AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 65 bermuka dua


__ADS_3

bu sonya berusaha meredam amarah


suaminya dengan mengatakan kalau


alvin terpengaruh oleh minuman


beralkohol. namun pak gian tidak


sepenuhnya mempercayai ucapan


bu sonya, pak gian pun berencana


untuk memasang cctv di kamar


alvin.


setelah memastikan kalau pak gian


sudah tertidur pulas, bu sonya kembali


ke kamar alvin untuk melihat kondisi


nya.


"alvin..." bu sonya mendekati nya.


alvin menatap tajam bu sonya


dengan tatapan yang tidak bisa


diartikan.


"aku menyesal telah membuat


wajah tampan mu terluka seperti


ini." ucap bu sonya saat mengamati


wajah alvin yang sudah babak belur.


"ini akibatnya karna kau selalu


saja melukai hati ku, dengan cara


terus terusan menolak ku."


sambung nya.


bu sonya semakin mendekati


alvin, kemudian menengadahkan


wajah alvin agar menatap nya.


"lihat aku vin? aku ini cantik dan


seksi! apa sedikit pun, kau sama


sekali tidak tertarik kepada ku?"


tanya bu sonya.


"dasar tidak tahu malu!" desis alvin


seraya menepis tangan nya.


tok tok tok....


"masuk..." ucap bu sonya.


"nyonya, ini botol minuman beralkohol


yang nyonya minta." ucap bu caren


"taruh di dalam laci itu."


ucap bu sonya seraya menunjuk


ke laci yang ada di kamar alvin.


setelah menuruti permintaan


bu sonya, kemudian bu caren keluar.


"apa lagi yang ingin kau rencanakan?


apa kau ingin membuat citra ku buruk


di hadapan papa?" tanya alvin.


"tidak vin! justru aku ingin


menyelamatkan mu dari api


cemburu papa mu." ucap bu sonya.


"jangan menyangkal nya! aku tau


kau pasti puas melihat ku seperti


ini." ucap alvin.


"aku hanya ingin membuat kau


sadar, kalau aku sungguh sungguh


menginginkan mu." ucap bu sonya.


"kau yang seharusnya sadar!


kalau aku sama sekali tidak


tertarik dengan mu." tegas alvin.


"sekarang aku minta dengan


sangat, tolong keluar dari kamar ku!"


pinta alvin.


tanpa pikir panjang bu sonya


langsung menuruti permintaan nya.


setelah mendapat perlakuan


buruk dari papa nya, sejenak


alvin berpikir kalau dia ingin


pulang untuk menemui ibunya.


namun dia juga tidak mungkin


membiarkan papa nya dalam


bahaya, karna masih hidup


bersama dengan wanita busuk


seperti bu sonya.


keesokan nya.


pak gian menelpon rektor universitas


tempat kuliah alvin, agar alvin bisa

__ADS_1


mengikuti kelas reguler.


pak gian dan bu sonya sedang


sarapan bersama. tak lama


kemudian alvin turun lalu


menghampiri kedua nya.


"pa aku berangkat kuliah dulu,


setelah kuliah aku akan segera


ke kantor." ucap alvin.


"tidak perlu! hari ini kau langsung


ikut papa ke kantor." tegas pak gian.


"baik pa! kalau begitu aku pergi dulu."


ucap alvin seraya mencium punggung


tangan papa nya.


setelah alvin pergi, pak gian langsung


bergegas ke kamar alvin untuk


mencari bukti atas perkataan istri


tercinta nya.


"sejak kapan alvin menyimpan


minuman alkohol ini?" batin pak gian.


pak gian melihat ke sekeliling


kamar alvin, lalu meletakkan


cctv di atas almari pakaian nya.


*PT. Giantara*


saat alvin memasuki kantor


semua mata tertuju padanya.


terlebih para kaum hawa yang


tak henti hentinya melempar


senyuman kepada alvin.


betapa alvin adalah sosok


yang sempurna di mata mereka.


"alvin keren banget! makin betah


deh aku kerja disini, kalau CEO nya


aja ganteng seperti itu." ucap catrine


karyawan di kantor itu.


"husss.. sembarangan panggil nama,


ingat sekarang dia itu atasan kita."


ucap anya teman nya.


