
bu sonya berusaha meredam amarah
suaminya dengan mengatakan kalau
alvin terpengaruh oleh minuman
beralkohol. namun pak gian tidak
sepenuhnya mempercayai ucapan
bu sonya, pak gian pun berencana
untuk memasang cctv di kamar
alvin.
setelah memastikan kalau pak gian
sudah tertidur pulas, bu sonya kembali
ke kamar alvin untuk melihat kondisi
nya.
"alvin..." bu sonya mendekati nya.
alvin menatap tajam bu sonya
dengan tatapan yang tidak bisa
diartikan.
"aku menyesal telah membuat
wajah tampan mu terluka seperti
ini." ucap bu sonya saat mengamati
wajah alvin yang sudah babak belur.
"ini akibatnya karna kau selalu
saja melukai hati ku, dengan cara
terus terusan menolak ku."
sambung nya.
bu sonya semakin mendekati
alvin, kemudian menengadahkan
wajah alvin agar menatap nya.
"lihat aku vin? aku ini cantik dan
seksi! apa sedikit pun, kau sama
sekali tidak tertarik kepada ku?"
tanya bu sonya.
"dasar tidak tahu malu!" desis alvin
seraya menepis tangan nya.
tok tok tok....
"masuk..." ucap bu sonya.
"nyonya, ini botol minuman beralkohol
yang nyonya minta." ucap bu caren
"taruh di dalam laci itu."
ucap bu sonya seraya menunjuk
ke laci yang ada di kamar alvin.
setelah menuruti permintaan
bu sonya, kemudian bu caren keluar.
"apa lagi yang ingin kau rencanakan?
apa kau ingin membuat citra ku buruk
di hadapan papa?" tanya alvin.
"tidak vin! justru aku ingin
menyelamatkan mu dari api
cemburu papa mu." ucap bu sonya.
"jangan menyangkal nya! aku tau
kau pasti puas melihat ku seperti
ini." ucap alvin.
"aku hanya ingin membuat kau
sadar, kalau aku sungguh sungguh
menginginkan mu." ucap bu sonya.
"kau yang seharusnya sadar!
kalau aku sama sekali tidak
tertarik dengan mu." tegas alvin.
"sekarang aku minta dengan
sangat, tolong keluar dari kamar ku!"
pinta alvin.
tanpa pikir panjang bu sonya
langsung menuruti permintaan nya.
setelah mendapat perlakuan
buruk dari papa nya, sejenak
alvin berpikir kalau dia ingin
pulang untuk menemui ibunya.
namun dia juga tidak mungkin
membiarkan papa nya dalam
bahaya, karna masih hidup
bersama dengan wanita busuk
seperti bu sonya.
keesokan nya.
pak gian menelpon rektor universitas
tempat kuliah alvin, agar alvin bisa
__ADS_1
mengikuti kelas reguler.
pak gian dan bu sonya sedang
sarapan bersama. tak lama
kemudian alvin turun lalu
menghampiri kedua nya.
"pa aku berangkat kuliah dulu,
setelah kuliah aku akan segera
ke kantor." ucap alvin.
"tidak perlu! hari ini kau langsung
ikut papa ke kantor." tegas pak gian.
"baik pa! kalau begitu aku pergi dulu."
ucap alvin seraya mencium punggung
tangan papa nya.
setelah alvin pergi, pak gian langsung
bergegas ke kamar alvin untuk
mencari bukti atas perkataan istri
tercinta nya.
"sejak kapan alvin menyimpan
minuman alkohol ini?" batin pak gian.
pak gian melihat ke sekeliling
kamar alvin, lalu meletakkan
cctv di atas almari pakaian nya.
*PT. Giantara*
saat alvin memasuki kantor
semua mata tertuju padanya.
terlebih para kaum hawa yang
tak henti hentinya melempar
senyuman kepada alvin.
betapa alvin adalah sosok
yang sempurna di mata mereka.
"alvin keren banget! makin betah
deh aku kerja disini, kalau CEO nya
aja ganteng seperti itu." ucap catrine
karyawan di kantor itu.
"husss.. sembarangan panggil nama,
ingat sekarang dia itu atasan kita."
ucap anya teman nya.
