AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 4 taruhan di mulai


__ADS_3

setelah alvin cabut duluan,


kini tinggal lah rehan dan jono.


" waktu nya menjalan kan misi"


kata rehan, sembari menyentuh


hidung dengan jempol tangan nya.


jono tertawa melihat aksi rehan.


" hai, kamu santi anak kelas XI IPS


kan?" tanya rehan berbasa basi.


"iya kak." jawab santi.


"o'ya kenalin, nama ku rehan."


kata rehan sembari menyodor


kan tangan nya ke pada santi.


santi pun menerima nya.


" mau pulang bareng aku gak?"


tanya rehan.


"memang nya pacar kakak gak akan


marah?" santi pun ikut berbasa basi.


"gak, orang aku gak punya pacar"


sahut rehan. santi pun tersenyum.


"kok malah senyum, gimana mau


gak?" tanya rehan lagi.


" ya udah aku mau." sahut santi.


" silah kan masuk tuan putri."


rehan tampak merayu santi


membuka kan nya pintu mobil,


lalu mempersilahkan nya.


"makasih." santi tersenyum.


di perjalanan pulang,


mereka pun mengobrol.


"bakalan ada yang marah gak ni,


kalau aku nganterin kamu pulang?"


tanya rehan.


"ya enggak lah kak." kata santi.


"boleh minta nomer hape kamu


gak?" tanya rehan.


"emm boleh." kata santi


setelah dia berpikir sejenak.


"ya udah, tolong kamu catat ya."


rehan pun memberikan handpone


nya pada santi, santi pun men catat


nomer ponsel nya di kontak rehan.


sementara rehan masih pokus


menyetir mobil nya.


alvin telah sampai di halaman,


rumah erlita.


"aku langsung pulang ya,


gak apa apa kan?" tanya alvin.


"ya udah, hati hati ya" kata erlita.


saat di perjalanan pulang


handpone alvin berdering,


alvin pun menepi di pinggir jalan


kemudian mengangkat telpon nya.


penjelasan.


gambar ๐Ÿ“ž, percakapan lewat telepon.


gambar ๐Ÿ“จ, percakapan lewat sms/chat.


๐Ÿ“ž hallo, ada apa han?๐Ÿ“ž


tanya alvin, pada rehan.


๐Ÿ“ž aku cuman mau kasih tau kamu,


kalau aku udah dapat nomer nya


santi๐Ÿ“ž kata rehan.


๐Ÿ“ž terus, kenapa?๐Ÿ“ž


tanya alvin bernada santai.


๐Ÿ“žbersiap lah menerima kekalahan


mu, karna sebentar lagi aku yang akan


menjadi pemenang nya๐Ÿ“ž


kata rehan penuh percaya diri.


๐Ÿ“žjangan sombong, permainan


baru saja di mulai๐Ÿ“ž


kata alvin, lalu menutup telpon nya.


keesokan hari nya ( di sekolah).

__ADS_1


erlita dan alvin menghampiri karin.


" hai rin." sapa erlita.


"eh kalian udah datang." kata karin.


"o'ya, vin kamu udah di tungguin


teman teman kamu tu di lapangan


basket" kata karin.


" makasih ya rin." kata alvin.


karin hanya mengangguk.


"aku temui teman teman aku dulu


ya." kata alvin, sambil mengelus


pucuk rambut erlita.


"iya." singkat erlita menjawab


sambil tersenyum tipis pada alvin.


"masuk kelas yuk?" ajak erlita


pada karin, karin pun mengangguk.


setelah berada di dalam kelas.


" muka mu kenapa, kusut gitu?"


tanya erlita sedikit menggoda.


"patah hati." jelas karin sambil


memanyun kan bibir nya.


"patah hati kenapa?" tanya erlita.


"rehan, kemarin dia pulang bareng


sama santi." lirih karin.


"santi yang anak kelas XI IPS itu


kan?" tanya erlita meyakin kan.


"iya." karin mengangguk.


karin pun menyender kan kepala nya


di atas meja yang di tahan oleh


kedua tangan nya.


tak lama kemudian guru pun masuk.


dan mereka pun mulai belajar.


bel berbunyi pertanda sudah waktu


nya istirahat. para siswa / siswi pun


mulai berhamburan memasuki kantin.


" mang uje, biasa somay nya dua ya."


kata karin seraya melempar kan


senyuman pada penjaga kantin itu.


uje, yang terlihat sangat sibuk.


