
di parkiran sekolah.
alviandra sedang berkumpul bersama
teman teman baru nya.
dari ke jauhan erlita memandangi
mereka. dengan ragu ragu erlita pun
memberani kan diri menghampiri
alviandra. semua mata menatap tajam
erlita, saat dia berada tepat di hadapan
alviandra.
"kita satu kelompok! jadi aku
memerlukan nomer ponsel mu."
erlita bicara to the point.
alviandra terlihat tak menghirau kan
erlita. dia malah membelalakan mata
nya.
"sudah lah lita, jangan ganggu kita!
pergi sana." bimo mengusir nya.
"sorry! aku gak ada urusan sama kamu!"
ketus erlita menatap sinis ke arah bimo.
lita pun kembali menoleh ke arah
alviandra dengan tatapan sinis nya.
"kalau gak mau ngasih juga gak apa
apa! gak penting juga." desis erlita
sambil berlalu meninggal kan mereka.
"waahh,, parah banget tu si lita! berani
banget ngomong seperti itu sama
kamu ndra." diki terlihat mengompori.
alviandra menatap tajam kepergian
erlita dengan tatapan yang tidak bisa
di artikan.
"Lita." panggil alvin.
"iya vin." jawab erlita.
"pulang bareng yuk?" ajak alvin.
"sorry vin, tapi aku bawa mobil."
sahut erlita.
"hm, ya udah." gumam alvin.
"kamu gak marah kan?" tanya erlita.
"memang nya kalau aku marah kamu
mau apa" decah alvin, seraya
menggoda kekasih nya.
"emm, gak mungkin lakh kamu
marah sama aku." desis erlita.
"kasih tau alasan nya, kenapa aku
gak bisa marah sama kamu?"
kata alvin menatap dalam erlita.
"tentu saja, karna kau terlalu
mencintai ku!" ucap erlita seraya
mengedip kan sebelah mata nya,
sebelum dia pergi meninggal kan
alvin.
"awaasss ya, tunggu aja nanti malam."
alvin tersenyum menatap ke pergian
erlita.
erlita menghampiri mama nya yang
lagi menonton televisi di ruang
keluarga. mama dita memandangi
raut wajah cantik anak nya yang tidak
seperti biasa nya.
"anak mama kenapa? kok muka nya
kusyut begitu." tanya mama dita,
seraya menggoda nya.
"bete." lirih erlita, lalu menyender kan
kepala nya di bahu mama nya.
"ya udah biar gak bete, kamu antar
mama ke supermarket." pinta mama
dita.
"kapan ma?" tanya erlita.
"sekarang! cepat kamu siap siap
__ADS_1
dulu." perintah mama nya.
"okey ma." erlita yang nampak lesu
pun akhir nya mau untuk mengantar
mama nya.
setelah beberapa menit kemudian
erlita selesai bersiap siap.
dia menghampiri mama nya yang
sudah sedari tadi menunggu nya
di dalam mobil. setelah erlita menaiki
mobil nya, mama dita pun langsung
menancap gas, melajukan mobil nya
menuju supermarket terdekat.
setiba nya di tempat tujuan.
erlita mendorong troli belanjaan
mama nya, seraya mengekori mama
dita yang sedang asyik memilih
berbagai macam kebutuhan dapur.
"ma, stok cemilan di rumah juga udah
hampir habis, apa gak sebaik nya
kita beli sekalian aja." usul erlita.
"ya udah, kamu tinggal pilih aja."
kata mama nya, erlita pun tersenyum.
erlita memilih semua cemilan
kesukaan nya, lalu memasukan nya
ke troli yang dia bawa.
"lita, mama ke situ dulu ya."
kata mama dita, pergi menuju
tempat bahan bahan kue.
"iya ma." sementara erlita masih
sibuk memilah cemilan.
biar pun badan erlita mungil, tapi
dia termasuk orang yang doyan
ngemil. namun saat dia ingin
mengambil salah satu snack
favorit nya, tangan nya tidak bisa
menggapai nya. erlita berusaha
kan kedua kaki nya berharap dapat
meraih nya. tanpa erlita sadari ada
laki laki yang sedang tersenyum
melihat tingkah laku nya.
laki laki itu pun menghampiri erlita.
lalu membantu nya mengambil snack
itu dengan cara mengangkat tubuh
mungil erlita. erlita pun berteriak,
ketika ada seseorang yang tiba tiba
mengangkat tubuh nya.
