
cit cit cit.....
suara burung terdengar berkicauan.
cuaca begitu sangat cerah di pagi itu.
erlita menggeliat kan tubuh di tempat
tidur nya lalu menoleh ke arah jam
weker yang menunjukan pukul 9:02.
karna hari ini hari libur, dia kembali
merebah kan tubuh nya dan bermalas
malasan.
tok tok tok
seseorang tengah mengetuk pintu.
" masuk." sahut erlita.
" maaf non, bibi mau ngambil pakain
kotor." kata bi imah, asisten rumah
tangga nya.
" ambil aja bi." kata erlita.
setelah bi imah keluar dari kamar nya.
erlita bergegas ke kamar mandi
untuk membersih kan badan nya.
sambil mandi, dia iseng bernyanyi.
🎶aku merindu..."
🎶ku yakin kau tau..."
🎶tanpa batas waktu..."
🎶engkau jauh di mata..."
🎶tapi dekat di doa..."
🎶aku merindukan mu..."
"sayang, cepatan mandi nya,
mama mau minta tolong nih
sama kamu." teriak mama nya.
" iya ma, bentar lagi kelar kok."
sahut erlita.
erlita pun keluar dari kamar mandi.
setelah selesai mengenakan pakaian
dia duduk di meja rias, untuk
memoles wajah nya.
" mama mau minta tolong apa?"
tanya erlita, setelah menghampiri
mama nya.
" stok pembalut mama udah habis,
kamu bisa tolong mama, beliin gak?"
tanya mama dita.
"tumben mama nyuruh aku?
biasa nya juga mama minta tolong
sama bi imah." kata erlita.
" bi imah lagi sibuk banget, kasian
kalau mama ganggu kerjaan nya."
jelas mama dita.
"hmm, ya udah." sahut erlita.
"nih uang nya." mama dita memberikan
uang pecahan seratus ribu.
" loh kok segini? kurang mah."
rengek erlita.
"mama menyuruh kamu untuk
membeli pembalut! bukan beli pesawat,
masa gak cukup." kata mama dita.
"buat jajan?" kata erlita cengengesan.
mama dita menghela nafas dalam.
lalu memberikan lagi uang dua ratus
ribu pada erlita.
"makasih ma." erlita mencium pipi
mama dita, lalu bergegas mengambil
kunci mobil nya.
setelah keluar dari minimarket,
perut erlita keroncongan.
dia baru sadar kalau seharian ini
dia belum makan.
erlita pun mampir ke sebuah restoran.
seporsi nasi goreng pun telah
habis dia santap.
namun saat dia ingin pergi dari
__ADS_1
restoran itu, erlita melihat seseorang
yang dia rasa kenal. erlita pun
menghampiri nya.
setelah melihat nya lebih dekat,
erlita tersenyum. dia pun
menghampiri laki laki itu.
erlita menutup kedua mata laki laki
itu dari arah belakang, laki laki itu
berusaha melepaskan tangan erlita.
"surprise." seru erlita, seraya
memeluk laki laki itu.
karna reflek laki laki itu langsung
mendorong erlita.
" alvin?" erlita terlihat kaget melihat
perlakuan alvin terhadap nya.
erlita pun kembali menggoda laki laki
itu dengan mencubit hidung nya.
dan kali ini tingkah erlita membuat
nya marah.
" apaan si nih cewek?" kata laki laki
itu sambil menepis tangan erlita dari
hidung nya.
" vin, kamu jangan bercanda deh."
erlita masih saja menggoda nya.
" gak jelas banget nih orang."
laki laki itu pun hendak pergi
namun dengan segera erlita meraih
tangan laki laki itu.
" vin tunggu..." erlita mencengkram
tangan laki laki itu.
laki laki itu menoleh ke arah nya.
"lepasin!" kata laki laki itu yang
menatap erlita dengan penuh amarah.
" kenapa alvin kelihatan marah
banget sama aku?" batin erlita
dengan mata yang berkaca kaca.
