AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 60 malam yang canggung


__ADS_3

erlita, pak kevin dan bu indri sudah


standby di meja makan. selang


beberapa menit kemudian alviandra


menghampirinya. erlita pun


langsung menyiapkan makanan


untuk suaminya.


semua makan dengan tenang


tanpa ada yang bersuara, hanya


suara sendok dan piring yang


terdengar seperti sedang berperang.


selesai makan alviandra dan erlita


menonton TV diruang keluarga.


erlita terlihat manja, menyandarkan


kepalanya dibahu alviandra.


alviandra malah terlihat asyik


memainkan game di ponsel nya.


karna merasa dicuekin erlita


kemudian merebut ponsel yang


di genggam alviandra.


"balikin gak? nanti aku kalah."


pinta alviandra.


"gak mau! dari tadi kamu sibuk


terus main hp." rengek erlita.


"terus mau kamu apa?" tanya alviandra.


"ada apa ini? kalian itu baru saja


menikah, masa sudah pada ribut."


ucap pak kevin yang tiba tiba muncul.


"papa." ucap erlita dan alviandra


secara bersamaan.


"alvin papa ingin bicara sama kamu."


ucap pak kevin.


"iya pa." sahut alviandra.


"kamu jangan tersinggung, papa


sebenarnya ingin kamu bekerja


di kantor papa, itu juga kalau kamu


bersedia?" ucap pak kevin.


alviandra dan erlita pun saling


bertatapan.


"jadi bagaimana?" tanya nya.


"maaf pa, sepertinya aku butuh


waktu untuk memikirkan nya."


ucap alviandra.


"ya sudah, tolong kamu pikirkan


baik baik ya tawaran papa ini,


papa akan sangat senang kalau


kamu mau berkerja di perusahaan


papa." pungkas pak kevin.


karna merasa sudah mengantuk


erlita pun pergi ke kamarnya untuk


beristirahat. tak lama kemudian


alviandra pun mengikuti nya.


alviandra duduk di sofa seraya


memperhatikan gerak gerik


erlita. erlita terlihat membaringkan


tubuh nya di ranjang. alviandra


pun menghampiri nya.


"kenapa?" tanya erlita.


"hakh? apa nya?" alviandra malah


balik bertanya.


"vin makasih ya, karna hari ini


kamu udah buat aku bahagia."


ucap erlita seraya memeluk alviandra.


"apa kamu akan tetap bahagia? jika


mengetahui siapa aku sebenarnya?"


batin alviandra.


disaat alviandra sedang melamun


erlita mengecup pipinya.


alviandra pun menatap erlita yang


kebetulan juga sedang menatap nya.


alviandra menoleh kearah bibir


erlita yang berwarna merah muda


yang tampak sangat menggoda.


perlahan alviandra mendekati


wajahnya lalu kemudian mencium


nya dengan lembut.


erlita mengalungkan tangannya

__ADS_1


dileher alviandra, alviandra pun


menjalar mencium daun telinga


dan lehernya. namun saat ingin


membuka kancing baju tidur yang


erlita kenakan, alviandra mengurungkan


niatnya.


"apa yang sudah aku lakukan?


seharusnya aku tidak bertindak


sejauh ini." batin alviandra.


dia pun menghentikan aksinya.


"kenapa vin?" tanya erlita yang


heran saat melihat alviandra


yang tiba tiba diam.


"ini sudah larut malam, kau tidur lakh."


ucap alviandra seraya menyelimuti


erlita, dia pun tidur dengan


memunggungi erlita.


erlita tampak terdiam melihat


sikap nya.


keesokan paginya.


alviandra meminta ijin kepada


pak kevin dan bu dita untuk


membawa erlita pindah dari


rumah itu. awalnya bu dita dan pak


kevin menolak rencana alviandra.


namun erlita berusaha meyakinkan


orang tuanya sehingga mereka pun


akhirnya mengijinkan.


tibalah mereka di sebuah rumah sewa


yang sangat sederhana dan jauh


dari kata mewah.


"vin apa kamu yakin kita bisa tinggal


disini?" ucap erlita.


"ya! tentu saja." ucap alviandra.


"kenapa kita gak tinggal dirumah


mama indri aja?" tanya erlita.


"kenapa? apa kau tidak mau tinggal


disini? lagi pula aku ini sudah menikah


aku tidak ingin merepotkan siapa pun."


ucap alviandra.


papaku aja? tempatnya lebih bagus


dan lebih besar." ucap erlita antusias.


