AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 54 tespack


__ADS_3

bu dita sedang menyirami tanaman


bunga kesayangan nya, secara apik


satu persatu dia memotongi daun


bunga yang sudah pada layu.


beberapa lama kemudian erlita


menghampirinya.


"mama sedang apa?" tanya erlita.


"mama sedang menata bunga bunga


ini biar pada rapi, supaya enak


dipandang mata." jawab bu dita.


"hmm... mama mau aku bantu?"


erlita menawarkan diri.


"boleh! sayang kalau kamu mau


bantu mama, bisa tolong kamu


kumpulkan pasir itu lalu taruh di pot


bunga yang ada disana." ucap bu dita.


"baik ma." ucap erlita.


"bagaimana hubungan mu dengan


alvin, kalian masih pacaran kan?"


tanya bu dita.


"masih, kenapa mama bertanya


seperti itu?" tanya erlita.


"akhir akhir ini mama jarang sekali


melihat alvin main kesini." ucapnya.


"ya, akhir akhir ini dia sibuk."


jawab erlita sedikit berbohong.


"semua pasir sudah aku masukin


ke pot, kalau gitu aku masuk duluan


ya ma." ucap erlita.


"ya, makasih ya sayang." sahut bu dita.


setelah sampai kamar, erlita


langsung masuk ke kamar mandi,


tubuh nya terasa lemas dan dia


juga sering merasa mual.


tak lama kemudian erlita menerima


sebuah pesan dari alviandra.


📨aku lagi di depan gerbang rumah


mu, bisa cepat kesini gak?" isi pesan


dari alviandra.


erlita bergegas menghampiri nya.


"ayo naik." pinta alviandra.


"tunggu vin, kita mau kemana?"


tanya erlita.


"naik saja dulu." pinta alviandra.


mau tidak mau erlita pun menuruti


permintaan nya.


sesampainya di sebuah cafe.


mereka pun memesan minuman.


"apa alviandra menghubungi mu?"


tanya alviandra.


"hakh? kenapa alviandra harus


menghubungi ku, kamu tau kan


vin kalau aku tidak begitu akrab


dengan nya." ucap erlita.


"ya aku tau! tapi barang kali saja


dia perlu sesuatu dengan mu,


makanya dia menghubungi mu."


ucap alviandra.


"tidak! biarpun dia butuh bantuan,


aku yakin kalau dia tidak akan


pernah meminta bantuanku." ucap erlita.


"memang nya kenapa?" sambung nya.


"nomer nya sudah beberapa hari tidak


aktip, aku sangat menghawatirkan nya."


ucap alviandra.


"kamu tenang aja, dia pasti akan


baik baik aja kok." ucap erlita seraya


memegangi tangan alviandra


berusaha menenangkan nya.


alviandra menatap dalam bola


mata erlita.


"erlita begitu baik dan pengertian,


pantas saja alvin begitu sangat


mencintai nya." batin alviandra.

__ADS_1


tiba tiba rasa mual yang sering


dirasakan erlita kambuh lagi,


dia pun pergi ke toilet umum


yang ada di cafe itu.


"oae...oae..." tiba tiba erlita muntah.


tok tok tok.


"erlita apa kamu baik baik saja?"


tanya alviandra yang merasa


khawatir karna erlita tak kunjung


kembali dari toilet.


"ya aku baik baik saja." ucap erlita


yang tiba tiba keluar dari toilet


wanita dengan wajah yang sedikit


pucat.


"seperti nya kau sedang sakit, aku


harus membawa mu ke dokter."


ucap alviandra.


"gak perlu vin, kamu antar aku


pulang aja." pinta erlita.


alviandra pun hanya menuruti.


sesampainya di rumah erlita


menangis, dia pun mengambil


alat tespack yang sudah sempat


dia beli, namun belum berani untuk


mencoba nya.


saat weekend erlita dan teman


temannya mengadakan acara


makan makan di restoran tempat


dimana mereka dulu sering


nongkrong bareng.


"ekh lit, lama gak ketemu kamu


sekarang gemukan ya." celetuk karin.


"kupikir hanya aku aja yang berpikir


begitu." ucap suci.


"gak akh, mungkin itu perasaan kalian


aja." sahut erlita.


