AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 24 hukuman untuk alviandra


__ADS_3

ke esokan hari nya di sekolah.


alvin menghampiri erlita.


lalu mengajak nya untuk pergi ke


kantin, yang di susul oleh karin.


"alviandra belum ke sini?"


tanya erlita.


"kaya nya belum! tumben kamu


nanyain dia." sahut alvin.


"kamu jangan cemburu dulu! ini


itu soal tugas...." ucapan erlita pun


menggantung karna alvin memotong


pembicaraan nya.


"siapa yang cemburu?" tanya alvin.


"lokh emang nya kamu gak cemburu,


kalau misal kan aku dekat sama laki


laki lain?" tanya erlita.


" yang pasti nya si bukan sama


alviandra juga! masa aku cemburu


pada dia, dia itu kan sodara ku."


ucap alvin datar.


"betul juga sikh!" erlita membenarkan


ucapan nya alvin.


"terus, bagai mana dengan tugas nya


yang harus di kumpul kan hari ini?"


karin pun menyela.


"nah, itu yang lagi aku pikirin! mana


itu anak dari tadi belum nongol lagi."


sahut erlita, yang tampak gelisah.


"ya udah kita tunggu dia di kelas aja


yuk?" kata karin dan sontak


membuat erlita dan alvin menatap


satu sama lain mendengar ucapan nya.


karin pun seakan mengetahui apa


yang ada di dalam pikiran teman


teman nya itu pun mencoba untuk


melurus kan nya.


"jangan salah paham dulu! aku cuma


kasihan aja kalau pak didit sampai menghukum alviandra, bagai mana


pun juga dia itu kan sodara nya


alvin"." jelas karin panjang lebar.


"hmmm." gumam erlita.


"ya udah yuk!" karin menarik tangan


erlita menuju kelas mereka.


bruuggggkk....


di dalam kelas karin menabrak alviandra.


"so sorry ndra, aku gak sengaja."


ucap karin yang terbata bata.


namun alviandra hanya diam saja,


tidak menggubris ucapan karin.


alviandra pun duduk di bangku nya.


erlita dan karin masih berdiri mematung


di hadapan alviandra, hingga membuat


alviandra menatap tajam ke arah mereka


secara bergantian.


melihat sorotan mata alviandra, erlita


dan karin pun seakan mengerti, mereka


pun duduk di bangku masing masing.


erlita mengambil buku di tas nya, lalu


memberikan nya pada Alviandra.


"nih buku tugas kemarin, aku sama


yang lain udah pada ngerjain! tinggal


kamu yang belum." erlita memecah keheningan di antara mereka.


"bukan kah seharus nya kita


mengerjakan ini bersama sama!"


alviandra yang menatap tajam erlita.


"aku tau! tapi kemarin aku sudah

__ADS_1


mencoba untuk menghubungi mu


berkali kali." ucap erlita.


tiba lakh pak didit di kelas itu, dan


meminta semua murid untuk


mengumpul kan tugas tugas nya


di meja guru. satu persatu murid


menaruh buku mereka di meja


pak didit, tak terkecuali erlita.


"okey! apa semua nya sudah


mengumpulkan buku tugas nya?"


tanya pak didit, pada seluruh siswa.


alviandra mengangkat tangan nya.


"maaf pak, saya belum mengerja kan


nya." ucap alviandra.


pak didit pun membuang nafas kasar.


"ya sudah, kamu lari keliling lapangan


dua puluh kali! dan jangan masuk


kelas sebelum bel istirahat berbunyi."


tegas pak didit.


dengan berat hati alviandra pun


menerima hukuman yang pak didit


berikan ke pada nya.


di lapangan.


dua puluh putaran sudah alviandra


mengelilingi lapangan itu. karna lelah


dia pun duduk tanpa beralas kan kursi.


alviandra menatap sekeliling. hembusan


angin sepoy sepoy se akan meniupi


keringat alviandra yang ber cucuran.


tatapan nya pun terkunci, tat kala dia


melihat seorang gadis berjalan


menghampiri nya.


