
alvin dan margaretha menghampiri
pak gian di restoran yang disebutkan
waktu di telpon. namun alvin
tampak terkejut karna rupanya
bu sonya juga ada di sana.
bu sonya menatap kearah wanita
yang ada di samping alvin.
tampak nya bu sonya tidak
senang dengan kehadiran nya.
"siapa gadis ini? kenapa dia terlihat
begitu akrab dengan alvin."
batin bu sonya yang menatap
sinis kepada margaretha.
"bagai mana hari pertama kamu
bekerja?" tanya pak gian kepada
margarertha.
"sangat menyenangkan om! apalagi
aku mempunyai atasan seperti
alvin." jawab margaretha seraya
tersenyum tipis kepada alvin.
"bagus lah! om sangat senang
mendengar nya." ucap pak gian.
"yang di sebelah om siapa?"
tanya margaretha dengan hati hati.
"oh ya kenalkan dia istri om."
pak gian memperkenalkan.
"istri om? berarti dia mama nya
alvin?" margarertha mengamati
wajah serta penampilan bu sonya
secara seksama.
"lebih tepatnya ibu sambung alvin."
jelas pak gian.
"oh begitu ya om, pantas saja
masih muda dan cantik."
ucap margaretha.
"jangan sembarangan! ibu kandung
ku juga tidak kalah cantik."
ucap alvin sekena nya.
mendengar ucapan alvin seketika
pak gian dan bu sonya saling
bertatapan.
"iya aku percaya! orang anak nya
aja tampan seperti ini."
ucap margaretha seraya mengelus
pipi alvin tanpa rasa canggung.
"margarertha orang yang sedikit
agresif! tapi kelihatan nya dia
anak yang baik." batin alvin.
"sialan! berani sekali anak ini
menyentuh alvin ku." batin bu sonya
yang terlihat geram melihat tingkah
margarertha.
"kalian terlihat sangat serasi."
ucapan pak gian membuyarkan
lamunan bu sonya.
"apa?" serentak alvin dan bu sonya
secara bersamaan.
"makasih om." ucap margaretha
dengan tersenyum malu malu.
"vin, kamu mau cobain makanan
ku gak?" tanya margaretha.
"enggak!" sahut alvin.
"kenapa? ini enak loh, sini aku
suapin." ucap margaretha seraya
menyodorkan sendok makanan nya
berharap alvin mau menerima
suapan nya.
alvin menerima suapan nya.
bu sonya tampak semakin
geram dan cemburu melihat
kedekatan alvin dan margaretha.
setelah merasa kenyang alvin
dan margaretha ijin berpamitan
untuk kembali ke kantor.
"papi sudah lama mengenal gadis
itu?" tanya bu sonya.
"margarertha maksud mami?"
tanya nya.
"iya." singkat bu sonya.
"dia anak nya rekan bisnis
__ADS_1
papi." jawab nya.
"apa papi yang memperkenalkan
alvin dengan nya?" tanya bu sonya lagi.
"papi berniat untuk menjodohkan
mereka." jawab pak gian.
"papi serius? mami tidak setuju."
decah bu sonya.
"kenapa? margaretha anak yang
baik." jelas pak gian.
"mami tetap tidak setuju! papi
lihat kan sikap anak itu barusan,
dia itu kurang sopan dan agresif."
ucap bu sonya.
"papi rasa alvin bisa mengubah nya
menjadi wanita yang lebih baik."
ucap pak gian.
"tolong papi pertimbangkan
keputusan papi ini dengan baik,
karna ini menyangkut masa
depan nya alvin, masa depan
anak kita." ucap bu sonya yang
terlihat meyakinkan.
"papi juga tidak akan memaksa
alvin untuk cepat cepat menikah
dengan margaretha, sampai alvin
benar benar bisa tulus mencintai nya."
jelas pak gian.
walaupun sebenarnya bu sonya
tidak setuju dengan rencana
perjodohan alvin dan margaretha.
namun dia berpura pura
menyetujui nya. setelah selesai
makan pak gian mengantar bu
sonya pulang terlebih dahulu,
kemudian dia kembali ke kantor.
saat memasuki kantor alvin
menjadi pusat perhatian, karna
margarertha terus menggandeng
tangan alvin dan enggan melepas
nya.
"apa lihat lihat? pasti kalian belum
aku." decah margaretha dengan
pede nya.
