
seperti biasa sebelum tidur alvin
selalu menyempatkan diri
menghubungi mama nya untuk
bertanya kabar. setelah puas
bicara dengan bu indri alvin pun
menelpon alviandra.
📞halo vin, ada apa?" tanya alviandra.
📞 bagaimana keadaan mu?" ucap alvin.
📞 keadaan ku atau keadaan erlita?"
alviandra menggoda alvin.
alvin tersenyum menanggapi
pertanyaan alviandra.
📞 tanpa ku katakan, seperti nya kau
memang sudah tau isi hati ku." ucapnya.
📞 ya tentu saja, tapi sayang keadaan
erlita saat ini sedang sakit, tadi dia
juga tidak masuk kuliah." jawab alviandra.
📞benarkah? aku ingin sekali
menemui nya." ucap alvin.
📞segera lah kembali, jangan
memaksakan diri kalau kau
memang sudah tidak betah tinggal
disana." ucap alviandra.
📞untuk saat ini aku belum bisa
kembali, tolong jaga mama dan
juga erlita untuk ku." pinta alvin.
📞tentu vin." pungkas alviandra.
alvin membaringkan tubuhnya
di sofa, dia memainkan ponselnya
lalu melihat satu persatu Poto
kenangan nya bersama erlita.
tanpa dia sadari seseorang sedang
mengintip di balik pintu kamarnya.
tak lama kemudian orang itu masuk
kekamar alvin.
"mau apa kau?" tanya alvin yang
tampak terkejut.
"aku lelah, bolehkah aku tidur disini."
ucap bu sonya sambil menggeliatkan
badan nya di ranjang alvin.
"apa kau sudah gila? cepat keluar
sebelum papa melihat mu disini
dan berpikir yang macam macam."
teriak alvin.
"seperti nya kau sedang
mengkhawatirkan ku? tapi tenang
saja, papa mu sudah tidur nyenyak,
jadi dia tidak akan memergoki kita."
ucap bu sonya dengan senyum liciknya.
"cepat keluar! kalau tidak aku akan
memberi tahu papa tentang
perselingkuhan mu." bentak alvin.
"lakukan saja!" ucap bu sonya
seraya mengambil handphone alvin
yang tergeletak di sofa kemudian
memainkan nya.
"balikin ponselku..." pinta alvin.
"kalau mau, kau boleh ambil sendiri."
ucap bu sonya seraya memasukan
handphone alvin ke dada nya.
sikap bu sonya membuat alvin
geleng geleng kepala dibuatnya.
"ayo vin, ambil ponselmu."
bu sonya lagi lagi menggoda alvin.
"kemana papa? apa dia tidak sadar
kalau istrinya tidak ada dikamar nya."
batin alvin seakan meminta tolong.
"kenapa diam saja? oya, siapa gadis
yang ada di poto itu?" tanya bu sonya
seraya menunjuk. namun alvin
tidak memperdulikan pertanyaan nya.
"cepat keluar dari kamarku! sebelum
__ADS_1
aku bertindak kasar padamu."
ucap alvin.
"baik aku akan keluar." ucap bu sonya.
"balikin dulu ponselku?" pinta alvin.
"kalau kau mau, datang lah kekamar
ku, maka aku akan memberikan nya."
ucap bu sonya. yang membuat alvin
lagi lagi harus menelan ludah secara
kasar.
setelah berkali kali gagal merayu alvin
bu sonya pun berniat untuk merusak
handphone alvin agar dia tidak bisa
berhubungan lagi dengan alviandra
dan bu indri mama kandungnya.
"ini sangat konyol dan tidak masuk
akal, biasa nya aku hanya menyukai
berondong karna nafsu sesaat, tapi
sekarang ku akui aku sedang cemburu
pada seorang gadis yang bernama
erlita, kurasa aku memang mencintai
alvin dan aku harus mendapatkan nya."
batin bu sonya.
tanpa berpikir panjang bu sonya
langsung mematahkan SIM card
alvin lalu merusak ponsel nya dengan
sebuah palu. kini hancur sudah
telepon genggam milik alvin.
"ini akibatnya karna kamu sudah
berani menolak ku." gumam bu sonya
setelah puas merusak handphone
milik alvin.
keesokan paginya alvin sudah
siap untuk berangkat ke kampus.
seperti biasa sebelum berangkat
alvin sarapan dahulu bersama
papa dan ibu tirinya.
setelah selesai sarapan pak gian
bu sonya mulai beranjak dari meja
makannya, namun alvin menghentikan
langkah kakinya.