"nih! kamu pasti haus." kata erlita


seraya menyodor kan minuman dingin


namun bukan nya menerima nya,


alviandra malah menepis minuman


itu hingga tumpah.


"kamu kenapa sikh? padahal selama


ini aku udah berusaha berbuat baik


sama kamu." bentak erlita.


alviandra bangkit dari duduk nya.


"gak usah so so'an cari muka di


hadapan ku! aku tau, kau berbuat


baik pada ku hanya ingin mencuri


simpati nya Alvin." ucap alviandra.


"ternyata bukan sifat kamu aja ya,


yang ngeselin! tapi pikiran mu juga


picik." bantah erlita.


"se tidak nya, aku bukan orang yang


munafik seperti mu!" kata alviandra.


yang membuat erlita harus menahan


amarah nya setelah mendengar ucapan


alviandra.


"hai kak alviandra." santi yang tiba tiba


datang. namun bukan nya membalas


sapaan santi, alviandra malah pergi


meninggal kan mereka.


"kamu ngapain deketin alviandra?


kamu kan sudah punya Alvin."


kata santi, yang sudah mulai blak


blakan menyebut nama mereka.


"urusan mu apa? toh kamu sendiri


bukan siapa siapa nya alviandra kan."


sinis erlita, yang membuat santi


terdiam membisu.


"saran aku sikh, mending kamu gak

__ADS_1


usah terlalu berharap ke pada


alviandra! karna aku tau betul alviandra


itu orang yang seperti apa." desus erlita.


"heukh, so banget si kamu! tapi aku


akan buktiin sama kamu, kalau


aku pasti bakal dapatin alviandra."


kata santi penuh percaya diri.


"okey! selamat bermimpi." erlita


pun pergi meninggalkan Santi di


lapangangan itu sendiri.


di kantin.


karin sedang asyik menikmati makanan


nya, datang lakh erlita yang kemudian


duduk di samping nya.


"kamu ke mana aja? aku cariin dari tadi


juga." kata karin, sambil mengunyah


makanan yang ada di dalam mulut nya.


"kamu lihat alvin gak?" bukan nya


menjawab pertanyaan karin, erlita


malah balik bertanya.


"lakh itu yang di pojokan kantin siapa?"


kata karin, yang masih pokus dengan


makanan nya.


seketika erlita menoyor karin pelan,


dengan telunjuk tangan nya.


"alviandra bego." desis erlita.


"hehehe.... " karin cengengesan.


"ekh mau ke mana?" tanya karin,


karna melihat erlita yang bangkit


dari tempat duduk nya.


"mau cari alvin." sahut erlita.


beberapa menit setelah erlita pergi


alvin datang lalu menghampiri karin.


"erlita mana rin?" tanya alvin.


"tadi dia nyariin kamu!" sahut karin.


"terus sekarang dia ke mana?"


tanya alvin lagi.


"mungkin ke perpus." sahut karin,


sambil memasukan makanan terakhir


ke dalam mulut nya.


"vin, aku duluan ya." sambung karin,


setelah menghabis kan makanan nya.


setelah karin pergi, alvin terlihat


celingak celinguk mencari dimana


keberadaan jono dan rehan, mata nya


pun terkunci saat alvin melihat


alviandra yang terlihat mulai akrab


dengan doni, yang tak lain adalah


orang yang dulu sering mencari gara


gara ke pada alviandra.


"mau numpang duduk aja, atau


sekalian mau pesan makanan?"


tanya mang uje yang membuyar kan


lamunan alvin.


"mang uje, ngagetin aja." sahut alvin.


karna kantin gak begitu rame, mang


uje pun duduk bersebelahan dengan


alvin. sekilas mang uje menoleh


ke arah alviandra.


"gak usah heran, kalau sodara mu


sekarang terlihat lebih akrab dengan


doni! mungkin saja doni mulai sadar


kalau alviandra lebih kuat dari nya."


kata mang uje, yang se akan tau apa


yang ada di dalam pikiran nya alvin.


mang uje memang sering melihat pertengkaran alviandra dan doni.

__ADS_1


__ADS_2