
seminggu kemudian keadaan erlita
sudah mulai membaik, dokter pun
telah mengijin kan nya untuk pulang.
setiba nya di rumah, mama dita langsung
mengantar erlita ke kamar nya. dengan
wajah yang sayu, erlita mengamati
sekeliling kamar itu dengan seksama,
lalu duduk di tepi ranjang kasur nya.
"sayang kamu tunggu di sini sebentar
ya, mama mau minta tolong bi imah
dulu untuk membuat kan mu sup."
kata mama dita.
"baik ma." pungkas erlita.
setelah kepergian mama dita,
erlita kembali memandangi isi kamar nya.
pandangan nya pun terkunci
pada salah satu poto nya bersama
alvin, dia pun mengambil poto itu
lalu mengamati nya.
"seperti nya kamu laki laki yang baik."
batin erlita, saat menatap dalam poto
nya yang lagi bersandar di bahu alvin.
satu persatu erlita mengamati semua
poto yang terpajang di kamar nya.
ada beberapa poto kedua orang tua nya,
serta poto nya bersama karin dan suci.
tok tok tok.
suara ketukan pintu membuyar kan
lamunan nya.
"masuk." suara lembut erlita.
"maaf non, ini sup nya sudah jadi."
kata bi imah.
"terima kasih bi." ucap erlita,
seraya meraih nya dari tangan bi imah.
"sama sama non." pungkas bi imah.
keesokan hari nya.
dengan bermalas malasan erlita
mencoba bangkit dari tempat tidur nya,
lalu pergi ke kamar mandi untuk
membersih kan diri.
setelah itu dia pun mengenakan pakaian
seragam sekolah nya lalu turun ke meja
makan menghampiri kedua orang tua nya.
"pagi ma, pagi pa." sapa erlita.
"pagi sayang." sahut kedua nya
secara berbarengan.
mama dita mengamati pakaian seragam
yang di kenakan erlita, lalu kemudian
dia bertanya.
"apa kamu yakin, kalau mau sekolah hari
ini? padahal mama sudah ijin kepada
guru mu, bahwa kamu akan istirahat dulu
selama satu atau dua hari lagi, sampai
ke adaan mu sudah benar benar pulih."
kata mama dita panjang lebar.
"iya ma." jawab nya singkat.
"ya sudah, kalau kamu memang bersi
keras ingin tetap pergi ke sekolah,
sekarang papa yang akan mengantar mu,
nanti pulang nya biar pak sakti yang
menjemput mu." kata papa kevin.
"baik pa." sahut erlita.
papa kevin memasukan nasi goreng
terakhir ke dalam mulut nya, lalu
beranjak dari meja makan.
"sayang, papa tunggu di depan ya."
kata papa nya, seraya mengelus pucuk
rambut erlita. erlita hanya mengangguk.
setelah peristiwa kejadian kecelakaan
__ADS_1
yang menimpa erlita, kini orang tua nya
menjadi semakin perhatian pada nya.
papa nya bahkan sering pulang lebih
awal dari biasa nya, karna dia ingin
Menikmati kebersamaan bersama anak
dan istri nya.
*SMA harapan bangsa*
erlita berdiri tegak di depan gerbang
sekolah itu, seraya menatap sekeliling
nya. tak lama kemudian salah satu
teman nya menghampiri.
"lita, aku senang kamu sudah bisa
masuk sekolah lagi, aku kangen banget
sama kamu." ucap karin, seraya memeluk
erat sahabat yang sangat dia rindu kan itu.
erlita hanya tersenyum tipis.
mama nya memang banyak bercerita
tentang kedekatan nya dengan karin,
serta hubungan nya dengan laki laki
bernama alvin.
"ya udah, masuk kelas yu." ajak karin,
seraya meraih tangan erlita, dan
menggandeng nya menuju kelas mereka.
erlita pun duduk di bangku nya.
alviandra secara diam diam mencuri
curi pandang kepada erlita.
"bagus lah, gadis ini sudah masuk
sekolah lagi, karna tanpa dia kelas
terasa sepi." batin alviandra.
erlita menoleh ke arah alviandra.
dia memandangi wajah nya secara rinci,
sosok laki laki berbadan sixpack dan
berwajah tampan yang ada di hadapan
nya itu, rasa nya erlita enggan memaling
kan pandangan nya terhadap laki laki
yang ada di sebelah nya tersebut.
ketampanan alviandra, alviandra menoleh
ke arah nya lalu menegur nya.
