AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 49 airport


__ADS_3

pagi pagi sekali alvin sudah bangun


untuk berpamitan. mama erlita tampak


sibuk di dapur untuk menyiapkan


sarapan. sementara pak kevin sedang


duduk santai menikmati secangkir kopi


di halaman rumah nya seraya membaca


koran.


"pagi ma.." sapa erlita yang baru turun


dari kamar nya.


"ya pagi juga sayang." sahut Bu dita.


"alvin belum bangun ma?" tanya erlita.


"tadi pagi pagi sekali alvin sudah


berpamitan, padahal mama sudah


meminta nya untuk sarapan dulu


sebelum dia pulang." ucap bu dita.


"hmm gitu ya." ucap nya.


"oh ya aku hampir lupa, hari ini aku


kan mau nemenin alvin ke airport


untuk mengantar sodara nya." ucap


erlita yang berteriak sambil menepuk


jidat nya.


"lita... bisa gak? gak usah pake teriak,


mama jadi kaget tau gak." ucap bu dita.


"hee... sorry ma, ya udah kalau gitu


aku pergi dulu ya." ucap erlita seraya


mencium pipi mama nya lalu pergi


begitu saja.


"lita kamu gak sarapan dulu sayang?"


ucap bu dita.


"nanti aku sarapan di luar aja ma,


bareng alvin." ucap nya berteriak


karna posisi nya mulai menjauh dari


bu dita.


sementara alvin sedang bersiap


mengemasi semua barang barangnya


lalu meletakkan nya di sebuah big koper


tak lama kemudian alviandra datang


lalu duduk di tepi ranjang.


"apa kau yakin?" tanya alviandra.


"kenapa kau selalu mengulangi


pertanyaan yang sama?" ucap alvin.


"jujur saja, aku merasa bersalah,


karna seharusnya aku yang pergi."


ucap alviandra.


"santai saja! dulu kau yang harus


rela terpisah dengan mama selama


belasan tahun, mungkin ini saatnya


aku yang harus berkorban." ucap alvin


seraya menepuk pundak sodaranya.


"sini biar ku bantu." ucap alviandra.


"tidak perlu." tolak alvin.


saat alvin membereskan beberapa


kaos atasannya dia melihat baju


cople yang sering dia kenakan


bersama erlita, dia pun terdiam.


"rasa nya kurang meyakinkan kalau


aku harus membawa semua pakaian


ku." ucap alvin.


"lalu?" tanya alviandra.


"kita harus bertukar pakaian." ucap alvin.


"hakh...baiklah." ucap alviandra seraya


membuang nafas secara kasar.


"Oya kita juga harus bertukar


handphone?" ucap alvin.


"harus kah?" tanya alviandra.


"tentu saja." jawab nya.


"ku dengar semalam kau tidak pulang?"


tanya alviandra.


"hmm." ucap alvin.


"apa kau menginap di rumah erlita?"


tanya nya lagi.


"ya, mulai dari sekarang kau harus


memperlakukan nya dengan baik."


pinta alvin.


tok tok tok....

__ADS_1


bu indri mengetuk pintu kamar alvin.


"ya ma?" tanya alvin.


"mama habis dari kamar alviandra,


tapi tau nya dia ada di sini." ucap bu indri.


"mama ingin bertanya untuk terakhir


kali nya, apa kamu yakin nak?" tanya


bu indri dengan mata berkaca kaca.


"aku yakin ma." ucap alviandra.


"ya sudah cepat siap siap kalau


tidak ingin ketinggalan pesawat,


mama tunggu di bawah." ucap bu indri.


setelah bu indri keluar, alvin dan


alviandra pun bertukar pakaian yang


mereka kenakan serta bertukar


handphone juga, sesuai kesepakatan.


alvin dan alviandra memang kembar


identik dari warna kulit hingga postur


tubuh nya pun sama, sehingga akan


sangat sulit untuk membedakan


mereka, namun alviandra memiliki


sebuah tanda di punggung nya.


setelah selesai mereka turun


untuk menemui bu indri, dan disana


erlita juga sudah datang.


"lita kamu sudah datang?" ucap alvin


seraya tersenyum.


"hakhh?" ucap erlita yang sedikit


terkejut, pasal nya yang dia tau


alviandra itu orang yang angkuh dan


tidak pernah menyapa nya, apa lagi


dengan senyuman hangat. ternyata


penyamaran alvin dan alviandra


berhasil mengelabui bu indri dan erlita.


"akh maksud ku terima kasih karna


kamu sudah mau ikut mengantar ku,


padahal selama ini sikap ku kurang


baik padamu." ucap alvin seraya


menoleh kearah alviandra dengan


tatapan yang sedikit sinis.


seolah tanpa rasa bersalah.


