
sikap bu sonya seperti nya sudah
membuat alvin sangat geram dengan
ulahnya. alvin yang biasanya lembut
terhadap wanita, seperti nya itu sudah
tidak berlaku lagi untuk bu sonya.
"arghhh..." karna kesal alvin menjambak rambut nya sendiri.
setelah gagal menjalankan rencana
busuk nya, bu sonya memikirkan
rencana licik lain nya. karna dia bukan
tipe orang yang mudah menyerah.
"aku punya ide!" gumam bu sonya
dengan senyum liciknya.
keesokan harinya alvin sudah
siap siap untuk berangkat ke airport.
sebelum pergi dia pun menemui
papanya untuk berpamitan.
namun dia sangat terkejut saat
melihat bu sonya yang sedang
menangis tersedu sedu dan
papa nya yang tampak tidak
sadarkan diri. alvin segera
menghampiri pak gian, lalu
membawanya ke rumah sakit.
setibanya di rumah sakit alvin
dan bu sonya duduk diruang tunggu.
alvin tampak gelisah menunggu
kabar dari dokter yang sedang
menangani pak gian.
sementara bu sonya masih
terlihat bercucuran air mata.
kurang lebih selama 30 menit
akhirnya dokter yang menangani
pak gian pun keluar dari ruang
rawat. alvin segera menghampirinya.
"dok bagaimana keadaan papa saya?"
tanya alvin yang terlihat panik.
"pak gian mengalami kesulitan
bernafas, akibat overdosis obat
tidur yang di konsumsi nya."
ucap dokter.
"apa? dok apa saya boleh menemui
papa saya?" tanya alvin.
"silahkan." ucap dokter.
karna melihat papanya sakit
alvin pun menunda keinginannya
untuk pulang menemui mamanya.
alvin menggenggam tangan
papanya lalu mencium tanganya.
dan tak lama kemudian papanya Sadar.
"alvin..." ucap pak gian dengan
suara pelan.
"papa! papa sudah sadar.."
ucap alvin menatap dengan sayu.
"bukankah seharusnya kau sudah
naik pesawat.." ucap pak gian.
"aku tidak mungkin pergi disaat
kondisi papa seperti ini." ucap alvin.
"maafkan papa, karna gara gara papa
kamu tidak jadi menemui mama mu."
ucap pak gian.
"papa tidak perlu meminta maaf,
aku bisa pergi setelah keadaan
papa membaik." ucap alvin.
"ku pastikan, sampai kapanpun
kau tidak akan pernah bisa kembali."
batin bu sonya seraya menatap tajam
kearah alvin.
"papa juga meminta maaf, karna
selama ini papa sudah membohongi
kamu." ucap pak gian.
"maksud papa?" tanya alvin.
"dari awal papa sebenarnya sudah
tau siapa kamu! kamu bukanlah
alviandra, melainkan alvin."
ucap pak gian.
mendengar ucapan pak gian
alvin hanya diam membisu.
__ADS_1
"tapi apapun alasan mu datang
kesini, papa sangat berterima
kasih karna kamu sudah mau
menemui papa, bahkan tinggal
bersama papa." sambung nya.
"tidak ku sangka, ternyata dari dulu
papa sudah tau jati diri ku sebenarnya,
haruskah aku tetap tinggal disini
bersama nya?" batin alvin.
"apa papa boleh memeluk mu
sebagai alvin?" ucap pak gian.
tanpa pikir panjang alvin langsung
memeluk papanya.
"seperti nya papa sudah enakan,
dan papa ingin segera pulang."
ucap pak gian.
"tidak bisa pi, dokter bilang papi
harus dirawat selama dua sampai
tiga hari." ucap bu sonya.
"apa papa sudah lama menkonsumsi
obat tidur?" tanya alvin.
"obat tidur? papa tidak pernah
meminum obat tidur." ucap pak gian.
"lalu siapa yang memberikan obat
tidur pada papa? soalnya tadi dokter
bilang kalau papa overdosis karna
kebanyakan menkonsumsi obat tidur."
ucap alvin. dia pun menoleh kearah
bu sonya.
"maafin mami ya pi? sebenarnya mami
yang memberikan papi obat tidur,
soalnya akhir akhir ini papi terlihat
kecapean, jadi mami berinisiatif
memberikan obat itu agar papi
bisa beristirahat dengan nyenyak."
ucap bu sonya, seraya merangkul
pak gian agar memaafkan nya.
alvin menatap sinis kearah bu sonya,
yang sedang merayu papanya.
karna merasa tidak enak dengan
bu sonya.