"rin, aku pergi ke toilet sebentar ya."


kata erlita.


Karin hanya mengangguk.


erlita pun memasuki toilet cewek.


" erlita" batin alvin saat diri nya


baru keluar dari toilet cowok.


dia pun menunggu erlita di balik


pintu keluar WC. beberapa menit


kemudian erlita muncul.


"alvin." sapa erlita.


alvin menoleh ke arah nya


kemudian tersenyum.


"kamu ngapain di sini?" tanya erlita.


"sengaja nungguin kamu."


sahut alvin. erlita pun tersenyum.


alvin mendekati erlita, lalu membelai


rambut panjang nya. wajah nya


semakin mendekat ke wajah cantik


erlita. namun saat hendak ingin


mencium bibir mungil nya,


tanpa aba aba erlita langsung


mengecup pipi kiri alvin.


erlita menggoda alvin, dengan memberi isyarat cinta dengan tangan nya, lalu tersenyum meninggal kan alvin.


alvin tersenyum, lalu menggigit bibir


nya sendiri melihat ulah erlita.


*di kantin*


"kamu ngapain aja di toilet?


lama banget." gerutu karin


pada sahabat nya itu.


"hehe, sorry rin." sahut erlita


yang cengengesan.


erlita pun menyantap somay yang tadi

__ADS_1


sudah dia pesan. selang beberapa


menit kemudian alvin dan teman


teman nya tiba di kantin.


namun kali ini mereka duduk


bergabung dengan erlita dan karin.


mereka saling bersenda gurau


satu sama lain. tiba tiba santi datang,


rehan pun langsung mengajak dia untuk bergabung dengan teman teman nya.


"guys, weekhend besok aku mau pergi


ke puncak, siapa yang mau ikut?"


tanya rehan.


"wah, kaya nya seru tu." sahut karin.


"tapi gak nginap kan?" tanya erlita.


" ya tergantung sih" sahut rehan.


"jadi gimana?" rehan menunggu


jawaban dari teman teman nya.


alvin dan erlita saling menatap


satu sama lain.


"aku ikut." seru jono.


"yang lain nya?" tanya rehan


menunggu kepastian.


"aku sih tergantung erlita, kalau dia


ikut ya pasti aku juga ikut." kata karin.


"aku boleh ikut gak kak?"


santi mulai angkat suara.


"tentu, makin banyak yang ikut


kan pasti makin seru." kata rehan.


" nah tinggal kalian berdua, gimana


mau ikut gak?" tanya rehan lagi.


"ya udah aku ikut juga, tapi gak pake


acara nginap ya" kata erlita menegaskan.


"kamu vin?" tanya jono.


"kalau Lita ikut aku juga ikut,


kalau gak siapa yang akan jagain dia."


alvin menggoda erlita.


spontan tangan erlita, lagi lagi mencubit hidung alvin, kedua nya pun saling


melempar kan senyuman.


" sampai segitu nya alvin sama erlita"


batin santi.


"Lita beruntung banget punya pacar


kaya alvin! udah cakep, pintar, baik lagi"


batin karin, seraya menatap erlita


dan alvin secara bergantian.


"itu cemilan ku" seru karin, yang melihat snack nya di comot jono.


"aku minta, pelit amat! suka dengar


ustadz ceramah gak? pak ustadz kan


pernah bilang, kalau orang yang pelit


kuburan nya sempit." kata jono.


" hehe begitu ya, terus kamu juga


pernah dengerin ustadz ceramah gak?


pak ustadz kan juga pernah bilang,


kalau ada orang yang ngambil


makanan atau barang orang lain


tanpa meminta ijin terlebih dahulu,


itu nama nya nyolong" sahut karin


sambil memonyong kan bibir nya.


"bisa aja jawab nya, aku c*pok


tau rasa kamu" kata jono.


alvin tersenyum, geleng geleng kepala


melihat tingkah karin dan jono.


"kak alvin mau minum gak?"


santi menyodorkan minuman botol


yang dia pegang.


alvin tersenyum lalu menolak nya.


"ya tuhan senyum alvin manis banget"


batin santi pun meronta.


erlita terdiam melihat sikap santi


terhadap alvin, yang menurut nya


agak aneh.


" ngapain sih ni cewek, caper banget"

__ADS_1


batin karin, yang gak suka melihat nya


caper, sama cowok sahabat nya.


__ADS_2