AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 17 ngedate


__ADS_3

erlita berniat untuk membawa


Jono ke rumah sakit.


namun jono menolak, dia lebih


memilih untuk merawat luka


lebam nya dirumah saja.


"kamu yakin, gak ingin aku bawa


ke dokter? luka kamu lumayan


parah loh." lirih erlita ke pada jono.


"tidak usah, makasih ya udah mau


nganterin aku pulang." sahut jono.


"iya sama sama, tapi kalau boleh


aku saranin, mending kamu gak


usah berurusan lagi sama alviandra."


kata erlita.


sejenak jono terdiam membisu.


"ya udah, aku balik ya." erlita menepuk


punggung Jono.


"lita tunggu.." panggil jono.


"ya?" erlita kembali menoleh ke arah


jono setelah beberapa langkah.


"tolong jangan kasih tau alvin soal


ini." pinta jono.


"kenapa?" erlita bertanya.


"aku gak mau merusak hubungan


kedua nya, karna walau gimana pun


juga alviandra itu sodara nya Alvin."


jelas jono.


"baik, aku mengerti." sahut erlita.


*erlita telah tiba di rumah nya*


"lita, kenapa kamu baru pulang?"


tanya mama dita.


erlita menyalami mama nya.


"iya ma, tadi habis nganterin teman


dulu." sahut erlita terus terang.


erlita menaiki anak tangga menuju


kamar nya. erlita pun langsung


masuk ke kamar mandi untuk


membersihkan badan nya, karna


dia sudah janjian dengan alvin


untuk jalan sore ini.


setengah jam kemudian erlita keluar


dari kamar mandi lalu duduk di meja


rias nya. setelah selesai memoles


wajah nya, dia pun memilah baju


mana yang akan dia kenakan hari ini


untuk jalan bersama alvin.


erlita telah selesai bersolek diri.


dia nampak sangat cantik


mengenakan gaun berwarna putih


dengan beberapa aksesoris.


tak lama kemudian terdengar suara


orang mengetuk pintu kamar nya.


tok tok tok


"masuk!" sahut erlita.


"maaf non, di bawah ada den alvin."


kata bi imah.


"iya bi makasih, ni aku udah mau


turun kok." kata erlita.


entah janjian atau tidak. kebetulan


kali ini erlita dan alvin mengenakan


warna pakaian yang sama.


tibalah mereka di sebuah mall


terbesar di kota itu. alvin mengajak


erlita berkeliling sebelum menaiki


lantai atas mall untuk nonton.


dan pada saat alvin melewati sebuah


toko aksesoris, langkah nya pun


terhenti. alvin pun mengambil sebuah


liontin berwarna silver.


"lita lihat deh." kata alvin seraya


memperlihat kan liontin itu ke pada


erlita.


"hmm cantik ya liontin nya."


ucap erlita datar.

__ADS_1


"kamu suka gak?" tanya alvin.


"suka." jawab erlita yang tersenyum


tipis.


"mas aku ambil yang ini ya." seru alvin


pada pramuniaga di mall itu.


setelah membayar nya di kasir, alvin


pun memakai kan liontin itu di leher


erlita. erlita tampak tersenyum


bahagia melihat perlakuan Alvin


terhadap nya.


alvin memang sosok laki laki yang


lembut dan penyayang.


selain memiliki paras yang tampan,


alvin juga seorang laki laki yang


populer di sekolah. namun walau pun


demikian, dia tidak pernah memanfaat


kan ke populeran nya untuk menjerat


setiap wanita yang mendekati nya.


karna dia tipe orang yang kalau suka,


ya bilang iya. dan kalau gak suka pun


dia bilang tidak. alvin bukan lah


seseorang yang aji mumpung.


*bioskop*


erlita dan alvin memilih film


yang bergenre romantis.


setiap kali melihat adegan kissing


erlita terlihat menjadi salah tingkah.


"kenapa?" bisik lembut alvin


di telinga nya.


"hakh? aku gak apa apa kok."


jawab erlita, dengan tersenyum


yang di buat buat.


"aku pikir kamu menginginkan


nya." jawab alvin sekena nya


seraya menggoda erlita.


