AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 37 penangkapan


__ADS_3

setelah pulang dari camping alvin


mengurung diri di kamar nya.


buku buku yang biasa nya tersusun


rapi, kali ini dia membiarkan buku itu


berserakan di lantai kamar nya.


"andai saja aku tidak mencintai mu


sedalam ini! rasa sakit nya juga mungkin


tidak akan seperti ini." batin alvin.


lalu meneguk minuman alkohol yang


ada di tangan nya, tanpa sadar dia telah menghabis kan dua botol minuman memabukan. alvin pun mengambil


figura Poto nya dengan erlita, lalu


membanting nya hingga pecah.


keesokan hari nya.


"pagi ma." sapa alvin, lalu menoleh


ke arah alviandra dengan tatapan yang


tidak bisa di artikan.


"kamu belum memakai seragam vin?"


tanya bu indri.


"hari ini aku udah ijin ma, tidak akan


masuk sekolah." jawab nya.


"kenapa nak, kamu sakit?" tanya bu indri


penuh perhatian, seraya memegang


kening alvin.


"tidak ma! aku hanya sedikit lelah."


sahut alvin. setelah selesai sarapan


dia pun menaiki tangga menuju kamar


nya, yang di ikuti oleh alviandra.


"tunggu." kata alviandra.


alvin pun menoleh, tanpa aba aba dia


langsung memukul sodara nya itu.


"sial! kenapa kau memukul ku?" tanya


alviandra, seraya memegangi bibir


nya yang sedikit berdarah.


"brengsek! apa yang sudah kau


laku kan terhadap erlita? bukan kah kau


tau kalau dia itu kekasih ku." bentak


alvin, yang terlihat penuh amarah.


"kau sudah salah paham! aku tidak melakukan apa apa kepada nya."


sahut alviandra membela diri.


"banyak bacot" alvin pun kembali


memukul alviandra. bu Dita yang


mendengar keributan diatas pun menghampiri mereka, lalu melerai nya. sebenar nya alviandra bisa saja


membalas pukulan alvin, namun dia


mengerti suasana hati alvin saat ini


sedang kacau.


"bersikap baik lah pada erlita! kasihan,


dia itu hanya korban." jelas alviandra,


sebelum dia pergi meninggal kan alvin.


alvin pun mencerna kembali, apa maksud


dari perkataan alviandra barusan.


di sekolah SMA HARAPAN BANGSA.


nampak beberapa mobil polisi terparkir


di halaman sekolah. setelah menerima


laporan dari mama dita, polisi langsung


bergerak cepat, lalu membekuk Doni


di sekolah nya.


alviandra pergi ke ruang BP sesuai apa


yang sudah pak didit waktu itu perintah


kan. namun karna erlita telah lebih dulu menjelas kan alasan kenapa alviandra berkelahi dengan doni, pak didit pun mengurung kan niat nya untuk


menghukum alviandra.


erlita, doni, dan alviandra kali ini jadi


topik perbincangan hangat di sekolah

__ADS_1


itu. ada yang merasa iba, dan ada juga


yang merasa puas, atas kejadian yang


tengah menimpa erlita.


"erlita.." panggil karin, dan langsung


memeluk hangat sahabat nya itu.


"kamu baik baik aja kan? kenapa kamu


gak bilang sama aku, kalau doni


melakukan pelecehan sama kamu."


kata karin.


"justru ini yang aku takutin! aku takut


satu sekolah pada heboh, kalau tau


kejadian yang udah menimpa ku ini,


aku malu." lirih erlita.


semua murid memandang sinis ke arah


erlita, lalu berbisik kepada teman teman


nya yang lain, menggunjingi erlita.


" asyik sekali yang main di gubuk berdua!


sudah di apain aja tuh sama si doni."


ketus santi meledek nya.


"hekh jaga ya bacot mu." sinis karin,


seraya memelintir kan tangan kiri santi.


"aww, sakit bego!" bentak santi.


"sekali lagi kamu bicara seperti itu pada


erlita, aku gak akan segan segan


mematah kan tangan mu ini." gertak


karin lalu melepas tangan santi.


