
setelah alvin cabut duluan,
kini tinggal lah rehan dan jono.
" waktu nya menjalan kan misi"
kata rehan, sembari menyentuh
hidung dengan jempol tangan nya.
jono tertawa melihat aksi rehan.
" hai, kamu santi anak kelas XI IPS
kan?" tanya rehan berbasa basi.
"iya kak." jawab santi.
"o'ya kenalin, nama ku rehan."
kata rehan sembari menyodor
kan tangan nya ke pada santi.
santi pun menerima nya.
" mau pulang bareng aku gak?"
tanya rehan.
"memang nya pacar kakak gak akan
marah?" santi pun ikut berbasa basi.
"gak, orang aku gak punya pacar"
sahut rehan. santi pun tersenyum.
"kok malah senyum, gimana mau
gak?" tanya rehan lagi.
" ya udah aku mau." sahut santi.
" silah kan masuk tuan putri."
rehan tampak merayu santi
membuka kan nya pintu mobil,
lalu mempersilahkan nya.
"makasih." santi tersenyum.
di perjalanan pulang,
mereka pun mengobrol.
"bakalan ada yang marah gak ni,
kalau aku nganterin kamu pulang?"
tanya rehan.
"ya enggak lah kak." kata santi.
"boleh minta nomer hape kamu
gak?" tanya rehan.
"emm boleh." kata santi
setelah dia berpikir sejenak.
"ya udah, tolong kamu catat ya."
rehan pun memberikan handpone
nya pada santi, santi pun men catat
nomer ponsel nya di kontak rehan.
sementara rehan masih pokus
menyetir mobil nya.
alvin telah sampai di halaman,
rumah erlita.
"aku langsung pulang ya,
gak apa apa kan?" tanya alvin.
"ya udah, hati hati ya" kata erlita.
saat di perjalanan pulang
handpone alvin berdering,
alvin pun menepi di pinggir jalan
kemudian mengangkat telpon nya.
penjelasan.
gambar ๐, percakapan lewat telepon.
gambar ๐จ, percakapan lewat sms/chat.
๐ hallo, ada apa han?๐
tanya alvin, pada rehan.
๐ aku cuman mau kasih tau kamu,
kalau aku udah dapat nomer nya
santi๐ kata rehan.
๐ terus, kenapa?๐
tanya alvin bernada santai.
๐bersiap lah menerima kekalahan
mu, karna sebentar lagi aku yang akan
menjadi pemenang nya๐
kata rehan penuh percaya diri.
๐jangan sombong, permainan
baru saja di mulai๐
kata alvin, lalu menutup telpon nya.
keesokan hari nya ( di sekolah).
__ADS_1
erlita dan alvin menghampiri karin.
" hai rin." sapa erlita.
"eh kalian udah datang." kata karin.
"o'ya, vin kamu udah di tungguin
teman teman kamu tu di lapangan
basket" kata karin.
" makasih ya rin." kata alvin.
karin hanya mengangguk.
"aku temui teman teman aku dulu
ya." kata alvin, sambil mengelus
pucuk rambut erlita.
"iya." singkat erlita menjawab
sambil tersenyum tipis pada alvin.
"masuk kelas yuk?" ajak erlita
pada karin, karin pun mengangguk.
setelah berada di dalam kelas.
" muka mu kenapa, kusut gitu?"
tanya erlita sedikit menggoda.
"patah hati." jelas karin sambil
memanyun kan bibir nya.
"patah hati kenapa?" tanya erlita.
"rehan, kemarin dia pulang bareng
sama santi." lirih karin.
"santi yang anak kelas XI IPS itu
kan?" tanya erlita meyakin kan.
"iya." karin mengangguk.
karin pun menyender kan kepala nya
di atas meja yang di tahan oleh
kedua tangan nya.
tak lama kemudian guru pun masuk.
dan mereka pun mulai belajar.
bel berbunyi pertanda sudah waktu
nya istirahat. para siswa / siswi pun
mulai berhamburan memasuki kantin.
" mang uje, biasa somay nya dua ya."
kata karin seraya melempar kan
senyuman pada penjaga kantin itu.
uje, yang terlihat sangat sibuk.
"rin, aku pergi ke toilet sebentar ya."
kata erlita.
