AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 26 luka lama


__ADS_3

saat erlita dan karin asyik ngobrol.


tiba tiba mereka di kaget kan dengan


kedatangan jono yang menggebrak


meja di hadapan kedua nya.


brraaakkk.....


"ya elah jon, santay ngapa?"


sinis karin yang terkejut.


"hehehe." jono malah cengengesan.


"busyet ni bocah, malah cengengesan


lagi." gerutu karin yang mengernyit kan


dahi nya.


" pindah ke bangku ku yuk? biar lebih


leluasa ngobrol nya." ajak jono, seraya menoleh ke arah alviandra dan teman


teman nya. dan seketika alviandra


menoleh ke arah jono, karna jarak


diantara mereka sangat lah dekat.


"memang mau bahas apaan?" desus


erlita yang mulai kepo.


"tuh lihat, bu erlita udah mulai kepo."


jono menggoda nya.


"aiissh kenapa panggil ibu sikh."


decah erlita yang gak terima.


"ya biasa nya kan emak emak yang


paling suka kepo." sahut jono.


"sialan!" erlita pun menoyor kepala jono.


sebelum mereka pindah, langkah nya


pun terhenti, karna suara bel tanda


istirahat sudah selesai telah berdering.


dan sebentar lagi juga pak didit akan


kembali memasuki kelas itu.


erlita kembali duduk bersebelahan


dengan alviandra.


"itu mungkin teguran dari tuhan, agar


kamu tidak berbuat ghibah."


bisik alviandra di telinga erlita yang


tersenyum licik.


erlita pun menatap tajam alviandra


dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"ngeselin banget ni orang." batin erlita.


"baik anak anak, kita lanjutan pelajaran


hari ini, buka buku geografi bab 172."


kata pak didit.


seluruh murid menuruti apa yang pak


didit perintah kan.


pak didit pun mengeluar kan sebuah


lembaran kertas, lalu membagi kan nya


kepada seluruh murid.


"kertas apaan ini pak?" tanya jono


dengan lantang nya.


"itu surat yang harus orang tua kalian


tanda tangani, dan kumpul kan besok!


karna lusa, kita semua akan berkemah."


jelas pak didit.


semua murid pun bersorak ria.


kecuali alviandra, yang terlihat biasa aja.


"asyik, pak aku satu kelompok lagi kan


sama erlita?" jono yang antusias.


"kamu kan laki laki, satu kelompok


lagi dengan laki laki." tegas pak didit.


"huuuuuuu." jono di soraki murid


di kelas itu.


"jono kata nya mau ganti kelamin aja


tuh pak." seru karin menggoda jono.


pak didit hanya geleng geleng kepala


melihat tingkah laku anak anak murid


nya itu.


"nanti kalian buat kelompok


sendiri! tiap kelompok masing masing


terdiri sepuluh orang." kata pak didit,


menjelas kan.


"erlita, aku sekelompok sama kamu ya?"


teriak suci.


"anak anak, soal kelompok kalian

__ADS_1


bahas nanti! kita mulai pelajaran."


tegas pak didit.


di sela sela pelajaran, alviandra ijin


untuk pergi ke toilet.


setiba nya di pintu perbatasan antara


toilet wanita dan pria, langkah nya


pun terhenti, saat dia mendengar suara


pertengkaran dari dalam toilet wanita.


karna penasaran, alviandra pun


mendekat kan daun telinga nya ke arah


pintu, agar bisa lebih jelas mendengar percakapan dari dalam.


"lepasin gak?"👧


"gak, aku gak akan lepasin kamu!"👦


"kamu udah gila ya? aku bilang lepasin,


kalau gak, aku akan teriak!"👧


"teriak aja, aku gak takut! lagi pula gak


bakalan ada orang yang dengar."👦


"siapa orang yang di dalam? seperti


nya aku mengenal suara mereka."


batin alviandra.


setelah mendengar percakapan dari


dalam toilet itu, alviandra pun


mendobrak pintu toilet itu.


brruuuuaaakkkkkk....


pintu toilet pun terbuka.


"Doni." kata alviandra yang heran, setelah


melihat doni berada di toilet wanita


bersama erlita. dia pun menoleh ke arah


tangan doni yang sedang mencengkram


tangan erlita dengan kasar.


"bro, kamu ngapain di sini?" tanya Doni


yang terlihat gelagapan.


"harus nya aku yang bertanya,


ngapain kamu di toilet wanita bersama


cewek ini?" tanya sinis alviandra, seraya


menoleh ke arah erlita dengan tatapan


dingin nya.


saat melihat doni lengah, erlita tidak


lepas dari doni. erlita segera melepas


cengkraman doni lalu berlari keluar


dari toilet.


