
bu dita sedang menyirami tanaman
bunga kesayangan nya, secara apik
satu persatu dia memotongi daun
bunga yang sudah pada layu.
beberapa lama kemudian erlita
menghampirinya.
"mama sedang apa?" tanya erlita.
"mama sedang menata bunga bunga
ini biar pada rapi, supaya enak
dipandang mata." jawab bu dita.
"hmm... mama mau aku bantu?"
erlita menawarkan diri.
"boleh! sayang kalau kamu mau
bantu mama, bisa tolong kamu
kumpulkan pasir itu lalu taruh di pot
bunga yang ada disana." ucap bu dita.
"baik ma." ucap erlita.
"bagaimana hubungan mu dengan
alvin, kalian masih pacaran kan?"
tanya bu dita.
"masih, kenapa mama bertanya
seperti itu?" tanya erlita.
"akhir akhir ini mama jarang sekali
melihat alvin main kesini." ucapnya.
"ya, akhir akhir ini dia sibuk."
jawab erlita sedikit berbohong.
"semua pasir sudah aku masukin
ke pot, kalau gitu aku masuk duluan
ya ma." ucap erlita.
"ya, makasih ya sayang." sahut bu dita.
setelah sampai kamar, erlita
langsung masuk ke kamar mandi,
tubuh nya terasa lemas dan dia
juga sering merasa mual.
tak lama kemudian erlita menerima
sebuah pesan dari alviandra.
📨aku lagi di depan gerbang rumah
mu, bisa cepat kesini gak?" isi pesan
dari alviandra.
erlita bergegas menghampiri nya.
"ayo naik." pinta alviandra.
"tunggu vin, kita mau kemana?"
tanya erlita.
"naik saja dulu." pinta alviandra.
mau tidak mau erlita pun menuruti
permintaan nya.
sesampainya di sebuah cafe.
mereka pun memesan minuman.
"apa alviandra menghubungi mu?"
tanya alviandra.
"hakh? kenapa alviandra harus
menghubungi ku, kamu tau kan
vin kalau aku tidak begitu akrab
dengan nya." ucap erlita.
"ya aku tau! tapi barang kali saja
dia perlu sesuatu dengan mu,
makanya dia menghubungi mu."
ucap alviandra.
"tidak! biarpun dia butuh bantuan,
aku yakin kalau dia tidak akan
pernah meminta bantuanku." ucap erlita.
"memang nya kenapa?" sambung nya.
"nomer nya sudah beberapa hari tidak
aktip, aku sangat menghawatirkan nya."
ucap alviandra.
"kamu tenang aja, dia pasti akan
baik baik aja kok." ucap erlita seraya
memegangi tangan alviandra
berusaha menenangkan nya.
alviandra menatap dalam bola
mata erlita.
"erlita begitu baik dan pengertian,
pantas saja alvin begitu sangat
mencintai nya." batin alviandra.
__ADS_1
tiba tiba rasa mual yang sering
dirasakan erlita kambuh lagi,
dia pun pergi ke toilet umum
yang ada di cafe itu.
"oae...oae..." tiba tiba erlita muntah.
tok tok tok.
"erlita apa kamu baik baik saja?"
tanya alviandra yang merasa
khawatir karna erlita tak kunjung
kembali dari toilet.
"ya aku baik baik saja." ucap erlita
yang tiba tiba keluar dari toilet
wanita dengan wajah yang sedikit
pucat.
"seperti nya kau sedang sakit, aku
harus membawa mu ke dokter."
ucap alviandra.
"gak perlu vin, kamu antar aku
pulang aja." pinta erlita.
alviandra pun hanya menuruti.
sesampainya di rumah erlita
menangis, dia pun mengambil
alat tespack yang sudah sempat
dia beli, namun belum berani untuk
mencoba nya.
saat weekend erlita dan teman
temannya mengadakan acara
makan makan di restoran tempat
dimana mereka dulu sering
nongkrong bareng.
"ekh lit, lama gak ketemu kamu
sekarang gemukan ya." celetuk karin.
"kupikir hanya aku aja yang berpikir
begitu." ucap suci.
"gak akh, mungkin itu perasaan kalian
aja." sahut erlita.
