
bruaaakkkkkkkk....
terdengar suara benda jatuh dari
dalam kamar mandi.
"gak mungkin! ini gak mungkin."
erlita menangis histeris.
"ini pasti salah, besok aku harus tes
ulang, aku gak mungkin hamil."
gumam erlita lalu menyenderkan
punggungnya di dinding tembok.
keesokan paginya erlita kembali
mencoba dengan tespack yang
berbeda.
"semoga kali ini hasilnya negatif."
batin erlita.
namun kali ini hasilnya juga sama.
akhirnya erlita menemui alviandra
untuk memberi tahu nya. karna
erlita mengira kalau alviandra itu
adalah alvin, orang yang sudah
menghamili nya.
"kenapa kamu meminta untuk
bertemu disini?" tanya alviandra
memandangi sekeliling danau.
"tempat ini sejuk, dan jauh dari
keramaian! aku ingin membuat
sebuah pengakuan." ucap erlita
menatap dalam kedua bola mata
alviandra sambil mendekati nya.
"apa?" alviandra pun menatap dalam
bola mata erlita.
"aku hamil." ucap nya dengan mata
yang berkaca kaca.
"apa? kamu hamil? siapa yang
melakukan nya?" tanya alviandra
yang tampak sangat terkejut.
"tega sekali kamu bicara seperti itu?
kamu lupa ya, apa yang sudah pernah
kamu lakuin sama aku? atau kamu
memang mau lepas tanggung jawab?"
erlita tak mampu menahan lagi air
mata nya, dia pun menangis.
alviandra tampak kebingungan, apa
yang harus dia lakukan. benarkah
anak yang sedang erlita kandung
anak nya alvin. dia tidak menyangka
kalau hubungan alvin dan erlita sudah
sejauh itu.
"vin kamu mau tanggung jawab kan?"
tanya erlita yang sudah bercucuran
air mata.
"memang nya berapa usia kandungan
kamu sekarang?" tanya alviandra.
"aku tidak tahu! aku tidak berani untuk
memeriksa nya ke dokter! yang jelas
saat waktu itu aku melakukan nya
dengan mu, sejak saat itu juga aku
berhenti menstruasi." ucap erlita.
"seperti nya erlita berkata jujur
kalau dia memang sedang
mengandung anaknya alvin,
apa yang harus aku lakukan?
nomer alvin juga tidak pernah
aktip." batin alviandra.
"vin kamu mau kan nikahin aku?"
pinta erlita seperti sedang memohon.
"kita bicarakan lagi nanti." ucap alviandra.
"gak vin, tolong jawab aku? kamu
bakal nikahin aku kan?" tanya erlita.
"bisakah kamu menunggu satu tahun
lagi? paling gak sampai aku lulus S1."
pinta alviandra, karna dia yakin satu
tahun kemudian alvin akan kembali
untuk melamar erlita.
"gak vin! aku gak bisa nunggu selama
itu! kamu tau kan perut ku ini makin
lama akan semakin membesar."
tolak erlita.
"apa aku jujur saja? kalau sebenarnya
aku bukanlah alvin." batin alviandra pun bertanya tanya, dia merasa sangat
__ADS_1
kebingungan apa yang harus dia
lakukan.
"aku mohon, tolong kasih aku
waktu untuk memikirkan jalan
keluar nya." pinta alviandra dengan
lembut nya. erlita akhirnya menuruti
permintaan alviandra.
namun beberapa minggu kemudian
alviandra masih belum bisa
memutuskan apa yang akan dia
lakukan. karna nomer alvin pun
sudah tidak pernah aktip lagi.
"kemana kamu vin? kenapa kau
mengganti nomor mu tanpa memberi
tahu ku?" batin alviandra.
tak lama kemudian ponsel alviandra
berdering, dia pun mengangkat nya.
📞 halo lita, ada apa?" ucap alviandra.
📞alvin ini tante, apa bisa kamu
ke rumah tante sekarang." pinta bu dita
yang terdengar panik.
📞memang nya ada apa tante? erlita
baik baik saja kan." tanya alviandra.
📞tadi erlita melakukan percobaan
bunuh diri, untung saja bi imah
cepat cepat menghalangi nya."
ucap bu dita.
📞ya sudah, aku segera kesana."
pungkas alviandra.
bu dita merasa terpukul atas tindakan
yang hampir dilakukan erlita.
dia memeluk erlita dengan penuh
kasih sayang.
"sayang kalau kamu punya masalah,
kamu bisa ceritakan masalah mu
pada mama! jangan pernah kamu
lakukan hal seperti ini lagi, karna
mama tidak akan pernah sanggup
kehilangan kamu." ucap bu dita
yang terlihat meneteskan air matanya.
