AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 66 bu sonya yang cemburu


__ADS_3

alvin dan margaretha menghampiri


pak gian di restoran yang disebutkan


waktu di telpon. namun alvin


tampak terkejut karna rupanya


bu sonya juga ada di sana.


bu sonya menatap kearah wanita


yang ada di samping alvin.


tampak nya bu sonya tidak


senang dengan kehadiran nya.


"siapa gadis ini? kenapa dia terlihat


begitu akrab dengan alvin."


batin bu sonya yang menatap


sinis kepada margaretha.


"bagai mana hari pertama kamu


bekerja?" tanya pak gian kepada


margarertha.


"sangat menyenangkan om! apalagi


aku mempunyai atasan seperti


alvin." jawab margaretha seraya


tersenyum tipis kepada alvin.


"bagus lah! om sangat senang


mendengar nya." ucap pak gian.


"yang di sebelah om siapa?"


tanya margaretha dengan hati hati.


"oh ya kenalkan dia istri om."


pak gian memperkenalkan.


"istri om? berarti dia mama nya


alvin?" margarertha mengamati


wajah serta penampilan bu sonya


secara seksama.


"lebih tepatnya ibu sambung alvin."


jelas pak gian.


"oh begitu ya om, pantas saja


masih muda dan cantik."


ucap margaretha.


"jangan sembarangan! ibu kandung


ku juga tidak kalah cantik."


ucap alvin sekena nya.


mendengar ucapan alvin seketika


pak gian dan bu sonya saling


bertatapan.


"iya aku percaya! orang anak nya


aja tampan seperti ini."


ucap margaretha seraya mengelus


pipi alvin tanpa rasa canggung.


"margarertha orang yang sedikit


agresif! tapi kelihatan nya dia


anak yang baik." batin alvin.


"sialan! berani sekali anak ini


menyentuh alvin ku." batin bu sonya


yang terlihat geram melihat tingkah


margarertha.


"kalian terlihat sangat serasi."


ucapan pak gian membuyarkan


lamunan bu sonya.


"apa?" serentak alvin dan bu sonya


secara bersamaan.


"makasih om." ucap margaretha


dengan tersenyum malu malu.


"vin, kamu mau cobain makanan


ku gak?" tanya margaretha.


"enggak!" sahut alvin.


"kenapa? ini enak loh, sini aku


suapin." ucap margaretha seraya


menyodorkan sendok makanan nya


berharap alvin mau menerima


suapan nya.


alvin menerima suapan nya.


bu sonya tampak semakin


geram dan cemburu melihat


kedekatan alvin dan margaretha.


setelah merasa kenyang alvin


dan margaretha ijin berpamitan


untuk kembali ke kantor.


"papi sudah lama mengenal gadis


itu?" tanya bu sonya.


"margarertha maksud mami?"


tanya nya.


"iya." singkat bu sonya.


"dia anak nya rekan bisnis

__ADS_1


papi." jawab nya.


"apa papi yang memperkenalkan


alvin dengan nya?" tanya bu sonya lagi.


"papi berniat untuk menjodohkan


mereka." jawab pak gian.


"papi serius? mami tidak setuju."


decah bu sonya.


"kenapa? margaretha anak yang


baik." jelas pak gian.


"mami tetap tidak setuju! papi


lihat kan sikap anak itu barusan,


dia itu kurang sopan dan agresif."


ucap bu sonya.


"papi rasa alvin bisa mengubah nya


menjadi wanita yang lebih baik."


ucap pak gian.


"tolong papi pertimbangkan


keputusan papi ini dengan baik,


karna ini menyangkut masa


depan nya alvin, masa depan


anak kita." ucap bu sonya yang


terlihat meyakinkan.


"papi juga tidak akan memaksa


alvin untuk cepat cepat menikah


dengan margaretha, sampai alvin


benar benar bisa tulus mencintai nya."


jelas pak gian.


walaupun sebenarnya bu sonya


tidak setuju dengan rencana


perjodohan alvin dan margaretha.


namun dia berpura pura


menyetujui nya. setelah selesai


makan pak gian mengantar bu


sonya pulang terlebih dahulu,


kemudian dia kembali ke kantor.


saat memasuki kantor alvin


menjadi pusat perhatian, karna


margarertha terus menggandeng


tangan alvin dan enggan melepas


nya.


"apa lihat lihat? pasti kalian belum


aku." decah margaretha dengan


pede nya.


