
tok tok tok...
"masuk..." jawab erlita.
"kok belum siap siap?" tanya karin.
"memang nya mau kemana?"
erlita pun balik bertanya.
"ya ilah lita, hari ini kan hari minggu
ayo kita hang out bareng." ajak karin.
"sorry ya teman teman, aku lagi
males." jawab erlita.
"ayolah lita... gak ada kamu gak
akan asyik, lagi pula rehan juga
mau ngajak alvin kok." rayu karin.
"benar kah?" tanya erlita antusias.
"iya! sayang banget alviandra gak
ada disini." ucap suci dengan wajah
yang sedih.
"suci, suci... udah jelas jelas
alviandra itu terlihat gak menyukai
kamu, kenapa terus berharap
padanya." ucap karin yang seakan
mematahkan harapan temannya itu.
"karin kamu jahat banget sikh, harus
nya kamu itu suport aku." rengek suci.
"aku bicara seperti ini karna aku
sayang sama kamu, aku gak mau
kamu terluka nantinya." ucap karin.
"karin benar ci, kamu itu cantik
kamu bisa dapatin laki laki yang
jauh lebih baik dari pada alviandra."
ucap erlita menyemangati.
"hmm.." ucap suci.
"ya udah cepat siap siap gih."
pinta karin.
"tapi beneran kan bakal ada alvin
juga?" sekali lagi erlita meyakinkan.
"iya." ucap karin.
setelah erlita siap mereka langsung
on the way kesebuah caffe
tongkrongan para anak muda mudi.
namun nyatanya erlita sedikit kecewa
karna alvin tidak ada disana.
"lita sorry ya, karna aku gak bisa ajak
alvin gabung di sini." ucap rehan.
"emm, ya ga apa apa." ucap erlita
yang tampak kecewa.
"emang kamu gak bujuk alvin?"
tanya karin.
"udah aku bujuk tapi dia tetep
gak mau." ucap rehan.
selang beberapa menit kemudian
alviandra tiba tiba datang dan
bergabung bersama mereka.
"loh vin, kok tiba tiba kamu nyusul?
bukan nya tadi kamu bilang kalau
lagi males keluar rumah ya?"
tanya rehan.
"iya itu kan tadi, setelah aku pikir
pikir kaya nya aku ingin bergabung
dengan kalian." ucap alviandra.
"lita, apa kamu lagi berantem sama
alvin?" bisik karin ditelinga erlita.
erlita pun menggelengkan kepalanya.
akhirnya karin pun mengajak erlita
ke toilet untuk bertanya beberapa hal.
"ada apa rin?" tanya erlita.
"kamu beneran gak berantem sama
alvin kan?" karin mengulangi
pertanyaannya.
"gak, aku gak berantem sama alvin
kok, emang nya kenapa sikh?" tanya
erlita yang sedikit sinis.
"tapi kok alvin gak nyapa kamu?
dia kaya cuekin kamu gitu."
ucap karin.
"masa sikh?" ucap erlita.
"lita masa kamu gak peka sikh?"
tanya karin.
"ekh kalian merasa gak sikh? kalau
alvin berubah semenjak di tinggal
pergi sama sodaranya." ucap suci.
"ya emang ada tiga kemungkinan
kenapa sikap alvin bisa tiba tiba
__ADS_1
berubah." ucap karin.
"apa?" ucap erlita dan suci serentak.
"pertama, dia masih sedih karna di
tinggal alviandra pergi." ucap karin.
"ya, bisa jadi." ucap suci.
"kedua, ada nya orang ketiga."
ucap karin.
mendengar ucapan karin
membuat erlita menelan
ludahnya sendiri secara kasar.
"stop rin..." ucap suci sambil
membungkam mulut karin.
"gak apa apa rin, lanjutin aja
yang ketiga apa?" tanya erlita.
"yang ketiga nya lupa hehe..."
ucap karin sambil cengengesan.
mereka pun kembali bergabung
dengan teman temannya.
jono terlihat asyik ngobrol dengan
rehan dan juga roy. sementara
alviandra terlihat sedang asyik
bermain game di handphone nya.
tidak terasa hari sudah mulai
sore, satu persatu diantara
mereka pun akhirnya ijin untuk
pulang lebih dulu, sehingga kini
hanya ada erlita dan alviandra
di tempat itu.
alviandra menoleh kearah
jarum jam tangan nya.
"ini sudah sore, ayo ku antar kau
pulang." ucap alviandra.
"vin..." ucap erlita.
"ya?" tanya alviandra.
"aku ingin bertanya sesuatu?" ucapnya.
"ya, apa?" ucap alviandra.
"apa di hatimu ada wanita lain?"
tanya erlita.
deg. pertanyaan erlita membuat
alviandra sangat terkejut.
