AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 50 kehidupan baru


__ADS_3

setelah sampai di LA alvin langsung


disambut baik oleh papa dan ibu


tirinya. alvin memandangi isi sekeliling


di rumah itu begitu mewah dan elegan.


di rumah pak gian terdapat beberapa


peralatan olah raga yang terbilang


cukup komplit. dan ada lapangan golf


beserta kolam renang yang begitu luas.


"ternyata benar, uang memang tidak


menjamin kebahagiaan seseorang."


batin alvin.


"alviandra kamu mau kemana?"


tanya pak gian.


"aku lelah, aku ingin beristirahat."


jawab alvin.


"itu kamar papa, kamar kamu


di sebelah sana." ucap pak gian


sambil menunjuk.


"oh, ya, maaf aku lupa."


jawab alvin dengan polosnya.


mendengar ucapan alvin membuat


pak gian sedikit tercengang.


pak gian memandangi kepergian


alvin.


alvin langsung membereskan barang


barang nya, dia pun memajang Poto


nya bersama erlita di dinding.


"lita, sedang apa kamu sekarang?"


batin alvin yang tersenyum


menyeringai. dia pun kembali


meletakkan potonya bersama


bu indri dan alviandra.


tok tok tok...


"masuk.." ucap alvin.


"alviandra mami senang kamu


kembali lagi, tapi kalau boleh jujur


mami lebih senang lagi kalau tidak


ada kamu di sini." ucap bu sonya.


deg jantung alvin seakan berhenti


berdetak. bu sonya yang tadi bersikap


begitu manis di depan pak gian


kenapa berubah seketika bagaikan


serigala yang berbulu domba.


"kenapa anda bicara seperti itu?"


tanya alvin dengan tatapan yang


tidak bisa diartikan.


"kenapa? apa kamu terkejut? hahaha..


akting mu itu bagus sekali! oya mami


peringatkan ya? jangan pernah sekali


kali kamu mencoba untuk pergi dari


rumah ini lagi, karna sekali kamu


keluar, mami tidak akan pernah


mengijinkan mu untuk menginjakan


kaki di rumah ini lagi." ucap bu sonya


bernada ancaman, dia pun pergi


meninggalkan alvin yang terdiam


kebingungan.


"ada apa dengan orang itu? kenapa


sikap nya tiba tiba berubah seperti


seorang penyihir?" batin alvin.


alvin pun kembali membereskan


semua barang barangnya.


keesokan harinya.


alvin, pak gian dan bu sonya sedang


sarapan di meja makan. bu sonya


tampak mengamati wajah tampan


alvin dengan seksama.


"anak ini makin lama makin terlihat


menawan." batin bu sonya.


"papa sudah mendaftarkan kamu

__ADS_1


di universitas terbaik, besok kamu


sudah bisa mulai kuliah." ucap pak gian.


"makasih." ucap singkat alvin.


"sikap mu terlihat agak sedikit tenang,


seperti nya selama disana mama mu mendidikmu dengan sangat baik."


ucap pak gian.


"apa maksud papi? jadi maksud papi


mami tidak mendidik alviandra dengan


baik?" ucap bu sonya yang meninggikan


suaranya.


"tidak! maksud papi bukan seperti itu."


ucap pak gian menenangkan.


"sudah lah, selera makan mami hilang,


mami mau kembali kekamar saja."


ucap bu sonya yang terlihat marah.


"ya sudah papa pergi kekantor dulu


ya." ucap pak gian kepada alvin.


alvin hanya mengangguk.


setelah selesai sarapan alvin


menghubungi alviandra lewat


sambungan telepon untuk


menanyakan kabar mama


dan juga kekasihnya.


tak lama kemudian bu sonya


datang menghampiri alvin.


"uhuk uhuk..." bu sonya berpura pura


batuk.


alvin pun menoleh ke belakang,


dia sedikit terkejut saat melihat


bu sonya berdiri tepat dihadapannya


dengan mengenakan pakaian ****.


bu sonya memandangi alvin


dari ujung kepala hingga ujung


kaki nya, karna merasa risih alvin


berniat untuk pergi kekamar namun


tangan nya di cengkram oleh bu sonya.


