AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 43 seperti orang asing


__ADS_3

seminggu kemudian keadaan erlita


sudah mulai membaik, dokter pun


telah mengijin kan nya untuk pulang.


setiba nya di rumah, mama dita langsung


mengantar erlita ke kamar nya. dengan


wajah yang sayu, erlita mengamati


sekeliling kamar itu dengan seksama,


lalu duduk di tepi ranjang kasur nya.


"sayang kamu tunggu di sini sebentar


ya, mama mau minta tolong bi imah


dulu untuk membuat kan mu sup."


kata mama dita.


"baik ma." pungkas erlita.


setelah kepergian mama dita,


erlita kembali memandangi isi kamar nya.


pandangan nya pun terkunci


pada salah satu poto nya bersama


alvin, dia pun mengambil poto itu


lalu mengamati nya.


"seperti nya kamu laki laki yang baik."


batin erlita, saat menatap dalam poto


nya yang lagi bersandar di bahu alvin.


satu persatu erlita mengamati semua


poto yang terpajang di kamar nya.


ada beberapa poto kedua orang tua nya,


serta poto nya bersama karin dan suci.


tok tok tok.


suara ketukan pintu membuyar kan


lamunan nya.


"masuk." suara lembut erlita.


"maaf non, ini sup nya sudah jadi."


kata bi imah.


"terima kasih bi." ucap erlita,


seraya meraih nya dari tangan bi imah.


"sama sama non." pungkas bi imah.


keesokan hari nya.


dengan bermalas malasan erlita


mencoba bangkit dari tempat tidur nya,


lalu pergi ke kamar mandi untuk


membersih kan diri.


setelah itu dia pun mengenakan pakaian


seragam sekolah nya lalu turun ke meja


makan menghampiri kedua orang tua nya.


"pagi ma, pagi pa." sapa erlita.


"pagi sayang." sahut kedua nya


secara berbarengan.


mama dita mengamati pakaian seragam


yang di kenakan erlita, lalu kemudian


dia bertanya.


"apa kamu yakin, kalau mau sekolah hari


ini? padahal mama sudah ijin kepada


guru mu, bahwa kamu akan istirahat dulu


selama satu atau dua hari lagi, sampai


ke adaan mu sudah benar benar pulih."


kata mama dita panjang lebar.


"iya ma." jawab nya singkat.


"ya sudah, kalau kamu memang bersi


keras ingin tetap pergi ke sekolah,


sekarang papa yang akan mengantar mu,


nanti pulang nya biar pak sakti yang


menjemput mu." kata papa kevin.


"baik pa." sahut erlita.


papa kevin memasukan nasi goreng


terakhir ke dalam mulut nya, lalu


beranjak dari meja makan.


"sayang, papa tunggu di depan ya."


kata papa nya, seraya mengelus pucuk


rambut erlita. erlita hanya mengangguk.


setelah peristiwa kejadian kecelakaan

__ADS_1


yang menimpa erlita, kini orang tua nya


menjadi semakin perhatian pada nya.


papa nya bahkan sering pulang lebih


awal dari biasa nya, karna dia ingin


Menikmati kebersamaan bersama anak


dan istri nya.


*SMA harapan bangsa*


erlita berdiri tegak di depan gerbang


sekolah itu, seraya menatap sekeliling


nya. tak lama kemudian salah satu


teman nya menghampiri.


"lita, aku senang kamu sudah bisa


masuk sekolah lagi, aku kangen banget


sama kamu." ucap karin, seraya memeluk


erat sahabat yang sangat dia rindu kan itu.


erlita hanya tersenyum tipis.


mama nya memang banyak bercerita


tentang kedekatan nya dengan karin,


serta hubungan nya dengan laki laki


bernama alvin.


"ya udah, masuk kelas yu." ajak karin,


seraya meraih tangan erlita, dan


menggandeng nya menuju kelas mereka.


erlita pun duduk di bangku nya.


alviandra secara diam diam mencuri


curi pandang kepada erlita.


"bagus lah, gadis ini sudah masuk


sekolah lagi, karna tanpa dia kelas


terasa sepi." batin alviandra.


erlita menoleh ke arah alviandra.


dia memandangi wajah nya secara rinci,


sosok laki laki berbadan sixpack dan


berwajah tampan yang ada di hadapan


nya itu, rasa nya erlita enggan memaling


kan pandangan nya terhadap laki laki


yang ada di sebelah nya tersebut.


ketampanan alviandra, alviandra menoleh


ke arah nya lalu menegur nya.


