AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 31 hang out


__ADS_3

cukup lama mereka berbicara di dalam


gudang itu, hingga bel tanda istirahat


telah selesai pun berbunyi.


dengan cepat alviandra meninggal kan


gudang sebelum ketahuan doni dan


teman wanita nya.


*kelas XII IPS 1*


"pasti cewek ini, orang yang tadi Doni


bicara kan dengan wanita itu"


batin alviandra, seraya menoleh ke


arah erlita yang duduk di sebelah nya.


sesaat setelah dia mengingat perkataan


terakhir doni, saat akan meninggal kan


erlita kemarin waktu di kelas nya.


tak lama kemudian pak didit memasuki


ruangan kelas itu, lalu memulai sebuah


pelajaran selanjut nya.


semua murid tampak pokus mengerjakan


soal yang pak didit berikan.


teng teng teng....


jam sekolah telah selesai, akhir nya


semua murid berkemas memasukan


buku pelajaran mereka ke tas dan


ransel masing masing.


"rin, temenin aku ke toilet dulu yuk,


aku kebelet nih." kata erlita.


"ayo." sahut karin.


mereka pun berjalan melewati koridor


sekolah. tibalah mereka di pintu


perbatasan antara toilet pria dan wanita.


namun saat erlita melihat doni yang


baru keluar dari toilet pria, erlita


memutar balik badan nya, dan malah


pergi ke arah parkiran sekolah.


" kenapa? kata nya kamu ke belet, kok


malah kesini?" tanya karin yang heran.


"eukh, gak jadi dech rin, makasih ya."


kata erlita, dia pun menghampiri sopir


pribadi yang menjemput nya.


"kenapa sikh tuh anak? aneh banget."


gumam karin. dia pun memasuki


mobil nya.


"Doni.." panggil alviandra.


"ada apa?" tanya doni datar.


"aku ingin bicara dengan mu."


kata alviandra dengan tatapan dingin nya.


"sekarang?" tanya doni.


"ya! ku tunggu kau di cafe tempat biasa


kita nongkrong." alviandra pun memasuki


mobil nya.


*cafe*


"ada apa?" tanya doni, setelah


menghampiri alviandra di cafe itu.


karna alviandra telah lebih dulu


sampai di sana.


"apa hubungan mu dengan erlita?"


tanya alviandra to the point.


seketika raut wajah doni pun berubah.


"maksud mu?" bukan nya menjawab,


doni malah balik bertanya.


"aku minta, kau jangan pernah


mengganggu nya lagi." tegas alviandra.


"kau salah paham, aku tidak pernah


mengganggu nya." bantah doni.


"jangan mengelak! dua kali aku melihat


mu bersama nya! dan yang terakhir, aku


melihat nya menangis, setelah kau


meninggal kan nya! sebenar nya apa

__ADS_1


yang ingin kau lakukan terhadap nya?"


"bro, aku tidak mengerti apa yang kamu


bicarakan." doni masih berusaha


mengelak nya.


alviandra mengepal kan tangan nya,


seraya menatap tajam ke arah doni


dengan tatapan dingin nya.


doni menelan ludah nya kasar.


"erlita adalah cinta pertama ku." kata


doni, setelah beberapa saat dia terdiam.


"aku telah berusaha untuk melupakan


nya, dan mencoba untuk menjalin cinta dengan wanita lain! tapi, hubungan ku


selalu kandas di tengah jalan." jelas doni.


"lalu, kenapa kau masih saja menggangu nya?" tanya alviandra datar.


"aku tidak bisa melupakan nya."


ucap doni lirih.


mendengar ucapan doni, alviandra


pun menghela nafas nya secara kasar.


"berbuat baik lah pada nya! jika memang


kau tulus mencintai nya, jangan pernah


kau berani untuk merusak masa


depan nya." alviandra pun pergi lebih


dulu dari cafe itu, seraya menepuk


punggung doni dua kali, sebagai bentuk


solidaritas nya. doni menatap ke pergian Alviandra.


*kediaman wijaya*


"bi, tolong buatin aku jus ya."


kata erlita yang lagi duduk santai


di ruang keluarga, sambil nonton tivi.