"berisik! cepat ambil snack yang
kau ingin kan, tubuh mu berat."
desis alvin. erlita pun menuruti nya.
setelah erlita berhasil meraih nya,
alvin pun kembali menurun kan nya.
"masa sikh badan ku berat." ucap
erlita nampak malu malu.
"kamu sama siapa?' tanya alvin.
"sama mama! kamu ngapain di sini?"
erlita yang balik bertanya.
"tadi nya aku cuma mau beli
minuman! gak sengaja lihat kamu
di sini, maka nya aku samperin."
jelas alvin.
"mau pulang bareng aku gak?
sekalian aku pengen ngajak kamu
jalan." kata alvin.
"ini kan masih sore, bukan nya kamu
ngajak aku jalan nanti malam ya?"
ucap erlita dengan polos nya.
"memang nya kenapa kalau masih
sore? kamu gak mau." alvin menggoda
__ADS_1
nya.
"emm, ya udah, tapi aku ijin mama
dulu ya." kata erlita.
mereka pun menghampiri mama
dita yang masih asyik memilah
buah buahan segar. setelah mendapat
ijin, erlita dan alvin pun pamit pada
mama dita.
di perjalanan alvin melihat alviandra
yang lagi kebut kebutan menjalan kan
mobil sport nya, yang di ikuti oleh
mobil teman teman nya dari belakang.
"alviandra." desus alvin, tapi masih
pokus mengemudi kan mobil nya.
"itu anak bener bener ya." gumam erlita.
menatap laju mobil alviandra yang
lagi ugal ugalan.
"kita kejar mobil alviandra dulu
gak apa apa kan?" tanya alvin.
"ngapain sikh vin? udah lakh mending
kita gak usah ikut campur urusan dia."
decah erlita.
"tapi cara dia mengemudikan mobil
nya itu sangat berbahaya! dia bisa
mencelakai orang lain, bahkan diri
nya sendiri." alvin sedikit meninggi kan
nada bicara nya.
"aku tau! tapi kamu juga tau kan sifat
sodara kamu itu kaya gimana, nanti
yang ada malah kamu yang
bermasalah dengan nya karna udah
berani mencampuri urusan dia."
jelas erlita yang juga meninggi kan
nada bicara nya. alvin mengusap
wajah nya sendiri secara kasar.
"maaf! tapi aku harus mengejar nya."
lirih alvin, tanpa menatap erlita.
"maaf? kalau begitu hentikan mobil
nya!" tegas erlita. tanpa bertanya
alvin pun menghentikan laju mobil
nya. erlita keluar dari mobil Alvin
dengan mata yang berkaca kaca.
"maafin aku lita! karna walau bagai
mana pun juga, alviandra itu adalah
sodara ku, dan aku tidak mau kalau
terjadi sesuatu pada nya" batin pilu
alvin. dalam hati alvin bertanya, apa
dia egois, karna terlalu memikir kan
keselamatan alviandra, sehingga dia
tega menurun kan erlita di pinggir
jalan. atau erlita yang terlalu egois
karna tidak memahami ke khawatiran
seorang kakak terhadap adik nya.
ya, walau pun usia alvin dan alviandra
hanya berbeda tiga puluh menit.
tapi sifat alvin jauh lebih dewasa
dari pada alviandra.
alvin pun mencoba mencari
keberadaan alviandra, dengan cara
mengikuti jalur yang tadi alviandra
lewati bersama teman teman nya.
maaf. author curhat sedikit ya🤭✌️
baik, buruk nya kakak/adik kita,
kita itu harus tetap menyayangi dia,
karna di dunia ini tidak ada yang
nama nya mantan adik/kakak.
karna darah kita mengalir dari rahim
yang sama, jadi jangan pernah membenci
__ADS_1
sodara hanya karna satu kesalahan nya, hingga melupakan seribu kebaikan nya.
jangan lupa like dan coment ya🤗🤗