AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)

AKU Bukan DIA ( Kita Berbeda)
ep 57 overdosis


__ADS_3

sikap bu sonya seperti nya sudah


membuat alvin sangat geram dengan


ulahnya. alvin yang biasanya lembut


terhadap wanita, seperti nya itu sudah


tidak berlaku lagi untuk bu sonya.


"arghhh..." karna kesal alvin menjambak rambut nya sendiri.


setelah gagal menjalankan rencana


busuk nya, bu sonya memikirkan


rencana licik lain nya. karna dia bukan


tipe orang yang mudah menyerah.


"aku punya ide!" gumam bu sonya


dengan senyum liciknya.


keesokan harinya alvin sudah


siap siap untuk berangkat ke airport.


sebelum pergi dia pun menemui


papanya untuk berpamitan.


namun dia sangat terkejut saat


melihat bu sonya yang sedang


menangis tersedu sedu dan


papa nya yang tampak tidak


sadarkan diri. alvin segera


menghampiri pak gian, lalu


membawanya ke rumah sakit.


setibanya di rumah sakit alvin


dan bu sonya duduk diruang tunggu.


alvin tampak gelisah menunggu


kabar dari dokter yang sedang


menangani pak gian.


sementara bu sonya masih


terlihat bercucuran air mata.


kurang lebih selama 30 menit


akhirnya dokter yang menangani


pak gian pun keluar dari ruang


rawat. alvin segera menghampirinya.


"dok bagaimana keadaan papa saya?"


tanya alvin yang terlihat panik.


"pak gian mengalami kesulitan


bernafas, akibat overdosis obat


tidur yang di konsumsi nya."


ucap dokter.


"apa? dok apa saya boleh menemui


papa saya?" tanya alvin.


"silahkan." ucap dokter.


karna melihat papanya sakit


alvin pun menunda keinginannya


untuk pulang menemui mamanya.


alvin menggenggam tangan


papanya lalu mencium tanganya.


dan tak lama kemudian papanya Sadar.


"alvin..." ucap pak gian dengan


suara pelan.


"papa! papa sudah sadar.."


ucap alvin menatap dengan sayu.


"bukankah seharusnya kau sudah


naik pesawat.." ucap pak gian.


"aku tidak mungkin pergi disaat


kondisi papa seperti ini." ucap alvin.


"maafkan papa, karna gara gara papa


kamu tidak jadi menemui mama mu."


ucap pak gian.


"papa tidak perlu meminta maaf,


aku bisa pergi setelah keadaan


papa membaik." ucap alvin.


"ku pastikan, sampai kapanpun


kau tidak akan pernah bisa kembali."


batin bu sonya seraya menatap tajam


kearah alvin.


"papa juga meminta maaf, karna


selama ini papa sudah membohongi


kamu." ucap pak gian.


"maksud papa?" tanya alvin.


"dari awal papa sebenarnya sudah


tau siapa kamu! kamu bukanlah


alviandra, melainkan alvin."


ucap pak gian.


mendengar ucapan pak gian


alvin hanya diam membisu.

__ADS_1


"tapi apapun alasan mu datang


kesini, papa sangat berterima


kasih karna kamu sudah mau


menemui papa, bahkan tinggal


bersama papa." sambung nya.


"tidak ku sangka, ternyata dari dulu


papa sudah tau jati diri ku sebenarnya,


haruskah aku tetap tinggal disini


bersama nya?" batin alvin.


"apa papa boleh memeluk mu


sebagai alvin?" ucap pak gian.


tanpa pikir panjang alvin langsung


memeluk papanya.


"seperti nya papa sudah enakan,


dan papa ingin segera pulang."


ucap pak gian.


"tidak bisa pi, dokter bilang papi


harus dirawat selama dua sampai


tiga hari." ucap bu sonya.


"apa papa sudah lama menkonsumsi


obat tidur?" tanya alvin.


"obat tidur? papa tidak pernah


meminum obat tidur." ucap pak gian.


"lalu siapa yang memberikan obat


tidur pada papa? soalnya tadi dokter


bilang kalau papa overdosis karna


kebanyakan menkonsumsi obat tidur."


ucap alvin. dia pun menoleh kearah


bu sonya.


"maafin mami ya pi? sebenarnya mami


yang memberikan papi obat tidur,


soalnya akhir akhir ini papi terlihat


kecapean, jadi mami berinisiatif


memberikan obat itu agar papi


bisa beristirahat dengan nyenyak."


ucap bu sonya, seraya merangkul


pak gian agar memaafkan nya.


alvin menatap sinis kearah bu sonya,


yang sedang merayu papanya.


karna merasa tidak enak dengan


bu sonya.


