra pergi begitu saja.


__ADS_2