"ada apa?" tanya alvin seraya


menatap bu sonya.


"sikap anak ini sedikit berubah


setelah pulang dari rumah ibu


kandung nya, apa ibu nya telah


mencuci otak nya? aku harus


berhati hati sama anak ini."


ucap bu sonya yang menatap


sinis kearah alvin.


"kenapa diam saja? jika tidak ada


yang ingin anda bicarakan, bisa


tolong lepasin tangan ku?" ucap


alvin yang masih terlihat tenang.


"alviandra mami ingin bicara sama


kamu." ucap nya.


"bicara lakh." jawab alvin.


"apa ibu kandung mu merawat mu


dengan baik selama kamu tinggal


di sana?" tanya bu sonya.


"ya, tentu saja." ucap alvin.


"kalau begitu lihat mami, apa


menurut mu mami begitu buruk


di mata mu?" tanya bu sonya


seraya menyentuh dagu alvin


dengan sangat lembut seperti


orang yang sedang merayu nya.


namun dengan cepat alvin


menepis tangan bu sonya agar tidak mendekati nya.


"apa yang anda lakukan?" tanya alvin.


"kenapa? apa kau tidak menyukai nya?


oya tentu saja! karna kebencian mu


terhadap wanita hingga membuat mu


mati rasa." ucap bu sonya.


selama ini alviandra memang dikenal

__ADS_1


sebagai sosok laki laki yang angkuh


dan sombong, serta alviandra juga


memiliki sifat yang temperamen.


dia juga belum pernah berpacaran


dengan gadis mana pun.


"maaf, aku tidak ingin mendengar


kan ocehan mu." ucap alvin lalu


pergi meninggalkan bu sonya.


"sulit sekali menaklukkan anak itu."


desis bu sonya.


karena merasa kesal dengan bu sonya


alvin keluar untuk mencari udara segar


dan menikmati setiap pemandangan


di tempat itu. tak lama kemudian


pak gian menghubungi nya,


alvin pun segera mengangkat nya.


📞halo alvian?" panggilan akrab pak


gian pada alviandra.


📞ya, halo." jawab alvin.


📞nak, apa kamu bisa tolong


ambilkan berkas papa yang


ketinggalan di laci kamar papa?


soal nya papa ada meeting hari ini."


pinta pak gian.


📞baik pa." ucap alvin dia pun


memutus panggilan nya dan


bergegas menuju kamar utama


yang di tempati oleh papa dan ibu


tirinya.


tok tok tok...


"masuk.." ucap bu sonya.


"papa meminta ku untuk mengambilkan


berkasnya yang ketinggalan."


ucap alvin yang to do point.


"ya, ambillah." ucap bu sonya yang


sedang asyik memainkan ponselnya.


"oya, aku lupa menanyakan alamat


kantor papa, apa kau bisa memberi


tahu ku?" tanya alvin tanpa menoleh


kearah bu sonya.


sontak pertanyaan alvin membuat


bu sonya terkejut, pasal nya alviandra


dulu sering sekali bolak balik kekantor


papa nya untuk meminta uang saat


pak gian sedang menghukum alviandra


dengan cara memblokir semua kartu


ATM nya. alviandra memang dikenal


sebagai anak yang suka menghambur


hamburkan uang, itulah sebab nya


bu sonya membenci alviandra dan


ingin menyingkirkan nya.


"oh ya tentu saja! kamu belum


pernah pergi kekantor nya, tentu


saja kamu tidak akan tahu alamat nya."


ucap bu sonya yang sedang


memainkan sandiwara nya.


"kalau kamu mau, mami bisa


mengantarkan mu?" sambung nya.


"tidak perlu." ucap alvin.


dia pun langsung bergegas


menuju alamat kantor yang sudah


di beri tahu bu sonya.


"ini menarik! harus aku selidiki,


siapa dia sebenarnya." batin bu sonya.


tak lama kemudian bu sonya


menerima telepon dari seorang


laki laki, dia janjian untuk bertemu


di sebuah caffe dengan laki laki


yang baru saja menghubungi nya


lewat sambungan seluler.

__ADS_1


__ADS_2