"ya sudah papi maafkan." ucap pak gian.


"semudah itu? seperti nya papa


sudah termakan rayuan manis


wanita licik ini." batin alvin.


"ini sudah sore, kau pulang dan


beristirahat lah." ucap pak gian


kepada alvin.


"baik pak." sebelum pulang alvin


mencium tangan papanya, namun


dia mengabaikan bu sonya.


"ada apa dengan alvin? semakin hari


dia semakin menunjukkan ketidak


sukaan nya terhadap sonya, padahal


di awal kita tinggal bersama alvin


begitu sopan terhadap sonya."


batin pak gian.


"alvin tunggu..." panggil bu sonya.


"ada apa?" tanya alvin.


"mami ikut pulang dengan mu ya?"


pinta bu sonya.


"bukankah seharusnya kau tetap


disini untuk menjaga papa?" tanya alvin.


"mami mau ambil pakaian ganti."


ucap bu sonya.


"gak perlu, nanti biar aku yang ambilin."


ucap alvin.


"bukan hanya pakaian papamu saja,


tapi pakaian ku juga, apa kau sanggup


membawakan pakaian dalam ku juga?"


ucap bu sonya berbisik ditelinga alvin.


mendengar ucapan bu sonya alvin


mengernyitkan dahi nya.


"aku tidak bisa memberikan


tumpangan untuk mu, kau bisa


pulang naik taxi." tolak alvin sambil


berlalu pergi.

__ADS_1


bu sonya mengepalkan kedua


tangannya karna tidak terima


dengan penolakan alvin.


sementara alvin setelah dia sampai


dirumah dia berinisiatif untuk


memeriksa kamar utama yang


ditempati oleh pak gian dan bu sonya.


dia membuka semua laci yang ada


dikamar itu, dia pun menemukan


beberapa toples pil obat tidur yang


masih tersegel, bahkan ada yang


hanya tinggal setengah nya.


"sebanyak ini?" alvin yang tampak


terkejut, dia pun menemui ART yang


ada dirumah itu untuk menanyakan


beberapa hal.


"bu caren..." panggil alvin.


"ada apa tuan muda?" tanya bu caren.


"apa bu caren tau, kalau ternyata


istri papa sering memasukkan obat


tidur ke minuman papa?" tanya alvin.


"ti, tidak tuan muda." jawab bu caren


dengan terbata bata.


"tolong jawab aku dengan jujur?"


ucap alvin.


"dia sudah bilang tidak tahu! kenapa


kau memaksa nya?" bu sonya yang


tiba tiba muncul.


"lagi pula, aku hanya memberi papa


mu sekali saja." sambung nya.


"hanya sekali? lalu ini apa?" tanya alvin


seraya memperlihatkan beberapa


toples obat tidur yang sudah dia


ambil dari laci kamar bu sonya.


"yang ini bahkan sudah hampir


mau habis." sambung alvin.


"lancang sekali kau berani masuk


kekamar ku..." teriak bu sonya.


"lalu apa yang kau sendiri lakukan?


kau juga sering masuk kekamar ku,


dan berkali kali merayu ku." ucap alvin.


mendengar pengakuan alvin, ART


yang ada dirumah itu pun terkejut.


"apa yang kau lakukan disini?


cepat pergi." ucap bu sonya kepada


asistant rumah tangganya.


bu sonya hendak pergi meninggalkan


alvin, namun alvin menarik tangannya.


"lepaskan tanganku?" bentak bu sonya.


"kau harus menjelaskan nya padaku,


kenapa papa bisa overdosis?"


tanya alvin.


"kurasa aku tidak perlu memberi


tahu mu, karna kau sendiri sedang


menggenggam jawaban nya."


ucap bu sonya.


alvin menoleh ke toples yang sudah


terbuka dan hanya tinggal setengah.


"apa kau memberi papa obat tidur


setengah dari isi toples ini?" tanya alvin.


"ya." ucap bu sonya.


"kenapa kau melakukan nya?


selama ini papaku baik padamu."


tanya alvin.


"ya, papamu itu terlalu baik,


sehingga sangat mudah bagiku


untuk memanfaatkan nya."


ucap bu sonya.


"aku tidak akan membiarkan mu


untuk terus terusan menyakiti


papaku." ucap alvin.


"kalau kau memang menyayangi


papa mu, jagalah dia! dan jangan


pernah berpikir untuk meninggalkan


nya, karna kau tak akan pernah tau


apa yang bakalan aku lakukan ketika


kau tidak ada." ucap bu sonya bernada

__ADS_1


ancaman.


__ADS_2