
erlita, pak kevin dan bu indri sudah
standby di meja makan. selang
beberapa menit kemudian alviandra
menghampirinya. erlita pun
langsung menyiapkan makanan
untuk suaminya.
semua makan dengan tenang
tanpa ada yang bersuara, hanya
suara sendok dan piring yang
terdengar seperti sedang berperang.
selesai makan alviandra dan erlita
menonton TV diruang keluarga.
erlita terlihat manja, menyandarkan
kepalanya dibahu alviandra.
alviandra malah terlihat asyik
memainkan game di ponsel nya.
karna merasa dicuekin erlita
kemudian merebut ponsel yang
di genggam alviandra.
"balikin gak? nanti aku kalah."
pinta alviandra.
"gak mau! dari tadi kamu sibuk
terus main hp." rengek erlita.
"terus mau kamu apa?" tanya alviandra.
"ada apa ini? kalian itu baru saja
menikah, masa sudah pada ribut."
ucap pak kevin yang tiba tiba muncul.
"papa." ucap erlita dan alviandra
secara bersamaan.
"alvin papa ingin bicara sama kamu."
ucap pak kevin.
"iya pa." sahut alviandra.
"kamu jangan tersinggung, papa
sebenarnya ingin kamu bekerja
di kantor papa, itu juga kalau kamu
bersedia?" ucap pak kevin.
alviandra dan erlita pun saling
bertatapan.
"jadi bagaimana?" tanya nya.
"maaf pa, sepertinya aku butuh
waktu untuk memikirkan nya."
ucap alviandra.
"ya sudah, tolong kamu pikirkan
baik baik ya tawaran papa ini,
papa akan sangat senang kalau
kamu mau berkerja di perusahaan
papa." pungkas pak kevin.
karna merasa sudah mengantuk
erlita pun pergi ke kamarnya untuk
beristirahat. tak lama kemudian
alviandra pun mengikuti nya.
alviandra duduk di sofa seraya
memperhatikan gerak gerik
erlita. erlita terlihat membaringkan
tubuh nya di ranjang. alviandra
pun menghampiri nya.
"kenapa?" tanya erlita.
"hakh? apa nya?" alviandra malah
balik bertanya.
"vin makasih ya, karna hari ini
kamu udah buat aku bahagia."
ucap erlita seraya memeluk alviandra.
"apa kamu akan tetap bahagia? jika
mengetahui siapa aku sebenarnya?"
batin alviandra.
disaat alviandra sedang melamun
erlita mengecup pipinya.
alviandra pun menatap erlita yang
kebetulan juga sedang menatap nya.
alviandra menoleh kearah bibir
erlita yang berwarna merah muda
yang tampak sangat menggoda.
perlahan alviandra mendekati
wajahnya lalu kemudian mencium
nya dengan lembut.
erlita mengalungkan tangannya
__ADS_1
dileher alviandra, alviandra pun
menjalar mencium daun telinga
dan lehernya. namun saat ingin
membuka kancing baju tidur yang
erlita kenakan, alviandra mengurungkan
niatnya.
"apa yang sudah aku lakukan?
seharusnya aku tidak bertindak
sejauh ini." batin alviandra.
dia pun menghentikan aksinya.
"kenapa vin?" tanya erlita yang
heran saat melihat alviandra
yang tiba tiba diam.
"ini sudah larut malam, kau tidur lakh."
ucap alviandra seraya menyelimuti
erlita, dia pun tidur dengan
memunggungi erlita.
erlita tampak terdiam melihat
sikap nya.
keesokan paginya.
alviandra meminta ijin kepada
pak kevin dan bu dita untuk
membawa erlita pindah dari
rumah itu. awalnya bu dita dan pak
kevin menolak rencana alviandra.
namun erlita berusaha meyakinkan
orang tuanya sehingga mereka pun
akhirnya mengijinkan.
tibalah mereka di sebuah rumah sewa
yang sangat sederhana dan jauh
dari kata mewah.
"vin apa kamu yakin kita bisa tinggal
disini?" ucap erlita.
"ya! tentu saja." ucap alviandra.
"kenapa kita gak tinggal dirumah
mama indri aja?" tanya erlita.
"kenapa? apa kau tidak mau tinggal
disini? lagi pula aku ini sudah menikah
aku tidak ingin merepotkan siapa pun."
ucap alviandra.
papaku aja? tempatnya lebih bagus
dan lebih besar." ucap erlita antusias.
