AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 59 pernikahan


__ADS_3

keesokan paginya. alviandra terbangun


dari tempat tidur lalu bergegas kekamar


mandi. setelah itu dia membuka lemari


pakaian yang ada di kamar itu.


dia melihat jaket yang tampak masih


baru dia pun memakai nya.


"kemana kamu alvin? apa kau memang


benar benar tidak tinggal disini?"


batin alviandra. dia menoleh kearah


jarum jam tangannya.


"aku harus segera kembali."


ucap alviandra. dia pun menulis


sebuah surat di secarik kertas


untuk alvin, dan berharap alvin


dapat membacanya.


✍️ alvin ini aku alviandra,


✍️ kenapa kau tidak pernah


✍️ menghubungiku, mama sangat


✍️ mencemaskan mu, ini nomerku


✍️ 082×××××××××


✍️ tolong hubungi aku secepatnya


✍️ karna aku harus segera kembali


✍️ ke Indonesia.


alviandra meletakkan surat itu


di dalam laci kamar. dia pun pergi


kekamar utama.


"ada apa?" tanya bu sonya.


"aku akan pergi." ucap alviandra.


"baguslah!" ucap bu sonya yang


sedang merapikan kuku tangannya.


"kalau sampai terjadi sesuatu dengan


papa dan sodaraku, aku tidak akan


pernah melepaskan mu." ucap alviandra


yang bernada ancaman.


setelah alviandra pergi, bu sonya


masuk ke kamar yang di tempati


alvin. dia membuka satu persatu


laci di kamar itu, dia pun menemukan


surat yang ditinggalkan alviandra


untuk alvin, lalu mengambil nya.


********************************


disebuah restoran cepat saji


erlita sedang berkumpul dengan


teman temannya, dan membahas


akan pernikahan nya. dia tampak


beberapa kali di goda oleh teman


temannya tak terkecuali Jono.


"lita gak nyangka ya, kalau secepat


itu kamu bakal menikah dengan


alvin." ucap suci.


"kayak nya mereka udah sama sama


kebelet tu." goda jono.


"lita kamu yakin mau menikah sama


alvin? kamu gak mau pikir pikir


lagi?" tanya karin.


erlita disodori dengan berbagai


pertanyaan oleh teman temannya.


"rin kamu kenapa sikh? kok kayak


yang gak yakin gitu sama keputusan


ku?" tanya balik erlita.


"bukannya gitu, aku takut aja kalau


kamu akan menyesal dikemudian


hari." ucap karin.


"kamu meragukan alvin karna


perubahan sikapnya ya? tenang


aja rin, alvin udah balik lagi ke


dia yang dulu kok." ucap erlita


yang tampak antusias.


"syukurlah kalau begitu." ucap karin.


"aku dengar alvin pergi ke LA


untuk menyusul alviandra ya?"


tanya roy.


"iya." jawab erlita.


"bukannya besok acara pernikahan


kalian? kok bisa bisa nya alvin

__ADS_1


ninggalin kamu." ucap suci.


"iya, kalian tenang aja! alvin sedang


on the way pulang kok." ucap erlita.


"alvin sepertinya sedang banyak


pikiran." ucap roy.


"memangnya kenapa?" tanya erlita.


"akhir akhir ini nilai nya menurun."


ucap roy.


"masa sikh?" tanya erlita yang sedikit


terkejut.


"kalian sadar gak sikh, kalau alvin


itu seperti sedang menyembunyikan


sesuatu dari kita?" ucap jono.


"sudah lakh guys, kita berbaik


sangka aja sama alvin, kita gak


boleh berpikir macam macam


tentang dia." ucap erlita.


"erlita benar tu! setiap orang pasti


memiliki masalah yang tidak ingin


diketahui oleh orang lain." ucap suci.


"gak ada rehan gak seru ya?" ucap roy.


"iya gara gara si karin tu, rehan jadi


gak bisa gabung bareng kita."


celetuk jono.


"lakh kok jadi aku yang disalahin?"


tanya karin.


"kamu kan yang sudah mutusin


rehan." ucap jono.


"yang selingkuhin aku siapa?"


tanya karin.


"kamu kan bisa maafin dia, dan


ngasih dia kesempatan yang kedua."


ucap jono.