"tunggu! kembalikan handphone ku?"
pinta alvin.
"handphone nya gak ada."
ucap bu sonya.
"apa maksud mu? cepat kembalikan
sekarang, aku harus segera pergi
kekampus." pinta alvin.
"maaf alvin handphone kamu sudah
rusak, nanti aku ganti." ucap bu sonya
tanpa rasa bersalah.
"gak mungkin handphone ku rusak,
orang kemarin baik baik saja." ucap alvin.
bu sonya pun mengambil kepingan
handphone alvin yang sudah
dihancurkan nya dan menunjukkan
nya pada alvin. dan betapa terkejutnya
alvin mendapati handphone nya
yang sudah hancur berantakan bahkan
sudah tidak bisa di perbaiki lagi.
"mana sim card ku?" tanya alvin yang
berusaha menahan amarahnya.
"sorry karna sim card mu juga sudah
patah." ucap bu sonya.
kali ini alvin sudah tidak bisa menahan
emosi nya lagi, karna kesal dengan
ulah ibu tirinya, alvin memukul dinding
tembok yang ada disamping nya.
sebelum amarahnya semakin
memuncak alvin segera pergi
meninggalkan bu sonya.
"lambat laun, kau harus melupakan
kekasih mu itu." gumam bu sonya.
__ADS_1
dikampus alvin atau yang lebih
dikenal sebagai alviandra adalah
salah satu mahasiswa yang populer.
karna selain tampan dan pintar, dia
juga dikenal sebagai anak yang baik
dan mudah bergaul dengan siapa pun.
sikap nya yang ramah membuat nya
disukai beberapa gadis di kampus.
"alviandra..." seseorang memanggil nya
dari arah belakang, dia pun menoleh.
"cristine ada apa?" tanya alvin pada
wanita itu.
"kita nonton film bareng yuk?
kebetulan aku sudah beli tiket nya."
ajak cristine
"sorry ya, mungkin lain kali! sekarang
aku harus pergi." ucap alvin.
"ya sudah tidak apa apa, tapi beneran
lain kali kamu harus mau ya?" pinta
cristine.
"aku gak janji." ucap alvin seraya
tersenyum tipis pada wanita itu.
"meskipun kamu sudah bilang
kalau kamu memiliki pacar, tapi
aku tidak bisa berhenti memikirkan
mu alviandra." batin cristine.
diperjalanan alvin terlihat tidak pokus
mengemudikan mobil nya. dia
kebingungan karna tidak tahu
bagaimana cara dia menghubungi
alviandra dan mama nya. alvin
juga tidak memiliki media sosial.
sementara bu sonya sedang beraksi
menjalankan rencana licik nya.
dia menelpon pak gian lalu menghasut
nya agar alvin tidak berhubungan lagi
dengan ibu kandungnya. dan pak gian
menuruti permintaan bu sonya begitu
saja, karna pak gian pikir dia juga tidak
ingin kehilangan alvin.
malam ini pak gian pulang lebih awal.
dia pun duduk santai di ruang keluarga
bersama istri tercinta nya.
"alvian kamu sudah pulang nak."
tanya pak gian berbasa basi.
"sudah pa." jawab alvin.
"papa dengar handphone mu rusak?"
tanya pak gian.
mendengar pertanyaan pak gian alvin menoleh dan menatap sinis kearah
bu sonya.
"iya pa." ucap alvin.
"ini papa sudah belikan kamu
handphone baru." ucap pak gian
seraya memberikannya pada alvin.
"terima kasih pa." ucap alvin.
"pa apa aku boleh minta nomer
pak teguh?" tanya alvin.
pak gian menoleh kearah bu sonya.
lalu kemudian melakukan kebohongan
sesuai dengan apa yang bu sonya minta.
"maafin papa, sudah lama sekali
sejak kamu kembali papa tidak
berkomunikasi dengan pak teguh,
papa juga sudah tidak memiliki
nomer nya." ucap pak gian yang
tengah berbohong.
"ya sudah kalau begitu aku kekamar
dulu ya pa." ucap alvin.
"ya beristirahat lah nak, kamu pasti
lelah." ucap pak gian yang merasa
bersalah karena telah membohongi
alvin.
__ADS_1