"bagaimana kabar alvin? maksudku


apa kalian masih pacaran? soalnya


ucap karin.


"aku sama alvin masih pacaran kok,


meskipun hubungan ku dengannya


tidak seperti dulu lagi." ucap erlita


yang tampak sedih.


"lita kenapa kamu masih mau


bertahan dengannya? jelas jelas


sikap alvin sekarang sudah jauh


berubah." ucap karin.


"karin benar! alvin memang sudah


seperti orang asing bagiku."


batin erlita.


"udah lah rin, jangan mentang


mentang hubungan kamu dengan


rehan telah berakhir terus kamu


memprovokasi erlita agar dia


mengakhiri hubungan nya juga."


ucap suci.


"tidak seperti itu suci! sebagai


seorang teman aku hanya tidak


terima teman ku yang unyu ini


diperlakukan seperti manekin."


goda karin.


"ya aku mengerti kecemasan kalian,


tapi kalian tidak perlu khawatir, karna


aku bisa mengatasi semua ini."


ucap erlita.


"si alvin kaya nya sudah mulai


bosen deh sama kamu..." celoteh karin.


"udah rin cukup.." bentak suci.


"selow dong ci, woles orang aku cuma


bercanda kok." ucap karin.


"bercanda tu ada batasan nya."


ucap suci.


"udah kalian gak perlu berantem,


kita ketemu untuk mengenang masa

__ADS_1


masa indah kita dulu waktu masih SMA,


kenapa malah pada ribut sikh."


ucap erlita.


"iya deh sorry." ucap karin.


"ekh lit, dikampus kamu banyak


cowok ganteng gak?" tanya suci.


"ada, emang kenapa?" tanya erlita.


"kenalin dong?" ucap suci.


"gak bisa." sahut erlita.


"yailaah kamu pelit banget sikh."


rengek suci.


"bukan nya begitu, selama di kampus


aku di untitin mulu sama alvin, dan


aku tuh gak boleh dekat dekat cowok


lain, selain dia." ucap erlita.


"masa sikh alvin sampe segitu nya?"


tanya karin.


"nah rin kamu dengar kan? itu berarti


alvin itu memang masih care sama


erlita, jadi kamu gak boleh berburuk


sangka padanya." ucap suci.


"udah, sekarang mending kita gak


usah bahas cowok dulu, bagaimana


kalau kita bahas kehidupan kita,


kedepannya tu pengen seperti apa?"


ucap erlita.


"nah benar tu.." ucap suci.


"kalau aku setelah lulus S1,


aku ingin belajar bisnis properti."


ucap karin.


"wow cakep tu, aku juga mau." ucap suci.


"kalau aku sikh pengen nya jadi


seorang desainer, aku pengen


mengenakan pakaian pakaian


yang sudah kurancang sendiri,


dan itu pasti membanggakan."


ucap erlita yang berandai andai.


"bukannya dulu kamu bilang, kalau


kamu ingin jadi seorang penulis ya?"


tanya karin.


"nama nya juga hidup, kemauan


seseorang kapan pun bisa berubah."


ucap suci.


"ya benar banget, dan aku juga akan


menjadi salah satu saingan bisnis


terberat kalian di masa yang akan


datang." ucap erlita menggoda kedua


temannya.


"erlita..." rengek keduanya.


erlita tertawa melihat tingkah kocak


kedua temannya. namun tiba tiba


dia merasa mual, dia pun ijin


untuk ke toilet.


"lita, kamu baik baik aja kan?"


tanya karin saat melihat wajah


erlita yang tampak sedikit pucat.


"guys kaya nya aku harus balik


duluan deh." ucap erlita.


"kamu sakit ya? ya udah kita anterin


pulang ya?" pinta suci.


erlita hanya mengangguk.


setibanya dirumah erlita langsung


membaringkan tubuhnya diranjang.


"mama mu kemana?" tanya karin.


"gak tau, mungkin pergi arisan."


jawab erlita.


"ya udah lit, kamu istirahat ya? kita


pulang dulu." ucap suci.


"ya, makasih ya teman teman."


ucap erlita.


setelah teman temannya pergi


erlita mengambil tespack yang ada


di laci kamar nya lalu masuk kedalam


kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2