"ya udah, yuk kita berangkat sekarang?


kebetulan aku juga bawa mobil, vin


kamu yang nyetir ya." ucap erlita


seraya menggandeng tangan alviandra


yang dia kira adalah alvin.


seketika itu membuat alviandra


sangat terkejut. sementara alvin


terlihat cemburu melihat sikap


erlita pada alviandra, karna yang


sekarang erlita tau adalah alvin


itu alviandra, dan alviandra itu alvin.


setelah sampai airport alvin memeluk


erat bu indri dan alviandra untuk


terakhir kali nya, setelah itu dia


menoleh kearah erlita lalu menatapnya.


"aku ingin sekali memeluk mu,


aku sangat mencintaimu lita!


aku pasti akan sangat merindukan


mu." batin alvin tanpa memalingkan


pandangan dari erlita.


alvin pun segera menaiki pesawat


yang akan dia tumpangi.


dari jauh terlihat keluarga nya


melambaikan tangan kepada nya.


alviandra, erlita dan bu indri pun


kembali ke mobil. namun saat


perjalanan pulang erlita meminta


alviandra untuk berhenti di restoran


sejenak untuk makan.


"tante mau makan apa?" tanya erlita


dengan senyuman manis nya.


"apa saja." ucap bu indri yang terlihat


bersedih setelah melepas kepergian


anak nya.


"kalau kamu vin?" tanya erlita.

__ADS_1


"apa saja." jawab alviandra juga,


seperti nya alviandra juga belum


terbiasa dengan kepergian alvin.


akhirnya erlita pun memesan tiga


porsi makanan yang sama.


tapi bu indri terlihat tidak sedikit


pun menyentuh makanan nya.


erlita pun berusaha menghiburnya.


"tante, kenapa makanan nya gak


tante makan? pasti tante masih


sedih karna di tinggal pergi sama


alviandra! menurut ku alviandra


juga pasti akan sangat sedih kalau


dia tau keadaan tante sekarang."


ucap erlita dengan hati hati.


"ibu mana yang gak akan sedih


kalau harus berjauhan dengan


anak nya! selama belasan tahun


kami harus hidup terpisah, tante


senang sekali pas pertama kali


melihat dia dan bisa tinggal bersama


tante, namun tante gak menyangka


kalau dia akan tinggal dengan papa


nya lagi, padahal tante sangat ingin


melihat setiap perkembangan anak


anak tante, tante ingin melihat anak


anak tante bisa sukses." ucap bu indri


panjang lebar.


mendengar ucapan bu indri


seketika alvin dan erlita pun memeluk nya.


"aku tidak menyangka kalau mama


ternyata sesayang ini sama aku,


aku kira alvin itu adalah anak


kesayangan mama." batin alviandra.


"aku mengerti! tante adalah seorang


ibu yang sangat hebat! aku harap aku


bisa seperti tante jika kelak aku


memiliki seorang anak, iya kan vin?"


tanya erlita pada alviandra.


mendengar ucapan erlita seketika


membuat alviandra menyemburkan


makanan yang ada di mulut nya.


"hakh? ya mungkin saja."


jawab alviandra terbata bata.


"alvin kenapa sikh? sikap nya kok


jadi agak aneh gini, apa karna dia


sedih ya?" batin erlita bertanya tanya


seraya menatap dalam alviandra.


selesai makan mereka kembali


melanjutkan perjalanan pulang.


yang di tuju adalah rumah bu indri.


setelah mengantar bu indri pulang,


alvin pun mengantar erlita hingga


gerbang rumah nya.


"vin kok berhenti disini?" tanya erlita.


"kenapa? ini rumah kamu kan?"


alviandra malah balik bertanya.


"maksud aku kenapa gak sekalian


kamu masukin ke halaman aja mobil


nya." sahut erlita.


"kamu kan bisa masukin sendiri?


sorry soal nya aku harus pulang."


ucap alviandra.


"kamu gak mau mampir dulu gitu?"


tanya erlita.


"gak perlu." jawab alviandra.


"ya udah, kalau gitu kamu bawa


mobil ku aja." pinta erlita.


"aku sudah pesan taxi online kok,


nah itu dia taxi nya sudah datang."


ucap alviandra seraya menunjuk


kearah taxi tersebut.


"aku pulang ya." sambung alviandra


lalu memasuki taxi.


sementara erlita nampak diam dan

__ADS_1


terus memandangi taxi itu hingga


sudah tak terlihat lagi.


__ADS_2