AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
21 malam minggu yang tertunda.


__ADS_3

di parkiran sekolah.


alviandra sedang berkumpul bersama


teman teman baru nya.


dari ke jauhan erlita memandangi


mereka. dengan ragu ragu erlita pun


memberani kan diri menghampiri


alviandra. semua mata menatap tajam


erlita, saat dia berada tepat di hadapan


alviandra.


"kita satu kelompok! jadi aku


memerlukan nomer ponsel mu."


erlita bicara to the point.


alviandra terlihat tak menghirau kan


erlita. dia malah membelalakan mata


nya.


"sudah lah lita, jangan ganggu kita!


pergi sana." bimo mengusir nya.


"sorry! aku gak ada urusan sama kamu!"


ketus erlita menatap sinis ke arah bimo.


lita pun kembali menoleh ke arah


alviandra dengan tatapan sinis nya.


"kalau gak mau ngasih juga gak apa


apa! gak penting juga." desis erlita


sambil berlalu meninggal kan mereka.


"waahh,, parah banget tu si lita! berani


banget ngomong seperti itu sama


kamu ndra." diki terlihat mengompori.


alviandra menatap tajam kepergian


erlita dengan tatapan yang tidak bisa


di artikan.


"Lita." panggil alvin.


"iya vin." jawab erlita.


"pulang bareng yuk?" ajak alvin.


"sorry vin, tapi aku bawa mobil."


sahut erlita.


"hm, ya udah." gumam alvin.


"kamu gak marah kan?" tanya erlita.


"memang nya kalau aku marah kamu


mau apa" decah alvin, seraya


menggoda kekasih nya.


"emm, gak mungkin lakh kamu


marah sama aku." desis erlita.


"kasih tau alasan nya, kenapa aku


gak bisa marah sama kamu?"


kata alvin menatap dalam erlita.


"tentu saja, karna kau terlalu


mencintai ku!" ucap erlita seraya


mengedip kan sebelah mata nya,


sebelum dia pergi meninggal kan


alvin.


"awaasss ya, tunggu aja nanti malam."


alvin tersenyum menatap ke pergian


erlita.


erlita menghampiri mama nya yang


lagi menonton televisi di ruang


keluarga. mama dita memandangi


raut wajah cantik anak nya yang tidak


seperti biasa nya.


"anak mama kenapa? kok muka nya


kusyut begitu." tanya mama dita,


seraya menggoda nya.


"bete." lirih erlita, lalu menyender kan


kepala nya di bahu mama nya.


"ya udah biar gak bete, kamu antar


mama ke supermarket." pinta mama


dita.


"kapan ma?" tanya erlita.


"sekarang! cepat kamu siap siap

__ADS_1


dulu." perintah mama nya.


"okey ma." erlita yang nampak lesu


pun akhir nya mau untuk mengantar


mama nya.


setelah beberapa menit kemudian


erlita selesai bersiap siap.


dia menghampiri mama nya yang


sudah sedari tadi menunggu nya


di dalam mobil. setelah erlita menaiki


mobil nya, mama dita pun langsung


menancap gas, melajukan mobil nya


menuju supermarket terdekat.


setiba nya di tempat tujuan.


erlita mendorong troli belanjaan


mama nya, seraya mengekori mama


dita yang sedang asyik memilih


berbagai macam kebutuhan dapur.


"ma, stok cemilan di rumah juga udah


hampir habis, apa gak sebaik nya


kita beli sekalian aja." usul erlita.


"ya udah, kamu tinggal pilih aja."


kata mama nya, erlita pun tersenyum.


erlita memilih semua cemilan


kesukaan nya, lalu memasukan nya


ke troli yang dia bawa.


"lita, mama ke situ dulu ya."


kata mama dita, pergi menuju


tempat bahan bahan kue.


"iya ma." sementara erlita masih


sibuk memilah cemilan.


biar pun badan erlita mungil, tapi


dia termasuk orang yang doyan


ngemil. namun saat dia ingin


mengambil salah satu snack


favorit nya, tangan nya tidak bisa


menggapai nya. erlita berusaha


kan kedua kaki nya berharap dapat


meraih nya. tanpa erlita sadari ada


laki laki yang sedang tersenyum


melihat tingkah laku nya.


laki laki itu pun menghampiri erlita.


lalu membantu nya mengambil snack


itu dengan cara mengangkat tubuh


mungil erlita. erlita pun berteriak,


ketika ada seseorang yang tiba tiba


mengangkat tubuh nya.