"iikhh apaan sikh, ada juga mungkin


kamu tu yang mau." desis erlita


yang tersenyum malu malu.


pukul delapan malam. alvin pun


mengajak erlita untuk pulang.


namun di tengah tengah perjalanan


ban mobil alvin mendadak meletus.


"kenapa vin? mobil nya mogok lagi?"


tanya erlita.


"gak tau, aku cek sebentar ya?


kamu tunggu di sini." alvin keluar


dari mobil nya, ternyata ban mobil


nya bocor. alvin pun menelpon


nomer bengkel yang ada di kontak


handpone nya.


๐Ÿ“žbang, ban mobil ku bocor,


bisa tolong ke sini gak bang?๐Ÿ“ž


kata alvin.


๐Ÿ“žsip! kamu share lok aja lokasi


nya di mana, nanti aku kesana.๐Ÿ“ž


๐Ÿ“žoke bang๐Ÿ“ž


alvin pun menutup sambungan


telpon nya.


entah kenapa jalanan begitu sepi


di tempat itu. padahal biasa nya


banyak mobil dan motor yang lalu


ilalang di jalan itu.


saat alvin ingin memasuki mobil


nya, tak di duga ada orang yang


menyerang nya dari belakang.


untung saja alvin bisa menghindari


pukulan orang itu. erlita yang kaget


melihat sekelompok orang


menyerang alvin, dia pun turun


dari mobil.


"vin awas di belakang mu."


teriak erlita yang membuat para


penjahat itu menoleh ke arah nya.


"wah, ternyata ada cewek cantik."

__ADS_1


kata salah satu penjahat itu


seraya mendekati erlita.


"lita." desus alvin, alvin pun mendekati


pria hidung belang itu lalu menghajar


nya. namun tiba tiba bahu alvin di pukul


dengan kayu oleh salah satu penjahat


itu lagi. kali ini alvin ambruk tersungkur


ke semak semak.


pria hidung belang itu menghampiri


erlita lagi, dan kali ini ingin menjamah


nya, untung saja alviandra datang


menolong nya. seketika pria hidung


belang itu terkapar di tanah, karna


alviandra memukul nya secara


bertubi tubi.


ke lima teman pria hidung belang


itu pun berbalik menyerang alviandra,


setelah mereka puas memukuli alvin.


ternyata alviandra sangat lah kuat.


dia berhasil mengalah kan para


penjahat itu. kini ke enam penjahat


itu pun lari tunggang langgang.


erlita dan alviandra menghampiri


alvin. erlita membantu alvin untuk


berdiri.


"alvin.." erlita menatap wajah alvin


yang penuh dengan luka lebam.


bola mata nya pun berkaca kaca.


alviandra mengambil kotak P3K


dari dalam mobil nya.


lalu memberikan nya pada erlita.


"makasih ya." ucap lirih erlita.


sekilas alviandra menatap wajah


erlita, namun tidak menanggapi nya.


erlita pun mengobati luka lebam


kekasih nya itu dengan penuh


perhatian seraya sesekali meniupi


luka nya.


"makasih ndra, aku gak tau apa


yang bakalan terjadi pada kita,


kalau saja kamu tidak datang."


ucap alvin yang terlihat menahan sakit.


mendengar ucapan alvin,


alviandra hanya mengangguk, tidak


mengeluar kan sepatah kata pun.


alviandra hendak pergi namun


alvin memanggil nya.


"alviandra." panggil alvin.


alviandra hanya menoleh.


"apa aku bisa meminta tolong?"


tanya alvin.


"apa?" ucap alviandra datar.


"tolong antarkan erlita pulang


kerumah nya." kata alvin.


"apa vin? kamu nyuruh aku untuk


pulang dengan nya? aku gak mau."


tolak erlita.


"ini sudah terlalu malam, mama


kamu pasti mencemaskan mu


di rumah." kata alvin memberi


pengertian.


"lalu, bagai mana dengan mu?"


tanya erlita.


sebelum menjawab pertanyaan


erlita. teman bengkel alvin pun telah


sampai di tempat yang sudah alvin


beritahu.


"sorry ya vin, agak lama." kata teman


bengkel nya alvin.


orang itu langsung membongkar


ban mobil alvin, untuk mengganti


nya dengan yang baru.


mau tidak mau, akhir nya erlita


mau pulang di antar oleh alviandra.

__ADS_1


__ADS_2