"jangan menatap ku seperti itu."
ucap nya datar.
"ma, maaf." ucap erlita gelagapan.
karna merasa malu, dia pun
menundukan pandangan nya.
"ketus sekali laki laki ini, rasa nya tidak
mungkin kalau dia itu kekasih ku."
batin erlita. rupa nya erlita mengira
kalau alviandra itu adalah alvin.
tak lama kemudian suci datang dan
langsung memeluk erlita.
"lita, sumpah aku kangen banget sama
kamu." seru suci yang memeluk erat
erlita dari samping, yang kala itu erlita
sedang duduk di bangku nya.
"ya, aku juga kangen sama kalian."
ucap lembut erlita, seraya menoleh
ke arah karin dan suci secara bergantian,
lalu mengunci pandangan nya pada
alviandra yang sedang memperhatikan
nya.
"ngapain lihat lihat?" ketus erlita.
"suka suka saya, orang mata mata saya."
sahut alviandra dengan nada sinis.
erlita pun membelalakan kedua mata
nya.
"dasar egois." decah erlita.
"apa tadi kamu bilang?" tanya alviandra,
meyakin kan kalau pendengaran nya
baik baik saja.
"kamu itu cowok angkuh dan egois."
__ADS_1
erlita meninggi kan suara nya.
alviandra tampak kesal mendengar
ucapan erlita yang mengatainya.
"hekh jaga ya ucapan mu."
bentak alviandra.
"kenapa? gak terima?"
erlita pun balik membentak alviandra.
karin dan suci yang menyaksikan
pertengkaran mereka, mencoba
menengahi nya.
"sudah, kalian gak usah ribut." ucap suci.
"lita, mendingan kita ke kantin aja yuk."
ajak karin, seraya meraih tangan erlita,
namun erlita menepis nya.
"kalian kalau mau pergi ke kantin,
pergi saja." kata erlita dengan nada tinggi.
hingga membuat karin dan suci saling
memandangi satu sama lain.
"sudah gak usah debat, mending kalian
buru buru bawa cewek aneh ini pergi,
aku sudah muak melihat muka dia."
ketus alviandra.
"kurang ajar" plaakkk seketika satu
tamparan mendarat di pipi kiri alviandra.
"mulai detik ini, kita putus."
kata erlita, seraya bergegas keluar dari
kelas nya.
gleeek.... alviandra menelan ludah nya
saat mendengar ucapan erlita barusan.
rupa nya sedari tadi erlita mengira kalau
alviandra itu kekasih nya. dia pun baru
sadar, kalau erlita itu hilang ingatan, jadi
wajar saja kalau erlita tidak mengenali
alviandra.
sementara karin dan suci menepuk jidat
mereka secara berbarengan, lalu
kemudian mengejar erlita.
ditaman sekolah alvin, rehan dan jono
sedang asyik bersenda gurau.
drrrtttt suara handpone alvin bergetar.
pertanda ada chat masuk, dia pun
segera membuka isi pesan tersebut.
📨vin, hari ini erlita sudah masuk
sekolah, tante titip dia ya, tolong
jagain erlita.📨
ternyata itu chat dari mama nya erlita.
alvin pun sumringah setelah membaca
isi pesan dari mama dita.
"guys, aku cabut duluan ya."
kata alvin, seraya mengambil tas
nya yang dia letakan di bangku taman
itu. ya, rupa nya mereka memang belum
memasuki kelas nya masing masing.
namun saat berjalan menyusuri koridor
sekolah, alvin menabrak seseorang.
brruuuuuakkkk.... wanita itu pun terjatuh.
alvin mengulur kan tangan nya untuk
membantu gadis itu berdiri.
"silvia, kamu tidak apa apa?"
tanya alvin.
"aku gak apa apa kok." jawab nya.
"kamu mau kemana sikh vin?
kaya nya buru buru amat." tanya silvia.
"aku mau samperin erlita di kelas nya."
jawab alvin.
"oh, erlita sudah masuk sekolah ya,
aku senang mendengar nya." ucap silvia.
"thanx ya sil, kalau gitu aku duluan ya."
pungkas alvin, seraya berjalan menuju
__ADS_1
kelas erlita.