"ayo lit." karin pun menarik tangan erlita


menuju kelas nya.


alviandra baru saja datang, lalu


kemudian duduk di bangku nya.


"muka mu kenapa?" tanya erlita,


saat menoleh ke arah nya.


tanpa berbicara lagi, erlita pun


kembali menundukan pandangan nya.


"aiissssh laki laki ini memang sulit


untuk di mengerti." batin erlita.


pak didit memasuki ruang mengajar


nya, lalu memulai pelajaran geografi.


tidak terasa, jam istirahat telah berbunyi.


semua para siswa/siswi berhamburan


keluar kelas.


"ke kantin yuk lit?" ajak karin.


"malas akh rin." desus erlita.


"loh kok malas?" tanya karin.


"aku malas ketemu sama anak anak


yang lain, kalau aku pergi ke kantin."


sahut erlita. karin pun terdiam sesaat.


dia mengerti kenapa erlita tidak ingin


bertemu dengan murid yang lain.


"emang nya kamu tidak ingin bertemu


dengan alvin gitu?" suci menggoda nya.


"alvin gak masuk." sela karin.


"loh kenapa?" tanya erlita.


"gak tau!" kata karin, seraya mengangkat


kedua pundak nya ke atas.


"kamu tau dari mana? kalau alvin gak


masuk." tanya suci.


"dari bebeb ku lakh." sahut karin.


"ciyee, ciyee, yang udah punya bebeb


nih." goda suci.


"ya iya lah, emang nya kamu, jomblo


terus." ledek karin.

__ADS_1


"sialan! mentang mentang udah punya


cowok." desis suci.


*dikantin*


seperti biasa alviandra kumpul bersama


teman teman nya.


"ndra, aku punya informasi baru buat


mu." kata veri.


"informasi apa?" tanya nya.


"si elang udah balik ke jakarta." sahut veri.


alviandra pun menganggukan kepala nya.


"kamu tidak bersungguh sungguh kan


menantang elang, dan mempertaruh kan


mobil kesayangan mu itu." ucap sam.


"aku tidak pernah bermain main dengan


ucapan ku." desus alviandra.


"memang nya apa yang kau ingin kan


dari elang? hingga kau rela mempertaruh


kan mobil mu." tanya veri.


"kekuasaan." jawab nya.


prookk proookk proookkk


seketika teman teman alviandra bertepuk


tangan.


"kita suka sama ambisi mu itu." kata sam.


"oke! pulang sekolah nanti, kita temui


laki laki yang bernama elang itu."


pungkas nya.


setelah kepergian teman teman nya,


erlita duduk menyendiri di bangku nya,


seraya mencoret coret buku kosong


di hadapan nya.


tak lama kemudian jono masuk kelas,


pada saat jono ingin duduk di bangku


nya, dia menoleh ke arah erlita.


jono pun menghampiri nya.


"sendirian aja, kemana teman mu yang


lain?" tanya jono, seraya duduk di bangku


kosong sebelah erlita.


"kantin." jawab nya singkat.


"kamu lagi berantem ya sama alvin?"


tanya jono.


"kepo dekh! sudah sana pergi."


erlita mendorong jono, agar menjauh


dari nya.


"issh, galak amat si!" decah jono.


erlita kembali mencoret coret buku


di hadapan nya, dan jono tampak


memperhati kan nya.


"lita, waktu di gubuk kamu belum


sempat di apa apain kan sama Doni?"


tanya jono dengan polos nya.


lita menatap tajam jono dengan sinis nya.


"jangan kaya gitu ngapa lit, liatin nya!


sereem tau." kata jono.


"pergi gak?" teriak erlita.


"iya, iya! aku pergi." jono pun kembali


ke bangku nya.


lima belas menit kemudian, karin dan


suci datang dengan membawa beberapa


cemilan di kantong kresek nya. karin


memberikan makanan dan minuman


pesanan erlita, lalu mereka menyantap


nya bersama sama.

__ADS_1


__ADS_2