
pagi pagi sekali alvin sudah bangun
untuk berpamitan. mama erlita tampak
sibuk di dapur untuk menyiapkan
sarapan. sementara pak kevin sedang
duduk santai menikmati secangkir kopi
di halaman rumah nya seraya membaca
koran.
"pagi ma.." sapa erlita yang baru turun
dari kamar nya.
"ya pagi juga sayang." sahut Bu dita.
"alvin belum bangun ma?" tanya erlita.
"tadi pagi pagi sekali alvin sudah
berpamitan, padahal mama sudah
meminta nya untuk sarapan dulu
sebelum dia pulang." ucap bu dita.
"hmm gitu ya." ucap nya.
"oh ya aku hampir lupa, hari ini aku
kan mau nemenin alvin ke airport
untuk mengantar sodara nya." ucap
erlita yang berteriak sambil menepuk
jidat nya.
"lita... bisa gak? gak usah pake teriak,
mama jadi kaget tau gak." ucap bu dita.
"hee... sorry ma, ya udah kalau gitu
aku pergi dulu ya." ucap erlita seraya
mencium pipi mama nya lalu pergi
begitu saja.
"lita kamu gak sarapan dulu sayang?"
ucap bu dita.
"nanti aku sarapan di luar aja ma,
bareng alvin." ucap nya berteriak
karna posisi nya mulai menjauh dari
bu dita.
sementara alvin sedang bersiap
mengemasi semua barang barangnya
lalu meletakkan nya di sebuah big koper
tak lama kemudian alviandra datang
lalu duduk di tepi ranjang.
"apa kau yakin?" tanya alviandra.
"kenapa kau selalu mengulangi
pertanyaan yang sama?" ucap alvin.
"jujur saja, aku merasa bersalah,
karna seharusnya aku yang pergi."
ucap alviandra.
"santai saja! dulu kau yang harus
rela terpisah dengan mama selama
belasan tahun, mungkin ini saatnya
aku yang harus berkorban." ucap alvin
seraya menepuk pundak sodaranya.
"sini biar ku bantu." ucap alviandra.
"tidak perlu." tolak alvin.
saat alvin membereskan beberapa
kaos atasannya dia melihat baju
cople yang sering dia kenakan
bersama erlita, dia pun terdiam.
"rasa nya kurang meyakinkan kalau
aku harus membawa semua pakaian
ku." ucap alvin.
"lalu?" tanya alviandra.
"kita harus bertukar pakaian." ucap alvin.
"hakh...baiklah." ucap alviandra seraya
membuang nafas secara kasar.
"Oya kita juga harus bertukar
handphone?" ucap alvin.
"harus kah?" tanya alviandra.
"tentu saja." jawab nya.
"ku dengar semalam kau tidak pulang?"
tanya alviandra.
"hmm." ucap alvin.
"apa kau menginap di rumah erlita?"
tanya nya lagi.
"ya, mulai dari sekarang kau harus
memperlakukan nya dengan baik."
pinta alvin.
tok tok tok....
__ADS_1
bu indri mengetuk pintu kamar alvin.
"ya ma?" tanya alvin.
"mama habis dari kamar alviandra,
tapi tau nya dia ada di sini." ucap bu indri.
"mama ingin bertanya untuk terakhir
kali nya, apa kamu yakin nak?" tanya
bu indri dengan mata berkaca kaca.
"aku yakin ma." ucap alviandra.
"ya sudah cepat siap siap kalau
tidak ingin ketinggalan pesawat,
mama tunggu di bawah." ucap bu indri.
setelah bu indri keluar, alvin dan
alviandra pun bertukar pakaian yang
mereka kenakan serta bertukar
handphone juga, sesuai kesepakatan.
alvin dan alviandra memang kembar
identik dari warna kulit hingga postur
tubuh nya pun sama, sehingga akan
sangat sulit untuk membedakan
mereka, namun alviandra memiliki
sebuah tanda di punggung nya.
setelah selesai mereka turun
untuk menemui bu indri, dan disana
erlita juga sudah datang.
"lita kamu sudah datang?" ucap alvin
seraya tersenyum.
"hakhh?" ucap erlita yang sedikit
terkejut, pasal nya yang dia tau
alviandra itu orang yang angkuh dan
tidak pernah menyapa nya, apa lagi
dengan senyuman hangat. ternyata
penyamaran alvin dan alviandra
berhasil mengelabui bu indri dan erlita.
"akh maksud ku terima kasih karna
kamu sudah mau ikut mengantar ku,
padahal selama ini sikap ku kurang
baik padamu." ucap alvin seraya
menoleh kearah alviandra dengan
tatapan yang sedikit sinis.
seolah tanpa rasa bersalah.