"jangan menatap ku seperti itu."


ucap nya datar.


"ma, maaf." ucap erlita gelagapan.


karna merasa malu, dia pun


menundukan pandangan nya.


"ketus sekali laki laki ini, rasa nya tidak


mungkin kalau dia itu kekasih ku."


batin erlita. rupa nya erlita mengira


kalau alviandra itu adalah alvin.


tak lama kemudian suci datang dan


langsung memeluk erlita.


"lita, sumpah aku kangen banget sama


kamu." seru suci yang memeluk erat


erlita dari samping, yang kala itu erlita


sedang duduk di bangku nya.


"ya, aku juga kangen sama kalian."


ucap lembut erlita, seraya menoleh


ke arah karin dan suci secara bergantian,


lalu mengunci pandangan nya pada


alviandra yang sedang memperhatikan


nya.


"ngapain lihat lihat?" ketus erlita.


"suka suka saya, orang mata mata saya."


sahut alviandra dengan nada sinis.


erlita pun membelalakan kedua mata


nya.


"dasar egois." decah erlita.


"apa tadi kamu bilang?" tanya alviandra,


meyakin kan kalau pendengaran nya


baik baik saja.


"kamu itu cowok angkuh dan egois."

__ADS_1


erlita meninggi kan suara nya.


alviandra tampak kesal mendengar


ucapan erlita yang mengatainya.


"hekh jaga ya ucapan mu."


bentak alviandra.


"kenapa? gak terima?"


erlita pun balik membentak alviandra.


karin dan suci yang menyaksikan


pertengkaran mereka, mencoba


menengahi nya.


"sudah, kalian gak usah ribut." ucap suci.


"lita, mendingan kita ke kantin aja yuk."


ajak karin, seraya meraih tangan erlita,


namun erlita menepis nya.


"kalian kalau mau pergi ke kantin,


pergi saja." kata erlita dengan nada tinggi.


hingga membuat karin dan suci saling


memandangi satu sama lain.


"sudah gak usah debat, mending kalian


buru buru bawa cewek aneh ini pergi,


aku sudah muak melihat muka dia."


ketus alviandra.


"kurang ajar" plaakkk seketika satu


tamparan mendarat di pipi kiri alviandra.


"mulai detik ini, kita putus."


kata erlita, seraya bergegas keluar dari


kelas nya.


gleeek.... alviandra menelan ludah nya


saat mendengar ucapan erlita barusan.


rupa nya sedari tadi erlita mengira kalau


alviandra itu kekasih nya. dia pun baru


sadar, kalau erlita itu hilang ingatan, jadi


wajar saja kalau erlita tidak mengenali


alviandra.


sementara karin dan suci menepuk jidat


mereka secara berbarengan, lalu


kemudian mengejar erlita.


ditaman sekolah alvin, rehan dan jono


sedang asyik bersenda gurau.


drrrtttt suara handpone alvin bergetar.


pertanda ada chat masuk, dia pun


segera membuka isi pesan tersebut.


📨vin, hari ini erlita sudah masuk


sekolah, tante titip dia ya, tolong


jagain erlita.📨


ternyata itu chat dari mama nya erlita.


alvin pun sumringah setelah membaca


isi pesan dari mama dita.


"guys, aku cabut duluan ya."


kata alvin, seraya mengambil tas


nya yang dia letakan di bangku taman


itu. ya, rupa nya mereka memang belum


memasuki kelas nya masing masing.


namun saat berjalan menyusuri koridor


sekolah, alvin menabrak seseorang.


brruuuuuakkkk.... wanita itu pun terjatuh.


alvin mengulur kan tangan nya untuk


membantu gadis itu berdiri.


"silvia, kamu tidak apa apa?"


tanya alvin.


"aku gak apa apa kok." jawab nya.


"kamu mau kemana sikh vin?


kaya nya buru buru amat." tanya silvia.


"aku mau samperin erlita di kelas nya."


jawab alvin.


"oh, erlita sudah masuk sekolah ya,


aku senang mendengar nya." ucap silvia.


"thanx ya sil, kalau gitu aku duluan ya."


pungkas alvin, seraya berjalan menuju

__ADS_1


kelas erlita.


__ADS_2