
erlita berniat untuk membawa
Jono ke rumah sakit.
namun jono menolak, dia lebih
memilih untuk merawat luka
lebam nya dirumah saja.
"kamu yakin, gak ingin aku bawa
ke dokter? luka kamu lumayan
parah loh." lirih erlita ke pada jono.
"tidak usah, makasih ya udah mau
nganterin aku pulang." sahut jono.
"iya sama sama, tapi kalau boleh
aku saranin, mending kamu gak
usah berurusan lagi sama alviandra."
kata erlita.
sejenak jono terdiam membisu.
"ya udah, aku balik ya." erlita menepuk
punggung Jono.
"lita tunggu.." panggil jono.
"ya?" erlita kembali menoleh ke arah
jono setelah beberapa langkah.
"tolong jangan kasih tau alvin soal
ini." pinta jono.
"kenapa?" erlita bertanya.
"aku gak mau merusak hubungan
kedua nya, karna walau gimana pun
juga alviandra itu sodara nya Alvin."
jelas jono.
"baik, aku mengerti." sahut erlita.
*erlita telah tiba di rumah nya*
"lita, kenapa kamu baru pulang?"
tanya mama dita.
erlita menyalami mama nya.
"iya ma, tadi habis nganterin teman
dulu." sahut erlita terus terang.
erlita menaiki anak tangga menuju
kamar nya. erlita pun langsung
masuk ke kamar mandi untuk
membersihkan badan nya, karna
dia sudah janjian dengan alvin
untuk jalan sore ini.
setengah jam kemudian erlita keluar
dari kamar mandi lalu duduk di meja
rias nya. setelah selesai memoles
wajah nya, dia pun memilah baju
mana yang akan dia kenakan hari ini
untuk jalan bersama alvin.
erlita telah selesai bersolek diri.
dia nampak sangat cantik
mengenakan gaun berwarna putih
dengan beberapa aksesoris.
tak lama kemudian terdengar suara
orang mengetuk pintu kamar nya.
tok tok tok
"masuk!" sahut erlita.
"maaf non, di bawah ada den alvin."
kata bi imah.
"iya bi makasih, ni aku udah mau
turun kok." kata erlita.
entah janjian atau tidak. kebetulan
kali ini erlita dan alvin mengenakan
warna pakaian yang sama.
tibalah mereka di sebuah mall
terbesar di kota itu. alvin mengajak
erlita berkeliling sebelum menaiki
lantai atas mall untuk nonton.
dan pada saat alvin melewati sebuah
toko aksesoris, langkah nya pun
terhenti. alvin pun mengambil sebuah
liontin berwarna silver.
"lita lihat deh." kata alvin seraya
memperlihat kan liontin itu ke pada
erlita.
"hmm cantik ya liontin nya."
ucap erlita datar.
__ADS_1
"kamu suka gak?" tanya alvin.
"suka." jawab erlita yang tersenyum
tipis.
"mas aku ambil yang ini ya." seru alvin
pada pramuniaga di mall itu.
setelah membayar nya di kasir, alvin
pun memakai kan liontin itu di leher
erlita. erlita tampak tersenyum
bahagia melihat perlakuan Alvin
terhadap nya.
alvin memang sosok laki laki yang
lembut dan penyayang.
selain memiliki paras yang tampan,
alvin juga seorang laki laki yang
populer di sekolah. namun walau pun
demikian, dia tidak pernah memanfaat
kan ke populeran nya untuk menjerat
setiap wanita yang mendekati nya.
karna dia tipe orang yang kalau suka,
ya bilang iya. dan kalau gak suka pun
dia bilang tidak. alvin bukan lah
seseorang yang aji mumpung.
*bioskop*
erlita dan alvin memilih film
yang bergenre romantis.
setiap kali melihat adegan kissing
erlita terlihat menjadi salah tingkah.
"kenapa?" bisik lembut alvin
di telinga nya.
"hakh? aku gak apa apa kok."
jawab erlita, dengan tersenyum
yang di buat buat.
"aku pikir kamu menginginkan
nya." jawab alvin sekena nya
seraya menggoda erlita.
