AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
10 salah orang


__ADS_3

cit cit cit.....


suara burung terdengar berkicauan.


cuaca begitu sangat cerah di pagi itu.


erlita menggeliat kan tubuh di tempat


tidur nya lalu menoleh ke arah jam


weker yang menunjukan pukul 9:02.


karna hari ini hari libur, dia kembali


merebah kan tubuh nya dan bermalas


malasan.


tok tok tok


seseorang tengah mengetuk pintu.


" masuk." sahut erlita.


" maaf non, bibi mau ngambil pakain


kotor." kata bi imah, asisten rumah


tangga nya.


" ambil aja bi." kata erlita.


setelah bi imah keluar dari kamar nya.


erlita bergegas ke kamar mandi


untuk membersih kan badan nya.


sambil mandi, dia iseng bernyanyi.


🎶aku merindu..."


🎶ku yakin kau tau..."


🎶tanpa batas waktu..."


🎶engkau jauh di mata..."


🎶tapi dekat di doa..."


🎶aku merindukan mu..."


"sayang, cepatan mandi nya,


mama mau minta tolong nih


sama kamu." teriak mama nya.


" iya ma, bentar lagi kelar kok."


sahut erlita.


erlita pun keluar dari kamar mandi.


setelah selesai mengenakan pakaian


dia duduk di meja rias, untuk


memoles wajah nya.


" mama mau minta tolong apa?"


tanya erlita, setelah menghampiri


mama nya.


" stok pembalut mama udah habis,


kamu bisa tolong mama, beliin gak?"


tanya mama dita.


"tumben mama nyuruh aku?


biasa nya juga mama minta tolong


sama bi imah." kata erlita.


" bi imah lagi sibuk banget, kasian


kalau mama ganggu kerjaan nya."


jelas mama dita.


"hmm, ya udah." sahut erlita.


"nih uang nya." mama dita memberikan


uang pecahan seratus ribu.


" loh kok segini? kurang mah."


rengek erlita.


"mama menyuruh kamu untuk


membeli pembalut! bukan beli pesawat,


masa gak cukup." kata mama dita.


"buat jajan?" kata erlita cengengesan.


mama dita menghela nafas dalam.


lalu memberikan lagi uang dua ratus


ribu pada erlita.


"makasih ma." erlita mencium pipi


mama dita, lalu bergegas mengambil


kunci mobil nya.


setelah keluar dari minimarket,


perut erlita keroncongan.


dia baru sadar kalau seharian ini


dia belum makan.


erlita pun mampir ke sebuah restoran.


seporsi nasi goreng pun telah


habis dia santap.


namun saat dia ingin pergi dari

__ADS_1


restoran itu, erlita melihat seseorang


yang dia rasa kenal. erlita pun


menghampiri nya.


setelah melihat nya lebih dekat,


erlita tersenyum. dia pun


menghampiri laki laki itu.


erlita menutup kedua mata laki laki


itu dari arah belakang, laki laki itu


berusaha melepaskan tangan erlita.


"surprise." seru erlita, seraya


memeluk laki laki itu.


karna reflek laki laki itu langsung


mendorong erlita.


" alvin?" erlita terlihat kaget melihat


perlakuan alvin terhadap nya.


erlita pun kembali menggoda laki laki


itu dengan mencubit hidung nya.


dan kali ini tingkah erlita membuat


nya marah.


" apaan si nih cewek?" kata laki laki


itu sambil menepis tangan erlita dari


hidung nya.


" vin, kamu jangan bercanda deh."


erlita masih saja menggoda nya.


" gak jelas banget nih orang."


laki laki itu pun hendak pergi


namun dengan segera erlita meraih


tangan laki laki itu.


" vin tunggu..." erlita mencengkram


tangan laki laki itu.


laki laki itu menoleh ke arah nya.


"lepasin!" kata laki laki itu yang


menatap erlita dengan penuh amarah.


" kenapa alvin kelihatan marah


banget sama aku?" batin erlita


dengan mata yang berkaca kaca.