"erlita..." teriak doni.


saat doni ingin mengejar nya,


dengan segera alviandra menahan nya.


"biarin dia pergi." ucap alviandra.


alviandra menatap tajam doni, dengan


berbagai macam pertanyaan di hati nya.


"maaf bro, ini gak seperti apa yang


kamu lihat." ucapan Doni terdengar


gugup.


"kau belum menjawab pertanyaan ku,


ngapain kamu di sini sama cewek itu?"


alviandra meninggi kan nada suara nya.


"maaf bro, aku harus masuk kelas."


karna takut melihat sorot mata nya,


dengan segera doni pergi dari toilet


untuk menghindari alviandra.


"permisi pak." erlita pun kembali


duduk di bangku nya.


"kemana saja kamu? ke toilet kok


lama sekali." gerutu pak didit.


"he, iya maaf pak." ucap erlita,


tersenyum getir. tak lama kemudian


alviandra masuk, lalu kembali duduk di bangku nya.


teng teng teng...


lonceng pulang sekolah telah di tabuh.


semua murid pun berhamburan keluar.


"jadi gimana?" suci menghampiri


erlita, lalu duduk di kursi alviandra.


alviandra dan murid yang lain nya


memang telah lebih dulu bergegas


keluar kelas. tinggallah erlita, karin,


jono, dan suci yang berada di ruang

__ADS_1


kelas itu.


"gimana apa nya?" sahut erlita.


"bisa kan kita satu kelompok?"


suci mengulangi pertanyaan nya.


"bisa dong." erlita pun memeluk suci.


"mau juga dong di peluk." sahut jono,


seraya mencoba mendekati kedua nya.


"woii,, berani meluk mereka, aku tonjok


nih👊." bentak karin pada jono, seraya


mengepal kan tangan nya ke wajah jono.


"aiissshhh." decah jono, yang tidak suka


melihat tingkah nya karin.


"guys, aku duluan ya." seru karin.


"iya." jawab erlita dan suci bersamaan.


jono pun mengekori karin di belakang


nya.


"ya udah, balik yu? udah sepi nih."


ajak suci, seraya menoleh ke sekeliling.


"ayoo." sahut erlita.


mereka pun berjalan melewati koridor


sekolah, tiba tiba erlita menghentikan


langkah kaki nya.


"kenapa lita?" tanya suci.


"handpone aku kaya nya ketinggalan


di kelas dech." sahut erlita, seraya


merabai ransel yang dia pegangi.


"coba cek lagi, siapa tau aja terselip


di buku." kata suci.


"udah aku cari, tapi gak ada."


sahut erlita, seraya kembali mengobrak


abrik isi dari ransel nya.


"kaya nya handpone ku ketinggalan


di kelas dech, kamu duluan aja ya."


kata erlita seraya bergegas menuju


kelas nya lagi.


"mau aku temani gak?" teriak suci.


"gak usah, kamu duluan aja." teriak


erlita, karna jarak di antara mereka


sudah agak jauh.


sekolah sudah mulai sepi.


erlita mencoba mencari di mana


letak handpone nya, namun dia tidak


dapat menemukan nya.


"kamu nyari ini?" terdengar suara


dari belakang erlita.


erlita pun menoleh ke arah suara itu.


"doni." desus erlita.


doni pun mendekati erlita.


"kenapa handpone ku bisa ada di


kamu?" erlita menatap doni penuh


tanda tanya.


doni tersenyum licik.


"sini balikin handpone ku." erlita


berusaha merebut nya, namun dengan


segera doni menepis nya.


"gak semudah itu kamu dapatin hape ini."


ucap doni datar.


"mau kamu apa sikh?" tanya erlita,


yang mulai terbawa emosi.


namun lagi lagi doni tersenyum


licik, seraya memandangi erlita dari


ujung kaki hingga ujung kepala nya.


*di gerbang sekolah*


alviandra, sam, diki, veri dan Bimo


tengah menunggu doni. karna mereka


telah sepakat untuk balapan sepulang


nya dari sekolah.


"si doni kemana? kok lama."


tanya alviandra.


"tadi bilang nya ke toilet, gak tau


kemana deh tu anak! udah hampir


setengah jam juga!" kata bimo.


"guys, doni nge chat nih, dia bilang

__ADS_1


kata nya kita duluan aja, nanti dia


menyusul." kata diki.


__ADS_2