"iikhh apaan sikh, ada juga mungkin
kamu tu yang mau." desis erlita
yang tersenyum malu malu.
pukul delapan malam. alvin pun
mengajak erlita untuk pulang.
namun di tengah tengah perjalanan
ban mobil alvin mendadak meletus.
"kenapa vin? mobil nya mogok lagi?"
tanya erlita.
"gak tau, aku cek sebentar ya?
kamu tunggu di sini." alvin keluar
dari mobil nya, ternyata ban mobil
nya bocor. alvin pun menelpon
nomer bengkel yang ada di kontak
handpone nya.
๐bang, ban mobil ku bocor,
bisa tolong ke sini gak bang?๐
kata alvin.
๐sip! kamu share lok aja lokasi
nya di mana, nanti aku kesana.๐
๐oke bang๐
alvin pun menutup sambungan
telpon nya.
entah kenapa jalanan begitu sepi
di tempat itu. padahal biasa nya
banyak mobil dan motor yang lalu
ilalang di jalan itu.
saat alvin ingin memasuki mobil
nya, tak di duga ada orang yang
menyerang nya dari belakang.
untung saja alvin bisa menghindari
pukulan orang itu. erlita yang kaget
melihat sekelompok orang
menyerang alvin, dia pun turun
dari mobil.
"vin awas di belakang mu."
teriak erlita yang membuat para
penjahat itu menoleh ke arah nya.
"wah, ternyata ada cewek cantik."
__ADS_1
kata salah satu penjahat itu
seraya mendekati erlita.
"lita." desus alvin, alvin pun mendekati
pria hidung belang itu lalu menghajar
nya. namun tiba tiba bahu alvin di pukul
dengan kayu oleh salah satu penjahat
itu lagi. kali ini alvin ambruk tersungkur
ke semak semak.
pria hidung belang itu menghampiri
erlita lagi, dan kali ini ingin menjamah
nya, untung saja alviandra datang
menolong nya. seketika pria hidung
belang itu terkapar di tanah, karna
alviandra memukul nya secara
bertubi tubi.
ke lima teman pria hidung belang
itu pun berbalik menyerang alviandra,
setelah mereka puas memukuli alvin.
ternyata alviandra sangat lah kuat.
dia berhasil mengalah kan para
penjahat itu. kini ke enam penjahat
itu pun lari tunggang langgang.
erlita dan alviandra menghampiri
alvin. erlita membantu alvin untuk
berdiri.
"alvin.." erlita menatap wajah alvin
yang penuh dengan luka lebam.
bola mata nya pun berkaca kaca.
alviandra mengambil kotak P3K
dari dalam mobil nya.
lalu memberikan nya pada erlita.
"makasih ya." ucap lirih erlita.
sekilas alviandra menatap wajah
erlita, namun tidak menanggapi nya.
erlita pun mengobati luka lebam
kekasih nya itu dengan penuh
perhatian seraya sesekali meniupi
luka nya.
"makasih ndra, aku gak tau apa
yang bakalan terjadi pada kita,
kalau saja kamu tidak datang."
ucap alvin yang terlihat menahan sakit.
mendengar ucapan alvin,
alviandra hanya mengangguk, tidak
mengeluar kan sepatah kata pun.
alviandra hendak pergi namun
alvin memanggil nya.
"alviandra." panggil alvin.
alviandra hanya menoleh.
"apa aku bisa meminta tolong?"
tanya alvin.
"apa?" ucap alviandra datar.
"tolong antarkan erlita pulang
kerumah nya." kata alvin.
"apa vin? kamu nyuruh aku untuk
pulang dengan nya? aku gak mau."
tolak erlita.
"ini sudah terlalu malam, mama
kamu pasti mencemaskan mu
di rumah." kata alvin memberi
pengertian.
"lalu, bagai mana dengan mu?"
tanya erlita.
sebelum menjawab pertanyaan
erlita. teman bengkel alvin pun telah
sampai di tempat yang sudah alvin
beritahu.
"sorry ya vin, agak lama." kata teman
bengkel nya alvin.
orang itu langsung membongkar
ban mobil alvin, untuk mengganti
nya dengan yang baru.
mau tidak mau, akhir nya erlita
mau pulang di antar oleh alviandra.
__ADS_1