
keesokan paginya. alviandra terbangun
dari tempat tidur lalu bergegas kekamar
mandi. setelah itu dia membuka lemari
pakaian yang ada di kamar itu.
dia melihat jaket yang tampak masih
baru dia pun memakai nya.
"kemana kamu alvin? apa kau memang
benar benar tidak tinggal disini?"
batin alviandra. dia menoleh kearah
jarum jam tangannya.
"aku harus segera kembali."
ucap alviandra. dia pun menulis
sebuah surat di secarik kertas
untuk alvin, dan berharap alvin
dapat membacanya.
✍️ alvin ini aku alviandra,
✍️ kenapa kau tidak pernah
✍️ menghubungiku, mama sangat
✍️ mencemaskan mu, ini nomerku
✍️ 082×××××××××
✍️ tolong hubungi aku secepatnya
✍️ karna aku harus segera kembali
✍️ ke Indonesia.
alviandra meletakkan surat itu
di dalam laci kamar. dia pun pergi
kekamar utama.
"ada apa?" tanya bu sonya.
"aku akan pergi." ucap alviandra.
"baguslah!" ucap bu sonya yang
sedang merapikan kuku tangannya.
"kalau sampai terjadi sesuatu dengan
papa dan sodaraku, aku tidak akan
pernah melepaskan mu." ucap alviandra
yang bernada ancaman.
setelah alviandra pergi, bu sonya
masuk ke kamar yang di tempati
alvin. dia membuka satu persatu
laci di kamar itu, dia pun menemukan
surat yang ditinggalkan alviandra
untuk alvin, lalu mengambil nya.
********************************
disebuah restoran cepat saji
erlita sedang berkumpul dengan
teman temannya, dan membahas
akan pernikahan nya. dia tampak
beberapa kali di goda oleh teman
temannya tak terkecuali Jono.
"lita gak nyangka ya, kalau secepat
itu kamu bakal menikah dengan
alvin." ucap suci.
"kayak nya mereka udah sama sama
kebelet tu." goda jono.
"lita kamu yakin mau menikah sama
alvin? kamu gak mau pikir pikir
lagi?" tanya karin.
erlita disodori dengan berbagai
pertanyaan oleh teman temannya.
"rin kamu kenapa sikh? kok kayak
yang gak yakin gitu sama keputusan
ku?" tanya balik erlita.
"bukannya gitu, aku takut aja kalau
kamu akan menyesal dikemudian
hari." ucap karin.
"kamu meragukan alvin karna
perubahan sikapnya ya? tenang
aja rin, alvin udah balik lagi ke
dia yang dulu kok." ucap erlita
yang tampak antusias.
"syukurlah kalau begitu." ucap karin.
"aku dengar alvin pergi ke LA
untuk menyusul alviandra ya?"
tanya roy.
"iya." jawab erlita.
"bukannya besok acara pernikahan
kalian? kok bisa bisa nya alvin
__ADS_1
ninggalin kamu." ucap suci.
"iya, kalian tenang aja! alvin sedang
on the way pulang kok." ucap erlita.
"alvin sepertinya sedang banyak
pikiran." ucap roy.
"memangnya kenapa?" tanya erlita.
"akhir akhir ini nilai nya menurun."
ucap roy.
"masa sikh?" tanya erlita yang sedikit
terkejut.
"kalian sadar gak sikh, kalau alvin
itu seperti sedang menyembunyikan
sesuatu dari kita?" ucap jono.
"sudah lakh guys, kita berbaik
sangka aja sama alvin, kita gak
boleh berpikir macam macam
tentang dia." ucap erlita.
"erlita benar tu! setiap orang pasti
memiliki masalah yang tidak ingin
diketahui oleh orang lain." ucap suci.
"gak ada rehan gak seru ya?" ucap roy.
"iya gara gara si karin tu, rehan jadi
gak bisa gabung bareng kita."
celetuk jono.
"lakh kok jadi aku yang disalahin?"
tanya karin.
"kamu kan yang sudah mutusin
rehan." ucap jono.
"yang selingkuhin aku siapa?"
tanya karin.
"kamu kan bisa maafin dia, dan
ngasih dia kesempatan yang kedua."
ucap jono.