"maafin aku ma, aku tidak bermaksud
erlita yang berlinang air mata.
tok tok tok...
alviandra mengetuk pintu kamar
erlita yang terbuka lebar.
"alvin kamu sudah datang." ucap bu dita.
"ngapain kamu kesini?" ketus erlita.
"sayang, mama yang meminta alvin
kesini, tadi mama yang menghubungi
nya." ucap bu dita.
"aku ingin beristirahat ma, tolong
suruh dia pergi." pinta erlita.
"ada yang ingin aku bicarakan
dengan mu! setelah itu aku akan
pergi." ucap alviandra.
"tapi aku sedang tidak ingin melihat
mu! jadi pergilah." pinta erlita tanpa
menoleh kearah alviandra.
"tante, apa aku bisa bicara dengan
erlita? ada hal sangat penting yang
ingin aku katakan padanya."
ucap alviandra.
"tentu saja! lita mama tinggal dulu
ya sayang, ingat kalau ada masalah
kalian bisa bicarakan baik baik,
jangan sampai kalian menyesalinya
di kemudian hari." ucap bu dita
sebelum pergi.
setelah mama nya keluar, erlita
menyelimuti tubuh nya dengan
selimut tebal, dia bahkan
memunggungi alviandra yang sedang
berdiri di hadapannya.
"apa kau marah?" tanya alviandra.
namun erlita tidak menjawab nya.
alviandra pun duduk ditepi ranjang
menatap kearah erlita, namun
lagi lagi erlita memunggungi nya.
"apa kau benar benar sedang tidak
__ADS_1
ingin melihat ku? baik lah kalau
begitu aku pergi." ucap alviandra
lalu keluar dari kamar erlita, dia
kemudian menghampiri bu dita.
"dasar brengsek! kamu pikir cuma
kamu aja laki laki di dunia ini,
kalau kamu memang tidak mau
bertanggung jawab, aku bisa kok
menikah dengan laki laki lain
yang bisa menerima aku apa
adanya." gerutu erlita.
di kampus erlita dan alviandra tampak
tidak bertegur sapa seperti seseorang
yang tidak saling mengenal.
dan kalau biasanya erlita bersikap cuek
pada laki laki yang menggoda nya,
kali ini dia merespon laki laki itu.
"vin kamu putus sama erlita?"
tanya rehan yang juga satu kampus
sama mereka.
"tidak." jawab alviandra.
"tapi tadi aku melihat erlita pulang
bareng sama senior nya." ucap rehan.
"mereka pulang kearah mana?"
tanya alviandra.
"kearah sana." ucap rehan sambil
menunjuk.
didalam mobil nya Johan terlihat
sesekali melirik kearah erlita
yang sedang memainkan ponselnya.
"tadi aku tidak melihat alvin
menghampiri mu saat di kantin,
apa kalian sedang bertengkar?"
tanya johan senior erlita.
"aku sedang tidak ingin membahas
nya." ucap erlita.
"baiklah kalau begitu aku ingin
membahas tentang kita berdua."
ucap Johan lalu menghentikan
laju mobilnya.
"kenapa berhenti?" tanya erlita.
"lita kalau aku boleh jujur, aku
jatuh cinta padamu sejak pertama
kali kita bertemu." ucap johan lalu
memegangi kedua tangan erlita.
dengan cepat erlita menepis nya.
"kenapa? apa sedikit pun kamu
tidak menyukai ku?" ucap johan.
"kamu tau kan kalau aku sudah
memiliki pacar." ucap erlita.
"aku tidak perduli, karna aku sungguh
mencintai mu, kalau kau mau, kita
bisa pacaran diam diam dibelakang
alvin." rayu johan dia pun hendak
mencium bibir erlita, namun erlita
menolak nya.
"maaf." ucap erlita yang terlihat
tidak nyaman dengan sikap johan.
"aku akan menunggu sampai kau
siap membuka hati untuk ku."
ucap johan.
tok tok...
tiba tiba alviandra mengetuk kaca
mobil yang sedang erlita tumpangi.
"alvin?" gumam erlita.
"keluar lit..." pinta alviandra.
erlita pun keluar dari mobil yang di
susul oleh johan.
"ayo ikut aku." alvin menarik tangan
erlita supaya naik ke motor nya.
"aku gak mau!" tolak erlita.
"jangan kaya anak kecil, ayo cepetan
naik." pinta alviandra.
"erlita sudah bilang kalau dia tidak
mau, kenapa kau memaksa nya?"
ucap johan.
"sekarang jawab, kau mau ikut aku
atau tidak?" tanya alviandra.
"tidak!" jawab erlita.
__ADS_1
"baiklah." dengan raut wajah kecewa
alviandra pergi begitu saja.