AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 51 menjauh


__ADS_3

tok tok tok...


"masuk..." jawab erlita.


"kok belum siap siap?" tanya karin.


"memang nya mau kemana?"


erlita pun balik bertanya.


"ya ilah lita, hari ini kan hari minggu


ayo kita hang out bareng." ajak karin.


"sorry ya teman teman, aku lagi


males." jawab erlita.


"ayolah lita... gak ada kamu gak


akan asyik, lagi pula rehan juga


mau ngajak alvin kok." rayu karin.


"benar kah?" tanya erlita antusias.


"iya! sayang banget alviandra gak


ada disini." ucap suci dengan wajah


yang sedih.


"suci, suci... udah jelas jelas


alviandra itu terlihat gak menyukai


kamu, kenapa terus berharap


padanya." ucap karin yang seakan


mematahkan harapan temannya itu.


"karin kamu jahat banget sikh, harus


nya kamu itu suport aku." rengek suci.


"aku bicara seperti ini karna aku


sayang sama kamu, aku gak mau


kamu terluka nantinya." ucap karin.


"karin benar ci, kamu itu cantik


kamu bisa dapatin laki laki yang


jauh lebih baik dari pada alviandra."


ucap erlita menyemangati.


"hmm.." ucap suci.


"ya udah cepat siap siap gih."


pinta karin.


"tapi beneran kan bakal ada alvin


juga?" sekali lagi erlita meyakinkan.


"iya." ucap karin.


setelah erlita siap mereka langsung


on the way kesebuah caffe


tongkrongan para anak muda mudi.


namun nyatanya erlita sedikit kecewa


karna alvin tidak ada disana.


"lita sorry ya, karna aku gak bisa ajak


alvin gabung di sini." ucap rehan.


"emm, ya ga apa apa." ucap erlita


yang tampak kecewa.


"emang kamu gak bujuk alvin?"


tanya karin.


"udah aku bujuk tapi dia tetep


gak mau." ucap rehan.


selang beberapa menit kemudian


alviandra tiba tiba datang dan


bergabung bersama mereka.


"loh vin, kok tiba tiba kamu nyusul?


bukan nya tadi kamu bilang kalau


lagi males keluar rumah ya?"


tanya rehan.


"iya itu kan tadi, setelah aku pikir


pikir kaya nya aku ingin bergabung


dengan kalian." ucap alviandra.


"lita, apa kamu lagi berantem sama


alvin?" bisik karin ditelinga erlita.


erlita pun menggelengkan kepalanya.


akhirnya karin pun mengajak erlita


ke toilet untuk bertanya beberapa hal.


"ada apa rin?" tanya erlita.


"kamu beneran gak berantem sama


alvin kan?" karin mengulangi


pertanyaannya.


"gak, aku gak berantem sama alvin


kok, emang nya kenapa sikh?" tanya


erlita yang sedikit sinis.


"tapi kok alvin gak nyapa kamu?


dia kaya cuekin kamu gitu."


ucap karin.


"masa sikh?" ucap erlita.


"lita masa kamu gak peka sikh?"


tanya karin.


"ekh kalian merasa gak sikh? kalau


alvin berubah semenjak di tinggal


pergi sama sodaranya." ucap suci.


"ya emang ada tiga kemungkinan


kenapa sikap alvin bisa tiba tiba

__ADS_1


berubah." ucap karin.


"apa?" ucap erlita dan suci serentak.


"pertama, dia masih sedih karna di


tinggal alviandra pergi." ucap karin.


"ya, bisa jadi." ucap suci.


"kedua, ada nya orang ketiga."


ucap karin.


mendengar ucapan karin


membuat erlita menelan


ludahnya sendiri secara kasar.


"stop rin..." ucap suci sambil


membungkam mulut karin.


"gak apa apa rin, lanjutin aja


yang ketiga apa?" tanya erlita.


"yang ketiga nya lupa hehe..."


ucap karin sambil cengengesan.


mereka pun kembali bergabung


dengan teman temannya.


jono terlihat asyik ngobrol dengan


rehan dan juga roy. sementara


alviandra terlihat sedang asyik


bermain game di handphone nya.


tidak terasa hari sudah mulai


sore, satu persatu diantara


mereka pun akhirnya ijin untuk


pulang lebih dulu, sehingga kini


hanya ada erlita dan alviandra


di tempat itu.


alviandra menoleh kearah


jarum jam tangan nya.


"ini sudah sore, ayo ku antar kau


pulang." ucap alviandra.


"vin..." ucap erlita.


"ya?" tanya alviandra.


"aku ingin bertanya sesuatu?" ucapnya.


"ya, apa?" ucap alviandra.


"apa di hatimu ada wanita lain?"


tanya erlita.


deg. pertanyaan erlita membuat


alviandra sangat terkejut.