"kamu ngomong gitu enak banget!
belum pernah ya, gimana rasanya
di selingkuhin pacar? oya lupa...
cewek mana sikh yang bakalan
mau sama cowok rese kayak kamu."
"sudah! kenapa malah jadi pada
ribut si." ucap roy.
"si karin kalau ngomong memang
suka sekate kate, belum pernah
ya..." sebelum jono menuntaskan
ucapannya suci keburu memegang
tangannya, lalu memberikan kode
seakan jono harus berhenti bicara.
jono pun tidak melanjutkan ucapannya.
jono terlihat senyam senyum
melihat sikap suci terhadap nya.
sementara erlita, karin dan Roy
tampak bengong melihat sikap
keduanya.
"ci kamu gak sakit kan?" tanya karin
seraya meraba kening suci dengan
tangannya.
"apaan sikh, aku baik baik saja"
desis suci.
"suci nanti kita pulang bareng ya?"
ajak jono.
"sorry jon, aku mau pulang bareng
erlita, sama karin juga." tolak suci.
"kasian deh kamu jon." ucap karin
sambil menjulurkan lidahnya
kearah jono.
"hari sudah sore, kita cabut yuk?"
ajak erlita.
"ya udah." suci menyanggupi.
"ekh lit, kalian mau kemana?"
tanya jono.
"kita mau pulang jon." sahut erlita.
"nanti dulu dong? buru buru amat
baru juga jam segini." pinta jono.
"ya udah kalau gitu kita cabut
duluan ya." ucap erlita tanpa
memperdulikan jono.
__ADS_1
"ya, hati hati ya kalian." sahut roy.
keesokan harinya.
hari ini adalah hari pernikahan
erlita dan alviandra. mereka sepakat
untuk tidak mengundang siapapun
kecuali sodara dan orang orang
terdekat. acaranya berjalan dengan
lancar. erlita terlihat menikmati
status baru nya sebagai seorang istri.
"pernikahan ini tidak lakh syah!
karna yang seharusnya menikahi
erlita itu alvin, bukanlah aku."
batin alviandra.
"lita selamat ya, semoga dengan
status baru mu ini, hidup kamu bisa
semakin bahagia." ucap suci.
"makasih ya suci." ucap erlita.
"halo nyonya alvin, selamat ya
sekarang kalian sudah resmi
menjadi pasangan suami istri."
ucap karin yang menggoda keduanya.
"entah kenapa aku merasa kurang
nyaman dengan kata kata karin."
batin alviandra.
"selamat ya bro." ucap rehan
seraya bersalaman solidaritas
kepada alviandra.
karin terlihat menatap sinis kearah
rehan.
"woi.. lihat nya gitu amat, pasti
kamu belum bisa move on ya
dari si rehan." goda jono yang
berbisik di telinganya.
"berisik banget sikh akhh."
bentak karin lalu menjauhi jono.
"bro selamat ya, semoga kalian
bisa cepat cepat dikasih momongan."
ucap jono.
mendengar ucapan jono erlita
dan alviandra pun salin bertatapan.
"iya makasih." ucap alviandra
yang terlihat canggung.
"jangan lupa doain kita juga ya,
supaya kita bisa cepat nyusul."
ucap jono seraya menoleh kearah
suci.
"mimpimu kejauhan." desis suci.
"bukannya kemarin kamu megang
tangan ku?" tanya jono.
"memangnya kenapa kalau aku
pegang tangan kamu? aku juga
gak bilang kalau aku suka sama
kamu." ucap suci.
mendengar ucapan suci seperti nya
jono tampak sangat kecewa, karna
dia merasa kalau suci telah
memberinya harapan palsu.
setelah acara selesai, satu persatu
tamu yang hadir pun berpamitan.
erlita mulai membersihkan
badan nya secara bergantian
dengan alviandra. tak lama kemudian
bi imah mengetuk pintu kamarnya.
"ada apa bi?" tanya erlita.
"sudah waktunya makan malam
non, nyonya dan tuan sudah
menunggu di meja makan." ucap bi
imah.
"iya bi, bentar lagi aku turun."
ucap erlita, dia pun mengetuk
pintu kamar mandi untuk
mengajak alviandra turun kebawah.
"kamu duluan saja, nanti aku nyusul."
ucap alviandra dari balik pintu
kamar mandi.
__ADS_1