"ya sudah papi maafkan." ucap pak gian.
"semudah itu? seperti nya papa
sudah termakan rayuan manis
wanita licik ini." batin alvin.
"ini sudah sore, kau pulang dan
beristirahat lah." ucap pak gian
kepada alvin.
"baik pak." sebelum pulang alvin
mencium tangan papanya, namun
dia mengabaikan bu sonya.
"ada apa dengan alvin? semakin hari
dia semakin menunjukkan ketidak
sukaan nya terhadap sonya, padahal
di awal kita tinggal bersama alvin
begitu sopan terhadap sonya."
batin pak gian.
"alvin tunggu..." panggil bu sonya.
"ada apa?" tanya alvin.
"mami ikut pulang dengan mu ya?"
pinta bu sonya.
"bukankah seharusnya kau tetap
disini untuk menjaga papa?" tanya alvin.
"mami mau ambil pakaian ganti."
ucap bu sonya.
"gak perlu, nanti biar aku yang ambilin."
ucap alvin.
"bukan hanya pakaian papamu saja,
tapi pakaian ku juga, apa kau sanggup
membawakan pakaian dalam ku juga?"
ucap bu sonya berbisik ditelinga alvin.
mendengar ucapan bu sonya alvin
mengernyitkan dahi nya.
"aku tidak bisa memberikan
tumpangan untuk mu, kau bisa
pulang naik taxi." tolak alvin sambil
berlalu pergi.
__ADS_1
bu sonya mengepalkan kedua
tangannya karna tidak terima
dengan penolakan alvin.
sementara alvin setelah dia sampai
dirumah dia berinisiatif untuk
memeriksa kamar utama yang
ditempati oleh pak gian dan bu sonya.
dia membuka semua laci yang ada
dikamar itu, dia pun menemukan
beberapa toples pil obat tidur yang
masih tersegel, bahkan ada yang
hanya tinggal setengah nya.
"sebanyak ini?" alvin yang tampak
terkejut, dia pun menemui ART yang
ada dirumah itu untuk menanyakan
beberapa hal.
"bu caren..." panggil alvin.
"ada apa tuan muda?" tanya bu caren.
"apa bu caren tau, kalau ternyata
istri papa sering memasukkan obat
tidur ke minuman papa?" tanya alvin.
"ti, tidak tuan muda." jawab bu caren
dengan terbata bata.
"tolong jawab aku dengan jujur?"
ucap alvin.
"dia sudah bilang tidak tahu! kenapa
kau memaksa nya?" bu sonya yang
tiba tiba muncul.
"lagi pula, aku hanya memberi papa
mu sekali saja." sambung nya.
"hanya sekali? lalu ini apa?" tanya alvin
seraya memperlihatkan beberapa
toples obat tidur yang sudah dia
ambil dari laci kamar bu sonya.
"yang ini bahkan sudah hampir
mau habis." sambung alvin.
"lancang sekali kau berani masuk
kekamar ku..." teriak bu sonya.
"lalu apa yang kau sendiri lakukan?
kau juga sering masuk kekamar ku,
dan berkali kali merayu ku." ucap alvin.
mendengar pengakuan alvin, ART
yang ada dirumah itu pun terkejut.
"apa yang kau lakukan disini?
cepat pergi." ucap bu sonya kepada
asistant rumah tangganya.
bu sonya hendak pergi meninggalkan
alvin, namun alvin menarik tangannya.
"lepaskan tanganku?" bentak bu sonya.
"kau harus menjelaskan nya padaku,
kenapa papa bisa overdosis?"
tanya alvin.
"kurasa aku tidak perlu memberi
tahu mu, karna kau sendiri sedang
menggenggam jawaban nya."
ucap bu sonya.
alvin menoleh ke toples yang sudah
terbuka dan hanya tinggal setengah.
"apa kau memberi papa obat tidur
setengah dari isi toples ini?" tanya alvin.
"ya." ucap bu sonya.
"kenapa kau melakukan nya?
selama ini papaku baik padamu."
tanya alvin.
"ya, papamu itu terlalu baik,
sehingga sangat mudah bagiku
untuk memanfaatkan nya."
ucap bu sonya.
"aku tidak akan membiarkan mu
untuk terus terusan menyakiti
papaku." ucap alvin.
"kalau kau memang menyayangi
papa mu, jagalah dia! dan jangan
pernah berpikir untuk meninggalkan
nya, karna kau tak akan pernah tau
apa yang bakalan aku lakukan ketika
kau tidak ada." ucap bu sonya bernada
__ADS_1
ancaman.