
walau pun di cuekin abis abisan
oleh erlita, tapi alvin masih bertahan
di tempat itu.
"kaya nya aku di kerjain sama Karin."
batin erlita pun mulai meronta. karna
karin sudah setengah jam lebih belum
juga menampakan batang hidung nya.
padahal bilang nya kan cuma sebentar.
erlita pun menghubungi nomer ponsel
karin.
📞halo rin, cepetan dong kok lama
banget📞
📞lita, sorry banget ya? soal nya aku
udah pulang duluan📞
📞gila ya kamu! aku udah nungguin
dari tadi, ternyata kamu malah pulang📞
karna kesal, erlita langsung menutup
telpon nya, padahal karin belum selesai
berbicara.
erlita beranjak dari tempat duduk nya.
"lita, kamu mau kemana?" tanya alvin.
"aku mau pulang." ketus erlita.
"aku antar kamu pulang ya?" kata alvin.
"gak usah, aku bisa pulang sendiri."
erlita yang masih bersikap cuek.
saat erlita ingin melangkah kan kaki
nya, tiba tiba ada wanita sexi yang
menghampiri alvin. erlita yang tadi nya
ingin meninggal kan alvin pun
mengurung kan niat nya.
"mas, bisa minta tolong gak?"
kata wanita itu.
"minta tolong apa mbak?" tanya alvin.
"bisa antar kan aku ke alamat ini gak?"
tanya wanita itu, seraya
memperlihatkan kertas kecil kepada
alvin.
"kenapa mbak gak pesan taxi online
aja" kata alvin.
"kalau nunggu taxi online agak lama
mas, soal nya saya lagi buru buru
banget." kata wanita itu.
alvin menjadi dilema, dia pun menoleh
ke arah erlita.
"jangan mau vin,, jangan mau."
batin erlita berdoa.
"gimana mas?" tanya wanita itu.
"gak bisa mbak! cowok saya harus
mengantar kan saya pulang."
erlita menyela.
alvin tersenyum tipis saat melihat ada
kecemburuan di mata erlita.
"maaf ya mbak, saya nanya sama
mas nya, bukan sama mbak"
sinis wanita itu.
karna kesal mendengar ucapan
perempuan itu, erlita bergegas keluar
cafe. yang di kejar oleh alvin.
"lita tunggu." alvin berhasil meraih
tangan kiri erlita.
"ada apa?" ketus erlita.
"kok ada apa? bukan nya tadi kamu
bilang sama mbak yang tadi, kalau aku
mau mengantar kan mu pulang."
jelas alvin.
"gak jadi." desis erlita.
"kenapa? kamu cemburu?" tanya alvin.
"dikh, siapa juga yang cemburu."
__ADS_1
ketus erlita.
"kamu mengatakan tidak, tapi terlihat
jelas kalau hati kamu mengatakan iya."
alvin pun menatap mata erlita yang
terlihat berkaca kaca.
alvin pun memeluk nya.
erlita membalas pelukan hangat alvin.
ke esokan hari nya.
erlita, karin, jono dan suci telah
berkumpul di rumah karin untuk
mengerjakan tugas sekolah.
"kita semua udah kumpul, kecuali
alviandra." kata karin.
erlita berpikir sejenak, kemudian dia
mengambil ponsel di tas nya untuk
menghubungi alvin.
📞halo vin📞
📞iya halo📞
📞vin aku bisa minta tolong gak?📞
📞ya, minta tolong apa lit?📞
📞tolong bilangin alviandra, kita semua
sudah kumpul di rumah karin untuk
mengerjakan tugas dari pak didit📞
📞alviandra nya gak ada di rumah,
barusan aku melihat nya pergi keluar📞
📞oh gitu ya vin, kalau gitu aku boleh
minta nomer ponsel nya gak?📞
📞boleh, nanti ku kirim lewat chat ya📞
📞iya, ya udah makasih ya📞
📞jangan di tutup dulu, aku masih
kangen📞 alvin menggoda erlita.
📞kalau kangen, sini samperin 📞
erlita balik menggoda alvin.