"kenapa kau bertanya seperti itu?"
tanya alviandra.
dengan serius.
"apa kau mulai meragukan ku?"
tanya alviandra.
"tentu saja, akhir akhir ini sikap
mu berubah, ku pikir hanya aku
saja yang merasakan nya, tapi
ternyata teman teman ku juga
dapat melihat bagaimana perubahan
sikapmu kepadaku." ucap erlita.
"itu hanya perasaan mu saja."
ucap alviandra.
"lalu kenapa kamu jarang membalas
chat ku?" tanya erlita.
"maaf, aku sering ketiduran."
ucap alviandra.
"haruskah aku mempercayai mu?"
ucap erlita.
alviandra membuang nafas
secara kasar.
"lalu apa mau mu? apa yang harus
aku lakukan agar kamu percaya
sama aku." tanya alviandra.
tanpa berkata kata erlita langsung
memeluk alviandra. dia pun menangis
di pelukannya. namun alviandra
hanya terdiam tanpa membalas
pelukannya.
"gadis ini, kenapa dia memelukku?
kalau aku lepaskan pelukannya,
dia malah akan berpikir kalau
alvin memang benar benar sudah
punya wanita lain." batin alviandra.
"vin, kamu sudah janji kalau kamu
gak akan pernah ninggalin aku."
ucap erlita.
"maaf lita, kita lagi di tempat umum
jadi gak enak kalau ada yang lihat."
ucap alviandra sambil melepas
pelukan erlita. erlita pun melepaskan
nya.
__ADS_1
keesokan harinya. ini adalah
hari pertama erlita masuk
kuliah, erlita terlihat mudah akrab
dengan teman teman baru nya.
sayang nya karin dan suci tidak
masuk di universitas yang sama
dengan nya.
dikantin mereka asyik ngobrol dan
saling bertanya satu sama lain.
"erlita kamu punya pacar gak?"
tanya salsa teman barunya erlita.
"punya." ucap erlita seraya menoleh
kearah alviandra.
"pacar kamu anak mana? apa dia
kuliah disini juga." tanya ayu teman
barunya erlita juga.
"ya dia kuliah disini juga." ucap erlita.
"sayang sekali, tadinya aku mau
kenalin kamu sama seseorang."
ucap salsa.
"nah itu dia orangnya." sahut ayu.
terlihat tiga orang pemuda yang
menghampiri erlita bersama
teman teman barunya.
tak jauh dari tempat erlita duduk
alviandra sedang memperhatikan nya.
"hai kamu erlita ya? kenalin nama
aku johan." ucap laki laki itu sambil
mengulurkan tangan nya.
namun saat erlita ingin mengulurkan
tangannya, dengan cepat alviandra
menarik tangan erlita, lalu membawa
nya pergi. sehingga salsa beserta
teman temannya menatap sinis
kearah alviandra.
"siapa laki laki itu?" tanya johan.
"ganteng banget..." ucap ayu.
"mungkin gak sikh kalau laki laki
itu pacar nya erlita?" tanya salsa.
"kalau kamu bertanya padaku, lalu
aku harus bertanya pada siapa?"
ucap ayu.
alviandra membawa erlita ke tempat
yang sepi lalu mengintrogasi nya.
"alvin kenapa kamu bawa aku kesini?"
tanya erlita.
"aku peringatankan, kamu jangan
pernah coba coba untuk
mendekati laki laki lain." ucap
alviandra yang bernada ancaman.
"mendekati laki laki lain? apa maksud
kamu?" tanya erlita.
"kalau tadi aku tidak ada disana,
mungkin sekarang kau sudah
jalan dengan laki laki itu."
ucap alviandra.
"kamu cemburu?" tanya erlita.
"tentu saja tidak! itu karna kau
adalah pacar nya alvin."
batin alviandra seraya menatap erlita.
"kenapa diem? berarti benar kamu
memang cemburu pada lelaki itu?"
tanya erlita lalu tersenyum.
"ya, anggap saja begitu." ucap alviandra.
"ekh, kok gitu?" erlita pun menggoda
alviandra dengan cara menggelitikinya.
"lita kamu apa apaan, lepasin geli."
teriak alviandra. namun erlita tidak
mau menghentikan nya, dia terus
menggelitiki alviandra sehingga
alviandra tersungkur jatuh ketanah
dan erlita pu jatuh tepat di dada nya.
kini mereka pun saling bertatapan.
"tidak ku sangka, meskipun tubuh
mu kecil, tapi kau sangat lah berat."
ucap alviandra. mendengar
ucapannya, erlita segera bangkit
lalu merapikan pakaiannya.
"alvin.... kamu ngeselin tau gak."
ucap erlita yang tampak marah,
lalu pergi begitu saja.
alviandra terlihat senyum menyeringai
__ADS_1
menatap kepergian erlita.