"ya udah, yuk kita berangkat sekarang?
kebetulan aku juga bawa mobil, vin
kamu yang nyetir ya." ucap erlita
seraya menggandeng tangan alviandra
yang dia kira adalah alvin.
seketika itu membuat alviandra
sangat terkejut. sementara alvin
terlihat cemburu melihat sikap
erlita pada alviandra, karna yang
sekarang erlita tau adalah alvin
itu alviandra, dan alviandra itu alvin.
setelah sampai airport alvin memeluk
erat bu indri dan alviandra untuk
terakhir kali nya, setelah itu dia
menoleh kearah erlita lalu menatapnya.
"aku ingin sekali memeluk mu,
aku sangat mencintaimu lita!
aku pasti akan sangat merindukan
mu." batin alvin tanpa memalingkan
pandangan dari erlita.
alvin pun segera menaiki pesawat
yang akan dia tumpangi.
dari jauh terlihat keluarga nya
melambaikan tangan kepada nya.
alviandra, erlita dan bu indri pun
kembali ke mobil. namun saat
perjalanan pulang erlita meminta
alviandra untuk berhenti di restoran
sejenak untuk makan.
"tante mau makan apa?" tanya erlita
dengan senyuman manis nya.
"apa saja." ucap bu indri yang terlihat
bersedih setelah melepas kepergian
anak nya.
"kalau kamu vin?" tanya erlita.
__ADS_1
"apa saja." jawab alviandra juga,
seperti nya alviandra juga belum
terbiasa dengan kepergian alvin.
akhirnya erlita pun memesan tiga
porsi makanan yang sama.
tapi bu indri terlihat tidak sedikit
pun menyentuh makanan nya.
erlita pun berusaha menghiburnya.
"tante, kenapa makanan nya gak
tante makan? pasti tante masih
sedih karna di tinggal pergi sama
alviandra! menurut ku alviandra
juga pasti akan sangat sedih kalau
dia tau keadaan tante sekarang."
ucap erlita dengan hati hati.
"ibu mana yang gak akan sedih
kalau harus berjauhan dengan
anak nya! selama belasan tahun
kami harus hidup terpisah, tante
senang sekali pas pertama kali
melihat dia dan bisa tinggal bersama
tante, namun tante gak menyangka
kalau dia akan tinggal dengan papa
nya lagi, padahal tante sangat ingin
melihat setiap perkembangan anak
anak tante, tante ingin melihat anak
anak tante bisa sukses." ucap bu indri
panjang lebar.
mendengar ucapan bu indri
seketika alvin dan erlita pun memeluk nya.
"aku tidak menyangka kalau mama
ternyata sesayang ini sama aku,
aku kira alvin itu adalah anak
kesayangan mama." batin alviandra.
"aku mengerti! tante adalah seorang
ibu yang sangat hebat! aku harap aku
bisa seperti tante jika kelak aku
memiliki seorang anak, iya kan vin?"
tanya erlita pada alviandra.
mendengar ucapan erlita seketika
membuat alviandra menyemburkan
makanan yang ada di mulut nya.
"hakh? ya mungkin saja."
jawab alviandra terbata bata.
"alvin kenapa sikh? sikap nya kok
jadi agak aneh gini, apa karna dia
sedih ya?" batin erlita bertanya tanya
seraya menatap dalam alviandra.
selesai makan mereka kembali
melanjutkan perjalanan pulang.
yang di tuju adalah rumah bu indri.
setelah mengantar bu indri pulang,
alvin pun mengantar erlita hingga
gerbang rumah nya.
"vin kok berhenti disini?" tanya erlita.
"kenapa? ini rumah kamu kan?"
alviandra malah balik bertanya.
"maksud aku kenapa gak sekalian
kamu masukin ke halaman aja mobil
nya." sahut erlita.
"kamu kan bisa masukin sendiri?
sorry soal nya aku harus pulang."
ucap alviandra.
"kamu gak mau mampir dulu gitu?"
tanya erlita.
"gak perlu." jawab alviandra.
"ya udah, kalau gitu kamu bawa
mobil ku aja." pinta erlita.
"aku sudah pesan taxi online kok,
nah itu dia taxi nya sudah datang."
ucap alviandra seraya menunjuk
kearah taxi tersebut.
"aku pulang ya." sambung alviandra
lalu memasuki taxi.
sementara erlita nampak diam dan
__ADS_1
terus memandangi taxi itu hingga
sudah tak terlihat lagi.