
suasana kantin saat ini begitu
ramai. murid murid di sekolah
itu memenuhi ruangan kantin.
alviandra kini terlihat lebih akrab
dengan bimo, sam, veri dan diki.
doni yang tidak suka karna teman
teman nya sudah menghianati nya.
dia pun memikir kan rencana jahat
untuk bisa mempermalukan alviandra.
erlita dan alvin pun bergabung
bersama teman teman nya.
mereka bersenda gurau.
jono hendak menyerobot es jeruk
punya Karin. namun dengan segera
karin menahan nya. akhir nya
jono menghampiri mang uje untuk
memesan es jeruk, namun pada saat
jono ingin menghampiri teman teman
nya lagi, doni menengkas kaki nya
hingga minuman nya tumpah
tepat di atas kepala alviandra,
sehingga menyirami seluruh rambut
dan wajah alviandra. doni pun
tersenyum puas. semua murid yang
berada di kantin pun melongo, melihat kejadian itu. alviandra menatap tajam
Jono dengan penuh amarah, dia
bangkit dari tempat duduk nya.
"sorry ndra, aku tidak sengaja."
jono pun meminta maaf.
"gak usah drama! aku tau kau
dendam terhadap ku, karna kemarin
aku telah membuat mu babak belur."
ucapan alviandra sontak membuat
alvin sangat terkejut. alvin pun
menghampiri nya.
"jadi kamu yang sudah membuat jono
babak belur?" alvin menyela.
jono hanya diam.
"kalau iya, memang kau mau apa?"
ucap alviandra dengan datar.
"ikut aku." pinta alvin.
"alvin.." erlita meraih tangan alvin
kemudian menggeleng kan kepala
nya. alvin mengerti kekhawatiran
erlita. alvin melepas pegangan erlita
lalu mengangguk kan kepala nya,
pertanda semua nya akan baik baik
saja. alviandra mengikuti alvin dari
belakang seraya membersih kan
kepala nya dengan air botol mineral.
tibalah mereka di atas balkon
sekolah.
"apa pun ke salahan jono, tidak
sepatut nya kamu menghajar dia
seperti itu." kata alvin yang memulai percakapan.
"kau tidak tau apa apa, jadi jangan
pernah mencampuri urusan ku!"
ucap alviandra.
"bagai mana bisa aku tidak
mencampuri urusan mu? kau
adalah sodara ku dan jono adalah
sahabat ku." ucap alvin.
"lalu apa yang ingin kau lakukan?
sehingga mengajak ku ke tempat
ini." tanya alviandra.
"aku hanya ingin, kau berhenti
berulah di sekolah ku ini." kata alvin.
"sekolah mu? bukan kah sekarang
ini sekolah ku juga!" desis alviandra.
"asal kamu tau, mama pasti akan
__ADS_1
sangat kecewa kalau mengetahui
gimana kelakuan mu di sekolah
ini." alvin berusaha mengingat kan.
"tidak usah mengajari ku! siapa
pun orang yang sudah berani ikut
campur dengan urusan ku, aku gak
akan segan segan untuk menghabisi
nya." gertak alviandra
dia pun berlalu pergi.
"anak itu!" alvin mengepal kan tangan
nya, berusaha menahan amarah.
dikelas nya erlita mencemas kan
ke adaan alvin. apa alviandra akan
memukuli alvin seperti yang telah
di lakukan nya terhadap jono.
"jon, aku benar benar gak tenang,
aku takut alviandra melakukan hal
yang sama seperti apa yang sudah
dia lakuin sama kamu." kata erlita.
"mereka kan adik dan kakak,
jadi gak mungkin kalau alviandra
bakal melukai alvin." jono berusaha menenang kan.
alviandra datang lalu menghampiri
jono. jono dan erlita nampak tegang.
karin pun menghampiri mereka.
"alviandra, tadi jono udah jelasin
semua nya sama aku! dia beneran
gak sengaja numpahin es jeruk itu
di wajah kamu." erlita berusaha
menjelas kan.
"tidak semudah itu aku bisa
mempercayai orang." kata alviandra.