📞maaf ya, tapi kaya nya aku gak bisa,
soal nya hari ini aku ada pertemuan
lain📞 kata alvin.
📞ya udah gak apa apa📞
erlita pun menutup sambungan telpon
nya.
"gimana lita, alviandra mau ke sini kan?"
tanya suci.
"alviandra nya gak ada di rumah, bentar
ku telpon dulu nomer ponsel nya."
sahut erlita. dia pun menelpon alviandra
berulang kali namun tak kunjung
mendapat kan jawaban.
"nomer nya gak di angkat angkat."
decah erlita, yang nampak kesal.
"ya sudah, mending kita mulai saja"
kata jono.
"tapi alviandra kan belum datang"
sahut suci.
"percuma juga kita nungguin dia,
orang di telpon juga gak di angkat."
desis karin.
akhir nya mereka semua pun sepakat
untuk memulai tugas sekolah.
"uhukk uhuukk" jono pura pura batuk.
"kenapa jon?" tanya erlita.
"hauuss!" kata jono, yang memegangi
leher nya.
"Oya, aku lupa🤦 belum kasih kalian
minum! kalian mau minum apa?"
tanya karin pada teman teman nya.
"apa aja deh Rin!" sahut erlita.
"okey, aku buatin kalian oranye jus
aja ya." karin pun bergegas ke dapur.
selang beberapa menit kemudian,
__ADS_1
karin pun tiba dengan membawa
empat gelas minuman lalu memberi
kan pada teman nya satu persatu.
"makasih ya rin! oya pembantu kamu
emang nya ke mana? sepi banget kaya
nya ni rumah." tanya erlita.
"tadi bibi pamit pergi ke pasar untuk
membeli bahan makanan, karna stok
makanan di rumah udah pada habis."
jawab karin, sambil kembali duduk
bersila di sebelah erlita.
"emang nya orang tua kamu pada
kemana rin?" tanya suci.
suci memang gak terlalu dekat
dengan karin, berbeda dengan erlita
yang sudah tau banyak hal tentang
keluarga karin.
"biasa! bokap nyokap lagi pergi ke luar
kota untuk urusan bisnis." jelas karin,
tanpa menoleh ke arah suci.
"kamu di rumah sendiri?" jono antusias.
"ya gak lakh, kan ada bibi, ada satpam
juga! kenapa, kamu mau macam
macam? awas ya!" sinis karin.
"bukan begitu! memang nya kamu gak
takut apa? walau gimana pun juga
pembantu dan satpam di rumah ini kan
bukan siapa siapa kamu! kamu gak
takut di jahatin sama mereka?"
jono mem propokatori karin.
"gak lakh! bibi itu bukan hanya sekedar
asisten rumah tangga di rumah ini!
tapi dia juga adalah orang yang sudah
berjasa besar karna telah mengurus ku
dari bayi hingga sebesar ini." jelas karin.
"memang nya kamu pernah bayi juga
rin? aku pikir kamu itu anak ajaib yang
langsung se gede gini tanpa proses
apa pun." celoteh jono.
seketika karin langsung melempar
bantal sofa ke wajah nya.
"sialan." decah karin.
Jono hanya tertawa.
"hey udah dong! bercanda mulu!
bantuin ngapa." ucap erlita datar.
"bantuin apa lita?" tanya karin.
"ngetik! aku pegal ni!" rengek erlita,
sambil menggeliat kan badan nya.
"sini ku pijitin." kata jono,
seraya mendekati erlita.
"eitsss berani menyentuh ku, ku tonjok
ni👊" ancam erlita pada jono, seraya
membulat kan tangan nya seakan
ingin menghajar jono.
"Lakh, tadi kata nya pegal."
jono membela diri.
"ya udah, sini lita laptop nya."
kata karin, lita pun memberikan nya
dengan senang hati.
"pak didit ngasih tugas kok banyak
banget ya, ini sikh bisa nyampe
seharian ngerjain nya juga."
desis karin yang terlihat pokus
menatap layar laptop, sambil mengetik
tombol tombol nya.
tidak terasa hari telah berganti sore.
dan pada akhir nya, mereka pun
selesai mengerjakan tugas itu.
__ADS_1