
erlita turun dari taxi lalu berlari menuju halaman rumah mamanya. dia terkejut saat melihat sosok laki-laki yang tengah berdiri membelakanginya.
"siapa dia? kenapa dia berdiri di depan rumah mama? apa dia penjahat?" batinnya seraya menatap tajam kearah laki-laki yang tengah membelakanginya.
erlita mengambil sebatang kayu yang tergeletak di depannya, lalu perlahan dia mendekati pria itu, dan hendak memukulnya. namun tiba-tiba pria itu memutar badan menghadap kearahnya. betapa terkejutnya erlita saat melihat laki-laki yang tengah berdiri tepat di hadapannya.
"kamu?" seketika erlita langsung menjatuhkan kayu yang di pegang nya.
pria itu tersenyum manis kepada erlita. sementara erlita masih bertanya-tanya? siapa laki-laki yang ada dihadapannya? apakah alviandra? itu tidak mungkin, karena erlita baru saja meninggalkan nya. lalu siapakah laki-laki yang ada di hadapannya sekarang? apakah dia alvin yang asli?
laki-laki itu mendekati erlita dan langsung memeluknya. "aku sangat merindukanmu." ucapnya.
deg...
jantung erlita seakan berhenti berdetak saat mendengar ucapannya. erlita pun mendorongnya. "jauhi aku." pintanya.
"lita, aku sangat merindukanmu."
"dasar pengecut! berani sekali kamu datang kesini setelah apa yang sudah kamu lakukan kepadaku."
alvin tercengang mendengar ucapan erlita yang tengah memakinya.
"non..." tiba-tiba bi imah memanggilnya.
"kenapa bi?" tanya erlita.
"maaf non, dari tadi babby R nangis terus. bibi sudah berusaha untuk menenangkannya, tapi tangisan babby R malah semakin keras." ucap bi imah.
alvin menatap heran kepada bayi yang di gendong bi imah.
__ADS_1
"sini bi, berikan dia padaku." pinta erlita, bi imah langsung memberikannya.
"apa dia anakmu?" tanya alvin.
"ya." jawabnya singkat.
"siapa laki-laki yang telah merebutmu dariku?" tanya alvin.
"alvin..." tiba-tiba seseorang memanggilnya. alvin pun menoleh kearah sumber suara. "alviandra."
alviandra mendekati alvin lalu kemudian memeluknya. "maafkan aku vin! maafkan aku." ucap alviandra di pelukannya.
seketika alvin langsung mendorong tubuhnya. "jangan bilang, kalau anak itu adalah anak kalian!" sentak alvin.
"bu..." ucapan alviandra tiba-tiba di potong oleh erlita.
"ya, ini anakku dan juga alviandra." ucapnya tengah berbohong.
"aku tidak menyangka, kenapa kamu melakukan ini kepadaku? kamu tahu siapa laki-laki yang selama ini bersamamu, tapi kamu tetap mau menikah dengannya." ucap alvin.
"kenapa tidak? bagiku alviandra itu laki-laki yang baik dan lebih bertanggung jawab dari pada kamu." ujarnya.
alviandra terdiam mendengar setiap ucapan erlita. dia tahu, kalau erlita sengaja bicara seperti itu sebagai bentuk kekecewaannya terhadap alvin.
"sejak kapan kalian menikah?" tanyanya.
"dua bulan setelah kamu pergi." ucap erlita.
alvin menoleh kepada alviandra. "dasar brengsek! aku memintamu untuk menjaganya. tapi kamu malah merebutnya dariku." ucap alvin seraya memukul wajah alviandra dengan keras sehingga membuatnya tersungkur.
__ADS_1
"cukup! apa yang kamu lakukan?" dengan menggendong bayi erlita berusaha menghentikan amarah alvin.
"dia sudah merebutmu dariku, aku tidak akan memaafkannya." ucap alvin seraya terus memukulinya, sesekali alvin juga menendangnya. namun alviandra hanya diam saja, tak melawan setiap serangan yang di lakukan alvin terhadapnya.
"alvin cukup!" sentak erlita. "bukan dia yang merebutku darimu. tapi kamu sendiri yang telah membuatnya terpaksa harus menikahiku." ucap erlita, yang membuat alvin menghentikan aksinya tidak lagi memukuli alviandra.
"apa maksudmu?"
"setelah kamu memutuskan untuk berpura-pura sebagai alviandra, dan memutuskan untuk ke luar negeri menggantikannya. dua bulan kemudian aku baru tahu kalau aku sedang hamil. akhirnya aku meminta alviandra yang ku pikir itu kamu untuk segera menikahiku." ucap erlita.
"ya, awalnya aku menolak! cuma waktu itu erlita pernah melakukan percobaan bunuh diri kalau aku tidak mau menikahinya." sambung alviandra.
"itu karena aku pikir kalau kamu itu alvin, makanya aku memaksamu untuk segera menikahiku. andai saja waktu itu kamu mau memberi tahuku yang sebenarnya kalau kamu bukanlah alvin, aku juga tidak akan memaksamu." ucap erlita.
"aku juga sudah berusaha untuk menghubungi nomer mu, namun tidak pernah aktif. bahkan aku telah menyusulmu ke LA. namun disana aku juga tidak bisa menemukan mu. aku hanya bertemu dengan bu sonya, aku bahkan sudah menyimpan nomorku di laci kamarmu, kenapa kamu tidak pernah menghubungiku?" ucap alviandra.
"aku tidak pernah menemukan apapun di laci kamarku. aku juga tidak tahu kalau kamu pernah mengunjungiku." ucap alvin.
"itu pasti karena bu sonya yang tidak pernah memberi tahumu." ucap alviandra. aku minta maaf, karena aku sudah terlanjur menikahinya." sambungnya.
"aku harap, kamu mau menceraikannya." pinta alvin kepada alviandra.
"kamu tidak perlu memintanya untuk menceraikanku. karena aku sendiri yang akan menggugat cerainya."ucap erlita.
"lita, apa kamu mau menikah denganku?" tanya alvin.
"aku tidak mau memiliki suami macam kalian, yang senang bersandiwara dan mempermainkan kehidupanku." ucap erlita.
"kenapa kamu bicara seperti itu? aku tidak pernah ingin bermaksud untuk mempermainkan kehidupanmu." ucap alvin.
__ADS_1
"tapi nyatanya itu yang sudah kalian lakukan kepadaku. kalian telah menghancurkan hidupku." ucap erlita.
"alviandra, aku akan menggugat ceraimu. mulai sekarang jangan pernah menginjakkan kakimu di sini lagi. dan kamu juga." ucapnya seraya menunjuk wajah alvin. "aku tidak sudi menikahi laki-laki pengecut seperti mu."