"pede banget itu cewek! cantikan
juga aku." bisik nadine di telinga
angela.
"itu cewek bukan nya sekertaris
baru ya di kantor ini? kok cepat
banget akrab sama pak alvin."
tanya anya.
"iya, pak alvin nya juga kok mau
aja di gandeng seperti itu sama
itu cewek." sahut catrine.
"apa dia pacar nya pak alvin?"
ucap anya yang menduga duga.
"masa sikh pak alvin suka sama
cewek yang model begitu?"
ucap catrine.
"menurut ku dia cantik!" ucap anya.
"cantik sikh cantik, tapi kamu lihat
kan sikap nya? agresif seperti itu."
ucap catrine.
"pak alvin kan orang nya tu cool
dan agak pendiam, mungkin dia
suka sama cewek yang sedikit
agresif agar bisa menyeimbangi
nya." jelas anya.
"ya mungkin saja." sahut catrine.
"berarti aku harus sedikit agresif
kali ya? untuk bisa mendekati pak
alvin." sambung catrine.
"halu nya jangan ketinggian!"
ucap anya sambil menoyor
kening sahabat nya.
*kediaman Giantara*
pak gian telah lebih dulu sampai
di rumah, dia merebahkan badan
nya di sofa. tak lama kemudian
bu sonya turun lalu menghampiri
nya.
__ADS_1
"pasti papi cape, sini biar mami
pijitin." rayu bu sonya.
"enak banget, sudah lama sekali
mami tidak mijitin papi."
ucap pak gian yang tampak
menikmati pijatan dari sang istri.
bu sonya duduk di pangkuan pak
gian, lalu kemudian mencium nya.
pak gian meraba semua area
sensitif istri tercinta nya.
"tunggu pi, lebih baik kita pergi
ke kamar, takut nya ada orang
yang melihat kita." ajak bu sonya.
pak gian pun mengindahkan
keinginan istri nya untuk pindah
ke kamar, dan melanjutkan
aksi nya di ranjang mereka.
tak lama alvin pulang lalu
menaiki anak tangga menuju
kamar nya. tiba tiba dia menerima
isi pesan chat dari margaretha.
📨apa kau sudah sampai rumah?📨
namun alvin mengabaikan isi chat
tersebut tanpa membalas nya.
"lita, aku sangat merindukanmu."
gumam alvin.
dia pun memutar lagu kesayangan
nya yang sering dia nyanyikan
waktu bersama erlita. lantunan
suara penyanyi yang di dengarkan
nya membuat dia tertidur pulas.
ya mungkin hari ini hari yang
melelahkan untuk nya.
namun saat tengah malam
dia terbangun, karna terasa
ada yang menindih nya lagi.
alvin membuka matanya dan
menatap kearah bu sonya.
"kau lagi?" alvin kemudian
membuang nafas nya secara kasar.
"apa kau sudah menyerah?
bagai mana, apa kau ingin
mencoba nya?" rayu bu sonya,
seraya meraba raba dada alvin.
alvin mendorong tubuh bu sonya,
hingga membuat nya terjatuh.
"aakhh..." rintih bu sonya menahan
kesakitan karna alvin cukup keras
saat mendorong nya.
"pergilah! atau aku akan memberi
tahu papa sifat asli mu ini."
ucap alvin yang bernada ancaman.
"apa kau sedang menggertak ku?
ayolah vin, hanya sekali ini saja!
setelah ini aku yakin, kau yang
akan datang dan meminta nya
kepada ku." ucap bu sonya yang
terus menggoda nya.
"sudah ku katakan berkali kali,
kalau aku sama sekali tidak
tertarik kepada mu! keluar, aku
sudah muak melihat wajah mu"
tegas alvin mengusir nya.
namun bukan nya keluar,
bu sonya malah melepas semua
pakaian tidurnya. sehingga tampak
jelas lah pakaian dalam nya.
alvin tercengang melihat aksi
nekat yang di lakukan ibu tiri nya.
bu sonya semakin mendekati
alvin dan lagi lagi merayu nya.
"coba kau lihat aku? tidak kah
tubuh ku ini begitu menggoda?
dan apa kau tidak ingin menikmati
nya?" tanya bu sonya seraya
mengalungkan tangan nya di leher
alvin.
namun dengan cepat alvin
menyingkirkan tangan bu sonya
dari lehernya.
__ADS_1