" aku bilang lepas! dasar cewek gila!"
erlita langsung melepas cengkraman
nya, sembari menetes kan air mata nya.
ucapan laki laki itu seperti tamparan
bagi erlita, dia menjatuh kan kantong
kresek yang berisi pembalut tadi,
lalu berlari pergi meninggal kan
laki laki itu.
laki laki itu menatap kepergian
erlita yang berlinang air mata.
lalu mata nya menoleh ke kantong
kresek yang erlita jatuh kan tadi.
dia pun mengambil nya, lalu membuka
isi dari kantong itu. setelah mengetahui
isi dari kantong itu, dia mengernyit kan
dahi nya. tanpa sadar, dia malah
membawa kantong kresek erlita
ke mobil nya.
erlita telah sampai di pintu rumah nya.
mata nya sembab, karna sepanjang
jalan dia menangis.
"lita kamu kenapa sayang?"
tanya mama dita yang heran melihat
erlita seperti habis menangis.
erlita berusaha menyembunyi kan
air mata nya.
"aku gak apa apa kok ma." erlita
berbohong lalu bergegas menaiki anak tangga menuju kamar nya.
mama nya yang kawatir pun
mengikuti nya.
" Lita, kamu kenapa? coba cerita
sama mama apa yang terjadi?"
tanya mama nya dengan lembut.
erlita pun memeluk mama nya.
__ADS_1
erlita tidak menceritakan nya karna
dia takut kalau mama nya akan
membenci alvin.
malam hari pun tiba.
erlita tampak tidak bisa tidur,
karna dia terus kepikiran dengan
kejadian tadi siang.
kring kring kring...
handpone erlita berdering,
pertanda ada panggilan masuk.
sekilas dia melihat nama panggilan
tersebut, lalu membiar kan nya.
"ngapain nelpon, tadi siang aja,
so so'an bentak bentak aku, pake
ngatain aku gila lagi." batin erlita.
*keesokan hari nya (di sekolah)*
erlita tengah duduk sendiri di
bangku nya, tak lama karin datang menghampiri. Karin menatap wajah
erlita yang terlihat pucat, karna
semalam dia kurang tidur.
" lita, ke kantin yuk? aku belum
sarapan nih." ajak karin.
" aku lagi males rin." sahut erlita,
seraya mencoret coret buku dengan
pena yang dia pegang.
" kamu kenapa sikh?" tanya karin,
yang heran melihat tingkah erlita.
" aku gak apa apa, ya udah sana
kata nya belum sarapan, ntar keburu
masuk, kasian cacing cacing di
perut kamu pasti udah pada kelaparan."
kata erlita.
karin pun pergi ke kantin.
di kantin dia bertemu dengan alvin.
alvin menanyai keberadaan erlita
pada karin. alvin pun menghampiri
erlita di kelas nya, lalu duduk
di samping nya.
" tumben gak ke kantin?" tanya alvin.
namun erlita tidak menjawab nya.
" pasti semalam kamu udah tidur
kan? maka nya tidak menjawab
telpon ku?" tanya alvin lagi.
namun alvin tak kunjung
mendapat kan jawaban.
" bisa bisa nya kamu bersikap seolah
semua nya baik baik saja, setelah apa
yang udah kamu lakuin kemarin
pada aku." batin erlita, seraya menatap
tajam alvin dengan penuh kekesalan.
"kamu kenapa?" saat alvin ingin
mengusap rambut erlita, dengan
cepat erlita menepis nya.
"mending kamu keluar deh, aku lagi
pengen sendiri." ketus erlita dengan
jutek nya.
alvin memandangi wajah cantik
erlita dengan penuh tanya.
"gak biasa nya erlita bersikap
seperti ini." batin alvin.
" ya udah, kalau kamu ada apa apa
tolong cerita ya sama aku."
alvin pun bergegas keluar dari kelas
erlita. seketika erlita kembali menetes
kan air mata nya.
tak lama kemudian karin masuk
lalu duduk di samping erlita.
"tadi di kantin, alvin nanyain kamu."
kata karin yang menatap ke arah erlita.
namun erlita tidak menanggapi nya.
__ADS_1
"pasti Lita lagi berantem sama alvin."
batin karin menduga duga.