"bagaimana kabar alvin? maksudku
apa kalian masih pacaran? soalnya
ucap karin.
"aku sama alvin masih pacaran kok,
meskipun hubungan ku dengannya
tidak seperti dulu lagi." ucap erlita
yang tampak sedih.
"lita kenapa kamu masih mau
bertahan dengannya? jelas jelas
sikap alvin sekarang sudah jauh
berubah." ucap karin.
"karin benar! alvin memang sudah
seperti orang asing bagiku."
batin erlita.
"udah lah rin, jangan mentang
mentang hubungan kamu dengan
rehan telah berakhir terus kamu
memprovokasi erlita agar dia
mengakhiri hubungan nya juga."
ucap suci.
"tidak seperti itu suci! sebagai
seorang teman aku hanya tidak
terima teman ku yang unyu ini
diperlakukan seperti manekin."
goda karin.
"ya aku mengerti kecemasan kalian,
tapi kalian tidak perlu khawatir, karna
aku bisa mengatasi semua ini."
ucap erlita.
"si alvin kaya nya sudah mulai
bosen deh sama kamu..." celoteh karin.
"udah rin cukup.." bentak suci.
"selow dong ci, woles orang aku cuma
bercanda kok." ucap karin.
"bercanda tu ada batasan nya."
ucap suci.
"udah kalian gak perlu berantem,
kita ketemu untuk mengenang masa
__ADS_1
masa indah kita dulu waktu masih SMA,
kenapa malah pada ribut sikh."
ucap erlita.
"iya deh sorry." ucap karin.
"ekh lit, dikampus kamu banyak
cowok ganteng gak?" tanya suci.
"ada, emang kenapa?" tanya erlita.
"kenalin dong?" ucap suci.
"gak bisa." sahut erlita.
"yailaah kamu pelit banget sikh."
rengek suci.
"bukan nya begitu, selama di kampus
aku di untitin mulu sama alvin, dan
aku tuh gak boleh dekat dekat cowok
lain, selain dia." ucap erlita.
"masa sikh alvin sampe segitu nya?"
tanya karin.
"nah rin kamu dengar kan? itu berarti
alvin itu memang masih care sama
erlita, jadi kamu gak boleh berburuk
sangka padanya." ucap suci.
"udah, sekarang mending kita gak
usah bahas cowok dulu, bagaimana
kalau kita bahas kehidupan kita,
kedepannya tu pengen seperti apa?"
ucap erlita.
"nah benar tu.." ucap suci.
"kalau aku setelah lulus S1,
aku ingin belajar bisnis properti."
ucap karin.
"wow cakep tu, aku juga mau." ucap suci.
"kalau aku sikh pengen nya jadi
seorang desainer, aku pengen
mengenakan pakaian pakaian
yang sudah kurancang sendiri,
dan itu pasti membanggakan."
ucap erlita yang berandai andai.
"bukannya dulu kamu bilang, kalau
kamu ingin jadi seorang penulis ya?"
tanya karin.
"nama nya juga hidup, kemauan
seseorang kapan pun bisa berubah."
ucap suci.
"ya benar banget, dan aku juga akan
menjadi salah satu saingan bisnis
terberat kalian di masa yang akan
datang." ucap erlita menggoda kedua
temannya.
"erlita..." rengek keduanya.
erlita tertawa melihat tingkah kocak
kedua temannya. namun tiba tiba
dia merasa mual, dia pun ijin
untuk ke toilet.
"lita, kamu baik baik aja kan?"
tanya karin saat melihat wajah
erlita yang tampak sedikit pucat.
"guys kaya nya aku harus balik
duluan deh." ucap erlita.
"kamu sakit ya? ya udah kita anterin
pulang ya?" pinta suci.
erlita hanya mengangguk.
setibanya dirumah erlita langsung
membaringkan tubuhnya diranjang.
"mama mu kemana?" tanya karin.
"gak tau, mungkin pergi arisan."
jawab erlita.
"ya udah lit, kamu istirahat ya? kita
pulang dulu." ucap suci.
"ya, makasih ya teman teman."
ucap erlita.
setelah teman temannya pergi
erlita mengambil tespack yang ada
di laci kamar nya lalu masuk kedalam
kamar mandi.
__ADS_1