"kenapa kau bertanya seperti itu?"


tanya alviandra.


dengan serius.


"apa kau mulai meragukan ku?"


tanya alviandra.


"tentu saja, akhir akhir ini sikap


mu berubah, ku pikir hanya aku


saja yang merasakan nya, tapi


ternyata teman teman ku juga


dapat melihat bagaimana perubahan


sikapmu kepadaku." ucap erlita.


"itu hanya perasaan mu saja."


ucap alviandra.


"lalu kenapa kamu jarang membalas


chat ku?" tanya erlita.


"maaf, aku sering ketiduran."


ucap alviandra.


"haruskah aku mempercayai mu?"


ucap erlita.


alviandra membuang nafas


secara kasar.


"lalu apa mau mu? apa yang harus


aku lakukan agar kamu percaya


sama aku." tanya alviandra.


tanpa berkata kata erlita langsung


memeluk alviandra. dia pun menangis


di pelukannya. namun alviandra


hanya terdiam tanpa membalas


pelukannya.


"gadis ini, kenapa dia memelukku?


kalau aku lepaskan pelukannya,


dia malah akan berpikir kalau


alvin memang benar benar sudah


punya wanita lain." batin alviandra.


"vin, kamu sudah janji kalau kamu


gak akan pernah ninggalin aku."


ucap erlita.


"maaf lita, kita lagi di tempat umum


jadi gak enak kalau ada yang lihat."


ucap alviandra sambil melepas


pelukan erlita. erlita pun melepaskan


nya.

__ADS_1


keesokan harinya. ini adalah


hari pertama erlita masuk


kuliah, erlita terlihat mudah akrab


dengan teman teman baru nya.


sayang nya karin dan suci tidak


masuk di universitas yang sama


dengan nya.


dikantin mereka asyik ngobrol dan


saling bertanya satu sama lain.


"erlita kamu punya pacar gak?"


tanya salsa teman barunya erlita.


"punya." ucap erlita seraya menoleh


kearah alviandra.


"pacar kamu anak mana? apa dia


kuliah disini juga." tanya ayu teman


barunya erlita juga.


"ya dia kuliah disini juga." ucap erlita.


"sayang sekali, tadinya aku mau


kenalin kamu sama seseorang."


ucap salsa.


"nah itu dia orangnya." sahut ayu.


terlihat tiga orang pemuda yang


menghampiri erlita bersama


teman teman barunya.


tak jauh dari tempat erlita duduk


alviandra sedang memperhatikan nya.


"hai kamu erlita ya? kenalin nama


aku johan." ucap laki laki itu sambil


mengulurkan tangan nya.


namun saat erlita ingin mengulurkan


tangannya, dengan cepat alviandra


menarik tangan erlita, lalu membawa


nya pergi. sehingga salsa beserta


teman temannya menatap sinis


kearah alviandra.


"siapa laki laki itu?" tanya johan.


"ganteng banget..." ucap ayu.


"mungkin gak sikh kalau laki laki


itu pacar nya erlita?" tanya salsa.


"kalau kamu bertanya padaku, lalu


aku harus bertanya pada siapa?"


ucap ayu.


alviandra membawa erlita ke tempat


yang sepi lalu mengintrogasi nya.


"alvin kenapa kamu bawa aku kesini?"


tanya erlita.


"aku peringatankan, kamu jangan


pernah coba coba untuk


mendekati laki laki lain." ucap


alviandra yang bernada ancaman.


"mendekati laki laki lain? apa maksud


kamu?" tanya erlita.


"kalau tadi aku tidak ada disana,


mungkin sekarang kau sudah


jalan dengan laki laki itu."


ucap alviandra.


"kamu cemburu?" tanya erlita.


"tentu saja tidak! itu karna kau


adalah pacar nya alvin."


batin alviandra seraya menatap erlita.


"kenapa diem? berarti benar kamu


memang cemburu pada lelaki itu?"


tanya erlita lalu tersenyum.


"ya, anggap saja begitu." ucap alviandra.


"ekh, kok gitu?" erlita pun menggoda


alviandra dengan cara menggelitikinya.


"lita kamu apa apaan, lepasin geli."


teriak alviandra. namun erlita tidak


mau menghentikan nya, dia terus


menggelitiki alviandra sehingga


alviandra tersungkur jatuh ketanah


dan erlita pu jatuh tepat di dada nya.


kini mereka pun saling bertatapan.


"tidak ku sangka, meskipun tubuh


mu kecil, tapi kau sangat lah berat."


ucap alviandra. mendengar


ucapannya, erlita segera bangkit


lalu merapikan pakaiannya.


"alvin.... kamu ngeselin tau gak."


ucap erlita yang tampak marah,


lalu pergi begitu saja.


alviandra terlihat senyum menyeringai

__ADS_1


menatap kepergian erlita.


__ADS_2