"kamu ngomong gitu enak banget!


belum pernah ya, gimana rasanya


di selingkuhin pacar? oya lupa...


cewek mana sikh yang bakalan


mau sama cowok rese kayak kamu."


"sudah! kenapa malah jadi pada


ribut si." ucap roy.


"si karin kalau ngomong memang


suka sekate kate, belum pernah


ya..." sebelum jono menuntaskan


ucapannya suci keburu memegang


tangannya, lalu memberikan kode


seakan jono harus berhenti bicara.


jono pun tidak melanjutkan ucapannya.


jono terlihat senyam senyum


melihat sikap suci terhadap nya.


sementara erlita, karin dan Roy


tampak bengong melihat sikap


keduanya.


"ci kamu gak sakit kan?" tanya karin


seraya meraba kening suci dengan


tangannya.


"apaan sikh, aku baik baik saja"


desis suci.


"suci nanti kita pulang bareng ya?"


ajak jono.


"sorry jon, aku mau pulang bareng


erlita, sama karin juga." tolak suci.


"kasian deh kamu jon." ucap karin


sambil menjulurkan lidahnya


kearah jono.


"hari sudah sore, kita cabut yuk?"


ajak erlita.


"ya udah." suci menyanggupi.


"ekh lit, kalian mau kemana?"


tanya jono.


"kita mau pulang jon." sahut erlita.


"nanti dulu dong? buru buru amat


baru juga jam segini." pinta jono.


"ya udah kalau gitu kita cabut


duluan ya." ucap erlita tanpa


memperdulikan jono.

__ADS_1


"ya, hati hati ya kalian." sahut roy.


keesokan harinya.


hari ini adalah hari pernikahan


erlita dan alviandra. mereka sepakat


untuk tidak mengundang siapapun


kecuali sodara dan orang orang


terdekat. acaranya berjalan dengan


lancar. erlita terlihat menikmati


status baru nya sebagai seorang istri.


"pernikahan ini tidak lakh syah!


karna yang seharusnya menikahi


erlita itu alvin, bukanlah aku."


batin alviandra.


"lita selamat ya, semoga dengan


status baru mu ini, hidup kamu bisa


semakin bahagia." ucap suci.


"makasih ya suci." ucap erlita.


"halo nyonya alvin, selamat ya


sekarang kalian sudah resmi


menjadi pasangan suami istri."


ucap karin yang menggoda keduanya.


"entah kenapa aku merasa kurang


nyaman dengan kata kata karin."


batin alviandra.


"selamat ya bro." ucap rehan


seraya bersalaman solidaritas


kepada alviandra.


karin terlihat menatap sinis kearah


rehan.


"woi.. lihat nya gitu amat, pasti


kamu belum bisa move on ya


dari si rehan." goda jono yang


berbisik di telinganya.


"berisik banget sikh akhh."


bentak karin lalu menjauhi jono.


"bro selamat ya, semoga kalian


bisa cepat cepat dikasih momongan."


ucap jono.


mendengar ucapan jono erlita


dan alviandra pun salin bertatapan.


"iya makasih." ucap alviandra


yang terlihat canggung.


"jangan lupa doain kita juga ya,


supaya kita bisa cepat nyusul."


ucap jono seraya menoleh kearah


suci.


"mimpimu kejauhan." desis suci.


"bukannya kemarin kamu megang


tangan ku?" tanya jono.


"memangnya kenapa kalau aku


pegang tangan kamu? aku juga


gak bilang kalau aku suka sama


kamu." ucap suci.


mendengar ucapan suci seperti nya


jono tampak sangat kecewa, karna


dia merasa kalau suci telah


memberinya harapan palsu.


setelah acara selesai, satu persatu


tamu yang hadir pun berpamitan.


erlita mulai membersihkan


badan nya secara bergantian


dengan alviandra. tak lama kemudian


bi imah mengetuk pintu kamarnya.


"ada apa bi?" tanya erlita.


"sudah waktunya makan malam


non, nyonya dan tuan sudah


menunggu di meja makan." ucap bi


imah.


"iya bi, bentar lagi aku turun."


ucap erlita, dia pun mengetuk


pintu kamar mandi untuk


mengajak alviandra turun kebawah.


"kamu duluan saja, nanti aku nyusul."


ucap alviandra dari balik pintu


kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2