"tempat ini lebih dekat dengan kampus
dan tempat kerja ku." ucap alviandra.
mau tidak mau erlita akhirnya
mengindahkan keinginan suami
tercintanya itu.
malam hari, seperti biasa sebelum
tidur erlita membersihkan badan
nya terlebih dahulu, dia pun
menghampiri alviandra yang sedang
berbaring di ranjang seraya memainkan
ponselnya. alviandra menoleh kearah
nya lalu kemudian mengabaikan nya.
karna sikap alviandra yang terlihat
cuek, erlita pun berinisiatif untuk
bersikap lebih agresif terhadap nya.
erlita membuka kancing baju
tidurnya satu persatu, sehingga
tampak bra nya yang berwarna
coklat. dia pun mendekati alviandra.
"apa yang kau lakukan?" ucap alviandra
yang tercengang melihat sikap erlita.
dengan ulah nya, tampak nya erlita
merasa malu sendiri di buatnya.
dia pun menggibas gibaskan tangannya dengan alasan kegerahan.
sementara alviandra tampak
canggung dengan ulah sang istri.
dia pun meminta erlita untuk
mengkancingkan kembali bajunya
yang terbuka.
"bisakah kau betulkan kembali
kancing baju mu itu?" ucap alviandra
seraya menoleh kearah dada erlita.
"memangnya kenapa?" tanya erlita.
"kau membuat ku tidak nyaman." ucapnya.
__ADS_1
alviandra tampak menggigit bibirnya,
dia pun pergi kekamar mandi.
"tidak nyaman?" batin erlita pun
kini bertanya tanya, kenapa suaminya
bicara seperti itu.
erlita menyusul alviandra kekamar
mandi dan tiba tiba memeluknya dari belakang. sehingga alviandra terkejut.
"lita cukup! sikap mu ini membuat
aku muak." bentak alviandra.
ucapan alviandra seakan akan
tamparan bagi erlita. pasal nya
dia sedang hamil dan hanya ingin
dimanjakan oleh suaminya.
tapi suaminya malah menyakiti
perasaannya.
"aku hanya ingin memeluk mu,
kenapa kau malah membentak ku?"
ucap erlita yang meneteskan air mata.
"itu karna kau selalu mengganggu ku!
tidak bisakah kau bersikap biasa
saja, seperti saat kita belum menikah?"
ucap alviandra.
"kenapa? apa kau menyesal karna
telah menikahi ku?" ucap erlita.
mendengar ucapan erlita, alviandra
pun terdiam menatap kearah nya.
betapa dia ingin memeluk dan
mengusap air mata yang jatuh
berderai dari pipi mulus nya.
"maafkan aku erlita, semakin aku
bersikap baik kepada mu, aku
semakin tidak bisa mengendalikan
perasaan ku." batin alviandra.
"jawab aku? kenapa diam saja?"
ucap erlita.
karna merasa tidak tega melihat
erlita yang berlinang air mata,
alviandra mendekati nya dan
ingin menyeka air matanya,
namun dengan cepat erlita
menepis tangannya.
"jangan sentuh aku! aku benci
sama kamu." ucap erlita, dia pun
keluar dari kamar mandi lalu
membaringkan tubuhnya diranjang
dengan posisi miring.
alviandra duduk di tepi ranjang
seraya menatap kearah erlita,
namun dengan cepat erlita menutupi
wajahnya dengan selimut.
alviandra pun memutuskan untuk
tidur diruang tengah.
keesokan paginya. mereka sudah
siap untuk pergi ke kampus.
"lita..." panggil alviandra.
erlita menoleh tanpa bersuara.
"ini untuk mu." ucap alviandra
seraya memberikan beberapa
lembar uang pecahan seratus
ribuan.
"apa ini?" tanya nya.
"itu gaji ku bulan ini, ku harap
kau bisa menggunakan nya sebaik
mungkin." ucap alviandra.
"dan aku juga akan berhenti kuliah."
sambung nya.
"kenapa?" tanya erlita.
"aku hanya karyawan biasa, gaji ku
tidak akan cukup untuk membiayai
kuliah kita berdua." jelas alviandra.
"kamu tidak perlu membiayai kuliah ku
karna papa yang akan membayar nya,
dengan begitu kamu masih bisa
tetap kuliah." ucap erlita.
"tidak! mulai saat ini kau jangan
pernah terima uang lagi dari
__ADS_1
orang tua mu, tolong hargai aku
sebagai suami mu." pinta alviandra.