Karin hanya mengangguk.
erlita pun memasuki toilet cewek.
" erlita" batin alvin saat diri nya
baru keluar dari toilet cowok.
dia pun menunggu erlita di balik
pintu keluar WC. beberapa menit
kemudian erlita muncul.
"alvin." sapa erlita.
alvin menoleh ke arah nya
kemudian tersenyum.
"kamu ngapain di sini?" tanya erlita.
"sengaja nungguin kamu."
sahut alvin. erlita pun tersenyum.
alvin mendekati erlita, lalu membelai
rambut panjang nya. wajah nya
semakin mendekat ke wajah cantik
erlita. namun saat hendak ingin
mencium bibir mungil nya,
tanpa aba aba erlita langsung
mengecup pipi kiri alvin.
erlita menggoda alvin, dengan memberi isyarat cinta dengan tangan nya, lalu tersenyum meninggal kan alvin.
alvin tersenyum, lalu menggigit bibir
nya sendiri melihat ulah erlita.
*di kantin*
"kamu ngapain aja di toilet?
lama banget." gerutu karin
pada sahabat nya itu.
"hehe, sorry rin." sahut erlita
yang cengengesan.
erlita pun menyantap somay yang tadi
__ADS_1
sudah dia pesan. selang beberapa
menit kemudian alvin dan teman
teman nya tiba di kantin.
namun kali ini mereka duduk
bergabung dengan erlita dan karin.
mereka saling bersenda gurau
satu sama lain. tiba tiba santi datang,
rehan pun langsung mengajak dia untuk bergabung dengan teman teman nya.
"guys, weekhend besok aku mau pergi
ke puncak, siapa yang mau ikut?"
tanya rehan.
"wah, kaya nya seru tu." sahut karin.
"tapi gak nginap kan?" tanya erlita.
" ya tergantung sih" sahut rehan.
"jadi gimana?" rehan menunggu
jawaban dari teman teman nya.
alvin dan erlita saling menatap
satu sama lain.
"aku ikut." seru jono.
"yang lain nya?" tanya rehan
menunggu kepastian.
"aku sih tergantung erlita, kalau dia
ikut ya pasti aku juga ikut." kata karin.
"aku boleh ikut gak kak?"
santi mulai angkat suara.
"tentu, makin banyak yang ikut
kan pasti makin seru." kata rehan.
" nah tinggal kalian berdua, gimana
mau ikut gak?" tanya rehan lagi.
"ya udah aku ikut juga, tapi gak pake
acara nginap ya" kata erlita menegaskan.
"kamu vin?" tanya jono.
"kalau Lita ikut aku juga ikut,
kalau gak siapa yang akan jagain dia."
alvin menggoda erlita.
spontan tangan erlita, lagi lagi mencubit hidung alvin, kedua nya pun saling
melempar kan senyuman.
" sampai segitu nya alvin sama erlita"
batin santi.
"Lita beruntung banget punya pacar
kaya alvin! udah cakep, pintar, baik lagi"
batin karin, seraya menatap erlita
dan alvin secara bergantian.
"itu cemilan ku" seru karin, yang melihat snack nya di comot jono.
"aku minta, pelit amat! suka dengar
ustadz ceramah gak? pak ustadz kan
pernah bilang, kalau orang yang pelit
kuburan nya sempit." kata jono.
" hehe begitu ya, terus kamu juga
pernah dengerin ustadz ceramah gak?
pak ustadz kan juga pernah bilang,
kalau ada orang yang ngambil
makanan atau barang orang lain
tanpa meminta ijin terlebih dahulu,
itu nama nya nyolong" sahut karin
sambil memonyong kan bibir nya.
"bisa aja jawab nya, aku c*pok
tau rasa kamu" kata jono.
alvin tersenyum, geleng geleng kepala
melihat tingkah karin dan jono.
"kak alvin mau minum gak?"
santi menyodorkan minuman botol
yang dia pegang.
alvin tersenyum lalu menolak nya.
"ya tuhan senyum alvin manis banget"
batin santi pun meronta.
erlita terdiam melihat sikap santi
terhadap alvin, yang menurut nya
agak aneh.
" ngapain sih ni cewek, caper banget"
__ADS_1
batin karin, yang gak suka melihat nya
caper, sama cowok sahabat nya.