"berisik! cepat ambil snack yang


kau ingin kan, tubuh mu berat."


desis alvin. erlita pun menuruti nya.


setelah erlita berhasil meraih nya,


alvin pun kembali menurun kan nya.


"masa sikh badan ku berat." ucap


erlita nampak malu malu.


"kamu sama siapa?' tanya alvin.


"sama mama! kamu ngapain di sini?"


erlita yang balik bertanya.


"tadi nya aku cuma mau beli


minuman! gak sengaja lihat kamu


di sini, maka nya aku samperin."


jelas alvin.


"mau pulang bareng aku gak?


sekalian aku pengen ngajak kamu


jalan." kata alvin.


"ini kan masih sore, bukan nya kamu


ngajak aku jalan nanti malam ya?"


ucap erlita dengan polos nya.


"memang nya kenapa kalau masih


sore? kamu gak mau." alvin menggoda

__ADS_1


nya.


"emm, ya udah, tapi aku ijin mama


dulu ya." kata erlita.


mereka pun menghampiri mama


dita yang masih asyik memilah


buah buahan segar. setelah mendapat


ijin, erlita dan alvin pun pamit pada


mama dita.


di perjalanan alvin melihat alviandra


yang lagi kebut kebutan menjalan kan


mobil sport nya, yang di ikuti oleh


mobil teman teman nya dari belakang.


"alviandra." desus alvin, tapi masih


pokus mengemudi kan mobil nya.


"itu anak bener bener ya." gumam erlita.


menatap laju mobil alviandra yang


lagi ugal ugalan.


"kita kejar mobil alviandra dulu


gak apa apa kan?" tanya alvin.


"ngapain sikh vin? udah lakh mending


kita gak usah ikut campur urusan dia."


decah erlita.


"tapi cara dia mengemudikan mobil


nya itu sangat berbahaya! dia bisa


mencelakai orang lain, bahkan diri


nya sendiri." alvin sedikit meninggi kan


nada bicara nya.


"aku tau! tapi kamu juga tau kan sifat


sodara kamu itu kaya gimana, nanti


yang ada malah kamu yang


bermasalah dengan nya karna udah


berani mencampuri urusan dia."


jelas erlita yang juga meninggi kan


nada bicara nya. alvin mengusap


wajah nya sendiri secara kasar.


"maaf! tapi aku harus mengejar nya."


lirih alvin, tanpa menatap erlita.


"maaf? kalau begitu hentikan mobil


nya!" tegas erlita. tanpa bertanya


alvin pun menghentikan laju mobil


nya. erlita keluar dari mobil Alvin


dengan mata yang berkaca kaca.


"maafin aku lita! karna walau bagai


mana pun juga, alviandra itu adalah


sodara ku, dan aku tidak mau kalau


terjadi sesuatu pada nya" batin pilu


alvin. dalam hati alvin bertanya, apa


dia egois, karna terlalu memikir kan


keselamatan alviandra, sehingga dia


tega menurun kan erlita di pinggir


jalan. atau erlita yang terlalu egois


karna tidak memahami ke khawatiran


seorang kakak terhadap adik nya.


ya, walau pun usia alvin dan alviandra


hanya berbeda tiga puluh menit.


tapi sifat alvin jauh lebih dewasa


dari pada alviandra.


alvin pun mencoba mencari


keberadaan alviandra, dengan cara


mengikuti jalur yang tadi alviandra


lewati bersama teman teman nya.


maaf. author curhat sedikit ya🤭✌️


baik, buruk nya kakak/adik kita,


kita itu harus tetap menyayangi dia,


karna di dunia ini tidak ada yang


nama nya mantan adik/kakak.


karna darah kita mengalir dari rahim


yang sama, jadi jangan pernah membenci

__ADS_1


sodara hanya karna satu kesalahan nya, hingga melupakan seribu kebaikan nya.


jangan lupa like dan coment ya🤗🤗


__ADS_2