AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 23 kerja kelompok


__ADS_3

walau pun di cuekin abis abisan


oleh erlita, tapi alvin masih bertahan


di tempat itu.


"kaya nya aku di kerjain sama Karin."


batin erlita pun mulai meronta. karna


karin sudah setengah jam lebih belum


juga menampakan batang hidung nya.


padahal bilang nya kan cuma sebentar.


erlita pun menghubungi nomer ponsel


karin.


📞halo rin, cepetan dong kok lama


banget📞


📞lita, sorry banget ya? soal nya aku


udah pulang duluan📞


📞gila ya kamu! aku udah nungguin


dari tadi, ternyata kamu malah pulang📞


karna kesal, erlita langsung menutup


telpon nya, padahal karin belum selesai


berbicara.


erlita beranjak dari tempat duduk nya.


"lita, kamu mau kemana?" tanya alvin.


"aku mau pulang." ketus erlita.


"aku antar kamu pulang ya?" kata alvin.


"gak usah, aku bisa pulang sendiri."


erlita yang masih bersikap cuek.


saat erlita ingin melangkah kan kaki


nya, tiba tiba ada wanita sexi yang


menghampiri alvin. erlita yang tadi nya


ingin meninggal kan alvin pun


mengurung kan niat nya.


"mas, bisa minta tolong gak?"


kata wanita itu.


"minta tolong apa mbak?" tanya alvin.


"bisa antar kan aku ke alamat ini gak?"


tanya wanita itu, seraya


memperlihatkan kertas kecil kepada


alvin.


"kenapa mbak gak pesan taxi online


aja" kata alvin.


"kalau nunggu taxi online agak lama


mas, soal nya saya lagi buru buru


banget." kata wanita itu.


alvin menjadi dilema, dia pun menoleh


ke arah erlita.


"jangan mau vin,, jangan mau."


batin erlita berdoa.


"gimana mas?" tanya wanita itu.


"gak bisa mbak! cowok saya harus


mengantar kan saya pulang."


erlita menyela.


alvin tersenyum tipis saat melihat ada


kecemburuan di mata erlita.


"maaf ya mbak, saya nanya sama


mas nya, bukan sama mbak"


sinis wanita itu.


karna kesal mendengar ucapan


perempuan itu, erlita bergegas keluar


cafe. yang di kejar oleh alvin.


"lita tunggu." alvin berhasil meraih


tangan kiri erlita.


"ada apa?" ketus erlita.


"kok ada apa? bukan nya tadi kamu


bilang sama mbak yang tadi, kalau aku


mau mengantar kan mu pulang."


jelas alvin.


"gak jadi." desis erlita.


"kenapa? kamu cemburu?" tanya alvin.


"dikh, siapa juga yang cemburu."

__ADS_1


ketus erlita.


"kamu mengatakan tidak, tapi terlihat


jelas kalau hati kamu mengatakan iya."


alvin pun menatap mata erlita yang


terlihat berkaca kaca.


alvin pun memeluk nya.


erlita membalas pelukan hangat alvin.


ke esokan hari nya.


erlita, karin, jono dan suci telah


berkumpul di rumah karin untuk


mengerjakan tugas sekolah.


"kita semua udah kumpul, kecuali


alviandra." kata karin.


erlita berpikir sejenak, kemudian dia


mengambil ponsel di tas nya untuk


menghubungi alvin.


📞halo vin📞


📞iya halo📞


📞vin aku bisa minta tolong gak?📞


📞ya, minta tolong apa lit?📞


📞tolong bilangin alviandra, kita semua


sudah kumpul di rumah karin untuk


mengerjakan tugas dari pak didit📞


📞alviandra nya gak ada di rumah,


barusan aku melihat nya pergi keluar📞


📞oh gitu ya vin, kalau gitu aku boleh


minta nomer ponsel nya gak?📞


📞boleh, nanti ku kirim lewat chat ya📞


📞iya, ya udah makasih ya📞


📞jangan di tutup dulu, aku masih


kangen📞 alvin menggoda erlita.


📞kalau kangen, sini samperin 📞


erlita balik menggoda alvin.