"iya aku tau!" sahut nya.
mempunyai kekasih?" bisik angela
di telinga nadine.
"tidak tahu! ku pikir tidak mungkin
kalau dia tidak mempunyai kekasih."
sahut nadine.
"ya walau pun seperti itu, tapi aku
mau seandainya jadi pacar nya
yang kedua." ucap angela yang
berandai andai.
"ciiikhhhh...." decah nadine.
alvin tiba diruangan kerja nya.
dia mengecek beberapa berkas
yang menumpuk di mejanya.
alvin memeriksanya satu persatu,
kalau ada yang janggal dengan
laporan isi berkas itu biasanya
alvin langsung melaporkan nya
kepada pak gian.
tok tok tok...
"masuk.." sahut alvin.
"maaf pak, ini hasil laporan keuangan
bulan ini." ucap anya.
"taruh saja di meja." ucap alvin
yang sekilas menoleh kearah anya
lalu kembali pokus ke file yang ada
di tangan nya.
"kalau begitu saya permisi pak."
ucap anya dengan hormat.
"ya." singkat alvin.
selang beberapa waktu kemudian
pak gian memasuki ruangan alvin.
namun pak gian tidak datang
hanya sendiri melainkan bersama
dengan seorang wanita.
"alvin perkenalkan dia adalah
sekertaris baru kamu." ucap pak gian
__ADS_1
memperkenalkan mereka.
mereka pun saling berjabat tangan.
"alvin." ucap alvin.
"margaretha." sahut wanita itu.
"oke kalau begitu kamu bisa
langsung bekerja! tolong urus
semua keperluan alvin."
pinta pak gian.
"baik om, saya akan bekerja
semaksimal mungkin." sahut nya.
rupanya pak gian telah berniat
untuk menjodohkan alvin dengan
margaretha tanpa sepengetahuan
alvin. itu sebabnya pak gian
mempekerjakan margaretha
di kantor nya.
"terima kasih pa." ucap alvin.
pak gian hanya menepuk pundak
alvin, kemudian keluar dari ruang
kerja alvin.
alvin menatap wanita yang ada
di samping nya. dia begitu cantik
dan seksi serta masih muda.
namun sikap nya tampak
sedikit manja.
"benar yang di bilang om gian!
kalau alvin itu orang nya jauh
lebih dewasa dari pada alviandra."
batin margaretha seraya menatap
alvin yang sedang pokus bekerja.
"alvin makan siang yuk? aku sudah
lapar." ajak margaretha.
seketika alvin langsung menoleh
dan menatap nya.
"aku ini atasan mu, kenapa kau
memanggil nama ku?" tanya alvin
yang heran dengan sikap sekertaris
nya itu. pasalnya orang orang yang
sudah lama bekerja di PT. Giantara
pun menghormati nya.
"memang nya kenapa? lagi pula
kita ini seumuran! aku merasa
gak nyaman kalau harus memanggil
mu bos atau pak, atau apalah..."
jawab margaretha sekenanya.
"apa kau sudah lama mengenal
papa ku?" tanya alvin.
"tentu saja! om gian adalah rekan
bisnis papa ku." ucap nya.
"lalu untuk apa kau bekerja disini?"
tanya alvin.
"emmm, aku..." ucapannya
menggantung karna ponsel
alvin tiba tiba berdering.
"sebentar aku angkat telpon
dulu." ucap alvin. dia pun
menjawab telpon tersebut.
"telpon dari siapa?" tanya margaretha.
"dari papa! papa meminta kita
untuk menyusul nya ke restoran
dekat kantor." ucap alvin.
"ya udah ayo!" ucap margaretha
seraya menggandeng tangan alvin.
"tunggu! ini maksud nya apa ya?"
tanya alvin menunjuk kearah
tangan margaretha yang sedang
menggandeng tangan kiri nya.
"kenapa? apa papa kamu belum
bicara sesuatu tentang ku?"
margarertha balik bertanya.
"sudah lah! akan ku tanyakan
langsung kepada papa." ucap alvin
seraya melepas tangan margaretha.
"alvin tunggu... kok aku malah
__ADS_1
di tinggal sikh." rengek margaretha.