"iya aku tau!" sahut nya.


mempunyai kekasih?" bisik angela


di telinga nadine.


"tidak tahu! ku pikir tidak mungkin


kalau dia tidak mempunyai kekasih."


sahut nadine.


"ya walau pun seperti itu, tapi aku


mau seandainya jadi pacar nya


yang kedua." ucap angela yang


berandai andai.


"ciiikhhhh...." decah nadine.


alvin tiba diruangan kerja nya.


dia mengecek beberapa berkas


yang menumpuk di mejanya.


alvin memeriksanya satu persatu,


kalau ada yang janggal dengan


laporan isi berkas itu biasanya


alvin langsung melaporkan nya


kepada pak gian.


tok tok tok...


"masuk.." sahut alvin.


"maaf pak, ini hasil laporan keuangan


bulan ini." ucap anya.


"taruh saja di meja." ucap alvin


yang sekilas menoleh kearah anya


lalu kembali pokus ke file yang ada


di tangan nya.


"kalau begitu saya permisi pak."


ucap anya dengan hormat.


"ya." singkat alvin.


selang beberapa waktu kemudian


pak gian memasuki ruangan alvin.


namun pak gian tidak datang


hanya sendiri melainkan bersama


dengan seorang wanita.


"alvin perkenalkan dia adalah


sekertaris baru kamu." ucap pak gian

__ADS_1


memperkenalkan mereka.


mereka pun saling berjabat tangan.


"alvin." ucap alvin.


"margaretha." sahut wanita itu.


"oke kalau begitu kamu bisa


langsung bekerja! tolong urus


semua keperluan alvin."


pinta pak gian.


"baik om, saya akan bekerja


semaksimal mungkin." sahut nya.


rupanya pak gian telah berniat


untuk menjodohkan alvin dengan


margaretha tanpa sepengetahuan


alvin. itu sebabnya pak gian


mempekerjakan margaretha


di kantor nya.


"terima kasih pa." ucap alvin.


pak gian hanya menepuk pundak


alvin, kemudian keluar dari ruang


kerja alvin.


alvin menatap wanita yang ada


di samping nya. dia begitu cantik


dan seksi serta masih muda.


namun sikap nya tampak


sedikit manja.


"benar yang di bilang om gian!


kalau alvin itu orang nya jauh


lebih dewasa dari pada alviandra."


batin margaretha seraya menatap


alvin yang sedang pokus bekerja.


"alvin makan siang yuk? aku sudah


lapar." ajak margaretha.


seketika alvin langsung menoleh


dan menatap nya.


"aku ini atasan mu, kenapa kau


memanggil nama ku?" tanya alvin


yang heran dengan sikap sekertaris


nya itu. pasalnya orang orang yang


sudah lama bekerja di PT. Giantara


pun menghormati nya.


"memang nya kenapa? lagi pula


kita ini seumuran! aku merasa


gak nyaman kalau harus memanggil


mu bos atau pak, atau apalah..."


jawab margaretha sekenanya.


"apa kau sudah lama mengenal


papa ku?" tanya alvin.


"tentu saja! om gian adalah rekan


bisnis papa ku." ucap nya.


"lalu untuk apa kau bekerja disini?"


tanya alvin.


"emmm, aku..." ucapannya


menggantung karna ponsel


alvin tiba tiba berdering.


"sebentar aku angkat telpon


dulu." ucap alvin. dia pun


menjawab telpon tersebut.


"telpon dari siapa?" tanya margaretha.


"dari papa! papa meminta kita


untuk menyusul nya ke restoran


dekat kantor." ucap alvin.


"ya udah ayo!" ucap margaretha


seraya menggandeng tangan alvin.


"tunggu! ini maksud nya apa ya?"


tanya alvin menunjuk kearah


tangan margaretha yang sedang


menggandeng tangan kiri nya.


"kenapa? apa papa kamu belum


bicara sesuatu tentang ku?"


margarertha balik bertanya.


"sudah lah! akan ku tanyakan


langsung kepada papa." ucap alvin


seraya melepas tangan margaretha.


"alvin tunggu... kok aku malah

__ADS_1


di tinggal sikh." rengek margaretha.


__ADS_2