"pede banget itu cewek! cantikan


juga aku." bisik nadine di telinga


angela.


"itu cewek bukan nya sekertaris


baru ya di kantor ini? kok cepat


banget akrab sama pak alvin."


tanya anya.


"iya, pak alvin nya juga kok mau


aja di gandeng seperti itu sama


itu cewek." sahut catrine.


"apa dia pacar nya pak alvin?"


ucap anya yang menduga duga.


"masa sikh pak alvin suka sama


cewek yang model begitu?"


ucap catrine.


"menurut ku dia cantik!" ucap anya.


"cantik sikh cantik, tapi kamu lihat


kan sikap nya? agresif seperti itu."


ucap catrine.


"pak alvin kan orang nya tu cool


dan agak pendiam, mungkin dia


suka sama cewek yang sedikit


agresif agar bisa menyeimbangi


nya." jelas anya.


"ya mungkin saja." sahut catrine.


"berarti aku harus sedikit agresif


kali ya? untuk bisa mendekati pak


alvin." sambung catrine.


"halu nya jangan ketinggian!"


ucap anya sambil menoyor


kening sahabat nya.


*kediaman Giantara*


pak gian telah lebih dulu sampai


di rumah, dia merebahkan badan


nya di sofa. tak lama kemudian


bu sonya turun lalu menghampiri


nya.

__ADS_1


"pasti papi cape, sini biar mami


pijitin." rayu bu sonya.


"enak banget, sudah lama sekali


mami tidak mijitin papi."


ucap pak gian yang tampak


menikmati pijatan dari sang istri.


bu sonya duduk di pangkuan pak


gian, lalu kemudian mencium nya.


pak gian meraba semua area


sensitif istri tercinta nya.


"tunggu pi, lebih baik kita pergi


ke kamar, takut nya ada orang


yang melihat kita." ajak bu sonya.


pak gian pun mengindahkan


keinginan istri nya untuk pindah


ke kamar, dan melanjutkan


aksi nya di ranjang mereka.


tak lama alvin pulang lalu


menaiki anak tangga menuju


kamar nya. tiba tiba dia menerima


isi pesan chat dari margaretha.


📨apa kau sudah sampai rumah?📨


namun alvin mengabaikan isi chat


tersebut tanpa membalas nya.


"lita, aku sangat merindukanmu."


gumam alvin.


dia pun memutar lagu kesayangan


nya yang sering dia nyanyikan


waktu bersama erlita. lantunan


suara penyanyi yang di dengarkan


nya membuat dia tertidur pulas.


ya mungkin hari ini hari yang


melelahkan untuk nya.


namun saat tengah malam


dia terbangun, karna terasa


ada yang menindih nya lagi.


alvin membuka matanya dan


menatap kearah bu sonya.


"kau lagi?" alvin kemudian


membuang nafas nya secara kasar.


"apa kau sudah menyerah?


bagai mana, apa kau ingin


mencoba nya?" rayu bu sonya,


seraya meraba raba dada alvin.


alvin mendorong tubuh bu sonya,


hingga membuat nya terjatuh.


"aakhh..." rintih bu sonya menahan


kesakitan karna alvin cukup keras


saat mendorong nya.


"pergilah! atau aku akan memberi


tahu papa sifat asli mu ini."


ucap alvin yang bernada ancaman.


"apa kau sedang menggertak ku?


ayolah vin, hanya sekali ini saja!


setelah ini aku yakin, kau yang


akan datang dan meminta nya


kepada ku." ucap bu sonya yang


terus menggoda nya.


"sudah ku katakan berkali kali,


kalau aku sama sekali tidak


tertarik kepada mu! keluar, aku


sudah muak melihat wajah mu"


tegas alvin mengusir nya.


namun bukan nya keluar,


bu sonya malah melepas semua


pakaian tidurnya. sehingga tampak


jelas lah pakaian dalam nya.


alvin tercengang melihat aksi


nekat yang di lakukan ibu tiri nya.


bu sonya semakin mendekati


alvin dan lagi lagi merayu nya.


"coba kau lihat aku? tidak kah


tubuh ku ini begitu menggoda?


dan apa kau tidak ingin menikmati


nya?" tanya bu sonya seraya


mengalungkan tangan nya di leher


alvin.


namun dengan cepat alvin


menyingkirkan tangan bu sonya


dari lehernya.

__ADS_1


__ADS_2