"baik non, non mau sekalian bibi


ambilin cemilan gak?" tanya bi imah.


"gak usah bi." jawab erlita.


beberapa menit kemudian bi imah


tiba, dengan segelas minuman di


tangan nya.


minuman itu pada erlita.


"makasih ya bi." kata erlita.


"iya non." kata bi imah.


"mama ke mana bi?" tanya erlita.


"di halaman belakang non, lagi ngecek


tanaman kesayangan nya nyonya."


jawab bi imah.


"hmmm." gumam erlita.


bi imah kembali ke dapur untuk


menyelesai kan perkerjaan nya.


erlita menyender kan kepala nya di sofa.


dia teringat kembali akan perlakuan doni


yang mencium diri nya secara paksa.


tiba tiba suara bel rumah nya berbunyi.


erlita segera membuka nya.


"surprise...." seru karin dan suci secara


berbarengan.


"kalian! ayo masuk." erlita pun


mempersilah kan mereka duduk.


"kalian mau minum apa?" tanya erlita.


"tidak usah! sekarang cepat ganti baju


mu." kata karin.


"ganti baju? memang nya mau ke mana?"


tanya erlita.


"hang out...." seru kedua nya.


"kalian aja lakh, aku lagi males nih."


kata erlita.


"no, no, no! kamu gak boleh nolak!


sekarang cepat ganti baju mu."


ucap karin datar.


"hmmm, iya dech iya." erlita pun terpaksa


menuruti kemauan teman teman nya


untuk hang out bareng, meski pun

__ADS_1


sebenar nya dia sedang malas untuk


keluar rumah.


setelah meminta ijin ke pada mama nya,


erlita pun pergi bersama teman teman


nya, memasuki mobil karin.


sesampai nya di mall terbesar di kota itu.


mereka pun memasuki kawasan game


senter. mereka terlihat menikmati


keseruan saat memainan setiap game


yang ada di sana. dan yang paling lihai


dan pandai memain kan nya adalah karin.







"lita ayo main lagi." kata karin,


yang melihat erlita engos engosan,


seraya bertolak pinggang.


"aku cape! kalian aja." kata erlita,


yang mulai menyerah.


"guys, aku cari minum dulu ya."


kata erlita.


"iya, sekalian beliin kita juga ya."


kata karin.


"siap." kata erlita, yang mengacung


kan jempol nya.


erlita pun berjalan sendirian, namun


tiba tiba ada seseorang yang menarik


tangan nya.


"kamu!" kata erlita, yang terlihat tegang


saat melihat laki laki itu.


"tidak usah takut! aku hanya ingin


meminta maaf pada mu." kata doni.


"lepasin." ucap erlita datar, seraya


melepas pegangan doni.


"maaf." kata doni, namun erlita hanya


diam saja.


"apa kau mau memaaf kan ku?"


tanya doni, yang menatap dalam erlita.


"harus kah aku memaaf kan mu?


tindakan mu kemarin sungguh sangat


menyakiti ku." jelas erlita.


"aku tau aku salah! tapi aku sungguh


menyesali nya! kamu mau kan maaf'in


aku?" ucap doni, yang terlihat memelas.


"maaf don, aku sudah sangat kecewa


dengan perkataan mu kemarin! jadi


tolong, jangan pernah mengganggu ku


lagi." lirih erlita.


"apa kamu tidak ingin memaaf kan ku,


karna kemarin aku sudah mencium mu secara paksa?" ujar doni.


"apa?" karin dan suci, yang tiba tiba


nongol tepat di belakang erlita.


"lita, apa itu benar?" tanya karin,


menatap dalam kedua bola mata nya.


"ya, kemarin aku memang sudah


mencium nya." sahut doni.


"diam! aku tidak bertanya pada mu."


bentak karin.


"tolong jawab lit, apa itu benar?"


tanya karin lagi.


"maaf, aku harus pulang." erlita


pun pergi dari tempat itu, namun


karin dan suci mengejar nya.


"lita tunggu." teriak karin.


karin dan suci berhenti mengejar,


karna erlita sudah keburu naik taxi.

__ADS_1


__ADS_2