" aku bilang lepas! dasar cewek gila!"


erlita langsung melepas cengkraman


nya, sembari menetes kan air mata nya.


ucapan laki laki itu seperti tamparan


bagi erlita, dia menjatuh kan kantong


kresek yang berisi pembalut tadi,


lalu berlari pergi meninggal kan


laki laki itu.


laki laki itu menatap kepergian


erlita yang berlinang air mata.


lalu mata nya menoleh ke kantong


kresek yang erlita jatuh kan tadi.


dia pun mengambil nya, lalu membuka


isi dari kantong itu. setelah mengetahui


isi dari kantong itu, dia mengernyit kan


dahi nya. tanpa sadar, dia malah


membawa kantong kresek erlita


ke mobil nya.


erlita telah sampai di pintu rumah nya.


mata nya sembab, karna sepanjang


jalan dia menangis.


"lita kamu kenapa sayang?"


tanya mama dita yang heran melihat


erlita seperti habis menangis.


erlita berusaha menyembunyi kan


air mata nya.


"aku gak apa apa kok ma." erlita


berbohong lalu bergegas menaiki anak tangga menuju kamar nya.


mama nya yang kawatir pun


mengikuti nya.


" Lita, kamu kenapa? coba cerita


sama mama apa yang terjadi?"


tanya mama nya dengan lembut.


erlita pun memeluk mama nya.

__ADS_1


erlita tidak menceritakan nya karna


dia takut kalau mama nya akan


membenci alvin.


malam hari pun tiba.


erlita tampak tidak bisa tidur,


karna dia terus kepikiran dengan


kejadian tadi siang.


kring kring kring...


handpone erlita berdering,


pertanda ada panggilan masuk.


sekilas dia melihat nama panggilan


tersebut, lalu membiar kan nya.


"ngapain nelpon, tadi siang aja,


so so'an bentak bentak aku, pake


ngatain aku gila lagi." batin erlita.


*keesokan hari nya (di sekolah)*


erlita tengah duduk sendiri di


bangku nya, tak lama karin datang menghampiri. Karin menatap wajah


erlita yang terlihat pucat, karna


semalam dia kurang tidur.


" lita, ke kantin yuk? aku belum


sarapan nih." ajak karin.


" aku lagi males rin." sahut erlita,


seraya mencoret coret buku dengan


pena yang dia pegang.


" kamu kenapa sikh?" tanya karin,


yang heran melihat tingkah erlita.


" aku gak apa apa, ya udah sana


kata nya belum sarapan, ntar keburu


masuk, kasian cacing cacing di


perut kamu pasti udah pada kelaparan."


kata erlita.


karin pun pergi ke kantin.


di kantin dia bertemu dengan alvin.


alvin menanyai keberadaan erlita


pada karin. alvin pun menghampiri


erlita di kelas nya, lalu duduk


di samping nya.


" tumben gak ke kantin?" tanya alvin.


namun erlita tidak menjawab nya.


" pasti semalam kamu udah tidur


kan? maka nya tidak menjawab


telpon ku?" tanya alvin lagi.


namun alvin tak kunjung


mendapat kan jawaban.


" bisa bisa nya kamu bersikap seolah


semua nya baik baik saja, setelah apa


yang udah kamu lakuin kemarin


pada aku." batin erlita, seraya menatap


tajam alvin dengan penuh kekesalan.


"kamu kenapa?" saat alvin ingin


mengusap rambut erlita, dengan


cepat erlita menepis nya.


"mending kamu keluar deh, aku lagi


pengen sendiri." ketus erlita dengan


jutek nya.


alvin memandangi wajah cantik


erlita dengan penuh tanya.


"gak biasa nya erlita bersikap


seperti ini." batin alvin.


" ya udah, kalau kamu ada apa apa


tolong cerita ya sama aku."


alvin pun bergegas keluar dari kelas


erlita. seketika erlita kembali menetes


kan air mata nya.


tak lama kemudian karin masuk


lalu duduk di samping erlita.


"tadi di kantin, alvin nanyain kamu."


kata karin yang menatap ke arah erlita.


namun erlita tidak menanggapi nya.

__ADS_1


"pasti Lita lagi berantem sama alvin."


batin karin menduga duga.


__ADS_2