"lalu apa yang harus ku lakukan
agar kau bisa mempercayai ku?"
tanya jono. seperti nya Jono
memang sudah lelah berurusan
memilih untuk berdamai dengan nya.
alviandra tersenyum licik mendengar
ucapan jono.
"cium kaki ku!" suruh alviandra.
erlita, karin dan jono sangat terkejut
mendengar ucapan alviandra.
"kurang ajar!" batin jono, dia pun
berusaha menahan amarah nya
agar tidak terpancing lagi.
alviandra mengangkat satu kaki nya
ke atas meja.
"ayo, tunggu apa lagi?" alviandra
yang terlihat sangat angkuh.
karna muak melihat tingkah alviandra
erlita pun mendorong nya dengan
keras hingga alviandra terjatuh.
"lita?" karin menutupi mulut nya yang
menganga, karna tidak percaya
dengan apa yang sudah sahabat nya
itu lakuin terhadap alviandra.
alviandra bangkit lalu menatap erlita.
erlita terlihat sangat gugup.
tapi kemudian alviandra duduk
di bangku nya.
"Jono, mulai sekarang kita tukeran
bangku." kata karin. jono pun menuruti
kemauan nya karin, dia duduk di
bangku paling belakang.
"hidup ku jadi gak tenang semenjak
cowok ngeselin ada di sekolah ini."
batin erlita seraya mengacak ngacak
rambut nya hingga berantakan.
pak didit kembali masuk untuk
memulai pelajaran.
__ADS_1
kali ini erlita pokus mendengar kan
materi yang pak didit terangkan.
dan saat pak didit kembali bertanya
pada erlita, erlita pun bisa menjawab
pertanyaan nya.
teng teng teng.
lonceng pulang sekolah telah berbunyi.
"tunggu anak anak, kali ini bapak punya
tugas kelompok untuk kalian! kerjakan
halaman 130 sampai dengan 135!
berhubung besok hari libur, tugas
kalian kumpulkan hari senin, apa ada
yang ingin di tanya kan?" kata pak didit.
karin melambai kan tangan nya.
"maaf pak, perkelompok berapa orang?"
tanya karin.
"tiap kelompok minimal lima orang,
bapak akan baca kan tiap kelompok
masing masing dari kalian!
kelompok A terdiri dari erlita, Karin,
jono, suci dan alviandra!" pak didit
pun menyebut kan kembali kelompok
kelompok selanjut nya, sampai selesai.
erlita dan karin pun tos bareng, setelah
mendengar bahwa mereka satu
kelompok. namun erlita dan karin
terdiam, saat mendengar pak didit
menyebut kan nama alviandra.
setelah selesai membaca kan
nama nama kelompok, pak didit pun
meninggal kan kelas yang di ikuti
oleh para murid.
alviandra juga keluar dari kelas.
kecuali, erlita, karin dan jono.
"gimana nih? kita satu kelompok
sama cowok ngeselin itu."
rengek karin.
"ya mau gimana lagi, emang nya
kamu berani apa menolak alviandra
agar tidak satu kelompok dengan kita?"
sahut jono.
"ekh mending kita kerjain tugas nya
berempat aja sama suci, gak usah
ajak alviandra." kata karin.
"ya gak bisa gitu lah rin, yang ada
kita nanti bakal di tegor sama pak didit."
sahut erlita.
"masih mending kalau cuma di tegor,
kalau kita gak di kasih nilai, ataw di
hukum gimana?" sambung jono.
"iya juga si." karin menggaruk kepala
nya yang tidak gatal.
"besok kita mau kerja kelompok di
rumah siapa?" tanya erlita.
"kalau aku mau di rumah siapa siapa
juga gak masalah! asal jangan di rumah
ku saja." sahut jono.
"gimana kalau di rumah kamu aja rin?"
tanya erlita lagi.
"oke oke aja si! tapi gimana sama
suci dan alviandra? kira kira mereka
setuju gak?" karin balik bertanya.
"oh iya, ada yang punya nomer
mereka gak si? tanya erlita.
karin dan jono kompak menggeleng
kan kepala nya secara berbarengan.
hallo para readers yang baik hatiπ€π€
jangan lupa dukung author ya,
biar makin sangat untuk up,
dengan cara coment, like dan vote juga
__ADS_1
buat yang ihklas ajaπ€πππ