📞maaf ya, tapi kaya nya aku gak bisa,


soal nya hari ini aku ada pertemuan


lain📞 kata alvin.


📞ya udah gak apa apa📞


erlita pun menutup sambungan telpon


nya.


"gimana lita, alviandra mau ke sini kan?"


tanya suci.


"alviandra nya gak ada di rumah, bentar


ku telpon dulu nomer ponsel nya."


sahut erlita. dia pun menelpon alviandra


berulang kali namun tak kunjung


mendapat kan jawaban.


"nomer nya gak di angkat angkat."


decah erlita, yang nampak kesal.


"ya sudah, mending kita mulai saja"


kata jono.


"tapi alviandra kan belum datang"


sahut suci.


"percuma juga kita nungguin dia,


orang di telpon juga gak di angkat."


desis karin.


akhir nya mereka semua pun sepakat


untuk memulai tugas sekolah.


"uhukk uhuukk" jono pura pura batuk.


"kenapa jon?" tanya erlita.


"hauuss!" kata jono, yang memegangi


leher nya.


"Oya, aku lupa🤦 belum kasih kalian


minum! kalian mau minum apa?"


tanya karin pada teman teman nya.


"apa aja deh Rin!" sahut erlita.


"okey, aku buatin kalian oranye jus


aja ya." karin pun bergegas ke dapur.


selang beberapa menit kemudian,

__ADS_1


karin pun tiba dengan membawa


empat gelas minuman lalu memberi


kan pada teman nya satu persatu.


"makasih ya rin! oya pembantu kamu


emang nya ke mana? sepi banget kaya


nya ni rumah." tanya erlita.


"tadi bibi pamit pergi ke pasar untuk


membeli bahan makanan, karna stok


makanan di rumah udah pada habis."


jawab karin, sambil kembali duduk


bersila di sebelah erlita.


"emang nya orang tua kamu pada


kemana rin?" tanya suci.


suci memang gak terlalu dekat


dengan karin, berbeda dengan erlita


yang sudah tau banyak hal tentang


keluarga karin.


"biasa! bokap nyokap lagi pergi ke luar


kota untuk urusan bisnis." jelas karin,


tanpa menoleh ke arah suci.


"kamu di rumah sendiri?" jono antusias.


"ya gak lakh, kan ada bibi, ada satpam


juga! kenapa, kamu mau macam


macam? awas ya!" sinis karin.


"bukan begitu! memang nya kamu gak


takut apa? walau gimana pun juga


pembantu dan satpam di rumah ini kan


bukan siapa siapa kamu! kamu gak


takut di jahatin sama mereka?"


jono mem propokatori karin.


"gak lakh! bibi itu bukan hanya sekedar


asisten rumah tangga di rumah ini!


tapi dia juga adalah orang yang sudah


berjasa besar karna telah mengurus ku


dari bayi hingga sebesar ini." jelas karin.


"memang nya kamu pernah bayi juga


rin? aku pikir kamu itu anak ajaib yang


langsung se gede gini tanpa proses


apa pun." celoteh jono.


seketika karin langsung melempar


bantal sofa ke wajah nya.


"sialan." decah karin.


Jono hanya tertawa.


"hey udah dong! bercanda mulu!


bantuin ngapa." ucap erlita datar.


"bantuin apa lita?" tanya karin.


"ngetik! aku pegal ni!" rengek erlita,


sambil menggeliat kan badan nya.


"sini ku pijitin." kata jono,


seraya mendekati erlita.


"eitsss berani menyentuh ku, ku tonjok


ni👊" ancam erlita pada jono, seraya


membulat kan tangan nya seakan


ingin menghajar jono.


"Lakh, tadi kata nya pegal."


jono membela diri.


"ya udah, sini lita laptop nya."


kata karin, lita pun memberikan nya


dengan senang hati.


"pak didit ngasih tugas kok banyak


banget ya, ini sikh bisa nyampe


seharian ngerjain nya juga."


desis karin yang terlihat pokus


menatap layar laptop, sambil mengetik


tombol tombol nya.


tidak terasa hari telah berganti sore.


dan pada akhir nya, mereka pun


selesai mengerjakan tugas itu.

__ADS_1


__ADS_2