"tempat ini lebih dekat dengan kampus


dan tempat kerja ku." ucap alviandra.


mau tidak mau erlita akhirnya


mengindahkan keinginan suami


tercintanya itu.


malam hari, seperti biasa sebelum


tidur erlita membersihkan badan


nya terlebih dahulu, dia pun


menghampiri alviandra yang sedang


berbaring di ranjang seraya memainkan


ponselnya. alviandra menoleh kearah


nya lalu kemudian mengabaikan nya.


karna sikap alviandra yang terlihat


cuek, erlita pun berinisiatif untuk


bersikap lebih agresif terhadap nya.


erlita membuka kancing baju


tidurnya satu persatu, sehingga


tampak bra nya yang berwarna


coklat. dia pun mendekati alviandra.


"apa yang kau lakukan?" ucap alviandra


yang tercengang melihat sikap erlita.


dengan ulah nya, tampak nya erlita


merasa malu sendiri di buatnya.


dia pun menggibas gibaskan tangannya dengan alasan kegerahan.


sementara alviandra tampak


canggung dengan ulah sang istri.


dia pun meminta erlita untuk


mengkancingkan kembali bajunya


yang terbuka.


"bisakah kau betulkan kembali


kancing baju mu itu?" ucap alviandra


seraya menoleh kearah dada erlita.


"memangnya kenapa?" tanya erlita.


"kau membuat ku tidak nyaman." ucapnya.

__ADS_1


alviandra tampak menggigit bibirnya,


dia pun pergi kekamar mandi.


"tidak nyaman?" batin erlita pun


kini bertanya tanya, kenapa suaminya


bicara seperti itu.


erlita menyusul alviandra kekamar


mandi dan tiba tiba memeluknya dari belakang. sehingga alviandra terkejut.


"lita cukup! sikap mu ini membuat


aku muak." bentak alviandra.


ucapan alviandra seakan akan


tamparan bagi erlita. pasal nya


dia sedang hamil dan hanya ingin


dimanjakan oleh suaminya.


tapi suaminya malah menyakiti


perasaannya.


"aku hanya ingin memeluk mu,


kenapa kau malah membentak ku?"


ucap erlita yang meneteskan air mata.


"itu karna kau selalu mengganggu ku!


tidak bisakah kau bersikap biasa


saja, seperti saat kita belum menikah?"


ucap alviandra.


"kenapa? apa kau menyesal karna


telah menikahi ku?" ucap erlita.


mendengar ucapan erlita, alviandra


pun terdiam menatap kearah nya.


betapa dia ingin memeluk dan


mengusap air mata yang jatuh


berderai dari pipi mulus nya.


"maafkan aku erlita, semakin aku


bersikap baik kepada mu, aku


semakin tidak bisa mengendalikan


perasaan ku." batin alviandra.


"jawab aku? kenapa diam saja?"


ucap erlita.


karna merasa tidak tega melihat


erlita yang berlinang air mata,


alviandra mendekati nya dan


ingin menyeka air matanya,


namun dengan cepat erlita


menepis tangannya.


"jangan sentuh aku! aku benci


sama kamu." ucap erlita, dia pun


keluar dari kamar mandi lalu


membaringkan tubuhnya diranjang


dengan posisi miring.


alviandra duduk di tepi ranjang


seraya menatap kearah erlita,


namun dengan cepat erlita menutupi


wajahnya dengan selimut.


alviandra pun memutuskan untuk


tidur diruang tengah.


keesokan paginya. mereka sudah


siap untuk pergi ke kampus.


"lita..." panggil alviandra.


erlita menoleh tanpa bersuara.


"ini untuk mu." ucap alviandra


seraya memberikan beberapa


lembar uang pecahan seratus


ribuan.


"apa ini?" tanya nya.


"itu gaji ku bulan ini, ku harap


kau bisa menggunakan nya sebaik


mungkin." ucap alviandra.


"dan aku juga akan berhenti kuliah."


sambung nya.


"kenapa?" tanya erlita.


"aku hanya karyawan biasa, gaji ku


tidak akan cukup untuk membiayai


kuliah kita berdua." jelas alviandra.


"kamu tidak perlu membiayai kuliah ku


karna papa yang akan membayar nya,


dengan begitu kamu masih bisa


tetap kuliah." ucap erlita.


"tidak! mulai saat ini kau jangan


pernah terima uang lagi dari

__ADS_1


orang tua mu, tolong hargai aku


sebagai suami mu." pinta alviandra.


__ADS_2